Skip to main content

Menertawakan Diri Sendiri bersama Benny & Mice “Lagak Jakarta” buku 1

Menantikan jadwal maju ‘Seminar Kelayakan Thesis’ kemarin rasanya cukup membuat mumet kepala dan seakan membutuhkan obat yang mujarab demi mengembalikan mood seperti semula. Pilihannya tentu saja Benny & Mice. Hehehe….

“Lagak Jakarta”

Buku 1

Seperti halnya tulisan saya sebelumnya terkait buku 2 “Lagak Jakarta”, bundelan ini tampaknya juga merupakan kumpulan kartun strip ala Benny & Mice, yaitu dari buku terdahulu “Trend & Perilaku”, “Transportasi” dan “Profesi”.

Dari cover bukunya harapan saya jauh lebih besar dari yang sebelumnya untuk mendapatkan obat penawar mumet kepala hasil ramuan Benny & Mice. Apakah berhasil ? He…. Tentu saja !!!

Dimulai dengan gambaran awal tentang ‘Orang Jakarta’ yang ternyata memang benar seperti dugaan saya. Hanya 30% yang masih mau memberikan senyum ramahnya. Itupun barangkali datang dari golongan menengah keatas yang gak mempersoalkan lagi kesulitas ekonomi dalam hidupnya. Sisanya ? sama dengan wajah kota Jakarta. Semrawut ! ugh !!!

Tertawa kecil saya mulai muncul saat goresan ‘Inggris ½ Mateng’ dilontarkan. Kikikikikik…. Jadi inget dengan teman kuliah yang waktu itu baru dateng dari Jakarta, dan langsung ngobrol pake english setengah mateng. Padahal dulunya boro-boro bahasa Inggris, anak me-Cang Cai dogen gae-ne….

Perilaku masyarakat kita yang mendewakan Discount pun tak luput dari goresan Benny & Mice. Gaya berbelanja yang terlalu terpaku pada embel-embel ‘Discount’ seperti mencerminkan otak mereka sendiri, bahwa ‘mau saja dibodohi’ oleh tim marketing atau pemasaran tertentu. Hingga salah satu coretan Benny & Mice yang menggambarkan bahwa Discount pun bisa tetap nyambung selama satu tahun. Discount Lebaran, Nyepi, Tahun Baru, Natal, Akhir Tahun, de el el. Halaaah….

Begitu pula dengan gaya anak muda atau remaja masa kini. Memakai sepatu/sendal hak tinggi menirukan Spice Girl atau grup gaek KISS ? Termasuk pula dengan pakaian ketat nan sulit bernafas plus kacamata oldies, guede kayak mata capung. Lucunya, para orang tua (kakek-kakek) yang tidak tahu menahu soal trend, malahan menyangka bahwa kacamata besar itu menandakan bahwa minat baca Remaja saat ini makin tinggi. Wuahahahaha….

Trend berponsel. Wuaduuuhh… ini sih emang tiada habisnya… dari yang sengaja berbicara keras menggelegar saat menenteng hape jadul mirip bata, hingga yang berharap banget ada yang nelponin biar dianggap sebagai orang sibuk. Huhahahaha… ini jelas bisa dimaklumi, wong yang namanya ponsel di akhir millenium bisa dikatakan muahal buanget !!! just OrKay yang bisa punya istilahnya…

Sebaliknya, kini harga ponsel cenderung menurun, dengan anggaran terbatas pun kita sudah bisa memiliki ponsel yang full multimedia. Nah, bagi mereka yang memang rada-rada mimpi punya ponsel mewah, dijamin ya tiap kali ngumpul, obrolannya pasti soal ponsel. Ngomongin trend terkini dan paling tahu…. Dari merek, fitur 3G, atau koneksi yang saya yakin banget rata-rata masih pada buta soal itu.

Sedang perilaku terakhir, terkait dengan shabu-shabu, inex dan sejenisnya. Hal ini lagi-lagi mengingatkan saya pada orang yang sama dengan ngomong ‘Inggris setengah mateng’ tadi. Wong kalo tiap kali sua, bahasanya selalu jojing, diskotik hingga fly… entah dimana kini teman saya ini berada…

Dari sekian model transportasi yang digambarkan kartun strip ala Benny & Mice, bisa dikatakan barangkali cuman dua saja yang pernah saya alami dan manfaatkan.

Bemo roda tiga dan Bus. Bemo saat remaja SMA, sedang pertumbuhan tinggi-tingginya, yang cukup membuat mentok kaki kalo lagi duduk dibelakang, ngumpul bareng temen lain.

Bus saya alami saat kuliah. He… jadi inget Bus kampus yang dinanti hingga sore tak jua datang nyamperin kampus Bukit…

Lain lagi kalo ngomongin soal Profesi.

Kalo pada awalnya saat menelaah kartun strip ala Benny & Mice, cukup membuat saya termenung, terutama soal pedagang asongan di lampu merah yang memang pernah saya lihat, alami dan sayangkan keberadaannya.

Miris dan gak tahu harus berkata apa saat situasi yang harus dihadapi jika sampai kita menolak ‘permintaan’ mereka. Hal ini pula bahkan sudah mulai merambah perempatan jalan di Kota Denpasar, terutama simpang Dewi Sartika – Sudirman.

Berbeda dengan trend berlombanya masyarakat kita menjadi artis. Baik itu memang merintis dari awal, dadakan atau hanya loncat sana sini memanfaatkan situasi. Maka jadilah seperti yang digambarkan oleh Benny & Mice, bahwa seorang artis itu bisa berangkat dari profesi sebagai seorang model, pemusik, bintang sinetron bahkan MC.

Yang biasanya bakalan berujung ke kursi politis. Tak jarang pula sirkulasi awal dan akhirnya malahan jadi berbolak balik disekitar itu saja. Artinya, ada juga yang dahulunya pilitikius, eh kini malahan mendadak jadi artis. Huehehehe…. Nyindir banget tuh…

Ada satu yang menggelitik saya, yaitu profesi VJ (Video Jockey). Biasanya ditampilkan oleh MTV. Yang ngetop saat mereka jadi VJ seingat saya ada Jamie, Nadya, Sarah Sechan ato si Ari dan Alex Abbad.

Lucunya, saking kebeletnya seorang remaja ingin menjadi VJ, yang mampu membuatnya terkenal, sampe gaya bicarapun diubah mengadopsi gaya VJ. Sayangnya cita-citanya hanya ‘sedikit’ kesampean, yang penting ada kata ‘Video’nya, yaitu Reparasi atau Service Video. Hihihihihi… ada-ada saja si Benny & Mice ini….

Diantara satu buku “Lagak Jakarta” edisi buku 1 ini, yang paling norak dan bahkan membuat saya terpingkal-pingkal adalah profesi Salesman. Bagaimana tidak ? ini sekaligus mengingatkan saya pada orang-orang yang berbaju necis menawarkan ‘gratis ini itu’ setelah membeli produk dengan harga sekian dan memburu ‘customer’nya dengan cara menanti di depan toko jalan Gajah Mada Kota Denpasar. Tepatnya sebelah barat Bank BPD.

Termasuk orang-orang yang berbaju necis, datang ujug-ujug kerumah, mengatakan bahwa mereka sedang mensurvey pemakaian gas yang ujung-ujungnya adalah menjual produk. Tak lupa dengan orang-orang yang berpenampilan menarik seakan mereka adalah datang dari golongan menengah keatas, tapi kenyataannya malah melakukan penipuan.

Yang membuat saya makin tersenyum simpul adalah, sambutan dari tuan rumah dan penampilan baku yang harus dipatuhi oleh setiap Salesman dalam menjalankan tugasnya…

> Huahahahahaha…. rasanya saya belum jua puas dalam menikmati karya kartun strip ala Benny & Mice…. <

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.