Berburu Ponsel Android Best Buy Level Pemula

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Mumpung hasrat nulis lagi seger, setelah mendapat libur beberapa hari akhir pekan lalu, minggu ini saya turunkan tiga tulisan sekaligus yang menyasar pada perburuan ponsel Android di tiga level pemakai, Pemula, Menengah dan papan Atas. Mengingat bulan ini beberapa veendor sepertinya sudah melepas para jagoan mereka untuk bersanding satu sama lain memperebutkan kue penjualan di akhir tahun 2013.

Untuk Tulisan Pertama, saya turun di level Pemula terlebih dulu.

Pada level Pemula, persoalan harga saya pilah antara sejutaan hingga satu setengah juta rupiah. Di level ini biasanya para vendor terutamanya branded, menurunkan beberapa rilis versi murah milik mereka, dimana spesifikasi yang diandalkan masih mengadopsi besaran prosesor 800 MHz, 512 MB RAM dan 4 GB Internal Storage. Kalopun ada yang masih berada di bawah spek tersebut, mending segera singkirkan dari daftar deh.

Pilihan pertama dari Samsung sang pemimpin pasar, bisa diwakilkan oleh Samsung Galaxy Young seri S6310 yang dibanderol sekitar 1,2 juta. Kemampuannya termasuk lebih dari standar speek seperti yang saya sebut diatas tadi. Yaitu prosesor 1 GHz, 768 MB RAM. Sisanya, tergolong sama, pun demikian halnya dengan besaran dan resolusi layar.

Pilihan kedua yang bisa dilirik adalah Sony Xperia E yang mengadopsi kecepatan prosesor 1 GHz dan 512 MB RAM. Sedikit kelebihan yang bisa diandalkan oleh Sony pada seri ini adalah besaran daya batere 1.500 mAh, lumayan tahan untuk seharian, kurang tapi, serta dukungan kamera yang memang dikenal dengan fiturnya yang oke.

Sedang terakhir, pilihan berasal dari LG Optimus L3 II, dengan kekuatan yang setara perangkat milik Sony namun lebih terjangkau seperti halnya Samsung. Satu-satunya kelebihan yang dimiliki adalah adanya opsi dukungan Dual Sim yang berselisih harga sekitar 100ribuan dengan versi single.

Sebagai pilihan alternatif di rentang ini, terdapat nama dari vendor lokal seperti Lenovo A800 dan Acer Liquid Z120 dengan spesifikasi dan harga setara LG.

Lantas bagaimana dengan nama besar HTC ? sebagaimana yang diketahui sebelumnya, sangat jarang bisa ditemukan perangkat HTC yang diluncurkan dengan harga murah sejutaan, meski menyasar pangsa pasar level Pemula. Jadi untuk yang satu ini, boleh diabaikan, kecuali kalo mau berburu second hand yang rata-rata berasal dari generasi pendahulu.

Samsung Galaxy Pocket, Android Murah Fitur Menengah

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Pasca meraup penjualan terbesar dari perangkat ponsel berbasis Android, tampaknya Samsung seakan ingin menancapkan kukunya semakin dalam dikalangan entry level, pengguna Android tingkat Pemula dengan meluncurkan Galaxy series GT-S5300 aka Pocket.
Mengandalkan perwajahan dan dimensi perangkat yang tidak jauh berbeda dengan sidekicknya Samsung Galaxy Y, Pocket rupanya tampil dengan dimensi layar yang sedikit lebih kecil, sekitar 2,8 inchi 240×320 pixel dengan tingkat kedalaman 262 K Warna. Hal yang patut disayangkan sebenarnya, namun mengingat ini merupakan kebiasaan Samsung di level Pemula barangkali hanya perlu dimaklumi saja.

Hal lain yang masih mengadopsi fitur setara diantaranya besaran kamera yang hanya sekitaran 2 Mega Pixel tanpa flash, perekaman video kualitas QVGA, jangkauan jaringan yang sudah mendukung 3,5 G HSDPA dan koneksi wireless plus Bluetooth 3.0. Demikian halnya dengan kemampuan untuk mengubah fungsi ponsel menjadi perangkat wifi Hotspot tetap bisa dinikmati dengan baik.

Mengusung besaran prosesor yang setara 800 MHz Arm v6 dengan 289 MB Memory RAM rasanya sudah cukup bagi Droiders Pemula yang ingin menggunakan perangkatnya untuk melakukan pekerjaan secara Multitasking. Seandainyapun masih kurang gegas, tindakan Rooted masih bisa dilakukan dengan satu langkah mudah meski tidak disarankan oleh Samsung atas dasar menghanguskan garansi ponsel.

Untuk mendukung kebutuhan kantoran dan bisnis, telah disediakan aplikasi Document Viewer, kemampuan berkirim dan menerima email baik yang bersifat gratisan atau korporat, Agenda dan Calendar untuk pencatatan jadwal, pula voice recorder dan Memo untuk merekam kegiatan dalam bentuk audio dan data.

Satu-satunya fitur yang kemudian cukup menarik perhatian kami adalah ketersediaan Internal Storage sebesar 3 GB (1 GB User Memory), untuk menampung sejumlah instalasi aplikasi dan permainan tanpa khawatir kepenuhan lagi. Ini jelas jauh lebih baik dari perangkat Samsung sebelumnya, Galaxy Y dan Mini sekalipun. Ketersediaan ini masih pula didukung dengan adanya slot memorycard hingga 32 GB yang berada dibalik battery.

Dan ngomong-ngomong soal daya battery, dengan besaran kapasitas yang hanya 1.200 mAh kami rasa masih kurang untuk menunjang proses aktifitas pengguna selama seharian, meskipun bisa jadi dalam waktu dekat bakalan tersedia pula Battery non iriginal untuk menambah daya hingga dua kali lipatnya.

Dengan harga jual yang hanya sekitaran 1,150 juta, perangkat yang masih mengandalkan OS Android versi 2.3 GingerBread, Samsung Galaxy GT-S5300 aka Pocket tampaknya bisa jadi satu pilihan yang menarik bagi pengguna Android Pemula.

Samsung Galaxy Y, Android Murah untuk Pemula

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Anggapan bahwa harga yang harus ditebus untuk sebuah perangkat ponsel pintar barangkali sudah boleh dikikis sedikit demi sedikit. Pasalnya sejak kehadiran sistem operasi Android di kancah dunia telekomunikasi, pengguna atau konsumen tak lagi diharuskan merogoh kocek lebih dalam untuk bisa mencicipinya. Katakanlah Samsung Galaxy Mini atau LG Optimus Me. Dua seri ponsel global dari korea tersebut sejak awal pemunculan sudah ditawarkan dalam rentang yang cukup terjangkau, meski dari brand lokal banyak juga yang ditawarkan dengan harga miring. Namun ekspektasi konsumen akan ponsel murah yang biasanya berkualitas murahan membuat ponsel lokal lebih jarang dilirik sebagai pilihan.

Segmentasi Pemula adalah sasaran utama tentu. Untuk itu pula Samsung yang telah ternama lewat seri Galaxy mereka, kembali merilis Samsung Galaxy Y atau Young pada pertengahan Oktober lalu. Berdasarkan iklan yang dipajang pada sebuah medi cetak berskala Nasional, saat launching seri ini ditawarkan dengan harga 999.000 rupiah saja, khusus bagi para Pelajar yang menunjukkan kartu tanda pengenal mereka saat pembelian. Masuk bulan November, ponsel ini dijual dengan harga normal yaitu 1,2 juta. Sedikit lebih miring ketimbang dua ponsel yang disebut diatas tadi.

Lantaran berharga murah dan menyasar segmen pemula, beberapa fitur yang barangkali pernah ada dalam seri Galaxy sebelumnya dengan terpaksa dipangkas seoptimal mungkin. Salah satunya besutan kamera yang hanya 2 MP tanpa flash. Secara tampilan awalpun, Samsung Galaxy Y yang lebih mirip dengan seri Galaxy Ace diperkecil dan cenderung rounded, mengadopsi dimensi layar yang hanya 3” dan resolusi 240×320 pixel 256K. Membuat tingkat kenyamanan mata pengguna harus terbiasa dengan font atau tulisan yang sedikit bergerigi, mirip dengan tampilan Galaxy Mini. Demikian halnya dengan Cover belakang Galaxy Y yang bagi saya lebih mirip seri Champ ketimbang Galaxy yang cenderung elegan.

Meski demikian, dibandingkan seri Galaxy Mini, pengguna Samsung Galaxy Y bisa dikatakan jauh lebih beruntung mengingat tak hanya versi sistem operasinya saja yang sudah mengadopsi rilis terkini, GingerBread, pula kecepatan prosesor yang setara dengan Galaxy Ace, 832 MHz. Dibarengi pula dengan leluasanya memory Internal yang sudah mencapai 512 MB (bandingkan dengan Galaxy Ace yang hanya memberi ruang 180 MB) dan Memory RAM sebesar 256 MB.

Seorang kawan saat peluncuran Samsung Galaxy Y saya publikasikan di akun faceBook, sempat mencibir, “jangan-jangan pintarnya hanya kategori Juara Kampung”. Saya jawab, Jangan pernah membandingkan perangkat Pemula yang hanya dihargai sejutaan dengan perangkat dari vendor lain yang menyasar segmen menengah dengan harga tiga kali lipatnya, namun jika bisa sandingkanlah dengan segmen yang sama dengan harga yang tidak jauh berbeda pula. Jika sudah, maka lihatlah perbedaannya.

Dengan bekal segala kelebihan diatas, minimal seorang pengguna Android Pemula tak harus dipaksa merogoh kantong jauh lebih dalam jika hanya ingin berkenalan dengan sistem operasi yang kini sedang naik daun. Jikapun kemudian kecewa dengan keterbatasan, ya itu wajar mengingat harga yang ditebuskan sangat murah dibanding perangkat berfitur sekelasnya. Namun sekali lagi, dengan modal 1,2 juta, Pengguna sudah mampu menjajal ribuan aplikasi dan games yang ada di Android Market, menjelajah GPS dan Google Maps, menikmati asyiknya bermain games secara multitasking dan tentu jaringan HSDPA yang dapat mendukung komunikasi voice memanfaatkan layanan data.