JALAN – JALAN SABTU (3)

Category : tentang PLeSiran

Part 3 : Bendungan dan Kolam Renang Oongan

Mungkin gak banyak yang tau, kalo di Kota Denpasar di tahun 90an, gak banyak yang menyediakan kolam renang, seperti halnya di Tiara Dewata yang masih berkembang hingga saat ini.
Salah satunya ya di Oongan.
Letaknya ditimur areal Bendungan Oongan yang dari saat dibangun, terkenal angker.
Aku tau dari Bapak, yang saat aku SMP dulu, pernah diantar ke lokasi, untuk mengikuti jam pelajaran Renang.Melihat kondisinya sekarang, ada rasa takut untuk mendekati bendungan dan mengambil gambar, karena aura keangkerannya memang masih terasa. Sayang, kondisinya seperti tak terurus lagi, karena baik pos, jembatan juga arealnya terlihat lama tak tersentuh.
Ada rasa trenyuh juga melihat kemegahan pintu airnya yang begitu kokoh, namun saat ini mungkin kolam renangnya pun sudah sepi pengunjung, karena kabarnya begitu banyak memakan korban yang meninggal dilokasi, hingga akhirnya ditutup.

SEHARI NGE-TIM (8)

Category : tentang PeKerJaan

Part 8 : Distribusi Air Bersih

Yang terakhir, patut diacungi jempol.
Program kegiatan Pemda Badung, untuk mendistribusikan air bersih, ke desa-desa terpencil, paling tidak terwakili di lokasi Pecatu – Labuhan Sait.
Pengadaan ini terwujud lewat 5 paket yang dikerjakan oleh 5 rekanan yang berbeda nama, entah apakah itu di satu sumber. Hehehe…

Yang penting, kini masyarakat yang berada di jalur Labuhan Sait, gak lagi pusing untuk mencari air bersih yang selama ini diusahakan dengan membeli dari truk tangki air, atau menampung air hujan dalam tangki di masing-masing lokasi rumah.

SEHARI NGE-TIM (7)

Category : tentang PeKerJaan

Part 7 : Lapangan Yoga Perkanti

Berkunjung ke lapangan Sepak Bola Yoga Perkanti Kuta, disebelah selatan Kedonganan, jadi teringat saat ikut nge-Tim setahun lalu, dimana kegiatannya, pembangunan kantor pengelola lapangan setempat dan ditambah sedikit tribun diatasnya sebagai tempat nonton. Namun karena minimnya dana, tribun yang terwujudpun hanya seuprit. Paling tidak gagasan anggora DPR setempat saat itu sudah bisa terwakilkan.Namun ironisnya, saat ini pemeliharaannya seakan ga berarti, melihat kondisinya yang seperti gak terurus. Batang besi, yang mungkin rencananya untuk menambah areal disekitarnya yang diperlukan, terlihat terbengkalai.

Benar kata orang, membangun itu gampang, tapi memeliharanya yang sulit…

JALAN – JALAN SABTU (2)

Category : tentang PLeSiran

Part 2 : Bakal Calon Perumahan Elite
Nah, beda dengan yang satu ini, lokasinya tepat sebelum jembatan pertama Gatsu Timur, masih berupa lahan kosong yang dulunya adalah lapangan Sepak Bola, yang kemudian dikapling dikelilingi pagar seng disepanjang tepi jalan raya, dan dipintu masuknya terpampang jelas tulisan Perumahan Elite.

Wah, bakalan bertambah nih, arus penduduk di Kota Denpasar…

SEHARI NGE-TIM (6)

Category : tentang PeKerJaan

Part 6 : Jalan LC Seminyak KutaBoroknya pekerjaan Kontraktor terlihat lagi.
Kali ini di ruas jalan LC Seminyak Kuta.
Ruas jalan ini merupakan pembuatan jalan baru, karena tahun kemaren masih berupa sawah dan atas nota sakti dari DPR, maka dibuatlah jalan untuk menghubungi tempat-tempat yang berguna untuk masyarakat setempat.

Namun, seperti yang dikatakan tadi, boroknya pekerjaan sudah mulai terlihat pada masa-masa pemeliharaan jalan, yang biasanya dihitung maksimal 6 bulan setelah pekerjaan selesai dilakukan.

Pada beberapa tempat, aspal terlihat mengelupas, bisa jadi karena pengamparan aspalnya yang tidak merata, bisa juga karena bahan agregat halus teratas yang digunakan, sangat sangat halus, sehingga menyerupai debu. Ini hasil pemantauan beberapa teman yang mengetahui saat pekerjaan dilaksanakan.

Namun yang terlihat lebih buruk adalah retak-retak sepanjang jalan.
Dari keterangan Pelaksana, ini terjadi karena banyak lalu lintas yang lewat. He.. Bodoh banget jawabannya. Apa gak dihitung dengan lalu Lintas Harian Standar gak ya ? jadi alasan tersebut paling tidak sudah bisa diatasi.
Tapi penyebabnya bukan itu kok.
Dari Pengawas yang juga (sialnya) teman sekantorku, penyebab utamanya adalah karena faktor tanah dasar yang labil.
Hee… Trus kenapa masih ngotot make lapis dasar Limestone bukannya agregat pengaku untuk menstabilkan tanah dasar ?
Alasannya ya karena faktor keinginan dari atasan, juga pemimpin kegiatan yang ngotot make Limestone. Tapi dari keterangan teman yang sempat ikut menguji lahan tersebut, kabarnya ketinggian lapis pondasi paling tebal adalah 18 cm, dari rencana yang minimal 50 cm.
Trus kemana dong alokasi biaya dari ketebalan limestone 32 cm dikalikan panjang dan lebar jalan ? Waaahhh…Dibagi-bagi ke kantong pribadi sepertinya.

Lebih gila lagi, sudah tau tanah dasar labil, kok masih ngotot, gak membangun senderan dikiri kanan jalan, yang gunanya untuk pengaku dan penahan tanah agar tidak bergerak, tapi malah hanya dibuatkan got tanah yang digali seadanya dan parahnya kini sudah penuh dengan sampah ?

Bersyukur tim saat itu langsung menolak serah terima ruas jalan tersebut dan meminta perbaikan dari pihak Kontraktor. Nah lho…

SEHARI NGE-TIM (5)

Category : tentang PeKerJaan

Part 5 : Air Laut Pantai Berawa

Seperti yang sudah diberitakan di beberapa media koran Indonesia, bahwa air laut di beberapa kawasan Pantai di Bali, mulai terlihat pasang dan meninggi, hingga debur ombaknya sudah mencapai areal yang lebih jauh kedalam dari sebelumnya.
Terlihat di Pantai Lebih Gianyar misalnya, ato malah sehari sebelumnya, di Pantai Berawa ?Air laut yang pasang yang jangkauannya hampir mencapai tempat kami berdiri di lokasi kios, sempat membuat jantung berdebar-debar, waduh, jangan-jangan sekarang ada tsunami, alamat gak bisa pulang dengan selamat deh…