Seminggu (akan) Pelatihan

Category : tentang iLMu tamBahan

Kembali mendapat kesempatan untuk Pelatihan dari instansi tempat  bekerja. Bareng 2 orang atasan, yang ngambil kelas berbeda.
Pembangunan Jembatan diwakili Pak Rai Semadi, mantas Kasubdin BinProg, dimana aku ditempatkan, kini jadi Kabag Pembangunan. Pemeliharaan Jalan, diwakili Pak Seraman dan saya tentu saja.

Yang bikin unik, ketiga orang yang dapet tugas Pelatihan, lulusan Arsitektur Unud, jadi agak gak nyambung dengan bidang Pelatihan yang didapat. Pak Rai seangkatan dengan Pak Gomudha, dosen Arsitektur Unud, yang dulu jadi Pembimbing Tugas Akhir dan punya spesialisasi Patung juga Proyek-proyek Prestisius, seperti Patung Dewa Ruci, Stadion Gianyar, Wings Internasional RS Sanglah, juga terakhir Puspem Badung.
Pak Seraman angkatan 1984, setahun lebih muda dari mantan atasanku dulu saat bekerja di Swasta, Pak Made Suweka. saya sendisri masuk angkatan 1995 dan baru selesai kuliah.
3 generasi lulusan Arsitektur Udayana.

Tapi sekali lagi, mungkin ini yang namanya  kesempatan agar bisa tahu lebih banyak untuk mendukung tempat bekerja saat ini.

******

Persiapanpun selesai, Istri yang berperan besar melakukan packing baju kemeja, celana, perlengkapan mandi sampe obat-obatan. Hasil akhirnya satu koper ukuran sedang, plus 1 tas kresek berisi sendal plus sepatu item. Rencananya berangkat bareng Istri terlebih dahulu, cuman bawa map yang biasa  dipake ngantor, berisi surat-surat untuk Pendaftaran nanti, sedangkan koper bakalan nyusul dibawa keluarga yang rupanya pengen tau lokasi Pelatihan, sekalian jalan-jalan ke Pantai Kuta.

Duuuh… piknik keluarga.

Perpisahan dengan Istri juga terasa berat dan sudah mulai terasa dari seminggu lalu, puncaknya kemarin malem, sampe nangis-nangisan. Hehehe… Kayak sinetron. Wong jauh-jauhan sehari aja bingung, apalagi pisah jauh selama seminggu ?

Ini semua jadi awal bagiku dan Istri untuk persiapan yang akan datang. Siapa tau lain kali Pelatihannya bakalan lama seperti adik Sepupu yang dapet tugas 6 bulan di Jakarta, sedari galungan kemarin belum selesai hingga hari ini.
Syukur dia masih bujangan.
Kalo aku ?
Ga ku ku…
Karena Istri juga tenaga Harian di Pemkab Badung, jadi gak bisa ikut serta.

Kalo kesempatan untuk belajar Pasca Sarjana datang, gimana dong ?

Kantor Pos : Apa masih punya Gigi ?

Category : tentang KeseHaRian

Tergetilik rasanya saat berkesempatan maen ke Terminal Mengwi yang sampe saat ini pengerjaannya masih mangkrak. Proyek dengan budget dan Perencanaannya yang begitu matang, malah gak dapet prioritas, kasian banget ngliat bangunannya.
Tapi yang lebih bikin tergelitik lagi, ada bangunan Kantor Pos di lahan sebelah timurnya, baru dibangun, dan cukup besar.Sempat terlintas, apa Kantor Pos masih punya gigi ya, di jaman teknologi sekarang ?

Kalo dulu, Pos lebih banyak digunakan untuk bersurat, terutama bagi yang masih pacaran jarak jauh, atau pisah dengan keluarganya. Sekarang, cukup lewat email, lebih cepat dan jauh lebih murah juga efisien.
Kalo mau lebih singkat lagi, toh ada sms. Apalagi yang namanya MMS juga teknologi 3G juga bakalan tiba, duuh… jarak rasanya gak berarti.

Kantor Pos pun makin menggeliat saat Telegram Indah baru-baru diperkenalkan. Aku sempat menikmatinya, karena murah, cuman 500 rupiah, untuk mengucapkan Selamat natal atau Lebaran dan Galungan kepada teman.
Namun lagi-lagi teknologi mengalahkannya.

Pak Pos pun mungkin sekarang terlihat makin jarang bersliweran di jalan.
Aktifitas Pos, lebih sering untuk mengantarkan laporan rekening, asuransi, maupun penipuan masyarakat yang berhak mendapatkan hadiah setelah membeli barang tertentu.

Kirim Wesel, mungkin ini yang masih bertahan hingga kini.
Sedangkan untuk kirim barang, mungkin lewat jasa, barang kita lbih dijamin keamanannya, apalagi ada kesediaan untuk penggantian jika terjadi apa-apa dijalan.

Perangko juga makin langka kita temui, atau mungkin karena musim koleksi perangko gak serame dulu ya ?

Jadi, salut juga untuk Kantor Pos yang hingga kini masih mencoba eksis ditengah arus teknologi yang begitu besar.

DSDP : Sampai Kapan ?

Category : tentang KeseHaRian

Melintas tadi di Pasar Sanglah menuju Rumah sakit sanglah, terlihat proyek DSDP yang mengambil porsi jalan begitu besar, sampe menutup satu ruas jalan, sehingga mengharuskan arus kendaraan agak memutar dari arah Simpang Enam ke Sesetan.Rencana proyek ini juga mulai terlihat kembali di ruas Jalan Hasanudin, setelah sisi Utara selesai dikerjakan, kini coretan cat tanda proyek bakal berjalan disitu, sudah terlihat di sisi Selatan.

Efeknya sudah tentu terjadi kemacetan, debu dll.
Sayangnya di beberapa tempat terjadi kebocoran air PDAM karena pengerjaannya yang mungkin tidak terkoordinasi terlebih dahulu. Ini menyebabkan, aspal yang sudah dituang karena sebelumnya Proyek DSDP telah selesai dilakukan, harus digali kembali untuk mengantisipasi kebocoran pipa PDAM.

Tapi kata orang besar, ini semua demi mencapai cita-cita Kodya Denpasar, yang lebih sehat. Dengan target penyelesaian tahun 2006, atau mungkin sudah diundur lagi ?
Sampai kapan proyek ini bakalan selesai dan tidak menambal sulam aspal jalan raya di Kota Denpasar ?