Skip to main content

MiRah dan BoBBy

Ada satu hal yang patut saya syukuri ketika menatap MiRah dengan semua aktifitas kenakalannya sebagai seorang anak kecil berusia 2 tahun 3 bulan. Ingatannya.

Untuk anak seusianya, MiRah tergolong pintar mengingat, entah mengingat beberapa buah lagu yang kami perkenalkan sejak ia kecil, mengingat tempat dimana ia menaruh benda-benda miliknya hingga mengingat rengekannya tadi malam. Hehehe…

Pasca pengenalan Gending Rare sebagai upaya pelestarian Budaya Bali dalam skala kecil kepada MiRah, kini giliran upaya memperkenalkan lagu anak jadul untuk bisa ia kenali dan lantunkan disela beraktifitas. Adapun ide ini dilontarkan sang Nenek yang sedang berusaha keras meninabobokan MiRah di satu malam usai bercerita dongeng si kambing, si kuda, si babi dan si binatang lain sesuai gambar yang tertempel didinding kamar. Nenek secara tidak sengaja melantunkan lagu anak jadul masa saya kecil dahulu.

“…Bobby sudah besar.. Tidak boleh nakal.. Mama papa kerja.. Adek Bobby yang jaga…”

Tak disangka lantunan lagu anak tahun 80-an itu menarik perhatian MiRah dan berbalik menanyakannya pada Nenek. “lagu sapa tu Nik ?” dan bisa ditebak, sampai MiRah tertidur ia selalu minta dilantunkan lagu yang sama oleh Neneknya, diulang dan diulang.

Bersyukur setelah GooGGLing di dunia maya, berhasil jua ditemukan sebuah BLoG yang secara khusus berisikan kontent lagu anak jadul tahun 80-90an. Beberapa diantaranya langsung saya unduh untuk di-burn dalam bentuk cd, hadiah pagi hari untuk MiRah. Selain Bobby, ada juga lagu-nya Yoan Tanamal, Melissa, Eno Lerian dan si mbok Jamu itu. Hehehe…

Tak sampai satu minggu, MiRah sudah punya theme song baru. Bobby. :p

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.