Archive for » December, 2008 «

KiLas BaLik PanDe Baik di Tahun 2008 : tentang PanDe Baik

Gak terasa tahun 2008 bakalan berlalu, tinggal menunggu hitungan jam saja. Ah, rasanya baru kemarin….

Begitu banyak hal yang saya alami di tahun ini, dari kelahiran Putri kami Mirah GayatriDewi, BLoG dengan Domain sendiri, hingga tentu saja Thesis sebagai tahap akhir perkuliahan yang sudah dijajaki walaupun belum resmi saya mulai.

Dalam perjalanan ini pun, saya mengalami banyak perubahan tingkah laku, dan juga tingkat kedewasaan berpikir. Barangkali itu terjadi secara alami seiring datangnya beban dan tanggung jawab yang harus saya pikul demi seorang Putri dan juga Istri.

Keteduhan hati mulai sering menghinggapi keseharian saya. Pengaruh paling besar datangnya dari jenis musik yang saya dengarkan dan sukai setahun terakhir. Dari Kecapi, Rindik, hingga Degung. Jenis Musik Instrumental lokal Bali ini sebetulnya ingin saya dengar hanya saat meninabobokan putri kecil kami. Maklum sedari ia berada di kandunganpun sudah familiar terdengar alunan musik mendayu-dayu, membuat mata sayu dan ikut tertidur.

Hanya sesekali saja, saya mendengarkan musik jaman dahulu yang pernah saya sukai. Dari GNR, Linkin Park, hingga Sepultura. Setelah puas ya balik lagi pada Degung.

Rutinitaspun gak terlalu jauh dari keluarga dan pekerjaan kantor. Sangat jarang saya ikut serta dalam kegiatan-kegiatan sosial apalagi yang diselenggarakan bersama rekan-rekan Bali Blogger . Termasuk untuk urusan me-Banjar pun kini bisa dikatakan saya makin jarang ikut andil, digantikan kembali untuk sementara oleh ortu, mengingat saya diwajibkan membantu rutinitas Istri dalam merawat Putri kecil kami.

Hanya beberapa kegiatan saja yang rutin masih tetap saya lakukan, satu diantaranya ya meng-update koleksi video 3gp, rm, wmv de el el. Disedot dengan FD 4 GB dari Warnet-warnet terdekat yang sekiranya punya database HD mumpuni full koleksi tersebut. Hahaha….

Selebihnya saya malah jauh lebih menikmati waktu bersama putri kecil kami, yang makin hari makin lucu dan menggemaskan.

Yah, ditahun mendatang, tetap ada beberapa harapan saya bisa diwujudkan dengan baik, diantaranya ya menyelesaikan Thesis dan diwisuda, agar tak menguras kantong saya lebih jauh hanya untuk membayar SPP tiap semesteran. Ini saya jadikan prioritas paling utama, berhubung untuk membiayai kuliah saya di Pasca Teknik Unud yang tergolong nekat ini, saya musti menggadaikan SK PNS di Bank BPD Bali, yang kemudian saya cicil setiap bulan potong gaji selama empat tahun.

Makanya selama menjalani perkuliahan diwaktu lalu, saya berusaha selalu untuk yang terbaik bisa saya lakukan. Bersyukur dari delapan mata kuliah yang telah saya lalui dua semester kemarin, enam diantaranya mendapatkan nilai yang sangat baik. Dua sisanya ya standar nilai Pasca. Berharap untuk tiga mata kuliah pada semester ini bisa jauh lebih baik lagi. Plus Thesis tentunya. He…

Harapan saya yang lain ya terkait Putri kami MiRah GayatriDewi, setidaknya saya diberikan umur dan kesempatan untuk dapat menyaksikan ia tumbuh besar, berjalan dan bersekolah nantinya. Sungguh, saya sangat menyayanginya, walaupun ada orang-orang yang kecewa memiliki anak putri/perempuan.

Terkait Istri, ya berharap sekali kami selalu diberikan kasih sayang satu dengan lainnya, makin mesra dan mampu berbagi tugas juga beban keseharian.

Sedang untuk diri sendiri, minim bisa jauh lebih baik baik dari segi kedewasaan dalam mengerti anak Istri, dewasa dalam bertindak pada lingkungan, dewasa pula dalam usaha saya bertanggung jawab pada orang tua. Tak lupa pada Idealisme selaku Pegawai Negeri, ya bisa jauh lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Entah di kantor maupun di proyek.

Ah, semoga saja saya bisa mampu mewujudkannya….

So, SeLamat ber-Tahun Baruan 2009, dimanapun rekans berada, baik yang ingin melewatkannya berdua dengan Laptop, bertiga dengan Yayank 1 dan Yayank 2, ataupun dengan KeLuarga tercinta. Specially buat rekans Bali BLoGGer Community yang bakalan ikutan Hot Trip to Nusa Lembongan.

> PanDe Baik tumben bisa menulis posting ini secara Real Time (tanpa jeda) di kantor, disela istirahat siang, sambil ma’em Mie rebus porsi jumbo. Yah, lagi males aja makan siang diluar atau seperti biasa, di Rumah Makan. Maksudnya di Rumah (sendiri) Makannya…. langsung pulang. Hahahaha….. <

Salam dari Lantai 2 Kantor Bina Marga Badung di pojokan kiri depan…..

Popularity: 6% [?]

Taman Segara Madu : Konsep Ciputra Land versi Bisnis

Liburan Akhir Tahun enaknya kemana yah ?

Ha… barangkali diantara 250 jumlah anggota Bali Blogger Community, hanya saya satu-satunya yang gak memiliki keinginan sedari awal untuk melewatkan Liburan dan waktu luang dengan Kegiatan Sosial seperti yang digagas terakhir, Hot Trip to Nusa Lembongan. Sebaliknya, saya malah jauh lebih mampu menikmatinya bersama keluarga. He… Mohon Maaf rekan-rekan.

Ohya, secara kebetulan di Liburan Akhir Tahun ini kami (saya dan Istri) diundang Mertua untuk ikut serta dalam acara rekreasi kecil-kecilan di seputaran daerah Canggu (rumah asal Istri) pada Senin sore. Sedianya yang bakalan ikut ya Mertua beserta keempat anaknya (tentu salah satunya ya Istri saya) berserta menantu, plus lima cucu yang nakal. He…

Lokasi tujuan paling utama yaitu ’Taman Segara Madu’, sebuah tempat rekreasi paling gres (iklannya masih suka tampil di layar Bali TV) yang berlokasi di daerah/Jalan menuju Pura/Pantai Batu Bolong Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung. Setahu saya, Grand Openingnya baru saja dilakukan hari Minggu (28/12) kemaren.

Maka setelah berdesakan dalam mobil Kijang 88 yang saya miliki, sampailah kami di lokasi tujuan (dengan selamat tentunya, he…) yang ternyata gak jauh dari rumah Istri. Tepatnya sekitar 800 meter dari Perempatan Jalan Tanah Lot – Pantai/Pura Batu Bolong (bisa dilihat pada Peta Lokasi dua dimensi dibawah ini, dengan arah Utara mengarah keatas). Berada didepan Pura Dalem Kahyangan, pas di pertigaan/tikungan.

Ohya, berhubung baru saja melewati tahap Grand Opening, areal Parkirnya yang berada disisi barat Jalan (seberang lokasi atau sebelah Utara Pura Dalem), belumlah final pengerjaannya. Masih berupa hamparan Limestone tanpa pemadatan. Jadi harus sedikit berhati-hati bagi kendaraan yang tidak tergolong 4WD ataupun SUV seperti kendaraan milik saya. He….

Dari keterangan yang ada, diketahui kalo didalamnya itu ada sarana Kolam Renang (Pool), Restoran dan juga Mini Market. Berhubung ini baru saja dilakukan Grand Opening, Mertua mendapatkan Free Pass tiket masuk area Pool dari sang Pemilik, yang rupanya adalah seorang Anggota Wakil Rakyat pada daerah pemilihan Kuta Utara. Pantesan saja, mereka kan saling kenal. He… Tapi kalo mau bayarpun (tarif berlaku hanya untuk area Pool) sebetulnya gak masalah kok. Wong lumayan murah, yaitu Dewasa dikenai tarif 8 ribu sedangkan Anak-anak cuma 5 ribu rupiah saja kok.

Pada lorong masuk sebelah Loket, para Pengunjung dipersilahkan memilih apakah mau langsung menuju area Kolam Renang (Pool) ataukah ingin bersantai dahulu di area Restoran yang ternyata punya View Pemandangan alam persawahan. He… harapan saya sih, Semoga saja View ini masih langgeng untuk sepuluh hingga dua puluh tahun kedepan. Ohya, untuk Mini Marketnya terletak pada areal paling depan. Jadi gak harus lewat lorong masuk tadi.

Untuk fasilitas Restorannya sendiri memiliki tiga tempat area makan, yaitu pertama pada sisi kanan dekat lorong masuk tadi, dengan desain ruangan khas Hotel berbintang (mungkin ditujukan bagi mereka yang ingin melakukan transaksi Bisnis atau Dinner), yang kedua berada agak dibawah, dengan desain meja warna-warni (mungkin ditujukan bagi Pengunjung Anak-anak beserta Orang Tuanya), sedangkan yang ketiga berada didekat Kolam Renang (mungkin diperuntukkan bagi mereka yang ingin menyantap hidangan disela aktifitas berenang).

Fasilitas Kolam Renangnya terdiri dari tiga peruntukan pula. Kolam Anak-anak (2 buah beda ketinggian) dimana pada kolam yang berada lebih diatas disediakan satu perosotan menuju kolam Anak-anak lainnya yang berada dibawah. Kolam Dewasa dengan perbedaan kedalaman, yang seolah dipisah oleh sebuah jembatan kecil sebagai tanda perbedaan tersebut. Kolam ketiga nerupa kolam renang standar yang umum dipakai untuk perlombaan maupun kegiatan pelajaran sekolah menengah atas.

Adapun Luas total area ketiga kolam renang ini lumayan lega dan nyaman untuk dinikmati. Ohya, Pengunjung juga disediakan fasilitas ruang ganti juga ruang bilas plus Pool Bar yang menyediakan aneka minuman dingin dan hangat.

Eh iya, ngomongin fasilitas Restoran, tentu harus nyobain salah satu Menu yang ditawarkan dong. Ada dua Daftar Menu yang diberikan, yaitu Menu Masakan dan Menu Desert serta Minuman, lengkap dengan Foto yang menarik hati plus Harganya.

Maka setelah melihat-lihat aneka pesanan dari anggota keluarga yang lain, saya memutuskan memilih salah satu Es Krim pada Menu Desert yang disediakan. Namanya kalo ndak salah ‘Segara Madu Spesial’ dengan harga Rp. 12.500. Saya pilih karena kelihatannya jauh lebih menarik dengan es krim yang menggunung plus buah Cherry-nya.

Rupanya apa yang disajikan jauh berbeda dengan apa yang ditawarkan. Es Krim yang uenak saya harapkan tadi itu ternyata cuman se-uprit. Itupun tanpa buah Cherry, tapi daun yang sepertinya gak sedap dimakan bareng Es Krimnya. Malah sempat saya tanyakan balik pada Pramusajinya disaksikan oleh anggota keluarga lain, dengan memperlihatkan daftar Menu yang ada, kok beda Mbak ? Ealah, sang Pramusaji mengatakan ‘emang begitu adanya’. Wuahahaha… tawa kamipun meledak. Ya kalo gitu, mohon di-update dong foto pada Daftar Menunya mbak. Jangan menyajikan Foto yang gak sesuai aslinya. Ntar malah ada yang komplain lagi.

Sekedar informasi, untuk Menu masakan yang disediakan dibagi dalam tiga ukuran Plate yaitu S (small), M (medium) dan L (large) yang tentu saja dengan harga yang berbeda pula. Lengkap dengan Foto makanan yang dimaksud. Rata-rata harga minimal yang saya perhatikan sih, berada pada kisaran Rp. 25.000 untuk ukuran S (small). Cukup mahal untuk kantong orang lokal. Tapi sepertinya sasaran utama tempat rekreasi ini tentu saja para turis bule maupun domestik yang berduit, dengan tujuan utama menggunakan tempat sebagai transaksi Bisnis sembari menikmati Hiburan.

Melihat dari kondisi dan juga berbagai fasilitas yang ditawarkan, saya jadi teringat dengan CiPutra Land yang berada di Jawa Timur, yang sempat saya singgahi bersama rekan-rekan kantor, Liburan akhir tahun kemaren. Tiket masuk yang murah, sebaliknya harga makanan/minuman yang mahal dan tak sesuai dengan Foto yang ditawarkan pada Daftar Menu. Barangkali dari sinilah keuntungan itu bisa didapatkan.

Hanya saja ada perbedaan yang jelas dapat saya tangkap, yaitu pada Ciputra Land lebih mengedepankan sisi hiburan dan Rekreasinya, bisa dilihat dari fasilitas kolam renang yang disediakan mirip-mirip Waterboom, lengkap dengan prosotan kecepatan tinggi, limpahan air seember raksasa, maupun kolam ombak. Sedangkan ’Taman Segara Madu’ sepertinya lebih mengedepankan sisi Bisnisnya, dan menomorduakan hiburan. Ini saya katakan demikian, karena fasilitas kolam renangnya standar kolam renang seperti di Tiara Dewata maupun Padang Galak juga Maha Jaya jadul.

Jadi bagi mereka yang ingin melakukan transaksi bisnisnya dengan makan malam (dinner) ataupun hanya sekedar beramah tamah misalnya, dapat memilih lokasi ini, yang menyediakan Restaurant dengan desain Hotel berbintang. Sangat Nyaman tentu. Satu hal yang gak bakalan bisa ditemui di Ciputra Land. He… Selain disediakan pula fasilitas hiburan/pendukung seperti kolam renang tadi.

Btw, terkait komplain saya tentang Menu diatas, barangkali langkah paling aman untuk sementara jika memang aslinya tak sesuai dengan Foto pada Menu, ya meniadakan Foto tersebut. Atau meng-updatenya dengan Foto asli kenyataan menu tersebut. Syukur yang komplain itu saya, hanya menertawakan kelucuan perbedaan yang ada. Coba kalo turis Bule yang biasanya menginginkan sesuatu secara sempurna sesuai dengan yang ditawarkan ?

> PanDe Baik merasa bersyukur, bisa menikmati Liburan Akhir Tahun pada tempat yang baru saja dibuka dan diresmikan. Posting ini sekaligus menjadi Laporan serta Liputan saya yang pertama, secara LIVE langsung di lokasi. Lengkap dengan Foto-foto pendukung. Thanks to my ACER 4520, koneksi Starone 1 GB plus Kamera Digital Konica Minolta X31 jadul. He….. masih 3 MP.

Tentu saja seperti halnya posting saya yang lain, ini bukanlah pesanan/titipan dari Pihak Pemilik ’Taman Segara Madu’ untuk mempromosikannya pada rekan-rekan Blogger maupun pembaca lain. Buktinya saya tidak mencantumkan tanda Bintang diakhir posting. He…. Hanyalah sebatas untuk kepuasan diri sendiri saja…. <

Salam dari pinggiran kolam renang ’Taman Segara Madu’.

Popularity: 11% [?]

KiLas BaLik PanDe Baik di Tahun 2008 : tentang KeLuarGa

Menjadi seorang Rekan Kerja sekaligus Suami yang Baik bagi IsTri terCinta, saya yakin menjadi dambaan bagi setiap laki-laki ‘waras’ dalam memasuki tahap pernikahan, sebuah ikatan bagi dua kepala dengan dua ego yang sama sekali berbeda.

Untuk bisa mengetahui kadar seberapa berhasilnya saya mewujudkan hal tersebut, sepertinya gak bisa saya katakan, karena IsTri lah yang jauh lebih tahu dan berwenang untuk menjawab itu semua.

Begitu pula untuk menjadi seorang Rekan Kerja bagi lingkungan kerja saya, tentu saja mereka yang lebih berhak memberikan nilai atas sikap dan kinerja saya selama ini.

MeLanjutkan posting saya sebelumnya, tentang KiLas BaLik yang saya alami dan jalani di sepanjang Tahun 2008, kali ini saya ingin mengungkapkan kisah kedua, tentang betapa mengesankannya KeLuarga yang saya miliki saat ini.

Ohya, sebelum saya melanjutkan, ada satu lagi kejutan sekaligus harapan yang saya dapatkan di awal Tahun 2008 ini. Menjadi Bapak yang Baik bagi putri kecil saya, MiRah GayatriDewi.

Ya. Kami akhirnya dikaruniai seorang putri kecil nan lucu, yang bagi saya pribadi ia bagaikan seorang malaikat datang disaat kami (saya dan IsTri) dilanda keraguan dan keputusasaan harapan memiliki buah hati, buah Cinta kami. Bagaimana tidak ?

Dua tahun lalu, saya sempat dinyatakan mengidap Varikokel oleh dokter Wimpie Pangkahila, yang selama lima bulan memberikan advis juga obat-obatan penyubur, dengan total biayanya yang menguras habis isi tabungan saya. Bahkan di bulan terakhir saya mengikuti advisnya, untuk biaya obat saja, saya harus meminjam uang pada Mertua yang waktu itu secara kebetulan menawarkannya.

Tak puas dengan perjuangan saya di dokter Wimpie, saya beralih ke dokter Nono, yang merupakan rekomendasi dari dokter kandungan Wardiana di Apotek Agung Jalan Sudirman. Hasilnya sama. Malah jauh lebih parah. Saya divonis tak akan bisa memiliki keturunan, kecuali harus menjalani Operasi Bedah pada pembuluh darah putih guna menyembuhkan Varikokel tersebut.

Sialnya, sang dokter hanya memberikan kemungkinan 50-50 untuk keberhasilannya. Karena jikapun itu gagal, saya harus menjalani satu operasi lagi yang saya tak peduli lagi apa istilah medisnya. Ya, saya akhirnya memutuskan untuk ber-Pasrah diri pada-NYA.

Bersyukur, atas tuntunan dari seorang yang amat sangat kami segani, nak lingsir Sri Empu di Griya Pande Pohmanis, memberikan jalan untuk memohon pada-NYA sambil berusaha mencari tahu solusinya. Ya, kamipun diminta menjalani upacara pernikahan sekali lagi, atas dasar hari baik dari pertemuan hari kelahiran kami (saya dan IsTri).

Tak lama kami menunggu, karena begitu upacara pernikahan yang kedua kalinya dijalani, dua minggu kemudian, IsTripun positif hamil, yang cukup membuat shock dokter Wardiana dan menyatakan inilah yang namanya ’Mukjizat’ dari Tuhan.

Sembilan bulan lamanya kami menanti hadirnya si kecil dengan advis dan obat-obatan dari dokter Wardiana, membuat kami begitu bersyukur dengan kondisi yang ada. Kehamilan yang ditunggu, biaya advis dokter serta obat/vitamin yang terjangkau, juga hangatnya sambutan dokter Wardiana, tiap bulan kami datang untuk konsultasi maupun bersua di RS Sanglah, membuat kami menjadikan dokter Wardiana sebagai dokter kandungan terbaik. He…

Balik ke cerita putri kami MiRah Gayatridewi, akhirnya Selasa 18 Maret 2008, bayi mungil nan lucu inipun hadir ditengah kehidupan kami, dan memberikan rasa syukur yang paling indah dalam hari-hari kami berikutnya.

Ya, menjadi Bapak yang Baik bagi putri saya kelak agaknya menambah ”beban” saya diatas, agar mampu pula menjadi seorang Rekan Kerja sekaligus Suami yang Baik bagi IsTri. ”Beban” yang saya maksud tadi itu adalah satu harapan sekaligus pula menjadi satu tantangan bagi saya agar dapat mewujudkan keduanya dengan Baik pula.

Yah, memang saya sadari, sangat sulit untuk dilakukan. Karena untuk mewujudkannya, satu sama lain harus ada yang dikorbankan, termasuk pula menyangkut pekerjaan kantor plus konsentrasi saya pada perkuliahan yang saya jalani sedari dua tahun lalu. Bersamaan dengan pernikahan saya yang kedua tadi.

Selain itu, saya pun masih harus menjadi Anak yang Baik bagi kedua orang tua saya plus satu tanggungan Bibi. Paling tidak, selama mereka masih ada, saya bertanggung jawab pada kesehatan dan juga kebahagiaan mereka. Hal yang saya yakin sangat sulit diterima bagi mereka yang telah menikah. Apalagi bagi seorang IsTri yang ’ANTI’ pada Mertua.

Maka apapun itu resikonya, tetap saja harus saya jalani.

Sedikit keributan dalam rumah tangga itu hanyalah masalah biasa. Namanya juga menyatukan dua kepala dengan dua ego yang berbeda. Asal jangan ikut-ikutan trend para artis Indonesia yang ribut dikit, menganggap tidak ada kecocokan dalam rumah tangga, ya langsung berujung pada perceraian. Semoga saja tidak.

Begitupun sedikit pertentangan antara saya dengan orangtuapun, saya anggap biasa. Toh, dua tiga hari kemudian, saya yakin gak ada dendam lagi diantara kami.

KeLuarga memang yang paling utama bagi saya pribadi. Apalagi ditambah dengan kehadiran seorang putri kecil malaikat kami, MiRah GayatriDewi. Membuat suasana rumah bertambah hangat, ceria dan tentu saja ramai dengan celotehan dan tangis si kecil.

Ah, semoga saja ditahun depan, saya bisa jauh lebih Baik lagi.

Salam dari PuSat KoTa DenPasar

> PanDe Baik mencoba menuliskan uneg-unegnya kembali perihal KiLas BaLik KeLuarga ini disela tugas dan kewajibannya menemani dan menjaga si kecil MiRah GayatriDewi hingga tertidur di Minggu pagi nan cerah ini….. <

Popularity: 9% [?]

KiLas BaLik PanDe Baik di Tahun 2008 : tentang BLoG

Barangkali ini bakalan jadi posting-posting terakhir yang bakalan tampil di BLoG menjelang pergantian tahun beberapa hari lagi. Yah, sedikit melihat kebelakang, rentetan peristiwa yang terjadi pada diri dan lingkungan saya cukup membuat perubahan yang begitu besar serta memiliki pengaruh yang kuat.

Perubahan tingkah laku, perubahan rutinitas hingga perubahan pandangan akan hal-hal yang dahulu barangkali emoh saya tanggapi.

Okelah, saya hanya ingin mengingat kembali, perubahan apa saja yang terjadi sedari awal hingga akhir tahun 2008 ini. Istilah kerennya Kaleidoskop-ne PanDe Baik. Hehe…

Hal yang Paling pertama sangat mengesankan bagi saya, yaitu BLoG. Diundang untuk ikutan gabung di Bali Blogger oleh Om Anton Muhajir, yang waktu itu saya bahkan belum mengetahui apa itu Bali Blogger, dan siapa sebenarnya Om Anton Muhajir yang belakangan saya sempat kecele dengan bentuk aslinya. Dalam bayangan saya, Om Anton itu orang yang tinggi gagah dan sedikit senyum di bibir. Ya mirip-mirip Gubernur California lah. But, aselinya ternyata he…. (sori Om, bukan bermaksud menghina, tapi saya cukup shock saat berhadapan langsung. Tak mengira….)

Yah, awal kenalan saya dengan Pasangan serasi Anton-Lode ini ya saat diminta menulis di Bale Bengong, dimana tulisan saya tersebut sempat dipertanyakan oleh Mbok Lode. At last, tentu saja hadir saat Launcing BBC, dimana Om Anton menghadiahi saya voucher Free Hosting dari Rakhahost untuk mengubah alamat blog saya yang masih numpang gratisan di Blogspot, menjadi domain sendiri. Maka lahirlah pandeividuality.net yang namanya terinspirasi dari paduan nama saya dan istri –pande dan alit-.

Maka, usai dipindahlokasikan oleh Mas Egy selaku pemilik Rakhahost, serta disempurnakan pula oleh Pak Dokter Cock, BLoG sayapun resmi diluncurkan dengan warna dasar Abu-abu dongker plus sedikir kelir hijau ngejreng.

Posting demi postingpun saya coba tuangkan, dari yang ndak penting bagi siapapun yang membacanya hingga yang mampu membuat saya hampir saja diseret ke badan hukum lengkap dengan ancaman UU ITE-nya. Bersyukur banget rekan-rekan Blogger, tempat dimana saya berteduh selama nge-BLoG banyak mensupport dan membangkitkan semangat. Dari keputusan untuk menghapus posting tersebut secara sadar, membredel BLoG hingga gak mampu diakses lagi dan akhirnya rehat, sempat mewarnai hari-hari saya yang baru saja kecanduan ‘nge-BLoG’.

Hosting Down. Ya, masalah ini sempat tiga kali menciderai BLoG yang saya kelola dengan cara ‘semau gue’ (cara saya ngelola BLoG maksudnya), yang sebenarnya masih bisa saya toleransi. But, khusus down yang ketiga agaknya membuat saya mengambil keputusan pindah hosting ke Media Hosting Indonesia, atas saran dan rekomendasi BLi Hendra. Orang yang belakangan menjadi sangat berpengaruh atas diakusisinya Rakhahost ke Bali Orange.

Kepindahan saya ke MHI nyatanya gak disupport sepenuhnya (saat itu) oleh Mas Egy selaku pemilik Hosting lama. Ini saya katakan demikian, lantaran saat meminta user serta password untuk mengakses Domain Manager tak jua saya dapatkan walau sudah berkali-kali dihubungi. Tak mau hal ini berlarut-larut, maka selain pindah hosting, saya pun terpaksa mengambil domain baru. Suatu nama yang mudah diingat oleh siapapun termasuk oleh rekan-rekan saya sedari SMA dan kuliah dahulu. Thanks to HenDra.

Ya, pandebaik.com.

Di alamat inilah, saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Hanya saja, karena kesibukan kerja kantoran diakhir tahun, selama saya menempati alamat baru ini, tak banyak tulisan yang mampu saya lahirkan, seperti halnya di dua tempat sebelumnya.

Maka bisa dikatakan, tingkat kecanduan saya pada BLoG mulai menurun sedikit demi sedikit, hingga akhirnya hanya menulis dua tiga hari sekali. Itupun gak berkualitas seperti halnya blogger lain. Hanya cerita keseharian dan keluarga. Sesuatu yang barangkali dianggap takkan pernah bisa mendatangkan Euro (mengutip kata-kata Om Anton) lewat jalur Adsense sekalipun.

Hahaha… memang, hingga hari inipun saya belum tertarik untuk mengkomersialkan BLoG ini demi mengumpulkan satu dua Euro maupun Dollar. Sesuatu yang sangat disayangkan oleh beberapa rekan dekat saya hingga saat ini. Tapi secara pribadi, BLoG bagi saya sudah memberikan satu keuntungan yang sangat berkesan. Kepuasan diri untuk melampiaskan dan menumpahkan unek-unek tanpa harus dilontarkan ke tindak kekerasan fisik. Setidaknya seperti kata seorang rekan Blogger, kini untuk menuangkan sebuah tulisan tak lagi berbekal sebuah pena, tapi Keyboard. He…

So, Salam dari PuSat KoTa DenPasar

Posting ini tentu akan berlanjut satu dua lagi, untuk mengingatkan hal-hal yang pernah saya lalui ditahun nan indah ini. Bye

> PanDe Baik memerlukan waktu dua hari untuk membuat satu posting seperti ini. Tak lagi seperti dahulu dimana dalam dua jam saya bisa melahirkan beberapa tulisan yang kemudian dijadwalkan tanggal publishya. Yah, namanya juga kadung asyik dengan si kecil putri kami, MiRah GayatriDewi. He….. <

Popularity: 5% [?]