Archive for » January, 2008 «

Pak Tua ‘Bento’ telah meninggalkan Takhtanya

Bagi mereka yang besar di era tahun 90-an pasti pernah mendengar atopun melafalkan sepotong bait fenomenal bangsa ini, kabarnya sempat pula memunculkan isu dikerangkengnya mereka-mereka yang terlibat dibalik pembuatan lagu ini.Bento.
Buah karya orang-orang yang memilih duduk berseberangan dengan elit pemerintah saat itu, menyuarakan isi hatinya secara lugas sehingga tak jarang membuat panas kuping bagi mereka yang merasa terkena sindiran.

Lahir dengan nama Swami, gabungan musisi papan atas musik Indonesia, macamnya Iwan Fals, Sawung Jabo, Jockie S, Toto Tewel, juga Innisisri, Nanoe dan Naniel, diproduseri oleh siapa lagi kalo bukan konglomerat jaman itu, Setiawan Djody.

Memukau rakyatnya lewat 2 karya apik, Bento dan Bongkar.
Lahir hanya berumur lima tahun setelah menelorkan album ke-2, Kuda Lumping.
Satu album idealis yang mungkin hanya sedikit orang memilikinya masa itu.

Bento boleh jadi menyuarakan betapa berkuasanya sang pimpinan saat itu, walo kemudian setelah rame-rame di media yang memanjangkan kata Bento menjadi ungkapan anti pemimpin negeri, sang maestro membantah dan menjelaskan kalo Bento itu artinya bodoh, entah benar ato tidak.

Sindirian pada pemimpin negeri ini sebenarnya sudah dimulai sejak jaman mas Iwan Fals mengeluarkan album-album pinggiran yang barangkali terlewatkan untuk dimiliki.

Mungkin ada yang pernah mendengar lagu berkisah tentang seorang anak kecil tukang semir sepatu tertidur diseberang Istana sang raja.
Ada juga satu buah karya dari grup Elpamas ‘Pak Tua’ yang kabarnya sang pencipta lagu masih orang yang sama, namun dengan nama yang disamarkan.

Jaman itu, pencekalan sudah dianggap lumrah bagi mereka yang duduk diseberang sang pimpinan negeri.
Begitu banyak kisah yang terdokumentasi berkaitan dengan sang maestro tembang nyelekit, terpanjang mungkin dari salah satu tabloid yang dibredel lantaran menyuarakan hasil jajak pendapat yang menyatakan sang musisi idola menduduki peringkat diatas Maha Pengasih.

Semua itu masih tersimpan rapi di sepuluh buah buku gambar A3 sebagai tempat kumpulan informasi jaman SMP dulu.

Hari ini, Pak Tua yang juga dikenal sebagai Bento telah pergi.
Sepuluh tahun terlewat sejak turun dari takhta negeri ini.
Masih sempat pula menyisakan sekian banyak kroni dari kalangan pejabat hingga tingkat desa kecil sekalipun.
Satu budaya yang seakan membudaya hingga kini masih belum bisa diberantas.
Penyunatan dana dan korupsi merajai sekian banyak kegiatan pembangunan di negeri ini.

Pernah mendengar lagu sang musisi idola tentang Pembangunan negeri ini ?

Cerita perjalanan negeri ini seakan tak pernah habis direkam oleh para musisi yang kini mungkin memilih untuk merenung dan menyuarakan isi hati kedamaian.

Tak seperti mereka yang mengaku Reformis namun baru berani buka suara saat sang raja turun takhta.

Satu komentar yang menggelitik dari sang musisi idola, berkata bahwa di saat suasana memanas seperti sekarang mungkin akan lebih berguna apabila menyuarakan kata Cinta dan Kedamaian dibanding berkoar layaknya pahlawan kesiangan.
Satu kerendahan hati dari seorang maestro yang penampilannya masih ditunggu hingga kini.

Balik pada kenyataan hari ini, mungkin sudah saatnya ‘Pak Tua’ untuk benar-benar beristirahat….

‘Pak Tua sudahlah…. Engkau sudah terlihat lelah, Oh ya…’

Selamat jalan Pak.
Panjang titianmu sepanjang penderitaan negeri ini saat Engkau turun dari takhtamu yang berkilau emas.
Semoga tenang berada disana.

Sementara negeri ini masih bergumul dengan hutang dan bencana yang tercipta pada jamanmu.

Popularity: 4% [?]

Category: tentang Opini  Tags:  Leave a Comment

Film Horor Indonesia ?

Berjejer rapi di-rak penyewaan vcd, seakan ide tak pernah habis namun masih monoton itu-itu saja.
Menampilkan wajah seram pocong ato wanita setan disetiap cover depan film terbaru.Rasanya belum pernah ada yang menampilkan cover depan seorang cowok metroseksual yang jadi arwah penasaran.

Bosan !

Sudah sepantasnya perfilman Indonesia yang bergerak disisi Horor mulai mencontoh aksi diamnya Hannibal ato mungkin berpaling pada tema-tema yang jauh dari Cinta Remaja dan aksi Malam Jumat Kliwon. Ah, kebanyakan isinya Basi.

Mendingan nonton Jomblo (lagi-lagi…. -sudah berulang kali tapi blom bosen). ato film konyol Kwalitaet II. Huahahaha….

Kapan lagi bisa menyaksikan karya apik macam ‘GIE’ ato ‘Janji Joni” ? ? ?

Popularity: 6% [?]

Turut Berduka Cita

atas wafatnya mantan Presiden RI ke-2, Pak Harto.
Pantesan langit di Kota Denpasar siang ini mendung dan berhujan.
Rupanya ini gerangan adanya.Lantas bagaimana langkah para Reformis selanjutnya ?
Kepada Gendo dkk punya ide lain ?

Popularity: 3% [?]

Category: tentang Opini  Tags:  One Comment

Kesenduan Memori Lama

Entah kenapa akhir-akhir ini aku rasanya ingin sekali kembali kemasa lalu untuk sekedar mengingat dan mengenang kisah dan perjalanan sedari kecil, semasa digendong oleh Bapak dan Ibu seperti halnya aku menggendong kemenakanku yang paling kecil, usianya belum setahun, masih lucu-lucunya.Entah kenapa juga aku berkeinginan mendengarkan lagu-lagu kenanganku saat remaja dan merasakan pukulan menohok didada saat melihat kembali koleksi kaset yang pernah kubanggakan pada siapapun yang mampir kekamarku ini.
Iwan Fals sejak album Cikal, Hijau hingga pecahnya Swami grup beken jaman itu jadi Dalbo dan Suket.

Bersenandung sesekali berteriak menghayati lagu kritis dari sang master yang pernah begitu hidup dihati ini selama bertahun-tahun lamanya.
Terkadang sempat terhenyak terdiam kala mendendangkan lagu dari grup Kantata Takwa seperti halnya Kesaksian dan Air Mata. Dua lagu yang sering kunyanyikan saat SMA dulu.

Mengorek isi cd yang menyimpan foto-foto kenangan masa kecilku hingga kini, hingga melihat kembali anggota keluarga yang kini telah tiada, sungguh membuat rasa kangen dan ingin mereka selalu ada disini, dihari ini.

Menatap foto bangganya si Bapak saat menggendong anak bungsu didampingi pula oleh anak sulungnya yang sedang mencandai sikecil.
Lucu dan haru menatap kembali seakan merasakan kebahagiaan bahwa sebentar lagi aku akan menjadi seperti bapakku dulu.

Menatap gembiranya Ibu menggendongku saat diupacarai sumringah seakan berkata ‘inilah buah hatiku terakhir’….

Menatap foto-foto saat aku masuk sekolah TK hingga SD, dengan gaya khas jaman dulu, bersiap sambil menyandang tas sekolah, dan senyum yang terlihat senang karena jarang difoto.
Hingga tersenyum saat melihat betapa kurusnya aku saat SMA dan awal kuliah, membuat hari ini rasanya ingin menjalankan diet agar perut gendut ini bisa mengecil lagi.
Ah, apa bisa…

Perlahan dendang Iwan Fals berpindah ke lagu barunya setelah lama tak muncul dan merilis album Suara Hati juga In Love, masih memberikan kesan sendu dan sangat mendukung suasana hati malam ini.

Mungkin saja ini sedikit rasa yang timbul lantaran tugas demi tugas kuliah selesai dikerjakan, menyisakan mimpi dan angan tuk bisa bahagiakan Istri juga Orang tua dan anakku yang kini masih didalam kandungan.

Melihat foto nenek yang ngemong aku sejak kecil disaat orang tua sibuk bekerja, menatap wajahnya yang mungkin tak pernah aku lakukan hingga kematiannya saat menginjak kelas 2 SD.

Sedikit berharap bahwa Beliaulah yang akan turun tuk menjadi buah hatiku kelak….

Aku sangat merindukan suasana masa lalu….

Popularity: 4% [?]