Tangkil (kembali) ke Pura Penataran Pande Tamblingan

Sudah hampir 11 tahun lamanya kami sekeluarga gak pernah tangkil ke Pura Penataran Pande Tamblingan. Pertama kesini kalau tidak salah ingat saat Mirah si sulung masih berusia 3-4 tahun, dalam suasana hujan. Sementara hari ini, Purnama Kasa 24 Juni 2021 berada dalam posisi cerah meski sempat mengalami gerimis tipis tipis usai persembahyangan.

Berbicara tentang Pura Penataran Pande Tamblingan yang dahulu dikenal sebagai Pura Catur Lepus, tidak bisa lepas dari penemuan Situs Tamblingan yang berawal dari penemuan sebuah lempeng prasasti tembaga oleh Pan Niki (warga Desa Wanagiri) pada tahun 1997.
Prasasti yang berangka tahun 1306 Isaka tersebut, yang selanjutnya disebut Prasasti Tamblingan berisi perintah penguasa wilayah pada waktu itu kepada Warga Pande Besi di Tamblingan yang telah lama meninggalkan desanya, agar segera kembali ke Tamblingan untuk bekerja sebagaimana biasanya seperti dahulu. Prasasti yang hingga saat ini masih tersimpan rapi di Pura Pamulungan Agung, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, terbuat dari lempengan tembaga dimana kedua sisinya berisi tatahan aksara dan bahasa Jawa Kuna.

Dibandingkan dengan saat kami tangkil terdahulu, sisi pinggiran danau kini sudah ditumbuhi tanaman liar yang menghalangi pandangan dari areal pura ke danau Tamblingan yang indah. Sementara jalan akses menuju pura bisa dikatakan sudah jauh lebih baik.

#Tamblingan #WargaPande #Pande

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.