Berbagi Rahasia Dapur www.pandebaik.com

9

Category : tentang DiRi SenDiri

Ada satu pertanyaan yang barangkali bisa saya katakan hampir sama dilontarkan oleh setiap orang yang mengenal saya sebagai seorang blogger. Bagaimana caranya agar isi konten dalam hal ini tulisan selalu terupdate secara berkala ?

Dahulu kalau tidak salah ingat, saya pernah berbagi tips perihal Menulis itu Gampang atau Susah ? Menjaga Stamina nge-BLoG dan Mengatasi Kejenuhan nge-BLoG. Tiga tulisan tersebut saya rasa sudah cukup kok mewakili jawaban untuk pertanyaan diatas. Hanya saja sebagai pelengkap, saya tambahkan sedikit ya.

Pertama, untuk menjaga update tulisan BLoG secara berkala bisa dengan menggunakan trik jeda dua atau tiga hari sekali, apalagi seandainya stok tulisan yang dimiliki sangat sedikit apabila dipublikasikan setiap hari. Dengan begini, ide biasanya bakalan tetap terjaga dalam satu minggu kedepan, sambil menunggu ide lain yang bisa dituliskan kembali.

Kedua, buatkan satu dua tulisan yang barangkali memiliki tema yang tidak terkait dengan kejadian terkini. Bisa hobby, masa lalu, keluarga ataupun perjalanan. Tulisan seperti inilah yang biasanya saya gunakan untuk bahan update ketika terjadi kesulitan ide ataupun minimnya waktu untuk menuangkan ide kedalam bentuk tulisan. Makanya gak heran kalo ada pengunjung yang protes ketika menemukan tulisan yang gak penting, nyelip begitu saja diantara tulisan serius lainnya. :p

Ketiga, tuangkan semuanya ketika memiliki waktu luang. Jangan pernah menunda waktu untuk menuliskan ide, mumpung bisa persiapkan saja dahulu satu persatu. Terkadang saya pribadi bisa melahirkan dua tiga tulisan dalam sekali waktu, kemudian disimpan sebagai stok. Hehehe…

Keempat, buatkan skala prioritas dalam jadwal publikasi. Terkait hal ini tidak jarang tulisan yang sedianya saya publikasikan besok pagi, bisa mundur sampe semingguan lebih karena ada tulisan yang saya anggap jauh lebih baik secara kualitas. Itu sebabnya beberapa tulisan saya terlihat tidak uptodate dengan kejadian terkini.

Kira-kira apa lagi ya ?

nanti deh saya lanjutkan lagi kalo ingat. :p

Boros Bensin di Musim Hujan

5

Category : tentang KeseHaRian

Apabila dilihat dari skenario musim di Indonesia, bahan pelajaran saat sekolah dasar dahulu, bulan-bulan berakhiran –ber bisa dikatakan merupakan awal dari musim hujan, musim yang dinanti-nanti untuk menyejukkan tanah pertiwi. Sayangnya untuk setahun terakhir skenario itu tak lagi berlaku. Entah karena efek dari pemanasan global yang kabarnya mampu mengacaukan dua musim -hujan dan kemarau- di Indonesia atau ada unsur lain yang menyebabkannya demikian.

Di Bali, tanah kelahiran saya, hujan tampaknya tak lagi mematuhi aturan atau skenario guru-guru Geografi terdahulu. mereka turun secara mendadak bahkan pada bulan-bulan yang seharusnya angin dan terik matahari menyatu. Tak jarang hujan turun saat matahari tampak benderang diatas sana.

Hujan bisa jadi merupakan anugerah bagi mereka yang membutuhkannya atau malah memanfaatkannya. Selain dapat menyejukkan suasana halaman rumah, hujan dinanti untuk ditampung dalam bak air berukuran besar pada daerah-daerah yang kesulitan air. Meski demikian, hujan bagi saya merupakan salah satu penyebab borosnya penggunaan bensin/premium sebagai bahan bakar, lantaran memaksa sebagian masyarakat menggunakan kendaraan roda empatnya sebagai sarana transportasi. Termasuk saya.

Berkendara roda empat selama satu minggu lantaran cuaca yang tak menentu, ternyata cukup menguras isi dompet dibanding berkendara dengan motor Tiger pulang pergi kantor yang hingga kini belum jua diganti. Walaupun untuk kecepatan laju kendaraan sudah diatur seefisien mungkin. 20 hingga 40 km/jam.

Yah, mungkin ini yang namanya resiko yang harus kami tanggung pasca pemindahan kantor ke areal Puspem badung yang notabene berjarak 9 hingga 10 kilometer dari tempat tinggal…

20 to 40

11

Category : tentang KeseHaRian

Untuk menempuh jarak sejauh 9 sampai 10 km di pagi hari diperlukan waktu sekitar rata-rata setengah jam, kurang lebih begitu analisa saya tempo hari dalam tulisan ‘Jalan Panjang menuju Puspem Badung’. Itu artinya secara matematis kecepatan rata-rata kendaraan bermotor yang saya pacu adalah minimal 20 km/jam. Satu kecepatan yang barangkali jarang saya lakukan saat muda dahulu.

Kini, kenyataannya memang demikian. Tipe pengendara yang biasanya dialamatkan teman pada saya adalah ‘alon-alon asal klakon’ -biar lambat asal selamat- kata orang. Untuk berangkat kerja paling banter kecepatan motor saya pacu hingga 40 km/jam itupun jika jalanan tergolong lancar. Sedangkan jika lengang, kecepatan 60 km/jam baru bisa dicapai, itupun hanya terjadi di beberapa titik.

Bisa jadi kecepatan laju kendaraan motor yang saya gunakan terkena imbas laju kendaraan roda empat yang kerap saya lakoni lima tahun terakhir. Ya baru setelah menikah saya mulai merasakan ada perubahan laju kendaraan dari yang biasanya ngawur, zig zag dan gak terlalu peduli dengan keselamatan, berubah jadi kalem setenang sapi yang melewati ruas jalan seramai Teuku Umar barat sekalipun. Mungkin karena setelah menikah itu yang namanya nyawa mutlak dibagi dua bahkan tiga ataupun lebih. bergantung pada situasi dan kondisi keluarga. Satu untuk diri sendiri, sisanya untuk istri, anak hingga orang tua.

Bisa juga lantaran sejauh ini belum ada jadwal mendesak yang harus saya kejar setiap pagi berangkat kerja (kendatipun terlambat) ataupun sore sepulang kerja. Posisi sebagai seorang PNS yang biasa-biasa saja merupakan salah satu penyebabnya. Mengambil pekerjaan semampunya tanpa memaksa diri atau menargetkan sebuah jabatan misalnya. Hehehe…

Membiasakan diri dengan laju kecepatan kendaraan bermotor 20 km/jam hingga 40 km/jam selain bertujuan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain, pula menjaga kemungkinan terjadinya kecelakaan dengan tingkat kerusakan dan luka berat. Disamping itu ya melatih kesabaran serta emosi yang barangkali hingga kini masih kerap melonjak secara mendadak. Bagaimana dengan Anda ?

Tentang MiRah GayatriDewi dan Moo

4

Category : tentang Buah Hati

Tangan kecil itu mencubitku ditengah malam yang panas, bibirnya masih ditemani dot panjang berisi air putih biasa, keringat pada dahinya terlihat membintik membuatku hanya bisa tersenyum dan membiarkannya. Sudah menjadi kebiasaan si kecil ketika ia akan beranjak tidur.

Sungguh tak pernah kami bayangkan sebelumnya bahwa bayi kecil yang dahulu ditimang dan dibelai kini telah tumbuh menjadi seorang gadis kecil penuh tawa canda yang terkadang dihiasi teriakan lengking tangisnya. Gadis kecil itu bernama MiRah.

Siapapun gak bakalan menyangka bahwa tubuhnya MiRah akan berkembang begitu cepat, tinggi besar untuk anak batita seusianya. Jadi maklum kalo kemudian banyak orang yang salah kaprah mengira MiRah sudah mulai sekolah. Padahal secara usia Mirah baru saja menginjak 2,5 tahun.

Terkadang kami begitu terheran-heran menatapnya saat ia tertidur, tak mengira bahwa si kecil yang telah lama kami nantikan kehadirannya kini telah mampu mendatangkan tawa lantaran aksi jahil yang tiada habisnya.

Kata orang, perilaku anak lebih banyak meniru perilaku orang yang mengasuhnya. Tidak heran apabila ada satu cerita tentang ibu muda yang mengeluhkan anaknya kok makin mirip perilaku pembantu mereka. bahkan si anak tidak akan mau diam kalo belum mendapatkan pelukan pembantu yang notabene merupakan sang pengasuh sejak kecil. Demikian pula dengan Mirah. Perilakunya kini tak jauh berbeda dengan perilaku neneknya. Cenderung keras dan tak mau mengalah. Walaupun perilaku ini terkadang terlihat mirip pula dengan perilaku orang tuanya. :p

MiRah yang tak mau mengalah, kerap berteriak ketika mainannya diambil atau bahkan lagu yang ia putarkan pada layar televisi dinyanyikan orang. Sebaliknya MiRah akan selalu bersikap manis dan ngemong pada adik sepupunya yang baru berusia 1,5 bulan. Kendati demikian rasa sayangnya paling besar diberikan pada Moo, boneka pink berbentuk Piglet yang salah nama sejak awal ia dibelikan. Moo adalah boneka sapi hitam putih yang dibeli beberapa bulan setelah Piglet. Sedangkan Piglet yang hingga kini dipanggilnya sebagai Moo aku belikan sepulang kuliah dahulu untuk teman bobonya MiRah saat kutinggal belajar.

Hampir setiap saat, kemanapun tujuan, Moo selalu ada dalam pelukannya. Moo adalah satu-satunya yang tak pernah dimarah dan dicubit pula kerap didandani dan diberi susu layaknya ngemong adik bayi. Alasannya ‘kasian masiy kecil… Meski demikian Moo terkadang mendapatkan pula perlakuan yang ‘gak bener’ seperti saat Moo ditenggarai bakalan pipis didalam mobil (khayalan MiRah tentu saja), ibunya MiRah sempat nyeletuk ‘jangan sampe kena kursinya ya…’ eh MiRah langsung bilang ‘besok aja ya pipisnyaaaa…’

Dibandingkan bonekanya yang lain, bisa dikatakan hanya Moo yang mendapat perlakuan khusus. Entah mengapa, boneka beruang besar yang dibelikan kakek atau boneka mini mouse yang tak kalah besar hadiah dari uwaknya tak pernah ia pedulikan sekalipun. Moo adalah yang terbaik, setidaknya demikian bagi si gadis kecil MiRah…

Main FourSquare yuk ?

32

Category : tentang TeKnoLoGi

Jangan marah atau Jangan pula mencoba membayangkan sebuah adegan erotis yang didapatkan kalo satu ketika satu dua teman Anda mengajak Check-in di FourSquare. Jangan pula membayangkan bentuk mainan persegi empat mirip Rubik’s Snake ketika seorang teman mencoba menawarkan hal yang sama pada Anda. Karena yang dimaksud dengan FourSquare saat ini adalah sebuah jejaring sosial layaknya FaceBook atau Twitter yang sudah dikenal publik lebih dahulu, dengan berbasiskan Lokasi.

FourSquare yang dibuat oleh Dennis Crowley dan Naveen Selvadurai ini memperkenalkan sebuah layanan pertemanan yang kelak bakalan memfamiliarkan istilah Check-in pada setiap penggunanya (konotasi yang terdengar buruk bagi sebagian besar PNS negeri ini) dan juga Shout. Istilah terakhir kurang lebih sama dengan istilah ‘Update Status’ milik FaceBook ataupun ‘Tweet’ milik si burung biru Twitter.

Sayangnya selama saya mencobanya dua minggu terakhir ini, yang namanya Shout tidak dapat dikomentari oleh teman yang dimiliki seperti halnya kedua istilah lain milik FaceBook dan Twitter. Kata senior saya Putu Adi Susanta, seorang Radiografer Rumah Sakit Sanglah sekaligus BLogger mantap, justeru inilah keunikan FourSquare, tidak ada fasilitas tukar menukar pesan antar teman. Jujur, keterbatasan ini lumayan membuat saya seperti mengalami Autis karena meskipun sudah merasa terhubung dengan jejaring sosial namun tidak ada tanggapan apapun. :p Tapi tunggu, mengingat basis FourSquare adalah update status di lokasi terkini, fitur ini dapat digunakan sebagai ajang ngumpul pengguna FourSquare yang secara kebetulan berada pada tempat dan waktu yang sama. Asyik bukan ?

FourSquare juga dapat digunakan untuk mencari tempat nongkrong apabila sedang berada di satu tempat yang baru pertama kali dikunjungi. Ketikkan saja alamat ataupun nama lokasi pada kolom ‘Check-in’ dan FourSquare akan memberikan beberapa tempat alternatif terdekat yang sudah didaftarkan lebih dulu oleh pengguna lainnya, ditambah sedikit tips gambaran terkait tempat tersebut. Jadi ya gak perlu susah-susah untuk mencari tahu.

Mencoba bermain FourSquare bukan berarti harus meninggalkan jejaring sosial yang selama ini dimiliki loh, karena dalam opsi Pengaturan-nya terdapat fasilitas untuk menghubungkan akun FourSquare dengan akun jejaring sosial lainnya seperti FaceBook dan Twitter. Hal inilah yang kemudian memungkinkan teman lain untuk ikut serta memberikan komentar atau tanggapan atas aktifitas ‘Check-in’ yang dilakukan sebelumnya.

Secara tampilan, FourSquare punya dua versi yang dapat diakses oleh setiap pengguna yaitu versi lengkap atau web (arahkan ke foursquare.com) dan versi mobile (m.foursquare.com atau foursquare.com/mobile). Untuk melakukan aktifitas Check-in dan Shout saya sarankan untuk mengakses yang versi mobile agar tidak membingungkan, sedangkan yang versi lengkap atau web untuk melakukan aktifitas yang lebih luas seperti meng-editing info dan peta lokasi (dikenal dengan istilah Venue), mencari dan menerima permintaan pertemanan serta pengaturan profil yang dipandang perlu.

Ketika bermain lebih jauh dengan FourSquare, pengguna akan mulai mengenal istilah Major yang akan diperoleh ketika pengguna melakukan aktifitas Check-in minimal dua kali di tempat yang sama. Untuk gambaran terkait istilah Major ini barangkali bisa dibaca lebih lanjut di radioGrafer.net milik blogger mantap sekaligus senior saya Putu Adi yang kiranya jauh lebih mendalam dan mudah dipahami.

Ada juga istilah Badge yang akan diberikan ketika pengguna melakukan aktifitas di FourSquare selama waktu tertentu. Newbie diberikan pada saat pengguna melakukan Check-in pertama sebagai tanda keberhasilan atau kurang lebih menandakan tanggal dan lokasi bergabung seorang pengguna. Local diberikan ketika pengguna melakukan aktifitas check-in minimal tigal kali ditempat yang sama dalam waktu satu minggu. Super User diberikan bagi pengguna yang aktif melakukan check-in sebanyak minimal tiga puluh kali dalam satu bulan atau kurang. Explorer untuk pengguna yang melakukan aktifitas check-in di dua puluh lima tempat yang berbeda, dan masih banyak lagi. Sejumlah Poin akan diberikan pada pengguna setiap kali melakukan perpindahan tempat check-in, pendaftaran lokasi (venue) baru, kunjungan pada lokasi yang sudah terdaftar maupun kembali pada tempat yang sama.

Terkait lokasi, kabarnya pada saat peluncuran perdana di tahun 2009 lalu FourSquare hanya dapat digunakan dalam keterbatasan 100 (seratus) wilayah metro diseluruh dunia. Baru pada bulan Januari 2010 FourSquare mengubah model lokasi yang memungkinkan setiap pengguna melakukan aktifitas check-in dari lokasi manapun diseluruh dunia.

Sayangnya (lagi-lagi), untuk melakukan aktifitas check-in (yang akurat dan dapat dipercaya), FourSquare tidak dilengkapi dengan fitur kompas atau minimal peta yang terhubung dengan satelit untuk mencari tahu posisi pengguna berada secara realtime dan terkini. Hal ini sebenarnya dapat menutup kemungkinan bahwa seorang pengguna melakukan aktifitas check-in secara asal (baca:mengarang atau mengira-ngira) dengan harapan ‘ingin tetap terlihat eksis dimata teman lain’. Saya pribadi sempat mencobanya dengan melakukan check-in di satu tempat yang lokasinya berada jauh dari lokasi sebenarnya. Proses berjalan lancar walaupun seumpama apabila diusut secara jarak jangkauan dan waktu yang diperlukan, akan terlihat bahwa aktifitas check-in yang saya lakukan bakalan terlihat mustahil. Tapi ya siapa yang tahu ? toh FourSquare bukanlah satu hal yang patut ditanggapi secara Serius dan berlebihan, bukan ?

Ayo bermain Rubik’s Snake

69

Category : tentang KeseHaRian

Sebulan terakhir, anak-anak dilingkungan rumah kami terjangkit satu demam mainan baru. Sebuah mainan mirip si kubus Rubik yang biasanya diputar untuk menyamakan warna dalam setiap sisinya, namun yang ini bentuknya memanjang dengan dua warna kombinasi. Sepintas kalo diletakkan begitu saja di meja, jadi mengingatkan pada hewan melata bernama ular. Mungkin itu sebabnya disebut sebagai Rubik’s Snake.

Rubik’s Snake merupakan sebuah mainan dengan 24 irisan identik berbentuk prisma segitiga sama kaki yang terhubung dengan sebuah baut sehingga dapat diputar namun tidak dapat dipisahkan. Setidaknya demikian menurut Wikipedia. Melalui cara memutar inilah Rubik’s Snake kemudian dapat dibentuk menjadi sebuah garis lurus, liukan ular, ular kobra hingga bentuk lain seperti anjing, kucing, kura-kura bahkan gagang telepon. Mainan Rubik sendiri sebenarnya ditemukan pada tahun 1974 oleh seorang pematung Hungaria dan profesor arsitektur Erno Rubik sebagai sebuah mainan teka-teki mekanik 3-D.

Mainan Rubik’s Snake ini dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Rata-rata kisaran duapuluh ribuan untuk sebuah Rubik’s Snake dengan kualitas yang bagus dan sepuluh ribuan untuk kualitas yang sedikit lebih riskan patah. Saking hebohnya, keberadaan mainan ini sempat dinanti sebagian besar anak sekolah di toko mainan, akibat kosongnya stok.

Bagi yang penasaran dengan bentuk-bentuk yang dapat di-imajinasikan dengan mainan Rubik’s Snake ini dapat mengunjungi halaman berikut :

Saya pribadi sudah mencobanya dalam beberapa bentuk, dan semuanya dipublikasikan dalam album di jejaring sosial FaceBook, ada kucing, anjing, serigala, kura-kura, penguin, ular, cobra, hingga pesawat. Lumayan sulit juga sih…

Seumpama nanti menemukan bentuk baru yang lain dari daftar diatas, bagi tips-nya ya. :p

Waspadai SmS Mama dan SmS Bapak

12

Category : tentang TeKnoLoGi

Murahnya harga Starter Pack Perdana yang menjadi identitas pengguna ponsel serta gampangnya mengakali proses registrasi dengan identitas (ktp atau sim) palsu, merupakan dua faktor penting makin maraknya modus penipuan via sms. Setidaknya itu menurut analisa pribadi saya. Ditambah dengan faktor psikologi manusia yang mana ya berlaku kepentingan untung rugi saja, kalo kena ya syukur kalopun tidak ya gak apa-apa.

Jika dahulu modus penipuannya model menang undian (dan rupanya masih ada saja yang percaya), kini ada trend SmS Mama yang isinya kurang lebih permintaan dari Mama, sejumlah nominal pulsa ke nomor tertentu dengan alasan nomor yang lama sudah rusak atau bermasalah. Bahkan hari minggu kemarin saya mendapatkan sms serupa dan kali ini mengatasnamakan Bapak. Saya sebut saja SmS Bapak. Hehehe…

“Ini bpk lg pjam hp org.Tlong blkan plsa as 25rb dino bru bpak,Ini nox,085210625776 krn krtu lamabpk tblokir,dn pnx msalah.jgn tlp&sms nti bpk tlp.skrg”

Kurang lebih begitu isi sms yang saya terima dari nomor 083139063658.

Satu saran saya, tetap waspada dengan sms apapun yang datang ke ponsel yang Anda gunakan. Abaikan saja atau konfirmasikan terlebih dahulu ke nomor yang lama apabila perlu. Lagipula kenapa harus ditanggapi dengan serius apabila dalam kenyataannya, Mama ataupun Bapak apabila memerlukan pulsa tidak sampai mengirimkan SmS dengan bahasa gaul seperti diatas. :p

Ohya, nomor pengirim serta tujuan memang dengan SENGAJA saya publikasikan lantaran yang bersangkutan melakukan percobaan Penipuan. Jadi kalopun ada yang bermurah hati membantu saya untuk melakukan bomb SmS ke dua nomor tersebut, silahkan saja. Hehehe…

Pingu si Pinguin animasi Boneka Pertama MiRah GayatriDewi

6

Category : tentang Buah Hati

Menginjak usia satu bulan, MiRah GayatriDewi putri kecil kami diharuskan berpisah sementara dengan ibunya yang dinyatakan positif terjangkit Demam Berdarah. Kurang lebih selama 9 (sembilan) hari lamanya, kami harus menahan rindu terhadap buah hati yang baru saja mengisi hari-hari penuh tangis bayi. Untuk menebus rasa bersalah karena kami tinggalkan dan titipkan pada kakek neneknya, kami membelikan MiRah sebuah boneka kecil yang kebetulan dijual di Koperasi Kamadhuk RS Sanglah. Boneka itu kami beri nama Pingu.

Pingu si Pinguin, satu nama yang begitu saja terlintas di kepala ketika boneka ini kami putuskan untuk menjadi teman bobo MiRah yang akan menjaganya selama kami jauh. Bukan tanpa alasan nama itu kami berikan. Entah mengapa kami langsung teringat pada animasi Pingu yang dahulu pernah sesekali menghiasi layar televisi sebagai bagian dari sebuah iklan komersial air conditioner.

Animasi Pingu yang rupanya telah diproduksi sejak tahun 1986 untuk TV Switzerland ini mengisahkan tentang satu keluarga burung pinguin yang tinggal dalam sebuah Iglo di kutub selatan (sebenarnya Iglo berada di Antartika Kutub Utara) dan ceritanya difokuskan pada Pingu dan rekannya Robbie si anjing laut. Tidak lupa diceritakan pula tentang kehidupan keluarganya ditambah kehadiran Pinga si adik kecil. Dari pola cerita dan animasinya, Pingu mengingatkan saya pula dengan satu animasi anak Postman Pat, cerita tentang aktifitas seorang tukang pos dengan mobil kotak merah yang ditemani teman kecilnya, si kucing.

Sayangnya dibutuhkan kemampuan lebih untuk memahami cerita yang dikisahkan dalam masing-masing episodenya. Jelas-jelas tidak menggunakan bahasa universal atau bahasa negara manapun. Sehingga untuk bisa dinikmati oleh anak-anak usia balita, sangat diperlukan pendampingan orang tua untuk menjelaskan satu demi satu scene yang berjalan. Kabarnya bahasa yang dipergunakan dalam animasi ini disebut sebagai bahasa Pinguin.

Beberapa Video animasi Pingu saya temukan berkat jasa salah satu penyedia portal video terbesar YouTube disela Pelatihan terkait LPSE di Propinsi beberapa waktu lalu. Ada sekitar 42 episode yang saya unduh dari 105 yang diklaim dihasilkan selama masa produksi. Salah satu yang kemudian menjadi favorit MiRah adalah episode ‘Bedtime Shadow’ yang menceritakan kisah Pingu dan adiknya Pinga beradu kepintaran membuat bayangan dengan tangan didepan tembok sesaat sebelum tidur. Jika Pingu membuat kapal laut khas anak-anak, pinga jauh lebih pintar dan membuat bayangan kapal layar (walaupun sesungguhnya bayangan itu mustahil dilakukan dengan mengandalkan tangan). Demikian pula saat pingu membuat bayangannya Robbie si anjing laut, pinga mampu menyajikannya lebih mendetail. Puncaknya ketika Pingu membuat bayangan Bapak mereka, maka saat giliran Pinga muncullah bayangan sang Bapak lengkap dengan gaya marah-marahnya. Meski akhirnya menyadari bahwa itu adalah siluet sang Bapak, bukan hasil ‘karya’ Pinga, ending story dibuat begitu manis. Bapak, Pingu dan Pinga akhirnya tertidur dalam satu ranjang kecil yang sebenarnya merupakan ranjang milik Pingu…

Pingu si Pinguin bisa menjadi salah satu alternatif tambahan tontonan bagi si kecil, selain animasi Upin & Ipin yang mendidik ala negara tetangga Malaysia dan juga si beruang Bernard. Cobain deh…