DUNIAKU

Category : tentang DiRi SenDiri

Selamat datang diduniaku, penuh rintangan tapi belum sampai pada kesuksesan, hanya satu titik kecil dibanding keberhasilan yang kalian raih.Selamat datang diduniaku, penuh kata, makna atau kemarahan akan ketidakpuasan hati, ketidakadilan hukum negeri ini, dimana para petinggi dapat berkuasa seenak perutnya.

Selamat datang diduniaku, penuh hasrat tulus padamu, walaupun takkan pernah sampai seutuhnya, namun setidaknya aku sudah berusaha.

Selamat datang diduniaku, ada amarah dari lingkunganku yang menghancurkan kepala ini hingga aku lari pada hal-hal yang bersyukur akhirnya bisa kutinggalkan.

Selamat datang diduniaku, dengan senyum dan hati yang ramah kudekati dirimu semoga kau kan tau kebenaran yang ada dalam diriku.

Selamat datang diduniaku, canda tawa riang anak-anak berusaha cairkan suasana hitam dalam hari-hari ini.

Selamat datang diduniaku, yang hanya ada satu cinta dan kasih tulus, dan kupersembahkan untuk Istriku.

Selamat datang diduniaku, kawan lama…..


Sabar Menghadapi Cobaan

Category : tentang KeseHaRian

Ini satu hal yang paling penting dalam hidupku pribadi, dipetik dari milis Sarikata.
Coba simak sebentar, dan ini barangkali juga berlaku untuk kalian yang ada di luar sana, atau para pejabat yang saat ini sedang tertawa karena dapat menekan orang lain, untuk menghapuskan kelakuan mereka yang menyimpang terhadap orang kecil.Ini pula didedikasikan untuk adik kita, seorang Atlet karate, yang diperlakukan gak beda dengan seorang PSK oleh para Pejabat kita, yang “dipakai” saat diperlukan dan dibuang begitu saja.

“…………….
Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan sedang menguji kita?

Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Tuhan. Jarang sekali kalau kita dapat rahmat melimpah dan kebahagiaan kita teringat bahwa itu pun merupakan ujian dan cobaan dari Tuhan. Ada di antara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula di antara kita yang tegar menghadapinya.

Bukankah Tuhan tidak pernah memberikan beban yang melampui kemampuan manusia? Jadi jika kita menghadapi suatu masalah hadapilah masalah tersebut dengan penuh kepasrahan kepada-NYA. Hanya karena Dia-lah segala sesuatu ada dan tidak ada.
Setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Tuhan. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup
kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta dan lainnya.

Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah?

Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke “orang pintar” agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke “kursi” yang lebih empuk?

Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan berbagi rejeki kepada sesama?

Bersabarlah. Karena orang sabar akan selalu mendapat rahmat dan karunia Tuhan.
Memang tidak mudah menjadi orang sabar, biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, “Yah.. Sabar kan ada batasnya.” Atau lidah kita berseru, “Sabar sih sabar.. Saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya?” Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri.

Karena kita semua adalah adalah milik Tuhan dan kepadaNya-lah kita akan kembali.
Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa, kita berasal dari-Nya, dan baik suka maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Tuhan, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Tuhan.

Apakah kita rela bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang?
Apakah kita rela bila proyek yang sudah di depan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dan diberikan kepada saingan kita?
Apakah kita menjadi iri dan dengki kita bila melihat tetangga kita sudah membeli TV baru, mobil baru atau malah rumah baru?

Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan?

Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Bila kita mampu mengingat dan mengerti arti kalimat tersebut, di tengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Tuhan akan memberikan “hadiah” yang setimpal di hari penghakiman nanti.
Sudah siapkah kita menerima “hadiah” yang akan di berikan oleh Tuhan di hari penghakiman nanti?

salam,
Gundolo

………………”


SEKS UNTUK PEJABAT

Category : tentang Opini

Sabtu, 29 September 2006, berita yang termuat dikoran lokal Bali cukup mengejutkan.
Bukan tentang cak 5 ribu orang, tapi lebih pada mantan orang nomor satu di Karangasem periode lalu, mulai terungkap menjadi salah satu tersangka dalam pelecehan ato pencabulan ABG yang menjadi atlet karate didaerah tersebut.
Bisa dilihat di situs web BaliPost juga NusaBali.Sumantara, mantan Bupati Karangasem periode 2000 – 2005, kini meringkuk di tahanan Polda Bali, setelah perbuatannya akhir tahun 2005 lalu, melanggar hukum negeri ini, untuk sebuah perbuatan yang sangat sangat buruk, memberikan contoh sekaligus membuka aib para pejabat yang haus akan seks saat sang Istri diluar jangkauan birahi atau malah sudah tidak mampu berfungsi dengan benar lagi ?

Anyway, dikalangan staf pemerintah, seks saat tugas keluar daerah pun sudah bukan hal asing lagi. Cerita dari para senior, yang memang tujuan nomor satu saat keluar daerah, baik akhir tahun untuk berlibur maupun saat menjalankan tugas adalah untuk mencicipi rumput tetangga yang kabarnya lebih nikmat dibanding istri sendiri. Bahkan ada pula yang nekat menawarkannya ke kamar-kamar hotel tempat mereka menginap.

Namun ada pula kalanya untuk satu kepentingan pribadi ato negara (katanya), demi melancarkan proposal yang ditujukan ke para pimpinan daerah, para investor melancarkan serangan seks ini pada para pejabat, emi mendapatkan apa yang diinginkan.

Kembali ke awal, Seks untuk pejabat, hari ini sudah mulai kelihatan taringnya. Namun apakah hukum akan mampu menyeret orang-orang yang terlibat dalam lingkup pelecehan ini ?
Agaknya hati ini meragukan.
Seperti halnya terdakwa korupsi yang baru kemarin divonis bebas, tak bersalah, karena mereka sudah melakukan admin yang sesuai hukum dan ketentuan berlaku, namun tetap saja negera dirugikan. So mau nuntut pengembalian kemana, Bung ?

Hukum kini bukanlah pedang yang mampu merobek hati para penjahat, yang menginjak-injak orang lain, untuk kepentingan mereka sendiri.
Namun hukum kini, sudah munafik ditengah amplop-amplop yang bersliweran, bahkan tekanan dari pihak-pihak tertentu yang membela penjahat tersebut.

Bukan hal asing, jika yang didakwa bersalah adalah pejabat, namun diluar gedung ada saja orang-orang yang mengaku pendukung mereka, siap untuk menghajar hakim juga jaksa jika keputusannya menyatakan bersalah bagi pejabat tersebut. Termasuk menghancurkan gedung pengadilan sampe rata dengan tanah.

Itu sudah bukan hal aneh lagi, dimana semua orang menuntut Demokrasi ditegakkan. Menuntut korupsi diberantas.
Bahkan menuntut keadilan untuk anak dibawah umur.
Kenyataannya?
Pejabat yang diharapkan bisa menjadi panutanpun gak ada beda dengan para penjahat tadi.
Gak heran ada pendapat bahwa beda antara PEJABAT dengan PENJAHAT hampir setipis kertas. Waah….