Featured Posts

Sulitnya berpaling dari Android Realistis saja... Selama Copy Paste dan sharing file via Bluetooth masih sulit dilakukan, rasanya secanggih apapun teknologi iOS dan Apple, saya bakalan susah berpaling dari Android. Ini Sikap. Mungkin...

Read more

Ketika Tabloid Ponsel tak lagi menarik Salah satu bacaan wajib saya sejak satu dasa warsa silam adalah tabloid ponsel. Kalo gag salah jaman itu masih ada yang namanya SmS atau NewsPonsel. Sedang kini yang mampu bertahan hanya dua saja. Pulsa...

Read more

Keramik Pintar buatan Samsung Era TabletPC boleh-boleh saja dikabarkan bakalan segera lewat, tergerus oleh keberadaan Phablet (layar 5-6 inchi), tapi yang namanya usaha untuk mengambil hati para konsumen bisa jadi tetap dilakukan oleh...

Read more

FIFA 15 dan Asphalt 8 di AccessGO 4E ? Salah satu yang membuat kaget saat melakukan uji coba ponsel #Android Quad Core Murah untuk Semua, AccessGO 4E tempo hari adalah kemampuannya untuk memainkan dua Games dengan besaran data berukuran raksasa....

Read more

AccessGO 4E, Android Quad Core Murah untuk semua Satu hal utama yang biasanya menjadi pertimbangan sebagian besar pengguna ponsel baik taraf pemula ataupun yang ingin berganti ponsel adalah Budget. Apabila yang namanya Budget bukan lagi menjadi satu...

Read more

  • Prev
  • Next

Teriakan dan Corat Coret

Category : tentang Buah Hati

Intan tampak kaget ketika neneknya menegur gara-gara ia mencorat coret tembok kamar tidur dengan pensil warna, kali kesekian yang nenek ingatkan padanya.

Entah karena ada sang bapak didekatnya yang tampak asyik nyariin barang di Lazada via ponsel, ia langsung berkeringat  dan ngos-ngosan. Bibir dan mimik wajahnya berubah seketika. Sambil sesegukan, ia membisikkan kata ‘ibu’ dengan sedih.

Tak berselang lama setelah dihibur sang bapak, ia kembali riang seperti biasanya. Kali ini main sambil teriak teriak kegirangan lantaran dicandai Mirah, kakaknya. Rumah jadi lebih bising dari biasanya.

InTan_1

Saya masih ingat saat dipetuahi pak Soetomo, rekan kerja sesama PNS dari Kota Bima, Lombok yang menjadi teman sekamar saat pelatihan tentang Jalan di Kuta, tahun 2006 lalu. Kalo gag salah diblog ini masih ada ceritanya. Waktu itu saya baru saja menikah dan belum dikaruniai anak. Berencana Program tapi tetap gag berhasil.

Beliau sempat mengingatkan saya bahwa ‘Rumah takkan lebih baik tanpa teriakan dan corat coret anak kecil’.

Saat itu karena belum paham maksudnya, saya sih simpel aja menjawabnya. Walaupun belum di karuniai anak, tapi kami memiliki belasan keponakan yang siap memberikan hal tersebut.

Beda, sangat berbeda, ungkap Beliau kembali. Dan mungkin baru kali ini saya paham maksudnya.

Mendengar Teriakan sejak Mirah dan Intan lahir atau saat mereka bertengkar, sudah menjadi hal yang biasa kini. Dan saya memang benar benar menikmatinya sambil tersenyum. Sangat jarang semua itu melahirkan bentakan, hanya ada elusan sayang sambil menghibur salah satunya, serta memberi nasehat pada yang lain. Begitu pula dengan corat coret.

Gag di Tembok, buku hingga pipi dan punggung sering menjadi sasaran kejahilan dan aktifitas keduanya saat mereka sudah memegang pensil ataupun crayon. Pokoknya semua kini menjadi tambah berwarna dan bagi saya -lagi lagi- sedap dipandang. Meskipun pendapat berbeda datang dari Ibu dan neneknya yang lebih senang dengan tembok yang bersih dan rapi.

Mereka berdua kini lagi nakal-nakalnya. Entah bagaimana jadinya kalo yang ketiga lahir dan besar nanti. Tambah ramai tentu saja. He…

Transaksi Online dengan Lazada

Category : tentang KHayaLan

Belanja kini tak lagi pake ribet. Jauh-jauh Datang ke toko atau supermarket lokalan, kebingungan nyariin barang yang diinginkan, lalu antre panjang bayar di kasir. Bisa juga ketika gag nemu [...] Baca detail…

Liburan Panjang edisi Januari

Category : tentang KeseHaRian

Hujan deras mengguyur Kota Denpasar Selasa pagi 20 Januari 2015 sejak dini hari tadi, membatalkan semua rencana yang sudah kami susun rapi sejak kemarin. Efeknya, Mirah putri pertama kami [...] Baca detail…