Nyelekit

Category : tentang Opini

Saya tahu anda terburu-buru.
Tapi jangan membunyikan klakson terus menerus seakan tsunami datang saat antrean pada lampu lalu lintas tak beranjak segera padahal lampu hijau baru juga sedetik menyala….Saya tahu anda baru beli motor baru.
Tapi jangan seenaknya ngebut dan berzig-zag seakan jalan raya adalah milik sendiri….

Saya tahu mobil anda sangat mahal.
Tapi jangan marah-marah pada pengendara lain yang menyenggol saat anda melanggar rambu maupun marka jalan seakan beranggapan andalah yang paling benar.

Saya tahu kursi sangat penting artinya bagi anda.
Tapi jangan bersikap manis saat membutuhkan suara rakyat lantas plesiran keluar negeri sambil menyunat dana pembangunan daerah demi bekal dan gaji anda setiap bulannya.

Saya tahu jabatan sangat sulit dicari.
Tapi jangan menyalahgunakan kedudukan demi kantong dan kepentingan pribadi walopun dana yang dikeluarkan tuk mencapai jabatan itu sangat besar.

Saya tahu anda merasa paling pintar.
Tapi jangan ngerumus Togel mulu saat jam kerja dan berulang setiap hari seakan pengabdian yang disematkan untuk masyarakat tak ada artinya lagi.

Saya tahu gaya hidup anda berlebih.
Tapi jangan jadikan tanda Korpri di baju hanya sebagai status untuk mendapatkan gaji bulanan yang sudah lumayan jika dibandingkan pendapatan orang lain lantas ngobyek diluaran pada jam kerja.

Saya tahu anda berangan ingin hidup mewah.
Tapi jangan lantas menggadaikan uang negara demi proyek yang sepersekiannya masuk ke kantong pribadi. ini kan demi rakyat, Bung !

Saya tahu hidup ini susah.
Tapi jangan lantas mencuri dan merekayasa proyek yang sedianya dilakukan demi kepentingan bersama.

Saya tahu anda.
Tapi jangan lupakan resiko yang anda hadapi saat mengambil dan menerima keputusan hari ini.

>
It’s SUCKS to be Honest !
Sangat menyakitkan hati, sementara yang culas makin enak tuk menginjak.


Mimpi Lagi Nde ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Ngliat bawaan seorang teman kuliah, yang memang duit bukanlah satu hal sulit baginya tuk didapatkan, mengingat latar belakang keluarga dan kemampuan yang sangat mendukung.Anyway, laptop kecil dan touchscreen ?
That’s awesome.

Jadi pengen punya nih…


Pantai Berawa 2007

Category : tentang PeKerJaan

Awal kisah menghitamnya kulit demi mengemban tugas negara dan rela menikmati teriknya matahari siang hari mengawasi para pekerja dan pemborong dalam mengerjakan aset pelayanan pemerintah pada masyarakat disekitarnya.Yeah, kalo setahun lalu berkesempatan menikmati indahnya Pantai Dreamland dikawasan Pecatu Jimbaran (blog akhir tahun 2006), hari ini memilih berjemur di Pantai Berawa yang memang sudah direncanakan agar dekat dengan kampung. Hehehe…

Menghaluskan jalan raya menuju Pantai Berawa dari persimpangan Aseman – Tibubeneng di Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung.


Intermezo Pinggir Pantai

Category : tentang KeseHaRian

Ketika lahan pinggiran pantai sudah dicaplok Bule tuk dijadikan Villa.

Apa otomatis kita tak boleh lagi ikut serta menikmati keindahan laut yang ada didepannya ?

Apakah ada aturan bahwa kita harus duduk bersenda gurau bersama keluarga diluar area pemandangan Villa dan Restoran yang ada ?

Adalah arogan apabila pemilik Villa melarang dan mengusir masyarakat untuk bermain dan berwisata di pantai yang sudah sejak kecil mendampingi kehidupan mereka…..


Kesempatan

Category : tentang Opini

Di daerah Kuta Utara ternyata masih banyak lahan kosong yang mungkin dalam 20 tahun kedepan berpotensi beralih fungsi lahan menjadi permukiman padat dan kumuh, ataukah sudah terkapling tuk bersiap menjadi Villa seperti yang telah menjamur disekitarnya.Tak heran kalo harga tanah makin tinggi.

Ayo ayo… lahan kosong masih banyak, jangan sampe ketinggalan kesempatan tuk menghancurkan keindahan Bali ini….


Sehari Tumpek Landep

Category : tentang KeseHaRian

Aura rainan Tumpek Landep kemaren jelas terasa, dari jalan raya yang agak lengang sampe ke parkiran pasar pula tak seramai biasanya. Banyaknya umat Hindu yang turut mererainan pada hari sabtu kemaren, turut mengambil andil dari kesepian yang melanda seputaran kota Denpasar.Berhubung Tumpek Landep bertepatan dengan bulan Purnama, itu artinya makin banyak saja yang melakukan piodalan besar di merajan masing-masing umat Hindu, yang berpengaruh pada jumlah anak lingsir (baik Sri Empu maupun Pedanda, tak lupa dengan Jero Mangku bagi yang tak kebagian jadwal anak lingsir) yang muput karya di tempat-tempat piodalan tadi.

Banyaknya umat yang mererainan ini berakibat pada sedikitnya nyama braya yang datang membantu dan meramaikan upcara piodalan yang dilakukan seperti halnya di merajan gede, tempat upacara berlangsung kemarin.

Mengingat jadwal anak muput ngantre dari pagi, maka upacarapun dimulai sekitar pukul 2 siang, oleh Jero Mangku di Tonja. Sedikitnya keluarga yang ada, menyebabkan beberapa kegiatan menjadi bersifat dadakan, apa yang ada ya dimanfaatkan saja.

Dari penari Rejang yang ditarikan oleh anak-anak perempuan yang masih suci, hingga tari Baris oleh anak laki-laki yang dihiasi pula dengan tangis penari kecil dibagian belakang, lantaran grogi saat diminta nari dibarisan depan.
Huehehe…
Namanya juga anak-anak.

Anggota Sekaa Gong tak luput dari peserta dadakan. Sedikit kekhawatiran kalo salah megambel, menjadikan teruna-teruna banyak yang memilih ndak ikut ngayah. Ini karena salah seorang anggota keluarga yang kebetulan jago melatih akan sedikit galak kalo yang terlibat salah-salah baik karena grogi atau emang baru blajar.
Huahahaha….

Tapi, kegiatan yang berlangsung hingga malam sekitar pukul 9, bisa dikatakan selesai dengan baik, berhubung seluruh kegiatan dapat dilangsungkan sesuai rencana. Yah, semoga saja Yasa yang dilakukan oleh segenap keluarga yang terlibat dapat berkenan di hati Beliau.

Semoga.