Tubemate, Unduh Cepat Video Favorit Akun Sosmed [Update]

Category : tentang TeKnoLoGi

Setahun lalu sebenarnya sudah pernah menurunkan postingan tentang aplikasi TubeMate, Mudah Unduh Video di Android.
Salah satu aplikasi yang powerful untuk mengunduh streaming video dan menjadikannya koleksi pada ponsel Android, dari portal penyedia YouTube. Bisa didapat secara gratis melalui halaman web tubemate.net yang sayangnya memang tidak tersedia di pasar aplikasi resmi Google Play. Bagi yang emoh menginstalasi aplikasi dari luar pasar aplikasi resmi, kelak akan menjadi kendala besar.

“Ponsel Android Jaman Now sudah memiliki akses ke YouTube Offline, jadi buat apa install TubeMate lagi ?”
Tanya seorang kawan beberapa waktu lalu.

Meski sama-sama bisa diunduh dan disimpan pada ponsel dan bisa dimainkan kembali tanpa membutuhkan koneksi internet lagi, bedanya aplikasi TubeMate dengan YouTube Offline adalah file hasil unduhan bisa ditemukan pada storage ponsel, dan dibagikan atau share kembali ke ponsel atau media lainnya dalam bentuk video biasa, bukan sekedar link. Satu kelebihan yang jauh lebih baik bukan ?

Nah, di postingan kali ini ada [update] yang ingin saya tularkan lagi dari pembaharuan aplikasi TubeMate yang sudah mencapai versi 3.15. Dengan tambahan fitur dukungan, mampu mengunduh video favorit dari sejumlah akun SosMed.
FaceBook, InstaGram dan terakhir tentu saja Twitter.
Secara cepat dan mudah.
Bagaimana ?

Ya. Untuk aplikasi TubeMate versi 3.15 pihak pengembang sudah menanamkan kemampuan pengunduhan dari akun SosMed Twitter dimana hingga bulan lalu saat saya masih berusaha mencobanya, video hanya bisa diunduh dari layar pc/laptop menggunakan mobile Twitter dari jendela Browser. Sementara kemampuan pengunduhan dari akun SosMed FaceBook dan InstaGram sudah tertanam pada versi 3.0 sebelumnya.

Ini jelas menarik mengingat banyaknya Joke Retjeh di akun Twitter yang tidak kalah uniknya dengan InstaGram maupun FaceBook. Macam video Joged boneka Oppo yang dimodif musiknya menjadi themesong Pokemon, cukup menarik perhatian anak-anak hingga video kompilasi ucapan singkat seorang cewek yang dishare oleh akun @highendcircle. Cukup membuat saya senyum-senyum sendiri dengan hebatnya kemampuan si pembuat video menebak-nebak kata yang diucapkan. Kalian bisa menemukan tweetnya disini.

Caranya Gampang.
Buka aplikasi TubeMate, lalu arahkan halaman ke SosMed yang diinginkan, trus Login dengan akun yang dimiliki. Scroll ke video yang diinginkan dan buka videonya. Bakalan muncul tanda panah ke arah bawah dalam lingkaran merah, sebagai opsi unduh dalam berbagai pilihan resolusi layar. Berikan nama filenya, lalu Unduh.
File bisa ditemukan pada Internal Storage folder Video.
Mudah bukan ?

24 Jam Tanpa YouTube, Perayaan Nyepi di Bali

Category : tentang Buah Hati, tentang KeseHaRian, tentang Opini, tentang TeKnoLoGi

Kalian yang berdomisili dan liburan menikmati Nyepi di Bali, apa kabarnya hari ini ?
Sudah dapat main kemana saja sejak pagi ?

Ditinggal tidur siang sejam lamanya, akhirnya rencana Pemutusan Jaringan Internet di Bali, jadi juga dilaksanakan. Setidaknya pada jaringan yang kami gunakan sejauh ini di rumah. IndiHome.
Padahal sejak pagi tadi, koneksi masih aman lantjar djaja. Dipakai unduh majalah oke, dipake YouTube-an oleh anak-anak pun Nevermind. Aman…

Tapi apa kata Dunia saat bangun dari tidur pasca menenggak dua gelas Tuak usai olah raga tadi, Internet mendadak hilang dan jaringan dua arah berganti menjadi tanda seru ?
Biarkan saja. Selow…

Toh juga anak-anak, pangsa pasar pengguna utama halaman YouTube di gawai mereka masing-masing, sudah diinfokan dari jauh-jauh hari sebelumnya.
Bahwa Pak YouTube pada Hari Raya Nyepi besok gak bakalan bisa dipake, karena Internetnya Capek.
Done. Selesai sudah.
Mereka paham, dan nggak ada rewel sejak pagi tadi hanya karena ndak bisa menonton video Upin Ipin, Doraemon atau Banjir Air Mata-nya Fun Cican.
Lebih memilih menikmati puluhan koleksi video serupa yang sudah diunduh sebelumnya.
Anak-anak dan ketergantungan mereka pada YouTube, gawai juga koneksi internet adalah satu hal yang mengkhawatirkan sejumlah kawan netizen penghuni dunia maya saat agenda pemutusan internet selama pelaksaan Hari Raya Nyepi diberlakukan di Bali.

Sebagai gantinya, mereka asyik bermain boneka sejak pagi, bermain andai-andai di sejumlah tempat sekitaran rumah, hingga berlagak bermain dengkleng padahal saya yakin mereka tak paham sama sekali bagaimana cara bermainnya.
Sungguh menarik dunia anak-anak sesungguhnya.

24 Jam tanpa akses ke halaman YouTube hari ini.

Dinikmati saja, toh hanya sehari ini.

Bersua ‘Nic & Mar’

Category : tentang Opini

Kisah pertemuan dua insan yang telah berstatus mantan, dengan ‘terpaksa’ terjalin kembali di Eropa Paris, berkat Line.
Sounds familiar ?

Kisah serupa pernah digulirkan tahun 2014 lalu menyambung epic lama di blantika film remaja Indonesia. Salah satu aktor yang terlibat masih sama dengan kedua kisah diatas. Nicholas Saputra.

Pemeran tokoh Gie yang sampai sekarang masih saya sukai penampilannya ini, melalui debut awal tahun 2002an lalu lewat ‘Ada Apa Dengan Cinta’ yang beradu akting dengan aktris beken Dian Sastro.
Cerita ini kemudian berlanjut dua belas tahun kemudian dalam bentuk mini drama besutan Line, aplikasi mobile messenger yang mengandalkan nomor ponsel macam Whatsapp, bukan PIN macam BBM. Namun didalamnya memiliki fitur pencarian berdasarkan Nama pengguna sehingga dimungkinkan untuk menemukan dan berbicara dengan seseorang, mantan sekalipun.
Selama lawan bicara menggunakan aplikasi yang sama.
Yang sayangnya, bagi pengguna yang pernah menggunakan Line lalu berstatus mantan karena tidak lagi menggunakan Line, daftar nama yang bersangkutan tetap muncul dalam pencarian, namun tidak akan mendapatkan respon apa-apa ketika dikontak melalui jalur aplikasi yang sama. Kasian banget bagi yang berharap banyak. *he-em

Balik pada kisah ‘Nic & Mar’, saya menemukannya secara tidak sengaja di halaman berbagi video, YouTube pertengahan Maret lalu. Inginnya sih mengunduh beberapa film Indonesia lama yang disajikan full durasi, tapi nyasarnya malah ke serial mini drama ini yang di-update setiap hari Kamis dan Jumat malam.

Nic & Mar PanDe Baik Line

Konsep jualannya mungkin mirip dengan kisah mini drama ‘Ada Apa Dengan Cinta’ yang dirilis tahun 2014 lalu, atau kisah ‘Malam Minggu Miko’ nya Raditya Dika yang memang hanya edar dalam versi YouTube, namun bisa dikatakan alur cerita, permainan musik latar dan pengambilan gambarnya, sesuai dengan harapan banyak penggemar film Indonesia yang sudah familiar dengan sosok Nicholas Saputra.

Adapun lawan main Nicholas Saputra yang berperan sebagai Nic dalam kisah ini adalah Mariana Renata yang berperan sebagai Mar.

Kisah ini dimulai dari perjalanan Nic di Paris yang kebingungan mencari referensi terkait kota yang ia kunjungi, dengan bertanya pada kawan dalam group Line. Salah satu alternatif solusi yang ditawarkan adalah menjumpai Mar, sang mantan kekasih yang telah sepuluh tahunan berpisah dan secara kebetulan bekerja di Paris. Pertemuan yang dijalani sebagai teman lama ini kemudian berkembang lagi menjadi satu hubungan yang berbeda dari sebelumnya.

Nic & Mar PanDe Baik Line 1

Hingga malam ini, ada empat episode yang bisa dinikmati dari cerita ‘Nic & Mar’ melalui channel Line Indonesia di halaman YouTube. Ditambah dua video musik yang melatarbelakangi kisah dengan tajuk ‘Far Away’ dan ‘When You Are Near’, sangat cocok dinikmati bagi kalian yang sudah mulai gerah dengan kehadiran Shitnetron dan sejenisnya di layar televisi.
agar bisa menontonnya secara berulang, saran saya video diatas bisa diunduh dengan menggunakan aplikasi TubeMate pada ponsel Android atau YouTube Downloader pada perangkat PC.

Saya yakin kalian bakal menyukai dan menunggu episode kelanjutan dari kisah ‘Nic & Mar’ ini, yang tentu bisa dikunjungi lagi Jumat malam nanti. Apalagi kisah ini diturunkan hanya dalam durasi yang singkat. Sekitar 6-7 menitan setiap episodenya.

Penasaran ? Mampir aja di halaman Line Indonesia, playlist ‘Nic & Mar’.

Empat Video Van Der Spek Menampar Bali

1

Category : tentang InSPiRasi, tentang KeseHaRian

Menarik, Sangat Menarik tentu saja…

Menyaksikan satu persatu dari empat video tentang praktek Penipuan di Bali yang direkam secara diam-diam oleh Van Der Spek, seorang turis dari Belanda yang berprofesi sebagai Wartawan/Jurnalis sebuah media di negaranya, cukup membuat miris dada akan perilaku orang Bali yang tak lagi dikenal jujur dan ramah pada wisatawan. Semua hanyalah sebuah kamuflase yang dibalut oleh keserakahan akan uang.

Ya, uang kini sudah bagaikan Dewa dan menjadi segalanya…

Padahal jikapun diperhatikan jauh lebih dalam, rasanya Orang Bali pelan tapi pasti seakan sudah mulai melupakan ajaran agama yang sejak kecil ia baca, pelajari dan lakukan. Misalkan saja Tri Kaya Parisudha, Berpikir, Berkata dan Berbuat yang Baik…

Dengan bukti yang kini sudah dapat dilihat secara luas, apakah perilaku Orang Bali (meski hanya oknum, namun siapa peduli ?) sudah jauh dari keyakinan akan Karma Phala ?

Sangat disayangkan tentu saja, apabila praktek-praktek baik penilangan polisi atau pemeriksaan cukai yang berujung damai dengan uang yang dinikmati untuk kepentingan pribadi, atau penukaran uang yang dipenuhi praktek kecurangan plus iming-iming hadiah padahal itu sudah diatur sebelumnya ?

Entah harus berkata apa jika sudah terdokumentasi begini…

Video Van Der Spek Bali

Namun salute untuk si turis Belanda… Meskipun pada kenyataannya begitu banyak pula perilaku turis yang tidak sopan saat beraktifitas di Bali, setidaknya empat video ini (bisa jadi mungkin lebih) bisa mengingatkan kita bahwa di jaman teknologi modern dimana lensa kamera tak lagi hanya berada dalam perangkat dimaksud atau dibadan ponsel, semua aktifitas yang kita lakukan mampu terekam dengan baik, disengaja ataupun tidak. Tapi apabila yang namanya etos kerja, prinsip menghormati dll tetap dijunjung oleh semua kalangan pekerja swasta maupun negeri dimanapun mereka berada, saya yakin gag bakalan ada yang seperti ini, meski satu dua bisa saja bernasib apes saat mencoba mempraktekkannya.

Ngomong-ngomong, dengan adanya bukti otentik seperti ini apakah pihak terkait yang merasa tertampar tidak akan melakukan perubahan baik sistem maupun mental oknumnya ? Inilah yang patut dipertanyakan kali ini.

Misalkan saja seperti penilangan polisi yang berujung damai, apakah tidak ada cara lain yang lebih memudahkan masyarakat yang melanggar aturan lalu lintas melakukan proses yang aman, tanpa pemborosan waktu, biaya dan tenaga ?

Saat kami diskusi dengan kawan-kawan seruangan kantor, ada banyak ide yang disampaikan terkait ini. Memperbanyak sosialisasi proses pengurusan tilang dimana kabarnya ada yang bisa dibayarkan lewat atm, sehingga yang bersangkutan tak perlu lagi repot ke pengadilan ? Entah dicetak besar, lalu ditempelkan di masing-masing pos polisi ? Atau pembayaran melalui pemotongan pulsa, mengingat kini ponsel rata”sudah dipegang oleh masyarakat hingga menengah ke bawah ?

Demikian halnya aksi Money Changer yang saya yakin, saya pun pernah menjadi korban saat melakukan penukaran mata uang dollar beberapa waktu lalu. Dan kini, video milik Van Der Spek telah membukakan mata akan pentingnya memeriksa kembali sekian banyak lembaran uang yang ditukar, langsung ditempat itu juga…

Semua hal yang dahulunya punya peluang untuk melakukan praktek kecurangan, saya yakin ada cara yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang kini semakin berkembang, meski yang namanya otak manusia tetap saja mencari celah bagaimana agar praktek tersebut bisa kembali dilakukan.

Kini saya masih berharap, akan ada video dari Van Der Spek yang kelima, enam, tujuh dan seterusnya, apakah itu mengungkap praktek pungli di birokrasi pemerintahan terkait pengajuan ijin, pembayaran pajak atau bahkan yang ada kaitannya dengan pengadaan barang jasa…

*colek LPSE dan ULP Badung *uhuk

Annoying Orange, Jeruk Oranye yang menjengkelkan

Category : tentang TeKnoLoGi

“Hey Apple… Hey Apple…Teenage Mutant Ninja Apple…”

Sapaan khas si wajah jeruk disertai tawa bernada mengejek menjadi hal yang biasa ditemui dalam setiap aksi komedi dengan aktor dan aktrisnya yang berbentuk buah-buahan. Mengambil durasi rata-rata yang hanya sepanjang 3 (tiga) menitan, aksinya hampir selalu mengakhiri adegan dengan kelakuan ‘sadis’ sang koki yang mengiriskan pisaunya setelah adanya peringatan dari sang aktor utama. ‘Knife…

Bagi yang hobi memantau portal penyedia video dunia maya YouTube,  saya yakin pasti pernah mengenal wajah oranye si buah jeruk ‘Orange’ yang hanya berhiaskan dua mata dan mulut saja. Annoying Orange merupakan video seri komedi yang mapan melalui dunia maya dibawah tempaan YouTube. Sang penciptanya Dane Boedighimer untuk pertama kali menayangkan si Orange Oranye ini sekitar 9 Oktober 2009. Saking banyaknya yang menonton Video rilisan Dane, kabarnya si Annoying Orange ini dalam waktu dekat bakalan dibuatkan dalam bentuk Serial Televisi.

Dari 49 (empat puluh sembilan) video yang saya unduh milik si Oranye, Lima yang kemudian menjadi favorit dan layak rekomendasi untuk dicoba untuk ditonton, adalah aksi mengejek si Apel Merah, aksi menyapa Apel Hijau dengan sebutan ‘Teenage Mutant Ninja Apple’, aksi telepon berantai para buah yang menyapa dengan kata ‘Whazzup, saat bersua buah Pear yang diplesetkan menjadi Bear (Beruang) ‘don’t eat meeee…’ atau kisah si Orange yang mendadak lupa ingatan gara-gara terbentur buah lain. Hehehe…

Orange Oranye dalam setiap penampilannya selalu didampingi oleh sobat akrabnya buah Pear. Selain si Apel Merah, beberapa jenis buah yang ikut terlibat dalam penampilan singkat sang jeruk diantaranya Apel Hijau, Pisang, Melon, Kiwi, Marshmallow, Markisa, Jeruk Nipis, Cabai bahkan Keju dan Pasta. Selain itu beberapa aksi si Jeruk yang menjengkelkan ini ada juga yang mengambil tema tertentu seperti edisi PacMan, Transformer atau si pembunuh horror Saw. Tentu semuanya ditampilkan dalam bentuk Joke atau Lelucon yang barangkali hanya beberapa orang saja paham akan maksudnya.

Selain mengejek dan mengata-ngatai buah lain, Orange kerap memplesetkan nama si buah seenaknya. Seperti Plumpkin untuk si Labu misalkan. Atau malah bersendawa dan membuat nada suara dengan lidah yang yakin banget bisa membuat orang (termasuk saya) cekikikan dan tertawa tertahan.

Meskipun Pisau kerap menjadi akhir dari setiap episode Annoying Orange, tidak menutup aksi memblender lawan main atau bahkan memasaknya menjadi Pie Apel menjadi selingan yang tak kalah serunya.

Aksi Annoying Orange ini bisa dikatakan mampu membuat hari-hari melelahkan akan rutinitas pekerjaan sedikit terobati. Apalagi ketika mulai terbiasa dengan peringatan ‘Knife yang dilontarkan sesaat sebelum adegan ditutup, serasa jadi pengen dan pengen lagi menonton yang lainnya.

Bagi yang penasaran ingin mengetahui apa dan bagaimana cerita si Annoying Orange ini, cari di portal video YouTube saja yah.

Berbagi Dokumentasi Video MiRah GayatriDewi

Category : tentang Buah Hati

Iseng mengunggah Video MiRah GayatriDewi menari saat Hari Raya Galungan, 6 Juli 2011 lalu dengan menggunakan ponsel Samsung Galaxy ACE S5830 Android, XL Unlimited ke portal berbagi Video YouTube rupanya membutuhkan waktu 15 Menit untuk durasi sepanjang 1.01 menit dan ukuran file 5,78 MB. Lumayan Cepat saya kira.

Video yang menyajikan aksi spontanitas MiRah GayatriDewi untuk merentangkan tangannya menari, malam sebelum persembahyangan dimulai menjadikannya video yang ke-34 yang berhasil di-Unggah selama setahun terakhir ini. Tidak banyak memang, namun masing-masing Dokumentasi Video merupakan yang terbaik yang pernah saya miliki.

Ingin tahu Video apa saja yang dibintangi Gadis kecil kelahiran 18 Maret 2008 ini ? berikut daftarnya.

  1. Video Pertama MiRah GayatriDewi (18 Maret 2008)
  2. Ulang Tahun ke-2 MiRah GayatriDewi (18 Maret 2010)
  3. MiRah GayatriDewi di RS Sanglah (26 September 2008)
  4. MiRah GayatriDewi di RS Sanglah (27 September 2008)
  5. MiRah GayatriDewi bersembahyang Manis Galungan (2010)
  6. MiRah GayatriDewi Bersepeda (1)
  7. MiRah GayatriDewi Bersepeda (2)
  8. MiRah GayatriDewi Bersepeda BerTiGa (1)
  9. MiRah GayatriDewi Bersepeda BerTiGa (2)
  10. MiRah GayatriDewi bermain HP (1)
  11. MiRah GayatriDewi bermain HP (2)
  12. MiRah GayatriDewi bermain HP (3)
  13. MiRah GayatriDewi bermain HP (4)
  14. MiRah GayatriDewi bermain HP (5)
  15. MiRah GayatriDewi bermain HP (6)
  16. MiRah GayatriDewi bermain HP (7)
  17. MiRah GayatriDewi bermain HP (8)
  18. MiRah GayatriDewi bermain di Banjar
  19. MiRah GayatriDewi bermain di Mini Market Karya Sari
  20. MiRah GayatriDewi bermain di Teras
  21. MiRah GayatriDewi bermain di ALun-ALun
  22. MiRah GayatriDewi menyanyi Don Dap Dape
  23. MiRah GayatriDewi bermain Ulang Tahun bersama MeLa dan Bagas
  24. MiRah GayatriDewi bermain Kereta Api
  25. MiRah GayatriDewi bermain GiTaR
  26. MiRah GayatriDewi Menari
  27. MiRah GayatriDewi di Pantai (1)
  28. MiRah GayatriDewi di Pantai (2)
  29. MiRah GayatriDewi BeNGonG
  30. MiRah GayatriDewi Ma’em Sendiri
  31. MiRah GayatriDewi BerHitung
  32. MiRah GayatriDewi MeNyapu Halaman
  33. PiDato Pertama MiRah Gayatri Dewi (1 Juni 2011)
  34. MiRah GayatriDewi Menari @Galungan 2011
  35. MiRah GayatriDewi menyanyikan ‘Bintang Kecil’ @ULtah GusMantra, KFC Gatsu :

White Zombie the Astro-Creep:2010

1

Category : tentang InSPiRasi

Jujur, saya pribadi heran dengan selera musik masa muda dahulu. Gak jauh dari yang namanya musik metal namun masih dalam batas nyaman didengar oleh telinga dan minimal mampu saya pahami kata-katanya. Menyoal ‘batas nyaman’ memang saya yakin sangat relatif bagi sebagian besar penyuka musik negeri ini. Tentu berbeda satu dengan lainnya.

Feed The Gods merupakan karya pertama yang saya dengar, kalo tidak salah ingat lagu ini terdapat dalam album ost soundtrack film musikal ‘AirHeads’ yang dibintangi Brendan Fraser dan Adam Sandler. Album soundtrack itu sendiri saya dapat secara tidak sengaja dalam rangka melanjutkan hobi yang pernah dilakukan semenjak sekolah tingkat pertama, mengoleksi album soundtrack film.

Percaya atau tidak, karya kedua dan ketiga White Zombie yang saya koleksi pun asalnya masih dari album soundtrack film. Ratfinks, Suicide Tanks and Cannibal Girls dari album soundtrack film Beavis and Butthead Do Amerika sedang Super Charger Heaven dari album soundtrack film Judge Dreed yang dibintangi oleh si gaek Silvester Stallone.

White Zombie, terus terang saja tidak pernah saya ketahui siapa yang berada dibalik nama grup band metal tersebut. Demikian pula nama alirannya. Bisa jadi lantaran saat itu masih sangat minim informasi yang didapat dari satu-satunya majalah musik, Hai. Baru pada jaman teknologi informasi inilah, saya bisa mendapatkan semuanya sekaligus. Sekaligus ?

Yap. Dari nama personil, aliran, album, mp3 hingga music video originalnya pun bisa saya dapatkan dengan mudah. Apalagi kalo bukan atas bantuan YouTube. Ya, dari portal video inilah saya kemudian bisa mendapatkan satu persatu video musik versi originalnya.  Electric Head pt.1, Grease Pain and Monkey Brains, Grindhouse, I Zombie, More Human Than Human dan tentu saja Super Charger Heaven.

Sebagian besar judul video musik diatas berasal dari satu album yang kemudian menjadi satu-satunya album (dalam bentuk kaset) yang saya koleksi. Astro-Creep:2000. Song of Love, destruction and other synthetic delusions of the Electric Head.

Kabar terakhir yang saya dengar dari grup White Zombie ini adalah Rob Zombie sang vokalis, banting setir menjadi sutradara film horor yang kemudian malah tidak mencetak keuntungan sama sekali. Jeblok dipasaran. Well, gak selamanya seorang superstar di bidang musik, bisa gemilang juga dibidang lain.

Berselang sepuluh tahunan lebih, album Astro-Creep:2000 masih tetap menjadi album yang saya sukai. Demikian pula dengan video musik originalnya yang tetap setia menemani malam saya disela beraktifitas.

Punk Senior the Offspring

3

Category : tentang InSPiRasi

Berbeda dengan White Zombie, grup musik punk yang besar mendahului Green Day ini sangat familiar saya dengar kiprahnya semasa muda. Bryan ‘Dexter’ Holland dan Greg K sedikit beruntung lantaran (lagi-lagi) satu-satunya majalah musik Hai kerap menurunkan tulisan terkait the Offspring bahkan dalam bentuk satu kemasan spesial HaiKlip Punk.

Saya masih ingat, video klip musik yang pertama kali ditampilkan di layar tipi adalah Come Out and Play. Kalo gak salah secara rutin stasiun TVRI menayangkan video klip ini sesaat sebelum Dunia Dalam Berita pukul 10 Wita malam. Maka jadilah saya menjadi pecinta berat TVRI saat itu khusus pada jam tersebut saja.

Smash merupakan album mereka yang pertama saya miliki. Didalamnya masih ada Self Esteem dan Bad Habbit yang gak kalah garang untung disandingkan dengan karya grup band metal masa kini. Album bergambar rangka tengkorak manusia ini menjadi album pembuka menuju album lain yang kemudian rajin saya koleksi.

Menonton tayangan spesial di sebuah layar stasiun televisi swasta rupanya membuat saya makin tergila-gila dengan the Offspring, apalagi ketika menyaksikan versi Live Concert mereka yang kedapatan menyajikan tayangan Headbanging. Sebuah aksi ‘cuci rambut’ yang kemudian kerap saya lakukan setiap kali menonton konser musik metal di seantero Kota Denpasar. Waduh !

The Offspring makin saya gemari hingga masa kuliah dan bekerja. Kalo gak salah musiknya juga makin oke. Album Ixnay On The Hombre merupakan salah satu album yang terkeras yang saya pernah dengar. Kalo kurang yakin dengan pendapat saya, coba dengarkan salah satu track mereka, Mota.

Baru pada album Americana, musik mereka mulai familiar terdengar bagi sebagian besar penyuka musik lainnya. Beberapa tembang macam Pretty Fly (for a White Guy), Why Don’t You Get a Job sampe the Kids Aren’t Allright merupakan bukti dari semua itu.

Lama kemudian saya gak mengikuti perkembangan mereka, sampe ngerasa surprise ketika melihat wajah sang drummer yang begitu familiar Adam ‘Atom’ Willard malah menghiasi barisan personel AVA, Angels and the Airwaves.

Beruntung, YouTube rupanya menyadari kekangenan saya akan video klip musik ‘Come Out and Play’ yang fenomenal itu. Bahkan tidak hanya itu, beberapa video klip musik dari album-album yang pernah saya kenalpun ada disitu. Sungguh ini satu berkah yang tiada terkira. Hidup dan ikut berkembang dalam era kemajuan teknologi informasi rupanya sangat memudahkan segalanya.

The Offspring sebuah band punk Senior.

Mengagumi VelVet ReVoLVeR Mengenang Guns N Roses

2

Category : tentang InSPiRasi

Siapa sih yang gag kenal lengkingan gitar milik SLash pada tembang Sweet Child O’mine ? atau siulan lembut yang mengantarkan tembang Patience di jaman itu ? juga aransemen ulang sebuah karya lama milik Bob Dylan ‘Knockin’on Heavens Door ?

Saya yakin, bagi mereka yang melewatkan masa remajanya di era tahun 1990-an gag bakalan asing dengan nama besar Guns N Roses. Sebuah grup band beraliran rock yang sempat dinobatkan sebagai The Most Dangerous Band in the World lantaran dalam setiap aksi mereka kerap diwarnai dengan kericuhan dan kontroversi.

Sayangnya nama besar mereka kini malah sudah terdengar nyaring lagi, tenggelam dalam ego sang vokalis AXL Rose yang ditinggal pergi rekan sesama personel band satu persatu. Setelah mendepak sang drummer Steven AdLer, hengkangnya Izzy disusul Duff Mc.Kagan, SLash dan Matt Sorum, Guns N Roses bagai kehilangan nyawanya. Kabar paling fenomenal terakhir yang saya dengar adalah ketika grup ini tampil dalam pegelaran akbar Rock in Rio awal tahun 2000-an lalu. Apalagi kalo bukan penampilan pertama mereka bersama sekumpulan personil baru yang (jujur saja, secara pendapat saya pribadi sih) gag bisa menyamai apalagi melampaui kharisma mereka terdahulu.

Satu dekade pun terlewatkan, satu persatu karya mereka dalam empat album pertama, Appetite For Destruction, Lies, Use Your Illusions I-II dan Spaghetti Incident masih suka saya dengarkan. Terkadang tersirat rasa kangen menyaksikan penampilan mereka terdahulu masih dalam format awal. Bisa dikatakan, impian saya tersebut sangat mustahil bisa terwujud.

Berkat inisiatif tiga nama besar mantan personil inti Guns N Roses, SLash, Duff Mc.Kagan dan Matt Sorum yang kemudian berusaha membentuk kembali impian sekian banyak penggemar musik mereka bersama Dave Kushner dari band punk Wasted Youth dan Scott Weiland dari Stone Temple Pilots, dalam sebuah wadah bertajuk VelVet ReVoLVeR. Band yang dilahirkan pada tahun 2004 ini bisa jadi merupakan kelanjutan dari jam session dua diantara tiga nama tadi saat masih bersama Neurotic Outsiders yang digawangi pula oleh Steve Jones-nya Sex Pistols dan John Taylor-nya Duran-Duran.

VelVet ReVoLVeR sempat melahirkan beberapa karya apik seperti SLither yang mengantarkan mereka sebagai salah satu pemenang Grammy Award 2005 dan juga Come On Come In yang sempat menjadi salah satu list soundtrack film Fantastic Four. Saya pribadi mendapatkan beberapa musik videonya dari portal ternama YouTube, salah satunya menyajikan tembang lama milik Guns N Roses, Patience.

Tampaknya kekangenan saya sudah mulai sedikit terobati ketika saya mendapati live concert mereka dari portal video yang sama, membawakan beberapa reportoar lama milik band besar Guns N Roses seperti it’s so Easy, Mr. BrownStone dan lainnya. Sayangnya, tahun 2008, pasca VelVet ReVoLVeR merilis album kedua mereka Libertad, harus merelakan sang vokalis Scott Weiland kembali pulang pada kampung halamannya di Stone Temple Pilots.

Kabarnya kini, sang bassist Duff Mc.Kagan sedang mengerjakan side project bersama Loaded, SLash asyik dengan solo albumnya dan Matt Sorum sedang menjalani Tour bersama MotorHead.

Berburu Video Musik lawas via YouTube

9

Category : tentang KeseHaRian

Kemajuan Teknologi bak pisau bermata dua. Sama-sama tajam, bergantung dari sisi mana orang menggunakannya. Seperti halnya FaceBook, disatu sisi sebagian orang yang mengatasnamakan agama menganggapnya haram untuk diakses, disisi lain orang banyak memetik manfaat sebagai sarana berbagi dan berteman. Demikian pula dengan YouTube.

Portal video terbesar ini sebenarnya jika dilihat dari sisi positif, dapat digunakan untuk berbagi kisah bagi sanak saudara yang berada jauh ribuan kilometer diseberang benua. Video MiRah GayatriDewi putri kami misalnya. Jika dicari dengan menggunakan kata kunci namanya, tak kurang dari 30-an video dapat dilihat dan ditonton untuk mengetahui tumbuh kembangnya sedari lahir hingga usia dua setengah tahun ini. Tak percaya ? coba saja. :p

Saya pribadi sejak mengenal koneksi StarOne Unlimited, sepuasnya tanpa kuota dan penurunan kecepatan, lebih banyak menghabiskan jatah hanya untuk mengunduh music videos ketimbang menontonnya langsung. Ini lantaran dari segi kecepatan koneksi yang saya gunakan tidak mampu melakukan streaming (proses menjalankan video) tanpa jeda seperti halnya Telkomsel Flash, Speedy ataupun Smart. Itu sebabnya rata-rata volume data yang saya habiskan setiap bulannya selalu diatas angka 4,5 GB.

Jika dahulu saya pernah menuliskan beberapa video musik yang saya unduh melalui portal YouTube yaitu System of a Down, Sepultura dan animasi Pixar, kali ini saya bergerak lebih jauh lagi pada musisi atau group band ternama yang beken di era tahun 80 dan 90-an. Guns N Roses, Metallica, Queen, Rolling Stones, Velvet Revolver, Phil Collins, Rancid, Sex Pistols, Oasis, Kiss hingga yang berbau lokal seperti God Bless, KLa Project dan tentu saja Iwan Fals. Kelak, hasil pengunduhan inipun akan saya kisahkan dalam blog ini pula, untuk mengingat bahwa mereka pernah memberikan warna tersendiri pada dunia musik.

Untuk dapat mengunduhnya dengan baik, dibutuhkan aplikasi tambahan seperti YouTube Downloader yang dipadukan dengan Internet Download Manager untuk menambah kecepatan pengunduhan. Hasilnya lumayan. Setelah format file yang didapat diubah menjadi format mpg atau mpeg ataupun dat, format standar sebuah file vcd, semua video musik itu saya kumpulkan dalam sebuah keping dvd yang mampu menampung sekitar 200-an file video. Untuk kemudian ditonton di layar televisi sebagai teman berdendang saat senggang. Hehehe…

Meskipun YouTube lebih kerap dikatakan dan dikenal sebagai portal video porno yang tak layak ditonton oleh kalangan remaja dan anak-anak, seperti yang saya katakan diatas, kembali lagi pada tujuan orang mengaksesnya. Jika sejauh ini YouTube malah mampu membawa saya kemasa lalu, saat dimana kami begitu bahagia dengan hari-hari yang kami lewati, kenapa tidak ?

Gunakanlah YouTube dan seisi dunia maya lainnya dengan bijak.

Will it Blend ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada beragam cara yang dilakukan oleh pihak marketing untuk memasarkan atau mempromosikan sebuah produk demi menarik perhatian calon konsumennya. Entah itu untuk membuktikan kualitas produk, estetika ataupun fungsionalnya. Belakangan cara-cara promosi yang dilakukan sudah jauh lebih modern atau malahan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yaitu dunia maya.

Will it Blend ? merupakan salah satu contoh yang paling ekstrem (dalam arti positif) demi mempromosikan produk blender melalui dunia maya. Saya katakan demikian, karena cara promosi yang dilakukan sama sekali tidak berupa spam email (yang biasanya menawarkan sejumlah besar investasi atau produk viagra dan sejenisnya) ataupun menulis spam comment pada halaman orang (blog, facebook dan sejenisnya).

Adalah Tom Dickson pendiri Blendtec mencoba memanfaatkan salah satu portal penyedia video terbesar YouTube (satu-satunya media yang digunakan) untuk memasarkan produk blender yang ia ciptakan. Dimulai dari 30 Oktober 2006, Tom merekam proses pem-blederan yang menggunakan produk yang dipasarkan dan mengunggahnya agar bisa dinikmati oleh jutaan orang dari seluruh dunia.

Yang membuatnya ekstrem adalah bahan yang nantinya akan di-blender atau dihancurkan bukanlah buah, sayur ataupun es batu seperti yang kerap dilakukan namun benda-benda aneh, baik yang ia pikirkan dan miliki ataupun kelak yang konsumen miliki dan inginkan. Terakhir yang saya ketahui adalah iPhone 4.

iPhone 4 merupakan ponsel buatan Apple yang kabarnya memiliki segudang kelebihan dibandingkan pendahulunya dengan satu kesalahan fatal terkait antena dan penurunan sinyal. Ponsel ini yang kemudian menjadi sasaran Tom Dickson untuk diblender dengan menggunakan produk miliknya.

Beberapa Rekam jejak yang pernah dilakoninya menurut catatan Wikipedia adalah kartu kredit, kaset tape, make up, pena, laser pointer, sepatu Nike, kelereng, bola golf, iPod, iPhone 3G, Vuvuzela (familiar ?) bahkan FaceBook. Untuk yang terakhir ini memang beneran ‘FaceBook’ atau buku yang ditempelkan wajah-wajah orang termasuk wajah Tom Dickson tentu saja.

Saya sendiri baru mengetahui Will it Blend ? setelah berburu beberapa video terkini terkait keberadaan iPhone 4 official video. Ada rasa heran ketika Tom memulai aksinya dalam menghancurkan satu persatu benda yang sangat familiar dengan pekerjaan maupun style gaya hidup seseorang, dan terlepas dari semua ke-ekstreman cara marketing yang dilakukan, saya salut dengan ketahanan, kekuatan penghancuran dan kualitas dari blender yang dipromosikan tersebut. Kira-kira apa lagi ya yang bakalan diblender ?