Long Road to Heaven

Category : tentang KeseHaRian

Menonton film kilas balik Bom Bali tahun 2002 silam benar2 membuat semua kenangan akan kejadian itu bangkit kembali.
Segala amarah yang timbul sesaat usai bom diledakkan dan bertanya2 siapakah dalang dibalik semua itu ?
Namun keterkejutan timbul lantaran sang dalang tetangga sendiri yang selama ini sangat dihormati keberadaannya di pulau ini. Sangat mengecewakan jika hal itu benar adanya. Betapapun toleransi masyarakat lokal pada umat Muslim saat menjalankan ibadahnya mungkin tak pernah dihargai oleh para tokoh2 yang terlibat langsung dalam pengeboman ini demi mendapatkan apa yang dipikirkan oleh mereka itu benar.Sungguh keji dan mengecewakan.
Perbedaan paham antara umat beragama di Indonesia tentu memicu kesalahpahaman berkaitan dengan ajaran2 yang diberikan.
Sungguhpun membunuh orang2 yang dianggap kafir bisa memastikan sang pelaku bisa masuk surga, namun apa yang terlintas dibenak salah seorang pelaku yang menyadari bahwa tindakan ini akan membuat anak2 menjadi yatim piatu, kehilangan orang2 yang mereka cintai.

Memang benar adanya gambaran penduduk lokal maupun mendatang yang mencintai Bali, kepercayaan akan Hukum Karmapun tetap mendengung di kepala. Hingga meyakinkan, bahwa hari esok pasti akan lebih baik. Biarlah Tuhan yang akan memberikan keadilan bagi semua ini.

Tapi ngomong2, kenapa para pelaku bom Bali tak jua dihukum mati seperti halnya Tibo cs ya ?
Apa karena Tibo cs itu bukan Muslim trus langsung dihukum mati ?

Ini semua tentu perangkat hukum Indonesia yang tahu.
Hanya saja sayangnya ada sekelompok orang yang mungkin menjilat umatnya sendiri dengan membentuk TPM. Padahal yang dibelanya mungkin tak mewakili umat Muslim secara keseluruhan.

Pikiran yang picik….

The Matsarya

Category : tentang Opini

Selebaran ini setiap hari berganti dan ditempelkan di papan tak terpakai diruangan kantor. Maksud dari sang pencipta tulisan ini mungkin jangan pernah iri hati pada teman sekantor. Terpicu setelah data pribadinya yang penuh foto2 hasil pinjaman kamera kantor namun diklaim milik pribadi sehingga teman lain tak boleh meminjamnya, juga koleksi video dan foto porno yang numplek, padahal dari segi kasta, seorang Ida Bagus apalagi sebentar lagi akan diangkat sebagai orang yang dihormati dikalangannya, mungkin tak pantas menyimpan ini semua.
Alasannya, mumpung masih bisa dan boleh.
Huehehehe…Setelah data2 tadi hilang, maka marahlah sang empunya. Semua teman dituding sebagai penyebabnya. Lantas pulang sebagai tanda kemarahannya pada tindakan yang diduganya tadi.

Saat teman sekantor bertanya2 kemana gerangan datanya tersebut, maka satu orang menoba menelusuri keberadaan data di folder lainnya.
dan….
Ketemu.

Rupanya hanya nyelip di folder lain, satu hal yang biasa dilakukan secara tak sengaja saat main di Explorer.

Tapi rupanya kenyataan ini tak lantas membuat malu hati sang empu.
Malah tambah seenak udel mengklaim kalo komputer kantor yang dipake kerja setiap hari adalah miliknya, dan tak boleh ada yang memakainya.

Sesungguhnya siapa sih yang bersifat anak2 dan iri hati pada teman lain ?

Lucunya, ya tulisan yang ada disekitar font print out pada selebaran tersebut yang meminta untuk irit tinta, plus cuman ngabis2in kertas aja. Huehehehe…

Sempat pula terselip ‘ah paling cuman Gus Ar (-sang empu selebaran) aja yang begini….’

Obral Obrol Bali 1

Category : tentang Opini

Untuk menghilangkan kantuk ada saja usaha yang dilakukan. Menonton tv hingga ngobrol gak karuan. Ngobrolpun gak perlu pake tata bahasa kesopanan, karena toh yang diajak ngobrol ya teman sendiri.Namun isinya tak jauh beda dengan Bapak2 kita yang terhormat diatas, dimana kalo saat kampanye dan pemilihan saja bersikap baik dan perhatian membuka pintu rumah demi menerima aspirasi rakyat, sedangkat saat sudah duduk di kursi mewah, rumah tiba2 saja tertutup bagi rakyat yang ingin mengadu.

Dari gosip bakal Cagub dan Wagub prop. Bali nanti, yang kabarnya bakal diramaikan oleh para petinggi partai yang jelas2 kredibiliatsnya meragukan, namun hanya karena garis keturunan maka tiada pilihan lain.
Tampaknya yang layak menjadi pemimpin satu daerah bukanlah dilihat dari kecakapannya membuat satu perubahan, namun masih saja berkutat pada garis keturunan dan banyaknya uang yang bisa disediakan untuk kampanye nanti. Bila perlu hotel pribadipun dijual.

Sungguh mahal untuk bisa maju ke pilkada hari ini…

Menyerempet lagi ke masalah sikap presiden juga pola hidup yang berubah drastis sedari jaman Presiden RI ke-2 turun.
Kata mereka, sang pelopor Reformasi tampaknya tak jua berhasil membuat negara ini lebih baik, malah carut marut dengan bom, harga melambung dan pengangguran yang meningkat.
Sungguh mereka lebih baik memilih agar yang diangkat Presiden ya Pak Harto lagi saja, biar kehidupan bisa lebih layak.
Huehehehe….

Mejaga di Pura

Category : tentang KHayaLan

Setiap mendengar tugas dan kewajiban seorang warga didaerahnya sendi, giliran berjaga di Pura setempat lantaran ada gawe yang sangat penting artinya bagi masyarakat sekitar, dipastikan pikiran langsung melayang ke vcd wayang Cenkblonk yang mengambil cerita ‘Katundung Ngada’. Dimana tokoh Sangut – Delem bersahut2an mengungkap Sangut yang begitu rajin berjaga di Pura sedangkan Delem menganggap itu hanya satu pembodohan belaka.Mejaga kali inipun tumben dilakoni, berhubung mau jadi seorang Bapak yang baik.
Dimulai dari jam 10 malam hingga 6 pagi esok hari.
Namun tak hanya berjaga, bagi yang merasa mampu membantu pun dipersilahkan untuk ikut serta.

Terlihat pembuatan pengawak Barong yang diperbaiki, plus helaian rambut yang sudah dijarit rapi sebagai hasil sumbangan dari warga yang memotong rambutnya untuk sesuhunan. Ada pula yang belajar ngulat tiing demi membuat kerangka tangan maupun badan.

Lewat tengah malam, yang tersisa hanya regu yang bertugas jaga saja.
Waktupun dilewati dengan menonton televisi sembari tidur2an. Sedangkan yang tetap berjaga hanya 2 dari 8 orang, memilih ngobrol kesana kemari hingga pagi.

Malam yang dingin tentu sudah diantisipasi dengan sweater panjang, plus kupluk Bromo yang cukup buat menutupi telinga dari gangguan nyamuk, juga bekal kaus kaki dari istri.
Ditambah olesan Autan di kaki dan leher, cukup membuat tugas berjaga ini nyaman.

Mungkin sebulan lagi tentu bakal seperti ini lagi.

Makan banyak Pilihan

Category : tentang PLeSiran

Gianyar ternyata gak cuman terkenal dengan seninya lho.
Ada juga Pasar Senggol yang mnyediakan beraneka ragam masakan dan makanan khas Bali termasuk pula jajanan Bali.
Pasar ini sudah terkenal dikalangan para Kuliner lokal yang biasanya sampe main jauh2 kluar dari Kota Denpasar, hanya untuk mampir ke pasar senggol ini.
Mungkin sudah menjadi trade mark yang tertanam dibenak orang Bali.Sama halnya dengan main ke Gilimanuk hanya untuk mendapatkan nasi Be Siap Men Tempeh, yang kini sudah banyak orang meniru akan pedasnya sambal yang disajikan.
Begitu pula main ke Gianyar, ada 2 lokasi terkenal yang menyediakan Babi Guling uenak tenan, Banjar Teges di pusat Kota Gianyar dan Ubud tepatnya sebelah barat Puri Ubud.
Begitu pula dengan Warung Be Pasih Pesinggahan yang terkenal, lokasinya di desa pinggiran pantai Klungkung.

Kembali ke Pasar Senggol Gianyar, jika para pelancong malas untuk makan di tempat yang baunya khas pasar tradisional, bisa main kesebelah timur Pasar, di areal pinggir lapangan bola. Ada juga tempat makan berbagai pilihan yang tentu tempatnya lebih bersih dan nyaman bagi wisatawan.

Namun sebagai orang Bali, yang terasyik tentu pasar tradisional Pasar Senggol Gianyar. Lantaran disini bisa dilihat keramahan asli orang Bali, yang lebih ramah menyapa para pembeli di warung mereka. Bukan bersifat swalayan dengan wajah serius para pelayannya.

JJS Pasar Seni

Category : tentang PLeSiran

Pasar Seni Klungkung, boleh jadi satu alternatif tempat main para pemburu fashion Bali. Dsini tersedia aneka ragam kain baik untuk baju, kemben, saput hingga udeng-destar.
Harganya pun bisa dibilang murah, bila dibandingkan dengan yang ada di Kota Denpasar, dimana harga udah di mark up untuk menangguk keuntungan, bila perlu 2 kali lipat. Toh konsumen yang gak tau harga asli nyatanya banyak banget.Yang dijual gak cuman kain, tapi juga aneka ragam keperluan busana adat Bali hingga ke hiasan2 untuk pajangan, seperti topeng dan sejenisnya.

Jikapun malas untuk main sejauh itu, masih bisa menyasar ke Pasar Seni Sukawati di kabupaten Gianyar.
Disini tempat paling asyik untuk hunting busana ringan yang berbau Bali, serta souvenir Bali yang nyatanya banyak pula dijual di Kota Denpasar, seperti Erlangga, namun harga sudah tentu di Mark up. Padahal tempo hari udah merasa murah belanja di Erlangga, tapi lebih murah lagi kalo nyempetin nengok ke Sukawati. Dari baju kaos, celana pendek, long dress hingga daster, yang semuanya bermotof nuansa Bali. Gelang manik, kerajinan tangan, hingga lukisanpun dijejerkan.

Namun jika masih pula terasa mahal, coba mampir ke sebelah selatan Sukawati, Desa Guwang. Dsini merupakan alternatif pasar seni Sukawati, yang amat sangat banyak dikunjungi wisatawan, demi harganya yang lebih murah tadi.