Kembaran Bapak, si Bungsu nan Jahil

Ini kembaran Bapak, kata banyak orang.
Dan dia pun senyum-senyum bangga sambil mengulangi kata-kata itu saban pagi sebelum saya berangkat kerja.

Dari sisi wajah, katanya sih plek banget ambil wajahnya bapak. Tapi cantiknya tetep ambil punya ibu… gak mungkinlah ambil cantiknya dari bapak juga.

Jahilnya, jangan ditanya.
Apalagi kalo sudah ketawa. Mirip tawanya Minion yang rata-rata pintar tapi nakal.

Paling sering minta foto bareng, tapi tetap melarang saya untuk melakukan upload ke status Whatsapp lantaran gak ingin kakaknya cemburu.

Dia kurus, bahkan untuk anak-anak seusianya. Tipikal anak yang lahir prematur kalo kata kawan saya. Tapi bersyukur, ia bisa bertahan dan kuat hingga kini.

Dokter anak yang dulu pernah merawatnya pernah berkata, ‘jangan pernah menyamakan tumbuh kembangnya dengan anak-anak yang lahir normal’.
Hal yang masih kami pegang hingga hari ini.

Anak bungsu yang pernah kami tangisi di awal kelahirannya. Lama ditinggal dalam inkubator nicu rumah sakit. Sementara wajah dan perjuangannya kami abadikan diam-diam saat menjenguknya bergantian.

#GekAra

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.