“Satu persatu Sahabat pergi…”

Bagai Thanos yang berhasil menjentikkan jarinya…

“Satu persatu Sahabat pergi, dan takkan pernah kembali…”

Saya selalu teringat pada lirik lagu bang Iwan Fals, tiap kali mendengar kabar duka yang datang dari para kerabat, saudara, kawan bahkan rekan ruangan kantor.
Tentang kehilangan mereka akan orang-orang yang dicintai, akibat penularan satu virus laknat yang dipungkiri kehadirannya oleh banyak orang, sehingga sebagian dari kita jadi cenderung meremehkan dan abai pada protokol kesehatan.

Tak ingin bersedih terlalu lama rasanya.
Tak ingin tertawa juga atas apa yang sudah dialami oleh sebagian lainnya. Kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan, bahkan kehilangan kebersamaan. Semuanya mendadak jadi sebuah kenangan yang suram akan keinginan untuk bisa hidup dengan tenang.
Hanya diam dan berserah pada-Nya yang bisa dilakukan untuk saat ini.

Banyak orang mengalami, Banyak orang pula yang pernah merasakan, namun hanya Sedikit yang berEmpati, berusaha tabah dan melanjutkan hidup tanpa kepastian. Mengingat pandemi ini rasanya belum jua usai.

Tainsiat, 17 Juli 2021, 10.50 pm

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.