Sebuah Renungan di Usia 43 tahun

Gak selamanya hasrat keinginan untuk membantu orang itu akan mendatangkan hasil yang Baik, apalagi kalo yang mau dibantuin itu adalah orang yang bebal, gak mau mendengarkan masukan dari orang lain dan bahkan tidak tahu terima kasih.
Banyak orang mengatakan, lebih baik jangan jadi orang yang sok baik, ramah dan ingin membantu semua orang. Ketimbang endingnya macam orang yang pengen dibunuh balik. Masuk akal juga ternyata.

Karena percuma juga ngasi saran banyak dengan pemikiran abcd, pertimbangan ini itu tapi capek sendiri, ngomongnya juga sendiri. Lawan bicara malah asyik mengambil keputusan berdasarkan keyakinannya sendiri. Yang saat kesandung, malah nuduh balik ‘ini gara-gara kamu’ cape deh…

Apalagi bantuin mereka yang maunya menang sendiri, gak peduli masukan atau bahkan keinginan orang lain yang mungkin harus ikut didengarkan, jadi pertimbangan matang. Begitu keputusan sepihak diambil, siapa juga yang mau tetap bertahan di pihak yang berseberangan padahal jalan sejak awal sudah begitu tulus ingin membantu. Baiknya ya memang pergi ketimbang sakit hati sendiri.

Begitu juga dengan orang yang gak tahu Terima Kasih. Pikiran sudah dicurahkan, ide pun sudah diberikan. Gratis tanpa perlu diajak makan siang. Eh ujung-ujungnya nuduh balik kalo kita ada maunya. Tas kresek wadah lulu, Brengsek Lu.

Mereka yang playing victim, eh kita yang dibawa kemana-mana. Ya dendam sih boleh aja dendam. Tapi mbok ya cek dulu, apa bener diri kita yang selalu diyakini benar oleh otak, sudah bener juga berjalan menurut orang lain ?
Minimal oleh orang terdekat kita lah. Gosah jauh jauh.
dan ketika semua sudah jatuh ketimpa tangga dan kecebur got, akhirnya malah maki-maki sendiri, umbar di sosmed.

Kan Tai ?

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.