September 29, 2006
Cobalah sekali-sekali lewat didekat areal Umat Agama tertentu saat mereka mengadakan ibadah, kewajiban maupun Upacaranya.
Satu hal yang paling terlihat adalah corong pengeras suara, yang ditaruh sedemikian rupa, dengan volume maksimum disuarakan hingar bingar, cukup memekakkan telinga.
Apakah gak ada yang mengatur, bagaimana sebaiknya corong-corong ini diposisikan ?Contoh kecil.
Saat satu dua Umat Hindu yang mengadakan Upacara di [...]
the Post ReLated
- September 29, 2006 -- Toleransi Umat Beragama ; Masih Adakah ? (1)
- January 1, 2010 -- Mari Berbenah Diri
- December 19, 2009 -- Luna Maya di UU ITE-kan ???
- November 13, 2008 -- PanDeLisme
- November 1, 2008 -- Saya juga pengen jadi CALEG
- October 31, 2008 -- Prepared for UU PorNoGrafi
- October 30, 2008 -- PerDa Ketinggian Bangunan 15 meter ; Masih ReLevan gak ya ?
- October 29, 2008 -- EtiKa keSoPanan
- October 27, 2008 -- Gak PeduLi Kumuh yang penting bisa dipake Tidur
- October 26, 2008 -- BaLi tak lagi ‘PuLau seribu Pura’
Filed under: tentang KeseHaRian | 381 pembaca |
Comments (0)
September 29, 2006
Coba tebak, kenapa pertanyaan diatas kuajukan hari ini ?
Apakah masih ada yang namanya Toleransi Antar Umat Beragama ?
Hormat menghormati budaya maupun tradisi antar Umat Beragama dalam konteksnya bermasyarakat, berbaur dengan lingkungannya – “Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjungâ€.
Satu contoh kecil yang paling sering mendapatkan sorotan di media cetak adalah penutupan jalan saat Upacara atau Ibadah [...]
the Post ReLated
- September 29, 2006 -- Toleransi Umat Beragama ; Masih Adakah ? (2)
- January 1, 2010 -- Mari Berbenah Diri
- December 19, 2009 -- Luna Maya di UU ITE-kan ???
- November 13, 2008 -- PanDeLisme
- November 1, 2008 -- Saya juga pengen jadi CALEG
- October 31, 2008 -- Prepared for UU PorNoGrafi
- October 30, 2008 -- PerDa Ketinggian Bangunan 15 meter ; Masih ReLevan gak ya ?
- October 29, 2008 -- EtiKa keSoPanan
- October 27, 2008 -- Gak PeduLi Kumuh yang penting bisa dipake Tidur
- October 26, 2008 -- BaLi tak lagi ‘PuLau seribu Pura’
Filed under: tentang KeseHaRian | 564 pembaca |
Comments (1)