Featured Posts

Keramik Pintar buatan Samsung Era TabletPC boleh-boleh saja dikabarkan bakalan segera lewat, tergerus oleh keberadaan Phablet (layar 5-6 inchi), tapi yang namanya usaha untuk mengambil hati para konsumen bisa jadi tetap dilakukan oleh...

Read more

FIFA 15 dan Asphalt 8 di AccessGO 4E ? Salah satu yang membuat kaget saat melakukan uji coba ponsel #Android Quad Core Murah untuk Semua, AccessGO 4E tempo hari adalah kemampuannya untuk memainkan dua Games dengan besaran data berukuran raksasa....

Read more

AccessGO 4E, Android Quad Core Murah untuk semua Satu hal utama yang biasanya menjadi pertimbangan sebagian besar pengguna ponsel baik taraf pemula ataupun yang ingin berganti ponsel adalah Budget. Apabila yang namanya Budget bukan lagi menjadi satu...

Read more

AccessGO 4E, Quad Core Murah untuk Semua ? Kebutuhan akan sebuah perangkat ponsel pintar di jaman kekinian sepertinya sudah menjadi satu standar baku bagi semua kalangan untuk sekedar menemani aktifitas harian, pekerjaan bahkan hiburan. Apalagi...

Read more

Tips Ringan sebelum Install Ulang Windows PC Kalau mau mengerjakan sendiri instalasi Windows sebenarnya gag susah susah amat kok. Asalkan kalian tahu bagaimana cara, langkah atau persiapannya agar proses aktifitas tidak tersendat terlalu lama nantinya....

Read more

  • Prev
  • Next

Harga BBM Bersubsidi (masih) keMahalan ?

Category : tentang Opini

Jika kalian menganggap keputusan kenaikan harga BBM bersubsidi yang diputuskan oleh Presiden Terpilih Joko Widodo beberapa hari yang lalu sebagai sebuah pengkhianatan rakyat, coba deh hitung-hitung dulu pemanfaatan BBM yang kalian serap untuk penggunaan sehari-hari lalu bandingkan dengan upaya penyelundupan BBM dengan transaksi senilai 1,3 Trilyun (ini yang baru aja ketahuan loh ya, gag termasuk yang selama ini dijalankan), di Batam sana yang menjadi akar bentrok antar aparat beberapa waktu lalu.

Baca majalah Detik edisi terakhir (sabtu, 22 November 2014) yang salah satu liputannya menurunkan topik upaya Penyelundupan BBM 1,3 Trilyun di Batam tempo hari, benar benar membuat saya miris. Mengingat salah satu alasan terjadinya upaya tersebut adalah berkaitan dengan harga BBM bersubsidi bangsa kita yang dianggap terlalu murah oleh asing, sehingga mereka (sindikat penyelundup dan kawan kawan) membeli atau bahkan mencuri BBM bersubsidi yang kita ributkan saat ini, dan menjualnya kembali ke luar negeri dengan harga yang tentunya lebih mahal dari harga yang kita lepas atau lebih murah dari harga BBM di negara mereka. Parahnya lagi, bahwa saking menggiurkannya bisnis penyelundupan BBM bersubsidi ini, upaya tersebut bahkan dibekingi oleh aparat setempat, sehingga saat ketahuan dan tertangkap tangan maka terjadilah bentrok dan baku tembak. *pantas saja jika hutang negara yang diwariskan oleh kabinet yang lalu meningkat jika dibandingkan awal kepemimpinan.

Menjadi semakin miris ketika sebagian dari kita malah bertindak anarkis lewat demo dan unjuk rasa, menolak kenaikan harga BBM bersubsidi dan mengancam akan menurunkan Pemerintah Terpilih lewat berbagai cara. Padahal sesungguhnya subsidi yang selama ini diharapkan seluruhnya untuk rakyat, malahan jauh lebih besar dinikmati oleh kalangan menengah ke atas. Logis gag yah, jalan pikiran saya ini ?

Akan tetapi, semua pemikiran yang saya sampaikan sejak awal di akun FaceBook kemudian mendapatkan banyak penolakan. Gara-garanya adalah, adanya banyak pendapat dan masukan dari berbagai pihak termasuk diantaranya pakar ekonomi kenamaan bangsa yang mengatakan bahwa harga BBM bersubsidi yang seharusnya dijual oleh Pemerintah adalah sebesar Rp. 5.660 per liternya. Bahkan ada juga yang berhitung dengan kurs yang 1 USD = Rp. 9.000, uang tunai yang dikeluarkan untuk menghasilkan 1 liter premium hanyalah… sebesar Rp. 566 saja. Wih… angkanya mirip, beda satu digit Nol-nya saja.

Beda lagi dengan saudara sepupu saya, Om YePe yang merilis komentar tanggapan atas statusnya sendiri per tanggal 8 November lalu, menyampaikan hasil Copas Blog yang dianggapnya ‘make sense’, menyampaikan bahwa dengan adanya “Perbedaan penghasilan antara penduduk Indonesia terdapat selisih 35 x lipat untuk setara dengan penduduk miskin di Amerika, menJadikan harga BBM bensin di Amerika seharusnya = 35 x Rp 6.500 = Rp 227.500 per liter. Tetapi hanya dijual Rp 10.760/liter. Sangat murah kan ! *hebat… bathin saya, alangkah beruntungnya menjadi Warga Negara Amerika*
Sedang Harga bensin Indonesia seharusnya = Rp. 6.500 : 35 = Rp 185,7 per liter. Tetapi di jual 6.500 per liter malah akan dinaikan lagi.” *hmmm… murah banget yah…

Ditambahkan pula bahwa “Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) juga menyatakan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia tak termasuk murah. Bila dibandingkan dengan negara lain, harga BBM bersubsidi di Indonesia cenderung lebih mahal.”

Lalu seumpamanya saja dikaitkan dengan upaya Penyelundupan BBM diatas tadi itu, sebenarnya harga BBM bersubsidi kita beneran termasuk Murah (sehingga wajar jika diselundupkan), atau malah keMahalan sih ? *sehingga bego banget pola pikir para penyelundup sampe-sampe bertransaksi hingga 1,3 Trilyun ?


Rundown Rencana 7 Tahun Bali Blogger Community

Category : tentang iLMu tamBahan

Mai Ngblog lan Maplalianan

Kenalkan kami, Bali Blogger Community (BBC)
Ruang berinteraksi pemilik blog (jurnal online) dan pengguna internet, hingga kini jumlah anggotanya sekitar 500 orang dari Bali dan luar Bali

Tentang [...] Baca detail…


AADC aja Reuni… Kok kalian enggak ?

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KuLiah

Setelah melepas kalimat sebagaimana judul diatas di Group BBM Alumni Kelas III Fisika A1 SMAN 6 Denpasar tamatan tahun 1995, yang baru dibuat semingguan ini, ternyata responnya lumayan rame. [...] Baca detail…