Archive for » February, 2007 «

Lapindo

Majalah Tempo edisi 2006, sempat juga menuangkan tema lumpur Lapindo, yang menceritakan rincian terjadinya luapan lumpur di sebuah desa tak terkenal, Sidoarjo.Walopun kini Lapindo bisa dijadikan salah satu obyek wisata untuk membantu pengumpula dana bagi para korbannya, namun orang yang paling bertanggung jawab atas semua hal ini, malah masih melenggang kangkung saat penghuni TAS sibuk memblokade jalan, karena kecewa dan marahnya mereka, tak juga disantuni hingga hari ini.

Perbuatan mereka tentu mencoreng luka yang lebih dalam, dan jangan menyalahkan kami, jika kami apriori pada segala tindakan pejabat dan tentunya pemborong proyek lapangan.

Hey, dimanakah hati nurani kalian ?
Telah tertutup oleh milyaran uang yang disodorkan sang penggagas luapan lumpur ?

Ternyata mental orang-orang yang bertanggungjawab akan hal ini bisa terjadi, gak ubahnya mental otak udang, namun herannya masyarakat masih aja terbuai dengan musibah transportasi dibanding Lumpur Lapindo ini.
Huh.

Popularity: 5% [?]

Mr. President

Menyinggung tema 100 hari pemerintahan Indonesia terakhir, SBY-MJK disebutkan gagal memperbaiki kondisi perekonomiannya.
Come On, yang bener saja ?
Terpuruknya Indonesia dalam krisis moneter lalu, akibat 32 tahun pemerintahan penuh intrik dan korupsi, ditambah sekian masa transisi pemimpin Indonesia, yang diuji kredibilitasnya, namun secara keseluruhan, bisa dikatakan dengan 1 kata.
Payah.Indonesia yang lebih menonjolkan korupsinya dibandingkan budaya Bhineka Tunggal Ika-nya dimata dunia, mungkin akan berubah jika Pemerintah masih mau meninggikan nyali juga menurunkan sungkan pada senior-seniornya, yang tentu saja pasti sudah ditamengi oleh kekuatan rakyat.

Namun janji-janji Mr.President saat mencalonkan dirinya sebagai pemimpin angsa ini, hingga terhitung 100 hari, masih belum menyentuh masalah-masalah korupsi kakap maupun penyelewengan lainnya.
Indonesia hari ini, disibukkan dengan musibah transportasi, darat, laut dan udara, sama tak amannya, mengingat kondisi sarana yang ada dari segi umur, mungkin sudah seharusnya masuk tong sampah.
Tapi ini kok masih dipake lagi ?

Itulah Indonesia.
Sepenggal bait lagu perjuangan tadi, bisa mencerminkan ketidakpuasan hati rakyatnya yang terlanjur kecewa akan moral para pemimpin dan wakilnya saat sudah menjabat.

Popularity: 4% [?]

Category: tentang Opini  Tags: , ,  One Comment

PERAKIT BOM

Menyiasati waktu antre saat mengantarkan Bapak periksa ke Klinik Karsuneka, di jl. Suli, sempat membaca 3 majalah yang bobotnya lebih berkualitas dibanding jika membaca majalah teknologi, yang ringan dan menggembirakan hati, tapi tidak untuk kantong dan dompet. Hehehe…Majalah Gatra, edisi awal 2005.
Mengambil tema ‘Catatan Harian Seorang Perakit Bom’, yang kali ini bukanlah membahasan sang Imam Samudra yang katanya dihukum mati, tapi masih hidup hingga hari ini, ato si Amrozy yang masih suka cengar-cengir seakan tidak pernah terbebani akan penderitaan yang dialami oleh korban bom Bali I.

Seorang Jabir alias Gempur banyak menuturkan hari-hari yang dilaluinya lewat sebuah buku harian, ditulis degan gaya dan bahasa anak muda. Secara keseluruhan bertema perenungannya terhadap makna Jihad.
Sebagai seorang umat agama yang percaya bahwa Jihad dapat memberikan jaminan untuk masuk surga dan dikelilingi bidadari, tentunya dipastikan menutup mata akan pedihnya kehilangan keluarga dan itu semua dapat menimbulkan amarah juga dendam yang berkepanjangan bagi umat tertentu lainnya yang mungkin saja tak sepaham dengan sang Perakit Bom.

Ini tentu akan menimbulkan satu ketegangan massa, seperti halnya Poso dan Ambon.
Saling membalas perbuatan musuh.

Api bersyukur umat Hindu di Bali, masih meyakini bahwa Keadilan Tertinggi terletak pada-Nya. Jika memang sang Perakit Bom menghancurkan tidak saja satu dua nyawa korban ledakan, tapi juga seluruh perekonomian daerah, yang menimbulkan banyaknya pengangguran.
Tentu kami lebih menginginkan agar sang Perakit Bom mendapatkan amal ibadahnya dikurangi dengan perbuatan kejamnya pada umat lain, plus derita yang dialami keluarga korban, juga masyarakat setempat.

Sang Perakit Bom boleh berbangga, karena sang maestro, Dr.Azahari, masih sempat menurunkan ilmunya pada kader-kader muda, dengan segudang ilmu yang tertuang dalam buku manual, video maupun tersimpan rapi berbentuk file komp, yang mana hal ini tentunya dapat membuat keadaan Indonesia makin terpuruk dimata dunia, apalagi setelah komentar dari seorang tokoh politik, dimana secara meyakinkan berkata bahwa ‘Indonesia bukanlah sarang teroris’.
Kenyataannya sekarang ?

Mungkin pemerintah bisa lebih tanggap akan hal ini, mungkin saja dengan mencoba strategi lama yang diterapkan Pemimpin 32 tahun Indonesia, ‘Petrus’. Penembakan Misterius bagi rang-orang yang dianggap makar dan memiliki kredibilitas untuk menghancurkan bangsa Indonesia, serta untuk orang-orang yang masih saja berkeinginan menyamaratakan budaya Indonesia, plek sama dengan budaya Arab.

Silahkan dipikirkan

Popularity: 4% [?]

Kecepatan PDA

Jika sudah merasa kepepet untuk milih PDA sebagai handset komunikasi, hendaknya diingat, hal-hal yang berperan untuk mengoptimalisasi kecepatan prosesor dari PDA itu sendiri.
Tentu saja bentuk prosesornya berbeda dengan desktop pc, dan prosesor ini jarang dipakai untuk handset ponsel. Sehingga bisa dipastikan, jika multitasking (bekerja menggunakan 2-3 aplikasi secara bersamaan) dilakukan, untuk kategori ponsel rata-rata tersendat, bahkan bisa jadi hang. Sedangkan PDA boleh berbangga, masih stabil untuk melakukan hal yang sama.Walopun prosesor saja belum cukup, untuk menambah kecepatan PDA, tentunya ya banyaknya aplikasi dan data yang ditanamkan, sehingga ketahuan sisa memorynya. Baik memory data, maupun memory kinerja. Jika sedikit yang diinstal ato aktif berjalan pada background (bisa dilihat pada folder Windows > Start Up), tentu kinerja PDA makin optimal.
Juga tentunya harus diperhatikan untuk alikasi yang selesai digunakan, usahakan untuk close secara tuntas, lewat Running Program > Stop All.

Prosesor bagi PDA, bisa jadi sebagai nyawa utama, dengan tingkat kecepatan rata-rata yang dipake saat ini 200 MHz seperti halnya HP 6365, ato yang 400 MHz seperti pada O2 Xda IIdan Iis. Ato yang masih jarang dipake 520 MHz pada O2 Atom Exec, ato malah yang terbaru dan gres, 620 MHz untuk handset O2 kluaran terakhir, O2 Atom Life.

Itu baru untuk kategori pemakai Pocket PC buatan Windows. Belum lagi produksi Palm, yang rata-rata sudah cukup puas jika memakai prosesor 100 MHz sampe 200 MHz.
Karena secara umum, baik sistem operasi dari Palm yang umumnya masih mengunakan Palm OS 4, ato yang masih jarang dipake yang versi 5, dan terakhir muncul ya versi 6.
Namun tetap saja kebutuhan prosesornya tak setinggi platform Pocket PC.

Makin tinggi kecepatan, makin pendek pula usia batere, pada kekuatan yang sama.
Batere lagi-lagi juga merupakan Nyawa Utama bagi PDA. Akan sangat menyebalkan bila sampe terjadi alam sehari bisa 2-3 kali nge-charge batere, lantaran usianya terlalu pendek, untuk ukuran layak kerja seharian, seperti saat memakai Audiovox Thera yang cuman sejutaan itu.
Batere juga bisa menyebabkan user PDA kehilangan data, saat dayanya mulai menipis dan habis hingga titik Nol, itu berlaku jika platform yang dipake adaah Windows Mobile 2003 SE kebawah.
Sedangkan yang Windows Mobile 5.0, bisa lebih lega, karena data takkan hilang saat batere habis.

Semakin tinggi platform yang digunakan, tentu saja memerlukan prosesor dengan kecepatan yang lebih besar. Kini untuk pengguna Pocket PC, bisa bersiap-siapenungu kehadiran Windows Mobile 6 yang versi Beta-nya baru aja diluncurkan.

Prosesor bagi PDA sudah tentu gak boleh diremehkan. Namun terkait pula denganbesar daya batere dan jenis platform dan aplikasi yang digunakan.
Jadikan ini satu pertimbangan saat membeli PDA.

Popularity: 4% [?]