KECOA PEMBANGUNAN by WS RENDRA

2

Category : tentang InSPiRasi

WS RenDra

Kecoa Kecoa Pembangunan

salah dagang banyak hutang

tata bukunya ditulis diawan

tata ekonominya ilmu bintang

Kecoa… Kecoa… ke..co..a

*

Dengan senjata monopoli

menjadi pencuri

Kecoa… Kecoa… ke..co..a

*

Dilindungi Kekuasaan

merampok negeri ini

Kecoa… Kecoa Pembangunan

*

Ngimpi ngelindur disangka pertumbuhan

Hutang pribadi dianggap hutang bangsa

Suara dibungkam agar dosa berkuasa

Kecoa… Kecoa… ke..co..a

*

Stabilitas… Stabilitas… katanya…

Gangsir Bank… Gangsir Bank… kenyataannya…

Kecoa… Kecoa… ke..co..a

*

Keamanan… Keamanan… katanya…

Marsinah terbunuh.. Petani digusur.. kenyataannya…

Kecoa Pembangunan

Kecoa Bangsa dan Negara

lebih berbahaya ketimbang rajasinga

lebih berbahaya ketimbang pelacuran

Kabut gelap masa depan

Kemarau panjang bagi harapan

Kecoa… Kecoa… ke..co..a

*

Ngakunya konglomerat, nyatanya macan kandang

Ngakunya bisa dagang, nyatanya banyak hutang

Kecoa… Kecoa… ke..co..a

*

Paspornya empat kata buku dua versi

Katanya pemerataan nyatanya monopoli

Kecoa… Kecoa… ke..co..a

*

*Puisi karya WS Rendra yang dibacakan saat Konser Akbar Kantata Takwa – Kantata Samsara di Senayan, 6 Juli 1998

Selamat Jalan Rendra

2

Category : tentang InSPiRasi

Belum kering tanah merah yang menutupi jasad Mbah Surip, kabar mengejutkan saya terima hari jumat pagi lalu. Sobat kental Mbah Surip, Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih dikenal dengan nama WS Rendra meninggal kamis sekitar pukul 10-an malam…

Indonesia telah kehilangan dua orang seniman besar dalam waktu yang tak kurang dari seminggu…

Seperti halnya keberadaan Mbah Surip, tak banyak yang saya tahu tentang kisah hidup sang maestro kendatipun namanya telah saya kenal sejak tahun 1990-an dulu. Masih tak jauh-jauh dari kiprah idola sepanjang masa Iwan Fals, Beliau saya kenal pertama kali melalui album sang Legenda “Ethiopia” dimana salah satu tembang yang ada didalamnya berjudul “Willy”. Belakangan saya baru mengetahui kalo yang dimaksud dengan ‘si anjing liar, si kuda binal dan si mata elang dari jogyakarta’ itu adalah WS Rendra.

WS RENDRA

Kemudian menyusul dari bengkel musik Kantata besutan lima tokoh al. Setiawan Djody, WS. Rendra, Iwan Fals, Sawung Djabo dan Jockie S. Dari sepuluhan tembang yang ada didalamnya, bisa dikatakan hanya satu dua karya, dimana liriknya digubah oleh Rendra merupakan tembang favorit saya hingga kini. “Kesaksian” dan “Paman Doblang” misalnya. Kedua tembang itu masih kerap saya lantunkan dimanapun saya berada. Tak heran keduanya selalu ada dalam playlist ponsel laptop maupun player.

Pasca album Kantata Takwa, ada satu karya lagi yang saya ingat dimana Rendra berperan penuh didalamnya. Kalo ndak salah album konser akbar 6 Juli 1998 yang merupakan kumpulan tembang dari album Kantata Takwa dan Kantata Samsara, dibawakan secara live di Senayan. Sesaat setelah runtuhnya Orde Baru… “Kecoa Pembangunan”. Demikian judul puisi karya WS Rendra.

Jujur saja, saya kangen dengan penampilan mereka, apalagi sampe saat ini bengkel musik Kantata belum sekalipun sempat tampil di Bali. Sayang, WS Rendra keburu pergi meninggalkan kita. Menyusul sobatnya, Mbah Surip yang lebih dahulu pergi. Kabarnya karena gagal ginjal yang dideritanya selama ini…

si burung merak pun telah pergi jauh… Selamat Jalan Mas Rendra…