Saat Kebersamaan Tak Lagi Sejalan

Masa pandemi Covid rasanya belum jua bakalan berakhir. Angka kematian dan positif baik bergejala ataupun tidak, masih tinggi terpantau di sejumlah akun media sosial yang rajin berbagi info soal ini. Meski kelihatannya ada harapan baru seiring hadirnya Vaksin di tengah-tengah kita. Namun semua tampaknya belum bisa menjamin keamanan kita berinteraksi lebih jauh bersama kawan.

Ruangan terasa makin sepi, seiring berkurangnya kegiatan dan rutinitas harian yang bisa dilakukan. Waktu yang berjalan tak lagi efektif untuk dilakoni dengan pekerjaan-pekerjaan yang dulu pernah ada. Gairah dan semangat pun sepertinya telah sirna. Kebersamaan yang dahulu pernah dibanggakan perlahan hilang ditelan masa.

Konflik internal tak kunjung bisa dibendung. Perbedaan pola pikir menjadi poros awal semua ini terjadi. Keinginan satu dan yang lain tak lagi bisa sejalan. Masing-masing memiliki pendapat dan kebenaran sendiri yang diyakini merupakan pengaruh dari luar. Saling curiga adalah hal yang biasa.

Jadi wajar jika rasa bosan kini mulai melanda. Hati kecil tak lagi bisa dibohongi dengan kalimat-kalimat peneduh dari beberapa orang yang tampaknya masih ingin bertahan. Sementara titik jenuh sudah tiba lebih awal. Terkadang ingin rehat sejenak atau bisa jadi, pilihan untuk meninggalkan ini semua menjadi opsi yang terbaik. Namun tak ada kuasa untuk menggapai hal itu.

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.