Cegah Lemot Smartphone Nokia

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Selama ini brand paling laris di Indonesia ini memang blom pernah diadu banding performancenya baik kecepatan akses maupun multitaskingnya dengan produk PDA yang make sistem operasi Windows Mobile. Lantaran udah jelas terlihat gak sebanding.

Lemot (istilah kerennya lemah otak-lamban) pada ponsel Nokia terutama yang bertipe Smartphone dilihat dari pemakaian sistem operasi Symbian (terbanyak seri 60), seringkali dikeluhkan oleh para pengguna yang terlanjur jatuh cinta pada penampilan maupun fitur dalemnya. Akhirnya walopun sedikit nyesel, sesekali nanya pula kira-kira tipe apa lagi yang bakalan dirilis tapi gak lemot.

Minim kalo gak mau lemot, pilih ponsel yang udah make prosesor didalamnya. Sementara ini memang baru ponsel mahal aja yang make, diantaranya Nokia seri E, dan  kalo mau yang harag murah, silahkan cari tipe 6120 Classic. Rata-rata selain prosesor, dimiliki pula yang namanya memori internal plus Ram dan Rom-nya. Sangat berguna untuk melakukan multitasking (penggunaan 2 fitur atau lebih secara bersamaan), lantaran punya space lebih didalemnya.

Trus kalo yang gak punya keduanya gimana ?Ambil contoh Nokia N73 Music Edition yang baru kmaren dibeli. Kata banyak pengguna seri ini terkenal Lemotnya lantaran firmware yang dipake blom diupgrade ke yang lebih stabil.

Tapi ada juga lho caranya agar tak Lemot saat dipake.

 

smartphone.jpg

Hemat Memori Internal.Menggunakan memori internal sebagai satu penyimpanan file Video, jepretan Foto hingga file musik, bukanlah satu hal yang bijak untuk disarankan. Gunakan seperlunya saja. Misalnya untuk menyimpan nada dering tertentu yang dipake untuk Profile maupun beberapa User contact. Atau menyimpan aplikasi maupun tema yang mungkin sangat bagus untuk digunakan. (pembahasan selanjutnya). Kalo perlu, lakukan pengaturan setting pada beberapa fitur yang dimiliki seperti Kamera, penyimpanannya dialihkan ke kartu memori luar, atau mungkin voice recordernya maupun rekaman Radio pula dilakukan hal yang sama. Sampe saat ini dari 42MB memori internal pada Nokia N73 ME tadi, yang tersisa masih lumayan banyak, 39MB. Jadi masih ada spare space kalo digunakan untuk fitur tertentu.

Instalasi Aplikasi, Tema dan Games.Kalo punya file installernya, alangkah baiknya dilakukan percobaan simpan dulu di Kartu Memori luar. Gunanya tentu untuk menghemat memori internal, selain juga untuk pengetesan. Kalo setelah dicoba ternyata berjalan dengan baik, namun tergolong gak penting-penting amat, ya biarkan saja begitu. Tapi barangkali saja aplikasi Explorer yang berguna untuk memperlihatkan hidden file pada ponsel Nokia, bolehlah dihapus trus diinstall lagi dan simpan di memori internal. Begitu juga dengan Tema yang kira-kira oke untuk dipake dalam jangka lama, lebih baik disimpan pada memori internal.

Sisakan kapasitas Memori minimal 50 % nyaBerlaku selain untuk memori internal juga memori luar yang dipake. Sampe hari ini selain 39Mb tadi untuk 2GB kartu MiniSD yang disertakan, masih tersisa 1,2GB. Itupun sudah cukup untuk nyimpen beberapa foto dan video si kecil, file MP3 yang asik buat nemenin acara Nyuci popok juga nyetrika dan pula instrument buat bobo si kecil. Udah lebih dari cukup.

Kalopun memang maniak nyimpen file-file hiburan, lebih baik membeli satu gadget yang memang diperuntukkan bagi pengguna yang menyukai hiburan seperti iPod juga miliknya Cowon, Se dan Samsung. Dijamin lebih memuaskan.

Toh pada Smartphone Nokia, tak semua fitur mumpuni dimiliki dan mampu digunakan. Ada aja kurangnya.

Yang paling penting untuk diingat tentu berkaitan dengan sebutan Smartphone bagi ponsel tersebut. Akan sangat wajar menunggu barang1-2 detik saat membuka dan menutup satu fitur tertentu terutama saat melakukan multitasking. Sabar aja nunggunya. Karena toh pada pc desktop aja, walopun udah ber-prosesor Pentium 4 juga RAM 1GB, kadang situasi hang kerap terjadi, menjengkelkan pula.

So, semoga ponselnya bisa digunakan dengan baik dan bijak.

J


Serangan Fitna Lembutnya Ayat Cinta

6

Category : tentang KeseHaRian

Tak seperti biasanya, publik hingga tingkat petinggipun begitu antusias merespon kehadiran dua karya apik dari dua negara yang memiliki historis panjang di masa lalunya.

Rasa penasaranpun timbul lantaran kritik maupun pujian beredar luas di media cetak hingga ke mailing list langganan. Dari yang memang menjadi pengamat film secara umum sampe ke tingkat ekspresi pribadi. So, selama semingguan Hunting ke Warnet, nyatanya dapet juga kedua film tersebut secara gratis, disedot langsung dari data Client ke flash disk 4gb. Trus ditonton secara seksama dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Jakarta 17…. Halah !

fitna-aac.jpg

Secara pribadi nih, setelah menyimak keduanya dalam waktu yang berbeda, agaknya apa yang direspon oleh Pemerintah bangsa ini berkaitan dengan kedua karya tadi, seperti pandangan anak-anak saja.

Yang ceritanya penuh Cinta dan kebaikan satu agama, dipuji abis-abisan bahkan sampe ditonton oleh salah satu mantan presiden negara ini hingga disarankan untuk dijadikan satu tontonan wajib bagi bangsa ini.

Yang lain ceritanya malah seperti pemahamannya genk pengebom Bali, atau seperti isi rekaman suara kaum Djihad dalam format file rm yang gak sengaja di download usai bom Bali pertama diledakkan.

Keduanya benar adanya. Saling membawa misi pemahaman yang tentu berbeda tergantung pada pengalaman juga pengetahuan si pembuat.

Fitna dibuat mungkin lantaran pemahaman sempit kaum tertentu yang menganggap kalo orang-orang yang memiliki keyakinan di luar agama yang dipeluknya patut dibinasakan seperti halnya bom Bali versi 1 dan 2 kmaren.

Ayat-Ayat Cinta malah mampu mematahkan anggapan tersebut dengan mengungkap beberapa tambahan ‘aturan’ yang mungkin tak dipahami oleh kaum tadi. Seperti cerita saat Fahri berada di Metromini.

Wajar memang kalo negara ini seperti kebakaran jenggot menanggapi beredarnya Fitna di manca negara hingga begitu mudahnya didapat di Internet, karena negara manapun yang memiliki pemahaman pro pada film Ayat-Ayat Cinta pastilah bakalan merespon keras bahkan melarang film itu masuk ke negara bersangkutan.

Namun sekali lagi apa yang direspon hingga terjadi pemblokiran situs YouTube pula beberapa penyedia jasa blog ikut kena getahnya, sangat kekanak-kanakan mengingat setiap orang bebas berpendapat dan itu semua harus dihormati. Selanjutnya tentu bisa dipilah apakah pendapat itu pantas di simpan atau malah dilewatkan begitu saja. Gak usahlah sampe memecat semua pegawe negeri kalo cuman untuk memberantas oknum pejabat yang korupsi.

Mungkin satu hal yang paling asyik dilakukan ya seperti membuat karya baru seperti halnya Ayat-Ayat Cinta namun membawa pesan dan pemahaman yang memang bertujuan untuk membendung fakta-fakta yang diungkap dalam Fitna agar tak terjadi lagi di kemudian hari.

Sangat disayangkan memang, karena yang dibicarakan disini adalah Negara, bukan lembaga kelompok tertentu yang tidak suka pada satu karya orang lain. Mungkin masih lebih pantas jika negara ini lebih fokus pada usaha untuk menstabilkan perekonomian bangsa juga menekan angka kemiskinan atau malah menghukum mati pejabat negara yang kerjanya jalan-jalan keluar negeri hingga tertidur pulas saat rapat dengan Pak Presiden.

Bisa juga membubarkan DPR yang nyatanya bisa dibeli dengan uang untuk meloloskan upaya pengalihan lahan hutan lindung sesuai dengan keinginan konglomerat tertentu.

Sialan !


Ponsel Impian

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Makin majunya teknologi mobile yang masuk di pasar Indonesia, apalagi dengan meningkatnya serbuan ponsel China, rasa-rasanya gak jauh beda saat maraknya motor China di tahun-tahun kmaren. Pernah diungkap di Intisari entah terbitan kapan, kalo di China itu bisa dibeli sepeda motor rakitan dengan bentuk dan merek yang diinginkan. Nama sendiripun boleh. Ini mencerminkan betapa pesatnya kemajuan teknologi yang dimiliki oleh China.

Keunggulan dari produk china ini adalah harganya yang murah dan dengan tawaran fitur yang sangat menarik. Blom sampe teruji pada ketahanan dan  layanan purna jualnya.

Lihat saja ponsel Dual On yang lebih banyak dikuasai oleh merk China dibanding lima besar brand yang merajai Indonesia. Nokia, SE, Motorola, LG, Samsung. Mungkin baru Samsung saja yang berani menawarkan fitur Dual On tadi. (dua frekuensi yang berbeda aktif bersamaan tanpa harus men-switch jaringan atau mematikan salah satunya).

Belom lagi dengan harga dibawah 2 juta rupiah, sudah punya fitur layar sentuh juga bonus layanan TV gratis tanpa perlu menghabiskan pulsa lagi.  

ponsel-impian.jpg

Maka dalam anganpun terbayang kalo satu saat nanti, di China bakalan bisa dipesan ponsel yang sesuai dengan keinginan penggunanya. Dengan harga murah dan fitur melimpah, blom lagi mungkin bisa menyunat fitur yang mungkin gak pernah kepake karena gak ngerti atopun gak berkepentingan untuk itu. Setidaknya masih bisa menurunkan harga jualnya. Misalkan saja, pesan ponsel yang punya fitur kamera ber mega piksel gede plus lampu kilatnya, memori luar, pemutar musik juga minimal koneksi Gigi Biru (bluetooth maksudnya). Udah gitu kalopun layar sentuh juga boleh, lus TV tentunya. GPRS boleh diilangin, apalagi yang namanya 3G, toh masih mahal dan tak pernah terdengar lagi dengungnya. Jadi, walopun pulsa minim, namun hiburan masih bisa dilakukan.

Minimal dengerin musik ato radio, motret hal unik, nonton tayangan berita terbaru, sambil tukeran file 3gp, tanpa harus khawatir kekurangan memori penyimpanan.

Namanya juga mimpi. Boleh dong. J


Bijak Sikapi Perang Tarif Seluler

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Jauh kesini, gembar gembor promosi tiga operator jaringan gsm terbesar makin lama makin bikin enegh aja. Seperti biasa, antar operator saling menyerang dan menjatuhkan lawannya dalam setiap iklan promo yang ditayangkan di televisi hingga poster tepi jalan.

Operator Hijau mengklaim miliki tarif bicara paling murah. 600 rupiah sampe puas. Operator Kuning malah gak mau kalah dengan menurunkan tarif tadi ke angka 240 sampe puas pula. Plus angka 0,000000000…1 per detiknya.Operator Merah, masih tetap itung-itungan seperti yang disindir kedua operator tadi, menawarkan tarif 0,5 rupiah per detik.

Ada yang janggal ? Apa bener para operator mau dengan mudahnya menawarkan tarif begitu murahnya pada negara ini ?

Bagi mereka yang bisa membaca tulisan ini tentu tak asing lagi gaul ke dunia maya, maka satu-satunya cara mencari kenyataannya ya ke web site resmi mereka. Maka ditemukanlah satu kenyataan yang tak tertulis dan tak diungkap dalam setiap iklan promo mereka. Tarif yang ditawarkan tersebut ada syaratnya. Setelah menit atau detik kesekian, baru tarif diatas berlaku selama sekian detik atau menit. Setelah itu ya berulang sesuai awal tadi. Nah, konsekuensinya apa ? lihat dulu tarif yang dikenakan pada detik atau menit awal. Gak ada tuh yang namanya 0,000000…1 rupiah. Gak ada yang namanya 0,5 rupiah per detik. Malahan 25 rupiah per detik. Artinya ? konsumenpun dibohongi. Ternyata setelah dihitung2, tarifnya tetep aja MAHAL… Contohlah si Operator Merah, yang menawarkan 0,5 rupiah per detik setelah pemakaian satu menit hingga durasi total lima menit lamanya. Selanjutnya ya berulang. Namun tarif pada satu menit pertama dikenakan biaya 25 rupiah per detik. Artinya, kalo dirata-ratakan per detiknya kena 5,4 rupiah. Beda dengan promosinya ? JELAS.

Keuntungan sudah tampak jelas bagi para operator tentunya, lantaran konsumen berlomba-lomba mengganti Kartu Perdananya dengan operator yang menawarkan tarif (yang katanya) murah. Sialnya, konsumenpun kena dampak negatifnya. Seperti yang diceritakan Pak Dokter Cock Wirawan pada blognya, perihal Keluhan layanan Operator Hijau, yang walopun sinyal bar penuh, namun sangat sulit melakukan koneksi. Apa sebabnya ?

Meningkatnya traffic pengguna akibat melonjaknya penggunaan Kartu Perdana dari promosi tadi, kemungkinan besar tak mampu dilayani dengan baik oleh sistem yang digunakan operator tersebut. Jadilan tarif 600 rupiah sampe puas cuman Lips Service aja. Lantaran pada beberapa media cetak, dari Surat Pembaca hingga Opini, rata-rata mengeluhkan putusnya komunikasi pada beberapa menit pertama. Jadi bagemana bisa ngobrol puas kalo koneksinya byar pet ?

Sayangnya Pemerintah tak jua menyadari pembohongan publik (ada pula yang mengatakan bukan penipuan tapi tidak transparan) yang dilakukan oleh para Operator Selular terhadap konsumen mereka. Mungkin masih disibukkan dengan pembahasan UU Pornografi ato malah pemblokiran situs YouTube dan diberangusnya para Blogger Indonesia. Halah…


Saat nge-Blog menjadi sebuah Ancaman

6

Category : tentang Opini

Ternyata lama gak aktif di milis Blog membawa keterkejutan serta kekhawatiran akan perkembangan cerita cinta antara Roy Suryo dengan para Blogger yang disamakan dengan Hacker. Apa yang terjadi diluar sana, mungkin sudah diluar nalar akal sehat. Apa yang dikhawatirkan sangat sangat berlebihan. Yang mengecewakan tentu orang-orang yang tak ikut terlibat kini malah terseret jauh akibat statement dari seorang pakar terpercaya negeri ini. Sayangnya mungkin akibat pedenya sang pakar, apa yang dikomentari jadi kebabalasan. Merasa dirinya pintar bahkah jauh diatas dari orang Indonesia sekalipun.

Negara ini sepertinya juga amat sangat berlebihan menanggapi apa yang dikhawatirkan oleh secuil kelompok yang mengatasnamakan masa depan bangsa. Berawal dari pornografi yang kemudian kabarnya bakalan menggembok cd para wanita untuk mencegah terjadinya aksi di luar nikah, sampe-sampe pemblokiran situs-situs yang berpotensi besar untuk menyebarkan aksi tersebut secara digital, padahal mungkin isinya lebih banyak terkait dengan hiburan maupun edukasi bagi orang yang mengaksesnya.

Memberantas korupsi dikalangan pegawe negri, bukan berarti harus dilakukan dengan menjebloskan seluruh pegawe negri ke penjara, tapi cukup dengan mencomot orang-orang yang diindakasi korupsi dan menyampingkan asas praduga tak bersalah. Buang saja asas kampungan tersebut. Hukum mati semuanya.

Sayangnya negara ini lebih suka mengurusi yang namanya pornografi, penggembokan celana dalam wanita sampe ke eksisnya Blogger Indonesia di dunia maya, bukan malah lebih fokus dan telaten menyikapi perang tarif operator selular yang kian membohongi masyarakat ataupun kasus-kasus korupsi yang lebih banyak membebaskan si tersangka.

Mungkin memang sudah saatnya keberanian berbicara bagi para Blogger mulai dilakukan.


Menjadi Ayah bagi si kecil

2

Category : tentang Buah Hati

Sambil menunggui motor mendapatkan giliran ganti oli plus servis di bengkel dekat pertigaan jalan Kartini hari sabtu siang, untuk membunuh waktu sempat pula membaca 6 buah majalah Femina terbitan lama yang menjadi bahan bacaan daripada duduk bengong.

Tapi walopun majalah lama, beberapa artikel yang berkisar pada masalah rumah tangga, baik hubungan suami istri, anak hingga lingkungannya, masih pantas disimak lebih jauh pula dicerna.

Pikiranpun sesekali melayang pada Istri juga si kecil yang ditinggal dirumah bareng neneknya.

pande.JPG

Memahami peran sebagai Ayah bagi si kecil, menjadi topik yang paling menarik untuk dibaca pelan-pelan. Meluangkan waktu bersama si kecil saat senggang jam kerja, memberikan perhatian dengan bercerita, bercanda dan mengertikan perilaku si kecil saat berinteraksi dengan lingkungannya.

Ternyata kalo dipikir-pikir, menjadi seorang Ayah yang baik itu susah. Perlu stamina pula kedewasaan pikiran yang baik. Terutama saat memberikan teladan bagi si kecil untuk ia tumbuh besar nanti.

Membaca cerita bagaimana seorang Ayah menjadi seorang idola bagi putrinya hingga beranjak dewasa, makin tergugah saja hati ini untuk dapat mengutamakan kualitas dalam setiap pertemuan dengan si kecil, apabila secara kuantitas jarang bisa tercapai.

Memberikan pengetahuan dengan bahasa dan cara yang mudah dimengerti, tanpa ada rasa rikuh terutama saat menyinggung pertanyaan si kecil berkaitan dengan seks, maupun terlibat langsung pada perkembangan si kecil saat berkenalan dengan dunia teknologi.

Kesabaran memang sangat diutamakan, mengingat apa yang si kecil dapatkan sejak dini, bakalan menjadi dasar hubungan antara Ayah dan Anak saat si kecil tumbuh besar nantinya. Tentu saja keterbukaan sangat penting artinya bagi seorang Ayah jika menginginkan si kecil menjadi terbaik dilingkungannya.

Khayalan yang makin tinggi membuat pikiran berhenti sejenak ‘apa aku bisa menjadi seorang Ayah yang baik bagi si kecil nantinya …. ?’