Lapindo ow ow Lapindo

Category : tentang KeseHaRian

Majalah Tempo edisi 2006, sempat menuangkan tema lumpur Lapindo, yang menceritakan rincian terjadinya luapan lumpur di sebuah desa tak terkenal, Sidoarjo.Walopun kini Lapindo bisa dijadikan salah satu obyek wisata untuk membantu pengumpula dana bagi para korbannya, namun orang yang paling bertanggung jawab atas semua hal ini, malah masih melenggang kangkung saat penghuni TAS sibuk memblokade jalan, karena kecewa dan marahnya mereka, tak juga disantuni hingga hari ini.

Perbuatan mereka tentu mencoreng luka yang lebih dalam, dan jangan menyalahkan kami, jika kami apriori pada segala tindakan pejabat dan tentunya pemborong proyek lapangan.

Hey, dimanakah hati nurani kalian ?
Telah tertutup oleh milyaran uang yang disodorkan sang penggagas luapan lumpur ?

Ternyata mental orang-orang yang bertanggungjawab akan hal ini bisa terjadi, gak ubahnya mental otak udang, namun herannya masyarakat masih aja terbuai dengan musibah transportasi dibanding Lumpur Lapindo ini.
Huh.

Mr. President

1

Category : tentang Opini

Menyinggung tema 100 hari pemerintahan Indonesia terakhir, SBY-MJK disebutkan gagal memperbaiki kondisi perekonomiannya.
Come On, yang bener saja ?
Terpuruknya Indonesia dalam krisis moneter lalu, akibat 32 tahun pemerintahan penuh intrik dan korupsi, ditambah sekian masa transisi pemimpin Indonesia, yang diuji kredibilitasnya, namun secara keseluruhan, bisa dikatakan dengan 1 kata.
Payah.Indonesia yang lebih menonjolkan korupsinya dibandingkan budaya Bhineka Tunggal Ika-nya dimata dunia, mungkin akan berubah jika Pemerintah masih mau meninggikan nyali juga menurunkan sungkan pada senior-seniornya, yang tentu saja pasti sudah ditamengi oleh kekuatan rakyat.

Namun janji-janji Mr.President saat mencalonkan dirinya sebagai pemimpin bangsa ini, hingga terhitung 100 hari, masih belum menyentuh masalah-masalah korupsi kakap maupun penyelewengan lainnya.
Indonesia hari ini, disibukkan dengan musibah transportasi, darat, laut dan udara, sama tak amannya, mengingat kondisi sarana yang ada dari segi umur, mungkin sudah seharusnya masuk tong sampah.
Tapi ini kok masih dipake lagi ?

Itulah Indonesia.
Sepenggal bait lagu perjuangan tadi, bisa mencerminkan ketidakpuasan hati rakyatnya yang terlanjur kecewa akan moral para pemimpin dan wakilnya saat sudah menjabat.

PERAKIT BOM

Category : tentang KeseHaRian

Menyiasati waktu antre saat mengantarkan Bapak periksa ke Klinik Karsuneka, di jl. Suli, sempat membaca 3 majalah yang bobotnya lebih berkualitas dibanding jika membaca majalah teknologi, yang ringan dan menggembirakan hati, tapi tidak untuk kantong dan dompet. Hehehe…Majalah Gatra, edisi awal 2005.
Mengambil tema ‘Catatan Harian Seorang Perakit Bom’, yang kali ini bukanlah membahasan sang Imam Samudra yang katanya dihukum mati, tapi masih hidup hingga hari ini, ato si Amrozy yang masih suka cengar-cengir seakan tidak pernah terbebani akan penderitaan yang dialami oleh korban bom Bali I.

Seorang Jabir alias Gempur banyak menuturkan hari-hari yang dilaluinya lewat sebuah buku harian, ditulis degan gaya dan bahasa anak muda. Secara keseluruhan bertema perenungannya terhadap makna Jihad.
Sebagai seorang umat agama yang percaya bahwa Jihad dapat memberikan jaminan untuk masuk surga dan dikelilingi bidadari, tentunya dipastikan menutup mata akan pedihnya kehilangan keluarga dan itu semua dapat menimbulkan amarah juga dendam yang berkepanjangan bagi umat tertentu lainnya yang mungkin saja tak sepaham dengan sang Perakit Bom.

Ini tentu akan menimbulkan satu ketegangan massa, seperti halnya Poso dan Ambon.
Saling membalas perbuatan musuh.

Api bersyukur umat Hindu di Bali, masih meyakini bahwa Keadilan Tertinggi terletak pada-Nya. Jika memang sang Perakit Bom menghancurkan tidak saja satu dua nyawa korban ledakan, tapi juga seluruh perekonomian daerah, yang menimbulkan banyaknya pengangguran.
Tentu kami lebih menginginkan agar sang Perakit Bom mendapatkan amal ibadahnya dikurangi dengan perbuatan kejamnya pada umat lain, plus derita yang dialami keluarga korban, juga masyarakat setempat.

Sang Perakit Bom boleh berbangga, karena sang maestro, Dr.Azahari, masih sempat menurunkan ilmunya pada kader-kader muda, dengan segudang ilmu yang tertuang dalam buku manual, video maupun tersimpan rapi berbentuk file komp, yang mana hal ini tentunya dapat membuat keadaan Indonesia makin terpuruk dimata dunia, apalagi setelah komentar dari seorang tokoh politik, dimana secara meyakinkan berkata bahwa ‘Indonesia bukanlah sarang teroris’.
Kenyataannya sekarang ?

Mungkin pemerintah bisa lebih tanggap akan hal ini, mungkin saja dengan mencoba strategi lama yang diterapkan Pemimpin 32 tahun Indonesia, ‘Petrus’. Penembakan Misterius bagi rang-orang yang dianggap makar dan memiliki kredibilitas untuk menghancurkan bangsa Indonesia, serta untuk orang-orang yang masih saja berkeinginan menyamaratakan budaya Indonesia, plek sama dengan budaya Arab.

Silahkan dipikirkan