Ikutan MaxiDay Yamaha for Karangasem

Category : tentang PLeSiran

Gak ada rencana jelas sebenarnya sedari awal, berhubung kesibukan kerja begitu menyita waktu hingga sore semingguan ini. Namun lantaran penasaran dengan jenis variasi yang biasanya nyantol di bodi bongsor XMax 250, satu hal yang lumrah dilihat dalam event semacam ini, ya iseng saja ikutan demi kepoin yang satu ini.

Maxi Day, kabarnya sih ini event pertama yang digelar di Bali oleh Yamaha lokalan, menggabungkan konsep touring pendek dari Kota Denpasar hingga Bali Zoo Gianyar, dengan gelaran society for Karangasem.
Diikuti oleh seribuan lebih peserta yang menggiring pengguna motor NMax, Aerox, XMax dan tentu saja satu dua keluarga TMax. Dalam berbagai macam warna dan variasi.
Nah ini yang paling menarik perhatian saya sejak awal tiba di gerai motor Yamaha Arundaya Gatsu Barat.

Mengikuti gelaran semacam ini menjadikan prosesi tour beriringan di sepanjang jalan menuju BaliZoo, merupakan pengalaman pertama saya selama memiliki motor Yamaha.
Keriuhan sirene, klakson baik yang berasal dari rombongan maupun lawan di jalan, cukup membuat saya was-was lantaran menduga ini semua bakalan jadi trending topic di sosial media dalam 1-2 hari ke depan.
Ya bagaimana tidak ?
Rombongan peserta yang dibagi 2 baris berbanjar, seakan berupaya menghentikan waktu pengendara motor dan mobil yang dilaluinya. Semua dihentikan demi memberi jalan dan ruang yang leluasa pada mereka yang melintas tanpa mematuhi lagi rambu dan lampu lalu lintas lantaran sudah dikawal mobil patroli polisi di barisan paling depan.
Saya yakin, ketika berada dalam posisi sebaliknya, melihat aksi begini dijamin mendongkol dan memaki sambil gatal untuk Update Status lalu menghujat dan lainnya.

Gelaran Maxi Day for Karangasem ini bakalan menyampaikan sumbangan kepada para pengungsi erupsi Gunung Agung yang kini lagi viral dimana-mana, dengan memanfaatkan pemasukan dari tiket kepesertaan yang senilai 30ribuan itu. Padahal, tiket masuk Bali Zoo, sewa lokasi hingga makan siang gratis bagi para peserta, saya yakin mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Tapi ya ini Yamaha loh…

Sayangnya, kekurangrapihan panitia menyampaikan informasi kepada para peserta MaxiDay for Karangasem ini mengakibatkan sebagian orang memilih balik kanan bubar karena ketidaktahuan mereka acara bakalan digelar dimana. Sementara saya pribadi yang sejak awal memang tidak berniat mengikuti rundown acara, memilih cuci mata di sepanjang parkiran, memantau sejumlah variasi motor yang digonta ganti pemiliknya, untuk menambah garang penampilan. Asyik juga…

Yamaha XMax 250, Matic Jumbo kelas Premium

1

Category : tentang Opini

Wara wiri di seputaran kota Denpasar dan Kabupaten Badung selama seminggu terakhir diatas Yamaha XMax 250, rasanya memang jauh berbeda jika dibandingkan dengan pengalaman terdahulu menggunakan motor lakik Yamaha Scorpio 225, yang kini sudah melanglang jauh ke Indonesia timur bersama pemiliknya yang baru.
Perjalanan panjang tak lagi terasa jauh dan melelahkan.
Bisa jadi lantaran posisi duduk yang bisa diatur dalam tiga set pengaturan kaki, dan salah satunya mirip dengan pose rider motor besar tipe jelajah.
Khusus satu ini tentu dengan kelebihan aktifitas kaki dibebaskan dari semua beban serta tanggung jawab.
Nyamannya bukan main.

Yamaha XMax 250, Matic Jumbo kelas Premium.
Harganya masih tergolong muahal dan tak masuk di akal untuk kelas motor dengan mesin satu silinder. Ini pendapat seorang kawan yang lulusan Teknik Mesin.
Mengingatkan saya pada produk sebuah smartphone yang dibanderol seharga motor matic baru kelas pemula, utamanya saat mengetahui jeroan yang digunakan tergolong rendah untuk kelas masa kini.
Sepertinya ia lupa, bahwa ada banyak pertimbangan lain yang menyebabkan motor matic berukuran jumbo ini dilego kisaran 56,6 Juta on the road wilayah Bali.

Selain kenyamanan berkendara tadi, secara perlahan pada akhirnya bisa juga beradaptasi dengan si bongsor satu ini.
Dari membuka tangki bahan bakar yang ada di sisi bawah depan jok, membuka kompartemen kiri untuk menyimpan kedua ponsel, membuka bagasi hingga mengunci setang yang sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah.
Termasuk saat bermanuver disela kendaraan berlalu lintas ramai, menarik tuas rem dadakan atau ngetem di persimpangan lampu merah dengan pandangan kagum dari belasan mata yang ada.

Konsep premium Yamaha XMax 250 inipun kerap terlintas di kepala. Penampilan digital speedometer laiknya kendaraan roda empat, rasanya bakalan membutuhkan dana pemeliharaan tinggi apabila terjadi kerusakan atau gangguan satu saat nanti.
Begitu juga ketiadaan starter kaki. Rasanya bakalan kesulitan saat motor mogok di jalan. Musti cari akal agar tak sampai kejadian sampai sejauh itu.
Eh tapi kenapa ketiadaan starter kaki bisa saya katakan sebagai bagian dari konsep premium sebuah kendaraan bermotor ? Ya lihat saja kelas kendaraan roda empat. Gak ada starter kakinya juga kan ya ? He…

Cuma saya masih agak ragu saat meninggalkan Yamaha XMax 250 ini di keramaian parkir.
Selain manuvernya susyah jika sampai terjebak ditengah-tengah area, fungsi kunci yang tanpa kunci atau dikenal dengan istilah immobilizer ini, bakalan mampu menjaga kendaraan dari tangan tangan jahil ?
Karena ketika meninggalkan motor dalam kondisi off tanpa kunci setang, kendaraan akan mudah dinyalakan kembali saat saya masih berada di sekitar motor untuk sebuah keperluan. Kalo masih bisa dilihat sih syukur. Lha kalo terhalang tembok ?
Ya wajib kunci setang tentu saja biar ndak khawatir.

Hingga saat ini, ni motor sudah melahap jalanan sepanjang 300an KM tanpa adanya gangguan yang berarti. Hanya saja agak kurang nyaman saat diajak ke ruas jalan dengan kontur kasar seperti paving, atau permukaan lain yang dalam kondisi rusak.

Secara keseluruhan, ni motor matic jumbo cukup memuaskan saya kok. Apalagi agenda awal untuk menggantikan sosok Scorpio 225 sudah tercapai sesuai harapan.
Cuma memang musti rela menahan diri untuk memodif atau variasi motor di awal-awal ini. Secara nilai memang tergolong premium dibanding motor lain. Mungkin nanti setelah berumur setahun dua, bakalan ada perubahan penampilan dengan memanfaatkan cutting sticker besutan Anreas Bali Modification kelak.

Kalian ndak tertarik ?

Yamaha XMax 250, akhirnya datang juga

1

Category : tentang Opini

Cukup lama menanti kehadirannya.
Kalau ndak salah sih saat NMax mulai digulirkan terdahulu, dan dua sepupu saya yang sekandung, memutuskan membeli 2 unit dengan warna hitam dan putih, dari hasil penjualan Suzuki Thunder mereka sebelumnya. Sengaja dinanti karena secara kapasitas mesin, infonya lebih besar dari Yamaha Scorpio yang saya miliki tempo hari. Ya, 250cc.

Menjatuhkan pilihan pada kendaraan bermotor berjenis matic sebetulnya ya ndak sengaja. Hanya gara-gara kesulitan mengajak anak-anak serta saat berkendara, cukup membuat mangkel karena pada akhirnya ya harus dilakoni sendirian. Terhalang tangki dan dudukan yang tinggi.
Hanya saja saya belum menemukan pilihan sebelumnya, untuk pertimbangan besaran kapasitas mesin dan kenyamanan berkendara untuk tubuh saya yang kelewatan ini.

Awalnya berharap banyak dengan Yamaha TMax yang sepertinya memenuhi semua kriteria diatas, namun musti dipendam dalam-dalam setelah mengetahui harga jualnya setara Avanza.
Baru mulai optimis kembali ketika diinfo sales Yamaha bahwa dalam 1-2 tahun kedepan bakalan rilis seri pertengahan antara NMax dengan TMax.
Ya XMax ini jawabannya.

Saat Launching terdahulu, saya rupanya melewatkan semua proses yang ada. Baik mencoba test drive secara langsung bahkan hanya sekedar melihatnya saja. Namun begitu, saya tetap memantau semua lewat dunia maya.
Kesempatan hadir saat gelombang kedua pemesanan online digulirkan. Berkat bantuan kenalan spg di Yamaha, saya mendapat kesempatan lebih cepat dari yang diperkirakan.
Hanya 1-2 bulan menunggu, XMax 250 yang menjadi impian selama ini akhirnya datang juga ke halaman rumah hari Jumat sore kemarin.

Cost yang dihabiskan ya lumayan juga jika dibandingkan dengan pembelian motor sebelumnya.
Sempat ragu ketika mengetahui angka penjualan berada diatas angka 50 Juta. Setara Kawasaki Ninja 250 atau Honda CBR 250 yang digadang-gadangi sejumlah rekan kerja dan sesama blogger.
Namun balik pada kriteria diatas, saya putuskan menjatuhkan pilihan pada XMax 250 ini.

Mau tahu seperti apa kesan pertamanya ?
Ikuti terus halaman ini.

NgeGosipin Isu Peluncuran Yamaha XMax 250

2

Category : tentang KHayaLan

Per tanggal 2 November lalu, akun Instagram @iwanbanaranblog sempat upload gambar prosesi launching produk motor terGres milik Yamaha yang salah satunya ikut pula dipamerkan, XMax 300, upgrade seri NMax yang laris manis di pasar Indonesia. Sekedar tahu bahwa akun yang satu ini tergolong UpToDate banget kaitan soal rilis resmi motor baru di negara kita ini. Termasuk soal Test Ride Honda CBR 250 RR yang digelar di Bali akhir pekan kemarin.

Tak Ayal, akun kawan saya, @madewirautama yang belakangan sudah mulai jarang nulis di blog langsung mengabarkan malam itu juga, dan sukses membuat pikiran saya campur aduk ndak mengantuk lagi. Sialan banget.

Tapi ya wajar sih, wong seri XMax ini memang satu-satunya impian saya sejauh ini untuk menggantikan si merah kekar, Yamaha Scorpio 225cc tahun 2011, yang hingga saat ini sudah mulai jarang menemani hari, lantaran tidak ramah pada anak-anak. Si Anak sih enjoy saat dipangku pada tangki depan atau dibonceng belakang, tapi Bapaknya yang ketar ketir khawatir, bawa motor jadi ndak nyaman. Hehehe…

Hanya saja seperti yang disampaikan tadi, seri XMax 300 yang saat launching kemarin itu rupanya hanya pengenalan awal pada publik bahwa rencananya di Tahun depan, Yamaha bakalan merilis XMax 250 untuk pasar Indonesia. Sementara yang 300 tadi sedianya akan dipasarkan di Eropa. Ealah…

xmax-pandebaik

Padahal sehari pasca postingan Instagram tersebut, saya langsung memfollow-up Isu peluncuran dengan menghubungi akun Yamaha Diponegoro melalui akun BBM mereka, rupanya belum bisa di-Indent sesegera mungkin. Baru dibuka untuk pasar Jakarta saja. Waduh…
Mana sudah terlanjur menawarkan si merah ke beberapa teman. Hehehe…

Motor XMax yang nantinya bakalan dilepas untuk pasar Indonesia, sebagaimana rencana penamaan, punya kapasitas mesin sedikit lebih besar dari Yamaha Scorpio yang kini masih rajin dipanaskan setiap pagi. Nambah 25 jadi 250 cc. Setidaknya masih naik lah dari kepemilikan sebelumnya.
Secara Konstruksi Bodi, sepertinya ndak jauh beda ketimbang pendahulunya, seri NMax 160cc. Dilihat dari bentuk setang kemudi, dudukan hingga wajah depan. Hanya saja seri ini membawa ban gambot untuk meyakinkan calon konsumen akan besarnya daya yang kelak bisa digeber di jalan aspal.

Sementara ini, harapan akan kehadiran XMax adalah persoalan setang kemudi yang paling minim sedikit lebih tinggi dari seri NMax yang terpantau mentok pada lutut kaki saat digunakan untuk berbelok arah. Sangat menyulitkan untuk pengendara dengan bodi setinggi saya. Disamping itu, minimal bisa lebih ramah anak-anak baik saat didudukkan di bagian depan maupun belakang pengendara. Jadi persoalan jalan-jalan bareng keluarga masih bisa nyaman dilakoni.

Yang masalah kini hanya satu. Persoalan harga. Dengan rentang kisaran 50an juta rasanya sih masih eman untuk mengadopsinya pulang ke rumah. Meskipun mau tak mau ya harus melego si merah untuk nambah-nambah.
Gimana baiknya ya ?

Menanti XMax mengaspal di Jalanan

8

Category : tentang KHayaLan

Urusan motor tunggangan beroda dua, sebenarnya saya sudah cukup nyaman dengan si merah, Yamaha Scorpio yang berkapasitas mesin 225cc tahun 2011 itu. Apalagi pasca modifikasi kaki-kaki, menjajal jalanan hingga ke pelosok proyek jadi jauh lebih mantap berkat ban dan pelek besar juga penambahan tinggi dan perubahan footstep underbone.
Tapi dibalik semuanya, ada satu aktifitas yang berkurang yaitu berkendara dengan keluarga.
Saya tak lagi bisa mengajak anak-anak dan istri sekaligus, mengingat Mirah putri pertama saya kini sudah beranjak remaja, Intan biasanya meminta duduk di depan sedang Ara yang paling kecil masih harus digendong ibunya.
Sepertinya memang harus memilih tunggangan baru kedepannya.

Jika melirik kebutuhan, yang ideal sebenarnya ada pada motor besar Harley Davidson. Baik yang bertipe Wings itu atau sepalanan yang Trike. Tapi untuk kantong ukuran pekerja masyarakat, sepertinya bakalan mengundang KPK datang menyadap jika melihat dari besaran gaji yang didapat. Tentu musti pintar pintar nyari sampingan baik untuk membeli motornya dan juga pemeliharaan bulanannya. Dan itu saya yakin bakalan makin jauh atau harus dibuang jauh-jauh.

Sepupu yang diajak berhitung modifikasi kemarin sempat berkata. ‘Bli kalo bisa dalam memilih motor minimal ya naik tingkat. Jangan kembali pada mantan, atau turun status.’
Ini terlontar saat saya berkeinginan menjual motor Honda Tiger 2000 keluaran tahun 1998, dan sedikit kebingungan menentukan pilihan. Antara Yamaha Byson dengan Tiger Revo saat itu.
Kenapa jadi memilih Scorpio ya salah satu pertimbangannya ya itu. Masuk akal juga sih.

Maka dari tunggangan awal Honda Astrea 800, naik menjadi Honda Tiger 2000, beralih ke Yamaha Scorpio 225, kini sedang berancang-ancang memilih yang punya kapasitas mesin sedikit lebih tinggi dari itu, namun terjangkau.

Nah ceritanya lagi nungguin XMax dirilis resmi nih. Infonya sih Agustus tahun ini. Benar tidaknya ya itu soal nanti.
Tapi ngomong-ngomong XMax itu yang mana ya ?

Yamaha XMax.
Menyitir namanya terlihat benar merupakan keluarga motor matic keluaran Jepang yang punya bodi sedikit bongsor ketimbang sejawatnya.
Selama ini yang udah mengaspal duluan itu ada versi TMax yang punya mesin 550cc dengan harga jual setara Toyota Avanza keluaran terbaru, dan seri NMax yang bermesin setara Byson.

XMax PanDeBaik 4

Mesinnya sendiri berkapasitas 250cc, dengan perwajahan yang mirip dengan NMax.
Tadi sempat baca di tabloid Motor terbaru melalui aplikasi S-Lime miliknya Samsung Galaxy Tab 3V. Hmmm… kelihatannya menjanjikan.

Persoalan harga sepertinya bakalan setara Honda PCX atau bisa jadi setara Suzuki Inazuma atau Kawasaki Ninja 250 yang artinya dalam waktu dekat musti siap-siap ngejualin si merah Scorpio dan nabung nabung dikit lagi biar bisa tercapai angan-angannya.

Secara penampilan sih kelak bakalan kalah sangar dibanding si merah, yang mantap diajak touring ke proyek jalan lingkungan di seantero Kabupaten Badung.
Tapi mengingat aktifitas sudah gak lagi mupeng dengan jalan jauh ke seberang lautan atau rame-rame di komunitas, lebih banyak ke aktifitas keluarga, sepertinya saya sudah siap berkorban untuk kendaraan yang satu ini.

XMax, kelihatan worth it untuk dinanti.
Doakan yah…