Anak Bapak Ibu makin Aktif kelihatannya ya ?

Gak ada keinginan sedikitpun untuk memarahi anak tanpa alasan, apalagi hanya untuk pelampiasan amarah pribadi ataupun ego sesaat. Namun demikian sekali dua ya memang pernah lah kami selaku orang tua muda jaman now memarahi anak-anak atas semua perilaku mereka yang dipandang menyimpang. Akan jauh lebih baik mereka dimarah oleh orang tua sendiri ketimbang nanti orang lain yang melakukannya, setidaknya begitu keyakinan yang selama ini kami percayai.
Selama belum pernah main fisik, secara pribadi saya menganggap bahwa apa yang kami sampaikan pada anak-anak, bukanlah kemarahan. Lebih tepatnya nasehat.

Mirah putri kami terhitung hari ini sudah berumur 13 tahun, usia yang sudah bisa dikatakan remaja untuk generasi muda jaman now. Ia tergolong gadis yang mulai bisa mandiri dengan aktifitasnya.
‘Mulai’ belum ‘Sudah’.
Karena untuk beberapa agenda lainnya, menurut kami yang bersangkutan masih terlihat seperti anak-anak lainnya yang membutuhkan perhatian, pengawasan bahkan nasehat. Karena bagaimanapun juga tak ingin rasanya dia akan salah mengambil jalan untuk menuju masa depannya kelak. Minimal mumpung masih bisa diarahkan dan diberi petunjuk, apa salahnya ?

Meskipun ia tak bisa masuk pada jenjang sekolah menengah pertama impiannya lantaran faktor domisili, sementara prestasi non akademiknya tak ada yang sesuai dengan kriteria, ia ternyata mampu beradaptasi disini baik secara akademik maupun organisasi. Lolosnya yang bersangkutan menjadi anggota Osis, tidak kami ragukan lagi sejak awal mengingat tekad dan minatnya yang begitu besar. Tinggal bagaimana mengatur waktu dan prioritasnya saja ia masih kewalahan. Dinilahlah peran kami untuk selalu mengingatkannya agar bisa memilih mana yang lebih penting untuk didahulukan.

Makin kesini, ia tampak makin tabah dengan semua beban kesibukannya sebagai pelajar. Yang patut dibanggakan tentu saja keinginannya untuk bisa tetap berprestasi, padahal lagi masa pandemi begini. Dalam beberapa hal, ia sudah mencoba melakukannya sendiri, tak lagi minta bantuan sana sini. Ada sih rasa kasihan, tapi kata orang-orang tua, mendidik anak untuk bisa mandiri ya memang untuk kepentingannya dia juga kelak. Ketimbang saat ia harusnya sudah bisa mandiri, namun faktanya masih belajar masuk ke tahapan itu.

Cuma tetap saja ia adalah putri kecil pertama kami yang dulu begitu lucu dan menggemaskan. Apalagi saat melihat-lihat kembali foto dan video yang masih kami simpan sampai hari ini.

Anak Bapak Ibu sudah besar aja sekarang…

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.