Skip to main content

Krida (lagi) oi !

Lama tak mengikuti kewajiban hari Jumat pagi, rasa-rasanya sudah hampir mencapai waktu setahun sejak istri hamil hingga usai cutinya kmaren. Kekagetanpun muncul lantaran lokasi krida jumat telah diubah ke lokasi Puspem yang jaraknya tentu lebih jauh dari lokasi awal, Lapangan Lumintang.

Belum usai terkaget-kaget, nyampe lokasi nyatanya jumlah pegawe dari instansi sendiri malah sudah jauh lebih banyak daripada sebelumnya. Mungkin lantaran jarak rata-rata yang ditempuh oleh rekan-rekan ini, malah lebih dekat ke Puspem daripada Lumintang. Namun tetap saja blom mampu mencapai 25% kehadiran. Entah bagaimana dengan instansi yang lain.

krida.jpg

Tak beranjak naiknya jumlah pegawe yang ikutan krida, mungkin memiliki alasan yang sama dengan rendahnya minat pegawe untuk ngantor sehari-hari, yaitu gak ada tindak lanjut bagi mereka yang tidak hadir baik krida maupun absen kantor, memicu orang-orang yang tadinya rajin krida maupun ngantor, pada ikut-ikutan malas, toh gak diapa-apakan oleh pimpinan. L Lucunya, keseringan yang hadir malah terkena hukuman akibat ketidakhadiran rekan mereka. Halah…

Terlepas dari semua kekecewaan itu, ternyata materi Senam ‘Ayo Bersatu’ yang rata-rata memiliki gerakan cepat sehingga mampu memberikan keringat usai krida, masih mampu diikuti dengan baik walopun sebelumnya ada keraguan akan ingatan ‘eh senam ini bagemana ya gerakannya ? Dah Lupa tuh…

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.