Rasanya baru kemarin…

Category : tentang Buah Hati

Diusianya yang menginjak bulan ke-5, putri kami Mirah Gayatridewi untuk pertama kalinya mengalami batuk flu dan lumayan membuat panik kami selaku orangtuanya. Bersyukur sekali, hanya satu yang mampu menghentikan tangisnya yang melengking. Pelukan nenek yang tiap hari dengan setia menemaninya tanpa merasakan letih, terutama saat kami bekerja. Sungguh satu hal yang sangat menusuk hati, mungkin kami memang harus menyisakan waktu lebih banyak untuknya, agar ia bisa dekat pada kami.

Tak terasa memang, lima bulan sudah Mirah ada ditengah kehidupan kami yang sebelumnya hanya dijalani berdua. Lima bulan ini pula banyak hal baru yang kami alami dengan kehadirannya. Canda, tawa dan juga tangisannya saat ia merasa tak nyaman, membuat rasa cinta dan kasih sayang kami muncul meluap…

mirah-gayatridewi-with-mom.jpg

Rasanya baru kemarin Mirah diberikan oleh-Nya pada kami, rasanya baru kemarin pula ia masih ada diperut ibunya, yang akan bergerak-gerak apabila Bapaknya ini masih kuliah atau tak ada disisinya. Mungkin itu pula sebab jika Mirah jauh lebih suka tersenyum melihat Bapaknya yang makin ndut ini dibanding Ibunya yang seringkali mengajukan protes, minta diperhatikan oleh si kecil.

Yah, Mirah nyatanya mampu memberikan cahaya baru bagi kami, selaku orangtuanya dan tentu kedua kakek neneknya yang tak pernah lelah menggendongnya saat kami tinggalkan dirumah.

Mangda gelis becikan nggih Gek….

Sedangkal itukah Makna Ramadhan ?

5

Category : tentang KeseHaRian

Gak terasa negeri ini bentar lagi bakalan masuk ke bulan Ramadhan, bulan dimana umat Muslim bakal menjalankan ibadah puasa sebelum merayakan hari kemenangannya pada Idul Fitri nanti. Artinya, mata setiap insan yang setia berada didepan media televisi bakalan dimanjakan oleh sekian banyak tayangan islami maupun yang ikut meramaikan dengan tema beragam. Satu hal yang penulis bisa katakan, bahwa negeri ini bakalan disuguhkan hal yang sama dengan tahun lalu, mungkin bakalan begitu kedepannya pula.

Hal yang sama penulis katakan, karena tema yang disuguhkan oleh media televisi (termasuk para pelakunya di dunia nyata) setiap tahunnya hanya dibedakan oleh siapa yang melakukannya saja.

Katakanlah perubahan keseharian baik perilaku, cara berpakaian dan rutinitas para artis. Kesamaan disini yang bisa penulis tangkap adalah, perubahan keseharian para artis yang mengkhusus pada bulan Ramadhan ini. Yang biasanya bergoyang seronok, sekarang bakalan mengurangi aksinya lantaran bulan suci, bahkan pula tak jarang ada yang rela berubah memakai penutup aurat atau jilbab demi menghormati sesamanya.

Sangat jarang bahkan mungkin tak pernah, penulis dapati komentar para artis (kecuali ustad populer) yang mengatakan ‘ah rutinitas saya tak banyak berubah, karena toh apa yang saya lakukan tiap hari tak beda dengan hari-hari suci, hanya mencoba agar puasa yang gak bolong lagi kayak taun lalu’ …it’s simple.

Rata-rata jawabannya ya agak-agak munafik dan cenderung mengatakan ‘hey saya berubah lho, tapi cuman buat bulan Ramadhan aja. Cuman sebulan dalam setahun. Sisanya ya seronok lagi, pake pakaian minim lagi, mengundang syahwat lagi atau malah ya pesta lagi… Tapi karena ini bulan suci, ya di-stop dulu lah…’. Sungguh satu jawaban yang membuat penulis agak miris, walopun masih beda keyakinan. Sedangkal itukah makna Ramadhan bagi mereka ?

Masih belum cukup ceritanya. Penulis tambahkan satu lagi rutinitas atau kesamaan hal yang dialami tiap kali negeri ini menyambut bulan Ramadhan.

Pengerahan massa organisasi Muslim dalam usahanya meminta pemerintah untuk menutup tempat-tempat hiburan, bahkan tak jarang malah bertindak anarkis dan malah menghancurkan lokalisasi maupun arena permainan yang berpotensi menjadi sarang maksiat.

Bagi penulis hal ini tentu saja tindakan yang sangat berlebihan, bahkan cenderung tak ada gunanya. Apakah lantaran bulan ini adalah bulan suci Ramadhan, lantas semua tempat itu harus disembunyikan rapat-rapat agar tak mengganggu puasa umat Muslim yang lain ? Padahal bagi penulis, disinilah ketabahan para umat diuji benar oleh-Nya.

Bagaimana caranya umat mampu menjalankan ibadah puasanya ditengah kemaksiatan dan godaan hidup ? jika ia mampu melewatinya tanpa terpengaruh selama bulan Ramadhan ini, tentu orang ini jauh lebih layak diberikan dan berhak mendapatkan pahala, dibandingkan mereka yang berpuasa tanpa ada godaan sama sekali. Barangkali itulah tantangannya.

Sayangnya aksi pemaksaan itu tak dilanjutkan lagi saat bulan suci sudah lewat dan masuk kembali pada hari biasa, hari dimana kemaksiatan boleh dijalankan, hari dimana hiburan digelar semalam suntuk, hari dimana orang seakan melupakan segala perjuangan mereka untuk menjalankan ibadahnya di hari suci Ramadhan.

bulan-suci-ramadhan.jpg

Fiuh, sangat berat rasanya untuk menulis posting yang menyerempet pada keyakinan masing-masing kayak gini, namun toh ini untuk kebaikan dimasa depan pula. Penulis yakin, banyak diantara rekan pembaca posting ini tak setuju dengan pendapat diatas, jadi mohon dimaafkan. Karena ini hanyalah satu kegelisahan penulis dalam menyambut bulan Ramadhan yang tinggal hitungan hari.

Jadi sekalian aja Penulis mengucapkan Selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi rekan-rekan Muslim, semoga saja dapat memaknai Ramadhan lebih dalam dan tulus dalam setiap langkahnya, kapan saja. Tak hanya pada bulan suci ini tentunya.

The Meaning of Life

Category : tentang KeseHaRian

Judul posting diatas bukan bermaksud bahwa penulis lagi demen dengerin tembang lawas milik grup alternative ‘the Offspring‘ trus mencantumkan lirik lagunya disini, tapi kira-kira penulis lagi pengen ber-intermezzo tentang arti hidup ini bagi sebagian orang.

life.jpg

Life is Sport. Ini tag iklan dari Eagle, brand sepatu yang bisa dilihat iklannya guede di perempatan jalan Cokroaminoto Ubung. Maksudnya barangkali, hidup itu penuh persaingan, siapa cepat- dia dapat. Ini bisa tercermin dalam pelayanan 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu seperti halnya beberapa wal-mart macemnya Circle K atau malah para pemilik Hosting seperti Rakhahost tempat penulis mangkal. Tentu saja ini gak bisa penulis ikuti sepenuhnya, mengingat beberapa hal yang agak memberatkan di bidang adat seperti yang diungkap Bli Made Bajak Laut. Jadi kanggoang ‘alon-alon asal klakon’ seperti kata grup musik Slank.

Life is a Cookie. Ini ungkapan tokoh bijak dalam film ‘American Sweetheart‘- lagi-lagi film komedi romantis, yang menjadi tempat untuk mengendalikan diri sang tokoh utama Eddie. Maksudnya barangkali hidup itu seperti kue, sangat enak walopun dimakan dengan cara apapun, pelan-pelan atopun menelannya sekaligus. Toh, kalopun habis, kita sebagai manusia bisa menikmatinya kembali dengan cara lain. Kata lainnya ‘Life goes on’ aja. Biarkan berjalan, wong dijalani pelan-pelan aja bisa dan sama enaknya, jadi buat apa cepat-cepat. Begitu perspektif Penulis.

Life is Too Short. Kalo ini sih ungkapan dari orang yang bener-bener bijak dalam dunia nyata. Hidup itu terlalu pendek, maka mulailah dari sekarang untuk berbagi pada sesamamu, menjaga orang-orang yang menyayangimu, serta melakukan hal terbaik untuk-Nya diatas. Ungkapan ini contoh gampangnya bisa dengan melakukan hal-hal diluar pikiran sehari-hari seperti yang dilakukan para Blogger Bali pas 17-an kmaren. Asal jangan lantaran berpikir hidup itu cuman sbentar, langsung aja waktunya dipake untuk Dugem, nyobain Narkoba ato malahan selingkuh. Apa Kata Dunia ?