Prei dan Idea

1

Category : tentang KHayaLan

Judul diatas, artinya istirahat sebentar siapa tau bisa menuangkan isi kepala biar gak berat ngantre nongol di Blog. He… gak ada hubungannya.Tapi bener, prei sehari dari rutinitas kuliah pasca sarjana yang bidangnya sedikit demi sedikit baru bisa dimengerti, walo yakin banget pasti jauh kemampuannya dibanding temen seangkatan laen. Itu artinya waktu untuk mengistirahatkan otak dari kejenuhan akan materi maupun tugas-tugas yang diberikan setiap hari. Masih syukur ada jeda hari Jumat Sabtu Minggu untuk menyelesaikannya satu persatu. Edan.

Gak cuman itu, ide-ide yang mendam dikepala hampir penuh karena gak satupun berhasil dituangkan dalam bentuk tulisan, malah ada yang bikin emoh jika itu disinggung lagi. Lantaran udah lewat jauh banget momennya.

Tapi gak lantas menyurutkan pemikiran-pemikiran sampe ungkapan hati barangkali saja berguna bagi Calon PNS lain yang ingin gabung nantinya. Semoga pelan-pelan bisa terwujud.

Memang harus diakui kalo rutinitas kuliah dimalam hari, sedikit mengganggu pekerjaan utama yang katanya sebagai seorang abdi negara. Beberapa pekerjaan yang sedikit bermasalah bisa dipending sementara waktu tugas kuliah dikerjakan dengan cara mencicil.

Syukurlah dengan berusaha mengerjakan tugas sendirian, beberapa materi yang dahulunya sulit untuk dimengerti, sedikit demi sedikit sinarnya mulai muncul. Walopun awan gelapnya masih banyak.

Anyway, belum lagi ide kemaren untuk menampilkan edisi ‘Pilih-pilih’ belum jua terwujudkan hingga hari ini.
Semoga saja semua ide-ide itu tadi gak lantas mengering karena gak ada prei kuliah lagi.
Hehehe….


Uneg uneg Beban dan Cobaan

1

Category : Cinta, tentang Buah Hati

Jika setahun hingga empat bulan lalu, pikiran masih dipenuhi dengan hasil tes medis yang menyatakan bahwa aku tak akan bisa memiliki keturunan kecuali dengan operasi kecil yang biayanya tentulah tak kecil, namun dengan bantuan orang yang disucikan, akhirnya semua pikiran itu punah sendirinya seiring Mukjizat yang turun usai upacara pernikahanku yang kedua –diulang karena kesalahan hari baik- dilangsungkan awal bulan juni lalu.Sebulan terakhir, setelah impianku terwujud, istri hamil dan sudah mencapai bulan ke-3, aku mengambil satu keputusan yang memaksaku berhutang uang pada bank untuk biaya sekolah.
Lantaran tak memiliki simpanan apapun- habis berobat ke dokter pakar seks andrologi terkemuka Indonesia yang praktek di Bali, namun tak jua memberikan hasil apapun, buang-buang uang simpanan seumur2….

Namun entah ini yang dinamakan satu keputusan nekad atau malah kesempatan mumpung belum banyak tanggungan, menjalani perkuliahan yang sama sekali baru dengan modal dana nol besar.

Jadilah yang namanya SK PNS dititipkan ke Bank demi mendapatkan biaya kuliah. Sungguh berbeda dengan teman sekantor yang memilih menitipkan SK demi kebutuhan konsumtif.

Hasil akhirnya tentu gaji bulanan yang sudah minim, dipotong hampir 50 persen demi melunasi pinjaman selama 4 tahun. Itupun jika tidak diperpanjang lagi.
Bayangkan, 4 tahun.
Itu sama saja memasrahkan hidup pribadi, istri, anak dan keluarga pada sisa gaji yang seiprit demi menyelesaikan studi.

Kadang semua ini aku anggap sebagai cobaan dari-Nya yang tiada henti, dan kini ditengah kebingunganku untuk mendapatkan dana tambahan keperluan sehari2 serta biaya2 plus saat kelahiran maupun upacara2 yang menyertainya, hanya berharap ditunjukkan jalan dan penerangan untuk dapat mencapai apa yang diharapkan.
Ataukah berharap pada Mukjizat Tuhan yang barangkali saja hanya datang sekali seumur hidup ?

Sungguhpun support dari orang tua dan juga istri untuk tak memikirkan bahwa aku tak akan bisa lagi membelikan baju ato make up istri, kewajiban sebagai seorang suami yang menjaga sang istri agar tetap tampil menarik, ato malah gak bakal bisa lagi ngajak ortu makan diluar sekali seminggu hanya untuk memberikan kesegaran pandangan dan pikiran saat mereka beranjak tua.
Namun takkan bisa hilang dari pikiran, selama yang namanya solusi belum terlihat didepan mata. Hal yang selalu sama aku lakukan setiap berhadapan dengan tembok tinggi cobaan dari-Nya setiap aku memulai sesuatu yang baru.
Memikirkannya setiap malam dan mencoba mengira-ngira solusi apa yang bisa melepaskan semua beban didada dan kepala ini ?

Mungkin ini juga pemicu kesehatan yang menurun saat puncak beban makin terasa dekat, ato malah diambil segi positifnya, gak enak makan dan mencoba diet tak alami- karena beban pikiran ?


1st day at School

Category : tentang KuLiah

ternyata yang namanya hari pertama sekolah maupun kuliah ya sama saja.
belom apa2 sudah pengennya libur hehe….
ada rasa nervous juga kebingungan, nanti mau nyari judul Thesis apa ya ?
anyway, dijalani aja belum pernah, apalagi mau nyari judul.
mending dipelajari dulu deh ya ?

it’s time for ‘pilih-pilih’

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyimak perkembangan rilis ponsel gres dari sekian banyak vendor terkemuka hingga yang baru lahir sekalipun, mendorong keinginan untuk nulis2 lagi berkaitan dengan gadget komunikasi ini.Mengambil tema ‘pilih-pilih’, mencoba memberikan satu solusi tambahan bagi kawan lainnya yang mungkin dalam waktu dekat punya keinginan untuk berganti ponsel baru maupun berniat mengubah selera.

So, semoga rencana untuk melahirkan 6 posting ‘pilih-pilih’ bisa disampaikan secara berkesinambungan untuk bulan September ini.


Selamat Datang CPNSD baru

Category : tentang Opini

Ucapan selamat ini dialamatkan kepada teman-teman Tenaga Harian Lepas Pemerintah Daerah Kabupaten Badung, yang lolos tes memasuki jenjang CPNS berdasarkan umur maupun tahun pengabdian.

Sedang bagi yang masih berada dalam list daftar berikutnya, semoga sabar menunggu dan banyak berdoa semoga pimpinan daerah tak merubah pemikirannya kembali.

Selamat Datang di dunia penuh dedikasi, semoga bisa membuat satu perubahan yang berarti bagi pembangunan dan masyarakat. Semoga pula tak membuat kebiasaan buruk makin bertambah besar.

Jangan ngantor jam 9 kabur jam 11 lagi yaaa…


Bali dimata Generasi Muda Hari ini

Category : tentang KeseHaRian

Posting berikut pernah pula nampang di balebengong.net
***
Menarik. Ide yang dilontarkan oleh Moderator Bale Bengong saat membalas mail yang menyatakan keberatan untuk memberikan informasi seputar hal-hal kecil berbau Bali.
Namun sebetulnya dikepala ini memang sudah ada sejak sebelum menikah dan masih terngiang hingga hari ini. Awalnya sang calon ibu mertua yang tau banyak masalah asal usul semua yang berkaitan dengan Bali, mencoba mengetes pengetahuan calon menantunya. Hasilnya bisa ditebak.
Yang ada cuman bengong karena memang selain cerita yang tak pernah didengar dan dibaca ditambah pula dengan bahasa Dewa. Bahasa Bali tingkat paling atas.

Walopun kondisi makin memburuk karena si calon menantu tak jua mengerti apa maksud calon ibu mertua, dengan segera terpupus saat mengajak calon besan main kerumah camer.
Bapak yang kelahiran 1942 ternyata tau banyak dan mampu menimpali pengetahuan calon ibu mertua. Malah sempet bikin bengong semua akan kemiripan dan kebenaran ceritanya itu.

Trus apa yang bisa dipetik dari cerita diatas ?
Tentu perbedaan pengetahuan yang dimiliki oleh orang tua dan anaknya walopun sang anak sudah berusaha ikut mendampingi kemanapun Beliau pergi.
Tetap saja yang namanya pengetahuan lahir dari pengalaman. Begitu kata Bapak.

Balik ke hal-hal yang berkaitan dengan Budaya Bali, boleh jadi dimata generasi muda hari ini tak lagi menjadi satu bacaan wajib yang mutlak harus diketahui. Mungkin karena tuntutan keseharian yang kini cenderung mengajarkan si anak untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar dibanding sopan santun berbahasa Bali. Ini tentu bertujuan agar si anak tak kelabakan saat menerima pelajaran di sekolah dasar nantinya.

Selainnya itu jelas berimbas pada hal-hal gampang dicerna macem kepercayaan maupun larangan pada anak-anak yang barangkali sudah sangat jarang diberikan.
Contohnya saja seperti cerita yang sering muncul di Majalah ‘Sarad’ yang bertajuk ‘Kone’.

Kalo mau dipilih, yang menggelitik seperti jangan membeli jarum dimalam hari atopun jangan menyapu halaman di saat gelap, ini karena pada jaman dahulu belum ada penerangan yang memadai, sehingga bisa saja yang namanya jarum atopun barang berharga yang jatuh dihalaman menjadi tak terlihat lagi dan cenderung hilang.
Bagaimana kalo hari ini ?
Apakah lantas swalayan tak boleh menjual jarum saat malam hari, begitupun cleaning servicenya tak boleh membersihkan lantai ?

Satu kekurangan generasi muda Bali tentu pada akarnya yang tak sekuat umat lain, dimana sejak kecil sudah ditanamkan cara berdoa sesuai agama yang dianut.
Sungguh jarang melihat nak Bali (umumnya beragama Hindu) usia sekolah dasar melakukan kewajiban sembahyang 3 kali dalam sehari.
Pula saat pembelajaran keseharian yang jarang sekali mendapatkan cerita maupun kisah berbau Bali.
Anak-anak kini lebih dimanja televisi yang siap menayangkan sejuta film jepang maupun tema hantu, dimana menyebabkan seorang anak kecil asli bali tak lagi takut pada yang namanya Leak, Rangda dan barong ketimbang Pocong maupun Kuntilanak yang merupakan adaptasi cerita dan kepercayaan dari agama lain.

Hal lain yang patut disorot adalah pemberian nama anak yang tak lagi menggunakan pakem Bali, -Putu Made Nyoman Ketut maupun Ni Luh, namun sudah mendapatkan banyak pengaruh luar (seperti komentar Wayang Cengblonk). Ada satu keponakan yang orang tuanya menganut agama Hindu, menamakan anaknya tanpa embel2 pake tadi menggantinya dengan nama Fitria. Satu nama yang mencerminkan arti bagi agama lain. Mungkin belom terpikirkan bagaimana caranya nanti sang anak menulis namanya dengan huruf aksara Bali.
Saat ditanya kenapa gak make pakem diatas ?
Malu kalo anak punya nama kampungan, ndeso kata Mas Tukul. Gak menjual dimata Internasional nanti. Serta berbagai macam alasan pembenaran lainnya.

Walopun memang diakui bahwa tak sedikit pula generasi muda hari ini melek hal-hal berbau Bali, namun pada kenyataannya keberadaan mereka tak mampu menonjolkan apa yang ingin diungkapkan.
Adanya majalah ato tabloid Bali ditengah ratusan tabloid yang berbau teknologi otomotif maupun gosip menjadikan majalah Bali tersebut hanya digemari kalangan tertentu serta umat Hindu yang tinggal diluar Bali.
Pemberian Informasi secara Teknologipun kalo cermat bisa menemukan beberapa situs di dunia maya yang memuat budaya Bali, semacamnya iloveblue.com.

Trus apakah generasi muda Bali lainnya patut disalahkan karena kemampuan mereka tak sebanding dengan generasi terdahulu ?
Karena seringkali terdengar keluhan dikalangan generasi tua, bahwa generasi muda hari ini tak seindah generasi mereka jaman dahulu.

Jangan. Yang mungkin patut diingat bahwa ketidakmampuan generasi hari ini adalah buah dari kisah yang diberikan generasi diatasnya.
Jadi kalo memang menginginkan generasi muda hari ini tau lebih banyak masalah adat dan budaya Bali, gak ada salahnya menanamkan cerita dan asal usul Bali pada keturunan nanti.

Jangan malu jika ada yang menganggap bahwa Bali takkan laku dimasa datang, karena jika memang keasliannya tetap terjaga, rasanya tak ada yang mampu membendung nuansa Bali dimata Internasional.