Selasa pagi 5 Januari

Suasana tampak jauh lebih sepi di sepanjang jalan menuju kantor pagi ini. Demikian pula saat kendaraan memasuki gerbang selatan kawasan pusat pemerintahan kabupaten Badung, tempat kerja kami. Meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 7.40 akan tetapi area parkir masih tampak kosong. Tak seperti biasanya.

Begitu pula suasana hati ini.
Cadangan dana yang saya miliki nyaris ambyar pasca di debet hutang bulanan kemarin pagi. Pikiran langsung shock begitu mengetahui sisa tabungan yang sama miliki hanya berada pada posisi lima digit. Rasanya benar-benar mengenaskan. Lima belas tahun menjadi pegawai negeri, baru kali ini merasakan jatuh sejatuh-jatuhnya keuangan.

Sepintas lalu sempat menyesali keputusan yang diambil setahun kemarin. Membangun rumah dengan budget yang cukup gila. Akan tetapi setelah dipikir-pikir lagi, memang situasinya yang cukup banyak berubah. Tak bisa diprediksi sedikitpun tempo hari.

Apalagi jika saya melihat ke bawah. Pada mereka yang diberhentikan kerja atau kebingungan karena tak ada lagi pemasukan pasca pandemi. Ini masih bersyukur, ada harapan untuk mendapatkan gaji dan tunjangan. Meski tak sesuai waktu dan porsi.

Entah sampai kapan bisa bertahan.

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik