XL Unlimited + Torrentz = Playboy Magazine ?

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak resmi bercerai dengan koneksi cdma milik Indosat, StarOne Unlimited, praktis hari-hari saya saat berinteraksi di dunia maya ditemani oleh dua koneksi gsm Indosat IM2 dan XL Unimited. Sayangnya, meski biaya bulanan IM2 Indosat jauh lebih besar ketimbang XL Unlimited, dari segi kecepatan baik saat masih dalam batas Kuota ataupun saat penurunan kecepatan, XL nampaknya lebih mampu menunjukkan taringnya dengan lebih baik. Padahal Indosat itu dimiliki orang luar loh. Mungkin itu sebabnya saya lebih kerap menggunakan koneksi XL ketimbang IM2 untuk semua aktifitas internetan.

Seperti halnya pertama kali menggunakan koneksi StarOne ataupun IM2 Indosat, sudah bisa ditebak sayapun kesetanan dalam memanfaatkan kecepatan koneksi XL Unlimited dan praktis Kuota pun terlampaui dalam waktu singkat. Terbanyak saya manfaatkan untuk mengunduh aplikasi Emulator system operasi ponsel (Symbian 5th Edition dan Symbian ^3) termasuk simulator iPhone dan juga iPad. Disamping itu, sayapun membongkar gudang milik 4Shared, meluapkan hasrat untuk memiliki konten illegal dari album music artis kenamaan era 80 atau 90an. Hasilnya lumayan. Tak kurang dari 70 album soundtrack film, aliran rock hingga punk saya dapatkan dengan sukses termasuk beberapa diantaranya memang sangat ingin saya miliki sejak remaja dulu.

Puas mengubek-ubek halaman 4Shared, sayapun berpindah ke Torrentz. Hal ini saya lakukan ketika koneksi mulai diturunkan seiring penghabisan jatah Kuota bulanan lantaran aksi sedot 4Shared itu. Torrentz  saya jadikan pelampiasan mengingat aksi sedot via p2p itu bisa berjalan hingga selesai tanpa aksi putus atau mengulang proses. Maksudnya, ketika laptop dimatikan tanpa memutuskan koneksi, aplikasi pengunduh Torrentz ini secara otomatis akan menyimpan proses tanpa membatalkannya. Lantas, ketika laptop dinyalakan dan koneksi tersambung, proses pengunduhan akan secara otomatis dilanjutkan hingga selesai tanpa perlu di-Resume. Bagi yang belum familiar dengan istilah Torrentz, silahkan mampir ditulisan saya terdahulu ya.

Trus, kenapa bisa sampai “XL Unlimited + Torrentz = Playboy Magazine ? “

Ini gara-gara keisengan saya seperti halnya saat mencoba 4Shared. Hanya karena kehabisan ide untuk mencari konten download, dari album music, soundtrack film, live concert, akustik hingga Tribute, pilihanpun beralih pada majalah, buku ataupun e-Book gratisan yang ada dalam database mereka. Hingga akhirnya tercetus jua dua kata kunci paling fenomenal sepanjang karir aksi download dunia maya secara pribadi. ‘Playboy Magazine’.

Hasilnya Maknyus. Hanya dalam waktu tiga hari, Torrentz mampu menyedot 142 edisi majalah Playboy dari tahun 1978 (ini tahun kelahiran saya) hingga terbitan gres 2011. Itupun tidak terurut dengan baik, bercampur dengan edisi Lingerie, Nudes dan juga PentHouse. Total space yang dihabiskan sekitar 3,7 GB. Rencananya aksi ini bakalan terus saya lanjutkan hingga genap seukuran satu keping dvd-r atau 4,40 GB. Do’akan saja. Hehehe…

‘Ada Rahasia di balik Rahasia” kurang lebih begitu kata Bang Ali di sinetron Islam KTP yang belakangan menjadi tontotan favorit putri kami, MiRah GayatriDewi. Bukan PanDe Baik pula jika aksi yang saya lakukan ini tanpa tujuan selain maksiat, bakar syahwat dan sejenisnya. Lagi-lagi atas dasar penasaran, ingin tahu dan pada akhirnya malah menjadi pembelajaran untuk bahan BLoG www.pandebaik.com. Setidaknya mampu memberikan warna lain sejauh perjalanan yang telah saya lakoni sejak Mei 2006 lalu. Tidak hanya soal FaceBook, FourSquare ataupun MiRah putri kami, tapi juga ingin mencoba yang jauh lebih panas dan menggelinjang. Hihihi…