3 Tahun sudah PanDe Baik nge-BLoG

15

Category : tentang DiRi SenDiri

Hmm…. Bener-bener gak disangka kalo saya selaku pemilik BLoG PanDe Baik, bisa melakukan aktifitas ini hingga tahun ke-3. Secara kontinyu menuliskan segala macam bentuk penumpahan uneg-uneg dari yang bersifat pribadi, soal lingkungan keseharian, tentang keluarga, idealisme pekerjaan, opini pada situasi kondisi bangsa, hingga ke hobi Teknologi ponsel.

Jadi gak ada salahnya saya mengucapkan ‘SeLamat ULang Tahun yang ke-3’ kepada Diri Sendiri…. untuk sebuah BLoG yang kini sudah memakai alamat domain nama sendiri yaitu PanDe Baik. Ah, Narsis banget deh !

Adapun perjalanan BLoG ini dimulai pada tanggal yang sama tiga tahun lalu, dalam sebuah Workshop Seminar IT yang diselenggarakan oleh KPDE Kotamadya Denpasar. Bapak Erwin Soetomo adalah orang yang mengajarkan apa itu BLoG dan bagaimana membuat BLoG. Saat itu satu-satunya yang terlintas dikepala adalah nama PanDe Baik, nama yang saya sandang sejak kuliah di Arsitektur dahulu, dan meminjam BLoGSpot sebagai rumah gratisan BLoG saya tersebut.

Kalo mau dilhat kebelakang, pasca Workshop tersebut, dalam bulan yang sama (total sisanya ya cuman 7 hari tapi efektif nge-BLoG Cuma 3 hari) saya melahirkan sekitar 10an tulisan yang hanya satu diantaranya memiliki tema atau topik tulisan serius. Sisanya Narsis semua. Huahahahaha… Yah, tentu saja bisa dimaklumi, karena tujuan daripada BLoG ini dibuat adalah sebagai wadah penumpahan uneg-uneg saya pribadi, atau istilah kerennya Diary.

Dalam perjalanannya seperti halnya roda kehidupan, cieeehh….. BLoG ini pun mengalami pasang surut kisah seputar BLoG. Dari mulai berani mencoba menuliskan idealisme terkait pekerjaan sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil usia muda yang masih meledak-ledak, sempat melongo lantaran kesibukan pekerjaan akhir tahun, kemudian mendapatkan kesempatan untuk memiliki domain sendiri dengan Gratis dari Rakhahost milik Mas EGY setelah gabung di sebuah Komunitas BLoGGer BBC.

Waktu itu mengambil nama pandeividuality.net yang merupakan nama plesetan dari PanDe dan Indieviduality, sebuah album favorit saya dari sebuah grup alternatif PAS Band, kelak kemudian menjadi nama kolaborasi saya dan Istri (PanDe – ALit).

Tak lupa kasus saya dengan media cetak Radar BaLi yang hampir saja menyeret saya lebih jauh terkait tulisan saya di BLoG saat saya masih numpang gratis di BLogSpot (pandebaik.blogspot.com), cukup membuat saya memiliki minat untuk menghapuskan saja BLoG secara keseluruhan dan menghilang dari dunia maya.

Ada juga perpindahan Hosting yang saya lakukan atas dasar ‘sebuah masalah yang sangat tidak jelas dari penyedia Hosting terdahulu (Rakhahost)’, membuat saya berpindah kelain Hosting yaitu BaLi ORange dan mencoba kembali nge-BLoG dengan nama baru yaitu pandebaik.com

theme1

Walaupun kisah tersebut begitu panjang dan berat, hanya satu yang tak berubah selama saya menjalani aktifitas nge-BLoG, yaitu Tujuannya. Masih tetap pada jalur saya terdahulu, hanya sebagai wadah penumpahan uneg-uneg, ide, pengalaman dan lain sebagainya. Sedangkan gaya bahasa bisa dikatakan jauh lebih berkembang, dari yang awalnya kaku bangeds, hingga bercerita sebagaimana menempatkan diri sebagai pengelola BLoG –penyedia informasi seperti Koran- tanpa sekalipun menyebut kata ‘saya’. Akhirnya pasca kasus diatas tersebut, BLoG ini mulai menggunakan gaya bahasa ‘saya’ sebagai pemilik cerita.

Kalau dulu pada tahun pertama tulisan saya gak teratur atau terjadwal –bisa dua tiga tulisan dalam satu hari, bisa juga semingguan gak ada tulisan baru sama sekali-, menginjak tahun kedua saya mulai seperti orang kerasukan atau ketagihan, Setiap hari ada saja tulisan baru….udah kayak Koran aja ceritanya. Ngalor Ngidul gak karuan, dan tetap saja Narsis. He… Kondisi ini didukung oleh siatuasi kondisi saya yang saat itu masih blom direpotkan oleh kehadiran si buah hati apalagi perkuliahan.

Menginjak tahun ketiga, apalagi pasca perpindahan Hosting ke BaLi ORange, saya mulai mengatur atau menjadwalkan turunnya satu tulisan atau posting setiap dua atau tiga hari sekali. Ini sebagai konsekuensi keseharian saya yang mulai disibukkan oleh pekerjaan Kantor, kehadiran si kecil, pekerjaan rumah tangga (menyetrika, meyirami halaman dan mendampingi serta mengajak main si kecil) plus perkuliahan tingkat lanjut atau Pasca Sarjana (S2).

Untuk kedepannya, saya memang berusaha untuk tetap nge-BLoG dan dapat selalu terpantau setiap dua tiga harinya, ditengah hobi baru ber-Facebook.

Hanya saja demi sebuah hasil jerih payah selama 3 tahun ini, yang ternyata sudah melahirkan sekitar 1.235 tulisan, untuk kali iniiiii saja…. hingga akhir bulan, saya memutuskan untuk Rehat sebentar dari aktifitas ngeBLoG. Istilah BaLinya itu….. nyeJer. Huahahaha….

Jadi Mohon Maaf bagi rekan yang sudah berkenan mampir kemari, jangan menggerutu ‘kok gak ada tulisan baru, padahal bilangnya Cuma jeda dua tiga hari….’…. Mohon dimaklumi…

Sampai jumpa tanggal satu bulan depan, bukan untuk gajian loh ya…..

Semoga saja pelan-pelan saya bisa memberikan satu tulisan yang sedikitnya bisa bermanfaat bagi rekan-rekan disini. Tapi yah gak menutup kemungkinan kalo nantinya ada juga tulisan saya yang tetep Narsis. He…

Salam dari PuSat KoTa DenPasar bersama PanDe Baik.

TemPat NongKrong Fave-nya PanDe Baik

Category : tentang KeseHaRian

Menyambung tulisan saya sebelumnya soal ide untuk menghangatkan kembali milis dan juga BLoG, minimal melahirkan satu tulisan yang kurang lebih memiliki tema yang sama antar satu dengan lainnya. Istilahnya kalo ndak salah Thematic Posting. Kali pertama yang dilemparkan adalah ide Tempat Nongkrong.

Ngomongin tempat nongkrong, sebenarnya gak ada tempat yang spesial bagi saya pribadi yang bisa dijadikan sebagai tempat nongkrong. Bukan karena gak ada yang asyik tapi karena saya emang jarang punya waktu buat nongkrong. Hahahaha…

Akan tetapi, demi menghormati ide rekan-rekan anggota milis yang sudah bersusah payah mencari ide dan mengupayakannya agar bisa terwujud, bolehlah saya ikut serta urun cerita. He… Sekedar meramaikan saja.

Tempat Nongkrong yah ? Dalam tiga puluh tahun usia saya kini, bisa jadi dan bisa dikatakan periode paling banyak digunakan untuk Nongkrong adalah periode perkuliahan saat di Arsitektur Udayana dulu. Namun Nongkrong disini bukan diartikan sebagai ‘ngobrol ngalor ngidul atau bengong karena gak punya kerjaan, tapi Nongkrong untuk beristirahat sejenak dari rutinitas tugas, ngumpul bareng temen bertukar ide (untuk tugas kuliah yang sedang dikerjakan) atau bisa juga sekedar isi bensin (nambah energi buat begadang). Maklum, saat itu yang namanya anak Arsitektur itu udah terkenal banget dengan urusan begadang bikin tugas.

Adapun tempat-tempat yang paling rajin disambangi adalah Pasar Kereneng. Bukan pasar malamnya, tapi Pasar dini hari. Biasanya sebagian anak-anak pada kabur begitu jam menunjukkan pukul 1 dini hari, selain untuk mengantisipasi mata yang mengantuk (jam-jam rawan) juga untuk isi bensin dan penyegaran ide. Sebagian lagi baru kabur pas jam 3 pagi sekalian pulang dan bersiap kuliah.

Pasar Kereneng dini hari menyediakan soto sapi dan juga nasi bungkus plus kopi ataupun minuman penghangat badan instant. Bagi saya pribadi sih itu sudah lebih dari cukup, karena selain makanan disediakan pula tempat yang lumayan luas (berhubung di areal tersebut hanya ada dua tiga pedagang) untuk sekedar ngumpul bareng teman. Sajian khas disini adalah telur mentah yang dicampur merica, diaduk dan langsung diteguk. Kata teman saya ramuan tradisional tersebut bisa menambah energi buat begadang loh. He…

Tempat lain yang biasanya disamperin sebetulnya gak ada yang spesial. Yang penting ada nasi bungkusnya, serta tempat yang lega buat duduk untuk ngumpul berbagi kesulitan pembuatan tugas. Biasanya tempat-tempat seperti ini bisa ditemukan disepanjang jalan Diponegoro atau jalan Setiabudi juga dagang nasi Jenggo Gajah Mada. Bisa juga yang ada didekat-dekat rumah teman yang dijadikan tempat ngumpul bikin tugas bareng.

Pasca perkuliahan, bisa dikatakan saya makin jarang nongkrong bareng teman. Mungkin karena masing-masing sudah punya kesibukan, faktor pacar dan lingkungan. Saya sendiri pada periode ini sempat mengalami masa-masa sibuk sebagai pengurus Sekaa Teruna Teruni Banjar Tainsiat. Jadi bisa dikatakan juga kalo teman-teman yang saya ajak nongkrong ya mereka yang diajak ikut serta dalam berbagai kegiatan yang bakal dilaksanakan.

Salah satu tempat yang biasanya digunakan tebagai tempat nongkrong ya dagang nasi di jalan Setiabudi. Biasanya buka pada jam malam, lokasinya disisi kiri (barat) jalan begitu berbelok dari arah jalan Wahidin atau Gunung Agung. Sajiannya beragam, jadi bisa milih apa yang kita mau.

Tempat-tempat lain yang disambangi paling-paling yang lokasinya disekitar Bale Banjar Tainsiat, seperti nasi goreng jalan Patimura, atau dagang bubur kacang ijo depan rumah saya yang juga menyediakan bakso dan sate ayam. He… Lokasi ini diluar yang digunakan sebagai tempat mabuk-mabukan loh ya. He…

Nah, terakhir Periode berkeluarga bisa dikatakan nongkrong gak lagi masuk dalam daftar kegiatan saya. Yah, karena adanya faktor anak yang musti dijaga bergantian juga karena faktor pekerjaan dan kuliah.

Walau begitu kadangkala nongkrong sempat pula dilakoni terutama saat ‘ada kematian warga. Tempat nongkrongnya ya dirumah Warga tersebut. Huahahaha…. Jam nongkrongnya biasanya setelah jam 8 malam hingga jam 12 atau sampe pagi kalo memang dapet tugas jaga sesuai giliran regu. Kalopun lewat tengah malam biasanya dapet jatah nasi plus minum tambahan. Suasana nongkrongpun beragam, ada yang asyik maen kartu (cekian, remi hingga spirit) ada juga yang ngobrol ngalor ngidul sekedar menikmati waktu menunggu jam pulang. Saya sendiri biasanya disela obrolan asyik dengan ponsel atau PDA yang setia menemani dengan fitur internetan, fesbuk juga email. Huahahaha….

Tempat nongkrong lainnya terutama pada jam kantor, paling favorit bagi saya adalah dilokasi kegiatan proyek. Sambil membawa tas ransel yang berisikan laptop plus sesekali jeprat jepret kamera, memungkinkan saya untuk kabur dari rasa bosan yang melanda suasana kantor. Begitu pula bisa dijadikan sebagai alasan paling akurat dan terpercaya, apabila lagi pengen pulang selidan (baca:lebih awal). Huahahahaha….. Tidak disarankan nongkrong dalam jumlah banyak. Selain dikira demo, khawatir malah disangkain tukang atau buruh. Hayo kerja kerja kerja….

Selain itu nongkrong bisa juga dilakoni saat liburan dan dilakukan di rumah mertua. Huahahaha…. Disini disediakan kopi atau teh hangat dan juga senyum manis Istri, berhubung sesekali bisa pulang kampung. Huahehahehihihi….

Udah ah, kok tulisan ini tambah ngawur aja sepertinya, khawatir malahan dicela oleh teman lain yang sudah berkenan mampir seperti dugaan saya sebelumnya.

SaLam dari Pusat KoTa DenPasar.

kembalinya si PreMan KamPung ke milis BBC

6

Category : tentang DiRi SenDiri

Diantara empat buah milis yang saya ikuti, salah satunya adalah komunitas para blogger yang ada hubungannya dengan BaLi, entah lahir, tinggal, bekerja hingga pernah bersekolah di Bali. Yup BaLi BLoGGer CoMMunity.

Berhubung di milis yang saya ikuti pernah ada satu thread yang tidak mengenakkan hati, saya sempat memutuskan untuk kabur dari milis, istilah saya ‘lari dari tanggung jawab’. He… berhubung saat itu saya adalah pemicu timbulnya thread tersebut hingga menjadi besar dan berapi. Jadi pikir saya ya sebelum meledak, kabur aja deh… Bener-bener gak bertanggung jawab kan ? He…

Nah, setelah lumayan lama kabur saya sempat digadang-gadangi oleh beberapa rekan anggota milis untuk ikutan gabung kembali, untuk meramaikan milis. Heran juga saya waktu itu. Wong saya yang bikin ribut kok malah diminta balik lagi ? at last saya nyoba gabung kembali tapi menyamar menjadi orang laen ceritanya. Baik nama, alamat, email hingga alamat BLoG yang dipake juga aspal. AsLi PaLsu. He…

Setelah dikonfirm bisa gabung, barulah saya tahu kondisi milis pasca kaburnya saya. Gak menutup kemungkinan bisa juga itu terjadi akibat thread atau kejadian lain. Jadi sepi, gak kayak tempo hari. Yang seharian bisa masuk 100an email saling berbalas pantun atau sekedar say hello. Sayapun akhirnya bisa memantau kembali kondisi milis sebagai orang luar, agak miris juga sih ngliat kondisi yang ndadak melompong. Padahal kalo ndak salah pas Pesta BLoGGer kmaren, BBC merupakan komunitas yang dianggap paling menjanjikan keberadaannya.

Milis yang sepi nampaknya diikuti pula dengan update BLoG yang sepi. Bahkan ada beberapa alamat BLoG rekan yang gak pernah disuntik dengan tulisan baru, sebulan lebih, ada yang mengeluhkan penurunan kunjungan hingga komentar, ada juga yang mengeluhkan mood untuk nge-BLoG gak berapi-api lagi kayak dulu. Salah satu yang menjadi kambing hitamnya adalah keberadaan Facebook. Sarana Sosial Networking (begitu istilahnya kata orang), yang nampaknya jauh lebih mengasyikkan dan menghanyutkan.

Rupanya penyamaran saya gak percuma. Pelan-pelan saya bisa mengetahui ada beberapa rekan yang dahulunya ngocol abieeess pada mulai kangen dengan hangatnya suasana milis. Ini bisa dimaklumi. Wong dulunya itu secara rutin para Jenderal yang melahirkan BBC sempat beberapa kali mengadakan KopDar -Kopi Darat > minum kopi di daratan- sebagai ajang mendekatkan diri satu sama lainnya. Saya sendiri paling pernah menghadirinya kurang lebih tiga kali saja. Itupun nongol bentar langsung kabur lagi. He… berhubung Gak tega juga saya memantau secara diam-diam, account penyamaran langsung saya hapus selamanya dari milis dan gabung lagi dengan identitas asli. Syukur masih diperbolehkan oleh sang Jenderal….

Kembali ke ide tadi, Ceritanya ketika salah satu anggota milis melontarkan ide untuk menghidupkan kembali suasana milis, salah satu Jenderal komunitas BBC pun menanggapinya dengan positif. Akhirnya terjadilah satu kopdar yang bisa saya anggap setara dengan kopdar-kopdar awal terbentuknya BBC yang diselenggarakan di Taman Ayung kalo ndak salah. Lagi-lagi saya bukan termasuk anggota yang hadir tentunya. He…

Dari beberapa ide yang dilontarkan, hanya satu dua yang bisa saya tangkap. Ide untuk menghangatkan kembali suasana milis dengan cara ‘berbagi ilmu sesuai keahlian, yang diharapkan bisa ditanggapi, dikomentari, hingga dikembangkan lagi. Untuk yang ini, bisa saya katakan hampir tidak ada satupun tulisan saya layak dilempar ke milis. Berhubung tema yang gak penting atau aktual, daya pikir yang dangkal tanpa terjun atau observasi dulu, sebatas pengalaman dan pengetahuan pribadi, bisa dikatakan lebih cenderung merupakan sebuah opini. Tentu saja kalo nekat saya share di milis, khawatir banget bisa memicu pertikaian timbul kembali. He…

Ide satunya lagi adalah mencoba memulai semua itu dari awal, dari diri sendiri atau katakanlah dari BLoG sendiri, berhubung milis ini adalah kumpulan para BLoGGer. Ceritanya membuat Thematic Posting yang kurang lebih maknanya, membuat tulisan/posting yang memiliki satu tema yang sama/topik tertentu yang dilontarkan di milis, namun ditulis berdasarkan daya imajinasi, pengalaman yang kemudian bisa dibagi, ditanggapi ataupun dicela. He… Untuk yang terakhir tadi itu sepertinya bakalan paling banyak saya dapatkan kelak.

Dari hasil jalan-jalan saya di beberapa BLoG teman (istilah kerennya BLoGWalKing), rupanya tema yang pertama adalah ‘tempat nongkrong favorit atau yang sering dikunjungi. Mengulas tentang lokasi, sajian yang ada, jadwal buka-tutupnya, kapasitas tempat, serta perkiraan umum yang bisa digambarkan apabila kelak dijadikan sebagai salah satu tujuan kopdar atau sekedar berbagi cerita.

Namun berhubung tulisan saya sebelumnya menyinggung soal PiLPres yang belakangan santer dan seakan menenggelamkan kasus yang menimpa Antasari, maka untuk Thematic Posting diatas baru bisa saya turunkan setelah menyelesaikan satu tulisan lagi yang ada kaitannya dengan tulisan sebelumnya, juga pemaparan ini tentu saja. Minimal rekan-rekan yang mampir ke BLoG saya bisa mengetahui cerita dibalik Thematic Posting yang besok atau lusa bakalan saya tampilkan disini.

So, Terima Kasih sudah mampir dan membaca cerita ‘kembalinya PanDe Baik ke milis BBC ini. Salam dari PuSat KoTa DenPasar. He…

DaGeLan PoLitik PiLPres 2009 ; Semua ingin jadi PREsiden

3

Category : tentang Opini

Apa yang terjadi pada bangsa ini seminggu terakhir, bisa jadi sebagai upaya meredam panasnya suhu pro kontra kasus Antasari, baik pro kontra tentang motif pembunuhan Nasrudin maupun pro kontra kelucuan anggota DPR kita yang melarang KPK menangkapi para calon tersangka kasus korupsi pasca penangkapan Antasari. He… Becanda lagie.

Semua ingin menjadi PREsiden.

Begitu kira-kira gambaran yang dapat saya tangkap selaku posisi saya sebagai rakyat yang awam soal politik dan politikusnya. Masih ingat dengan iklan pembentukan opini publik pra pemilu kemaren ? Katakanlah yang paling heboh itu Pak Prabowo, Wiranto, Megawati, Pak Presiden kita SBY, hingga ke orang-orang yang nyatanya tak kterlihat batang hidungnya saat ini, Soetrisno Bachir, si siapa tuh namanya yang mengklaim mendapat dukungan dari kolaborasi pembaharuan ? He… mohon maaf jika saya salah sebut nama maupun lupa nama…

Belakangan belum juga dimulai gong kampanye PiLPres, sang Wakil Presiden kita saat ini malahan sudah mencuri start untuk membentuk opini publik memohon dukungan atas dirinya yang mencalonkan diri sebagai Capres. Sayangnya KPU tak mampu menindak aksi curi start ini lantaran pasangan JK –Wir ini belum diresmikan sebagai pasangan Capres-Cawapres oleh KPU. Satu kelemahan dari UU yang ada katanya.

Di sisi lain, ada juga yang sudah saling melobi untuk berkoalisi namun saling ngotot-ngototan ingin maju sebagai RI 1. Gak ada yang mau jadi nomor 2. Ada juga yang mendeklarasikan cawapresnya dari kalangan non parpol namun tidak direstui oleh parpol yang diajak berkoalisi sebelumnya. Bahkan mereka dan para mahasiswa pendukung parpol menuntut agar paket Cawapres yang diusung tetap orang Parpol. Huuuuuhhh…. Saya jadi bingung dan heran.

Kenapa Semua ingin menjadi PREsiden ?

Apakah jawabannya barangkali bisa saya samakan dengan pertanyaan saya beberapa waktu lalu pra-pemilu PiLCaLeG ? Kenapa Semua ingin menjadi Anggota DPR ? Kenapa Semua ingin menjadi WakiL Rakyat ? Karena kurangnya lapangan kerja yang menjanjikan mereka ‘sedikit bekerja, banyak bicara lalu banyak pemasukan, termasuk plesiran berselubung studi banding ? Padahal tau apa sih mereka tentang suara Rakyat ? Yah, Barangkali tidak sedangkal itu….

Ada yang bisa menjawabnya barangkali ?

He… Sekali lagi PanDe Baik memohon maaf jika ada pihak-pihak yang tak berkenan dengan tulisan saya ini. Bukan saya bermaksud melakukan pencitraan diri mengklaim bahwa saya Pro Reformasi dan kelak bakalan ikutan mencalonkan diri sebagai Presiden negeri ini atau paling tidak Wakil Rakyat lah, tidak tidak. Bukan itu kok… Hanya ingin mencari jawaban atas kebingungan saya saja selama ini, yang barangkali juga dirasakan oleh beberapa orang selaku rakyat dari bangsa ini.

PanDe Baik Menyayangkan aksi SaLing SinDir SBY – JK

5

Category : tentang Opini

Semingguan ini layar televisi seakan berubah menjadi sebuah tayangan infotaiment para tokoh parpol negeri ini. Bagaimana tidak, baru saja Bapak Presiden kita mengumumkan atau mendeklarasikan calon pasangan BeLiau kelak saat tampil pada PiLPres mendatang, itu sebagai respon dari aksi curi start yang dilakukan sang Wakil Presiden kita, telah pula mengumumkan pasangannya kelak dan malahan BeLiau ini bakalan maju mencalonkan diri menjadi RI 1.

Maka terjadilah apa yang kalau boleh saya sebutkan, politik yang sangat kekanak-kanakan. Saling serang, saling sikut, saling sindir, mengklaim bahwa diri merekalah yang memiliki peran paling besar dalam membangun negeri ini. Mereka lupa akan kedudukan dan jabatan yang mereka sandang saat ini, keduanya masih merupakan dua ujung tombak bangsa ini.

Pasangan SBY – JK yang bagi saya adalah duet yang paling fenomenal sepanjang sejarah pemilihan Presiden. Bukan apa-apa, tapi duet mereka ini barangkali tidak mampu diprediksi oleh sebagian besar pemilih bangsa ini lima tahun lalu bakalan mampu naik dan memimpin. Ini karena JK bukan merupakan tokoh yang dijagokan oleh induk parpolnya saat itu. Sayangnya begitu duet SBY-JK tampil sebagai pemenang, sang induk langsung merapat dan mengkalim sang pemenang sebagai bagian dari perjuangan mereka. Buktinya JK langsung didapuk sebagai Ketum partai pada periode tersebut.

Belumlah pantas menurut saya jika saat ini mereka melakukan aksi murahan tersebut. Mungkin dalam politik memang tidak ada lawan maupun kawan yang abadi. Tapi sungguh disayangkan apabila kedua pemimpin bangsa ini malahan saling berseteru disaat bangsa masih membutuhkan hubungan erat kedua pemimpin ini untuk menyelesaikan masa jabatan, sesuai ‘amanah’ rakyat saat PiLPres lalu.

Berangkat dari hal diatas, kini saya malahan menjadi pro mendukung Pak SBY untuk mencari pengganti calon Wakil Presiden kelak dari kalangan non Parpol. Terlepas dari siapa orang tersebut dan bagaimana tipe serta tindak tanduk orang tersebut.

Mungkin keputusan ini timbul gara-gara saya sudah kadung patah arang duluan menyaksikan dagelan politik semingguan ini. Belum usai masa jabatan eh sudah saling serang. Yah, lagi-lagi terlepas dari siapa yang salah atau siapa yang mulai duluan, minimal kelak duet pasangan Pemimpin Bangsa ini diharapkan tetap mampu menunjukkan hubungan yang baik antar keduanya, sedari awal hingga masa jabatan berakhir.

Ohya, PanDe Baik memohon maaf apabila ada pihak-pihak yang tidak berkenan pada tulisan saya kali ini. Bukan bermaksud mendukung atau malah memprovokasi, tapi hanya sebatas mengungkapkan uneg-uneg pribadi atas dagelan politik jelang PiLPres mendatang.

Ngomong-ngomong, kok kasusnya Antasari menghilang yah ?

One BLoG Wonder ; BLoG CaLeG

8

Category : tentang Opini

Masa kampanye sudah lewat…. Hasil Pemilu guna memilih para Wakil Rakyat yang bakalan duduk di kursi empukpun sudah bisa diketahui. Tampaknya apa yang diramalkan banyak orang terjadi sudah.

Dari ribuan CaLeG yang tidak lolos mulai menampakkan sifat asli mereka. Ambisius dan mau menang sendiri, mudah putus asa atau malahan gak peduli lagi. Entah sudah berapa kali media baik televisi, koran hingga BLoG mengungkap dan mengulas masalah ini. Cerita tentang para CaLeG yang stress gara-gara tidak terpilih menjadi Wakil Rakyat, padahal entah berapa uang dikeluarkan untuk me-dharmasuaka, menyumbang hingga serangan fajar.

Memang sih, hare gene kaya’nya udah basi banget kalo masih saja ngomongin mereka (para CaLeG yang gak lolos ke kursi empuk), jadi saya coba mengulasnya dari sudut pandang lain, yaitu keberadaan BLoG para CaLeG yang dahulu barangkali begitu gencar digunakan sebagai salah satu alternatif kampanye via dunia maya.

Keberadaan BLoG yang dibuat oleh para CaLeG maupun pendukungnya ini ada yang masih memakai account gratisan alias numpang baik di WordPress maupun BloGspot, ada juga yang sudah berdiri sendiri alias memakai jasa Hosting.

Setelah hunting ke beberapa web site resmi parpolpun, ternyata ada juga CaLeG yang mengklaim sudah memiliki alamat sebagai web resmi mereka, padahal itu merupakan account email. Huhuhuhu…. Sepertinya mereka harus mengoreksi lagi alamat tersebut deh….

Mengapa saya begitu ingin mencari tahu, berhubung rata-rata BLoG yang mereka (CaLeg) buat itu digunakan sebagai sarana kampanye, mengiklankan diri sendiri, memperkenalkan visi dan misi juga memohon dukungan, dengan menyertakan beberapa ‘jasa’ mereka pada lingkungan masyarakatnya. Tak lupa deretan gelar yang entah didapat dengan benar atau hanya dengan membayar.

Tentu saja gambaran yang disajikan pada BLoG mereka ini hanya yang baik-baik saja, terkait kegiatan mereka, sambutan masyarakat akan kunjungan mereka atau pendapat dari orang-orang tertentu, entah itu kerabat ataukah orang yang dibayar. He…

Sayangnya, begitu pemilu usai dan hasilnya sudah dapat diterka, beberapa BLoG yang dahulunya sempat aktif menampung aspirasi dan dukungan, kini malahan terkatung-katung gak jelas nasibnya. Rata-rata posting terakhir yang saya lihat adalah akhir tahun 2008 lalu atau per bulan Januari kmaren.

Mandegnya isi BLoG mereka ini bisa disebabkan oleh minimnya ide maupun konsep yang bisa diceritakan atau diungkap dalam BLoG, malasnya melakukan update lantaran gak ada yang berkunjung, atau malah sudah merasa cukup membuat satu dua tulisan dan membiarkannya berkembang sendiri. He….

Untuk yang terakhir diatas kok malah mengingatkan saya dengan BLoG sang Caddy Rani Juliani. Hanya saja, untuk kasus ini BLoG sang Caddy walaupun hanya menyajikan dua buah tulisan, namun mampu mengeruk kunjungan hingga angka 370ribu dan komentar hingga seribuan pertulisannya. Barangkali para CaLeg bisa meniru SEO yang dilakukan Rani Juliani jika menginginkan BLoG mereka mengalami hal yang sama. He….

Bagi yang numpang account gratisan mungkin masih mending, kalopun mereka mau ya tinggal menghapusnya saja. Sebaliknya bagi yang menumpang jasa hosting tentu saja bisa dikatakan mubazir dan membuang uang, apalagi jika hasil yang diharapkan tidak tercapai.

Lagi-lagi Sayangnya Perilaku para CaLeG ini ya sama saja dengan sikap mereka terhadap baliho ataupun selebaran yang ditempel sembarangan. Dibiarkan saja tak terurus. Jadilah BLoG mereka ini sampah di dunia maya yang oleh pemilik resminya (WordPress atau BloGSpot) pula dibiarkan begitu saja. Ah, seandainya saja ada cara untuk memantau/sweeping alamat BLoG yang lama tak terurus, barangkali akan menemukan banyak ‘one BLoG Wonder’ (meminjam istilah ‘One HIT Wonder’ –sebutan bagi artis/grup musik yang hanya mampu melahirkan satu buah hit lagu sepanjang karirnya-).

Berikut daftar beberapa BLoG yang termasuk dalam kategori ‘One BLoG Wonder’ ala para CaLeG negeri ini…. :
> http://calegbali2009.wordpress.com/about/ ; ini masih adek kelas SMA loh. :p
> http://eddymarsono.blogspot.com/
> http://pg-watch.blogspot.com/
> http://restianrick.wordpress.com/
> http://faizalforsumsel.wordpress.com/
> http://yo-h-nes.com/index.php
> http://fransiscakuntagpandi.blogspot.com/
> http://www.sumandiwidjaja-pib.com/
> http://rakiangafur.blogspot.com/
> http://www.japtocenter.org/portal/index.php
> http://rachbini.com/

Sedangkan yang berikut ini adalah seorang CaLeG yang mengklaim sebuah alamat (email) sebagai alamat Web Site Resminya, silahkan lihat pada halaman account Facebook  http://www.facebook.com/profile.php?id=1247225219
Ibu ini mencantumkan alamat berikut sebagai alamat web :  http://[email protected]

Yah, terlepas dari segala macam alasan yang barangkali membuat BloG-BLoG para CaLeG tersebut tak lagi ter-update, saya tak menutup kemungkinan hal yang sama juga terjadi pada account Facebook yang mereka miliki. Saya sendiri tak menceritakannya disini, lantaran pra-pemilu lalu saya melakukan bersih-bersih daftar teman, yang membuat beberapa teman harus out dari daftar yang saya miliki. Termasuk para CaLeG….

…akhirnya lulus juga… L2…

7

Category : tentang iLMu tamBahan

Setelah kurang lebih tiga kali mengikuti pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa yang diselengggarakan oleh BKD Pemkab Badung, akhirnya saya dinyatakan lulus ujian Nasional dan berhak atas sertifikasi yang hanya berlaku selama 2 tahun, istilahnya L2.

Padahal awal mulainya pelatihan yang dilakukan di sebuah hotel dekat Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung Sempidi, sempat guyonan bareng rekan-rekan lain yang senasib dengan saya. Berkali-kali ikutan ujian sertifikasi, tapi selalu saja menyandang gelar L4 –Lu Lagi Lu Lagi-. Maksudnya ikut lagi-ikut lagi. Gak pernah dinyatakan lulus.

Berhubung pada pelatihan pertama sekitar dua tahun lalu saya sudah disetrap selama satu minggu di Bapelkes Tangtu jalan Ida Bagus Mantra dan dijejali materi serta bahan ujian untuk sertifikasi, bisa dikatakan itu sangat membosankan. Mungkin karena saya memang belum pernah menyentuh sama sekali bidang Pengadaan Barang dan Jasa ini sebelumnya. Jadi, apa yang saya dapatkan ya saya tahu hanya sebatas teori saja. Dalam kenyataannya, satupun belum saya kuasai…

Apalagi tahun ini adalah tahun dimana saya mulai memutuskan untuk berkonsentrasi pada proposal Thesis yang kebetulan sudah diajukan saat ujian 18 Maret lalu dan dipersilahkan untuk melanjutkan. Tentu saja, saya pribadi sampe memohon-mohon agar tidak terlalu banyak diberikan tugas kantor apalagi beban tanggungjawab, begitu pula menampik bujukan rekan-rekan agar saya bisa lulus sebagai Panitia Pengadaan kelak.

Maka pada saat pembekalan selama dua hari beberapa waktu lalupun saya memilih mangkir dan tidak hadir. Tapi tetep absensi. He…. Tipikal Pegawai Negeri Bangeds. Hingga salah seorang rekan seangkatan saat Pra-Jabatan dahulu yang kebetulan bersua dilokasi, sempat terheran-heran dengan kenekatan saya kabur dari lokasi Pelatihan.

Apa daya Tuhan berkehendak lain. Saat saya tidak terlalu mempedulikan apa yang saya isi pada lembar jawaban (lembarnya mirip ujian masuk Perguruan Tinggi), sayapun akhirnya diganjar dengan kelulusan pada tingkat L2 (menyandang sertifikasi selama 2 tahun) sejak diterbitkannya Sertifikat tersebut, 4 Maret 2009.

Pengumuman kelulusan untuk sertifikasi inipun sebenarnya disampaikan oleh salah satu atasan yang kebetulan barengan ikut serta dalam ujian ini. Hanya bisa diakses melalui web site resmi miliki LKPP (dahulunya melalui web site resmi milik Bappenas). Awalnya saya pikir ini termasuk guyonan, lantaran satu dua tahun lalu saya sering becandain rekan-rekan yang ikutan ujian, mengklaim kalo mereka itu lulus dan mengucapkan selamat.

Ternyata beneran lulus….

Trus sekarang mau diapain yah ?

Nexian NX G900 Ponsel Lokal ala BLackBerry ?

39

Category : tentang TeKnoLoGi

Surprised… itu yang pertama kali saya rasakan saat ngbaca beberapa blog yang isinya sama plek hingga ke titik komanya. Bukan… Bukan cerita Antasari ato Rani Juliani kok. Tapi soal peluncuran ponsel merek lokal, Nexian NX G900 yang dibundling dengan kartu XL, dan dijual dengan harga 999.000 saja.

Trus knapa bisa sampe bikin heboh ? ini gara-gara iklan dari ponsel tersebut mengklaim memiliki kemampuan nyaris setingkat si gembul BLackberry yang belakangan jadi booming di negeri ini. Katanya sih bisa digunakan untuk facebook-an, chatting segila-gilanya, email dan internet browsing.

Iseng saya hunting ke web resmi milik Nexian, ternyata memang bener kalo mereka baru saja merilis sebuah ponsel yang menyerupai dan berkemampuan BLackberry. Sayangnya gak ada spesifikasi yang jelas perihal isi jeroan ponsel, sekalipun sudah saya ubek-ubek halamannya.

Dari sekian banyak web dan blog yang menyajikan cerita soal peluncuran ponsel, kelebihan dan segala tetek bengek promosinya, hanya satu yang berkenan membeberkan isi dibalik ponsel tersebut.

Ternyata ponsel yang menurut saya malah menyerupai ponsel HTC yang memiliki OS Android milik Google (gak mirip dengan BLackberry malah…) ini memiliki layar warna dengan resolusi layar yang kecil yakni berukuran 176 x 220 saja. Entah benar atau tidak, semoga saja ada dari yang sudah menggunakannya, bisa memberikan masukan disini.

Jikapun itu benar, maka bisa dikatakan bahwa untuk melakukan browsing internet atau facebook, saya malah meragukan gambar halaman facebook yang tertera pada layar ponsel promosinya. Apakah beneran menampilkan gambar seperti itu, atau malahan hanya berupa teks saja seperti halnya halaman login yang terlihat pada ponsel-ponsel Nokia ?

Dengan harga jual yang hanya 1 juta rupiah minus seribu, ya jangan berharap banyak pada resolusi kamera yang dibekali pada ponsel. Hanya berukuran VGA saja alias 0,3 MP.

Masih di blog yang sama, ada komentar salah seorang pengunjung / pembaca yang mengeluhkan keypad pada ponsel Nexiannya yang sangat tidak nyaman untuk digunakan ber-sms. Menjadi satu pertanyaan besar, apakah ponsel G900 yang berwajah full keypad QWERTY ini akan senyaman yang diharapkan ?

Sedangkan untuk fitur internetan, baik browsing, email, facebook hingga chatting, jika melihat dari aplikasi eBuddy yang disertakan, bisa disimpulkan bahwa ponsel Nexian kali ini sudah mendukung keberadaan Java dan tentu saja koneksi GRPS. Kabar baik bagi penggemar ponsel merek lokal.

Hanya saja jika memang keperluannya hanya untuk internetan seperti yang saya sebutkan diatas, gak perlu susah-susah maksa diri beli ponsel baru lagi kok. Pake ponsel Nokia yang harga barunya 700 ribuan juga bisa. Katakan saja seri 2600 classic yang punya bodi tipis itu, dengan resolusi ayar yang lebih kecil yaitu 128×160 pixel, tinggal disuntikkan aplikasi MoRange, sudah bisa melakukan semua hal yang dikatakan pada promo ponsel ini. Nyaris setingkat BLackberry.

Hanya saja, dari segi faktor harga yang Cuma 1 juta sudah mendapatkan ponsel yang katanya bertampang ala BLackberry plus keberadaan keypad full QWERTY, bolehlah ponsel ini dijadikan pilihan. Sambil berharap pada chasing yang bisa diganti-ganti. Tinggal dibelikan kondom lalu bisa langsung bergaya.

Asal jangan diperlihatkan secara langsung, alias agak disembunyikan sedikit, orang pasti bakalan mengira ponsel yang ditenteng itu adalah BLackberry. He… biasalah…