Yang tercecer dari Yudisium Bersama Fakultas Teknik

19

Category : tentang KuLiah

Jumat pagi… seminggu sebelum perhelatan, telepon dirumah berdering dengan nyaringnya… Orang diseberang sana mengatakan…

“Mohon kesediaan Bapak untuk memberikan Kesan dan Pesan mewakili seluruh rekan lulusan pada Yudisium Bersama Fakultas Teknik, 5 November 2009 di Gedung Undagi Graha Fakultas Teknik Kampus Universitas Udayana di Bukit Jimbaran…”

Sejenak tak percaya, sayapun mulai mencecar banyak pertanyaan kepada si penelepon ‘kenapa saya ?’ ‘atas dasar apa’ dan ‘apa yang harus saya katakan ?’. Seakan tak puas dengan jawaban yang diberikan, Sabtu pagi sayapun mempertanyakan hal yang sama kepada staf di kantor Pasca Sarjana Teknik Sipil, kampus Sudirman. Jawabannya cukup mencengangkan.

Dua kali Yudisium ?

Yudisium pertama, dilakukan pada tanggal 4 November 2009, di gedung Rektorat Kampus Sudirman lantai 4. Diikuti oleh seluruh lulusan pada tingkat Pasca Sarjana dan Doktor se-Universitas Udayana. Yudisium kedua, dilakukan pada tanggal 5 November 2009, di gedung Undagi Graha Fakultas Teknik Kampus Universitas Udayana di Bukit Jimbaran. Terkait telepon tersebut, berlaku pada Yudisium kedua yang notabene tak wajib diikuti oleh lulusan. Sudah kepalang basah, saya menyetujuinya dan mulai menyusun beberapa kalimat yang nantinya akan saya sampaikan pada acara Yudisium bersama Fakultas Teknik.

Tak dipungkiri, sama halnya dengan desakan untuk menjadi narasumber saat Siaran bersama BBC di stasiun radio BaliFM beberapa waktu lalu, ketegangan sempat pula hinggap dan kendati sudah ditemani dan didukung istri, cukup membuat saya sedikit grogi ketika berada dipodium, didepan puluhan lulusan sarjana, para orang tua dan tentu saja anggota Senat Fakultas Teknik.

Ketegangan ini langsung luntur ketika saya disodorkan beberapa foto ukuran postcard dan jumbo oleh para fotografer yang saat kedatangan tadi sempat mengambil gambar kami berdua. Dari belasan foto yang diberikan, foto saya hanya ada dua biji, itupun ukuran postcard, sisanya foto Istri yang kebetulan saat itu berpenampilan layaknya seorang wisudawati. Ada ukuran jumbonya pula. Huahahaha… tawa saya meledak ditengah keramaian orang bubaran pasca acara.

yudisium ALit

‘yang ikutan Yudisium itu saya Pak, bukan Istri saya…’ hihihi…

Dua kali Yudisium bagi lulusan Pasca Sarjana Teknik ?

14

Category : tentang KuLiah

Sudah sewajarnya bagi setiap calon wisudawan wisudawati mengalami dua event penting sebelum dianggap benar-benar selesai menempuh studi tingkat perguruan tinggi. Pelepasan atau dikenal dengan istilah Yudisium dan Pengukuhan atau Wisuda. Demikian pula saya. Namun sedikit dibuat heran, Yudisium untuk jenjang pendidikan Pasca Sarjana dilakukan dua kali. Satu kali Yudisium untuk lulusan Pasca Sarjana (seluruh bidang studi) dan program Doktor, satunya lagi Yudisium bersama dilingkungan Fakultas Teknik. Yudisium bersama ini diikuti pula oleh lulusan dari tingkat Sarjana.

Secara de facto, lulusan Pasca Sarjana sedari awal perkuliahan tidak pernah berhubungan langsung dengan Fakultas Teknik reguler maupun ekstensi. Kami hanya berurusan dengan pihak Pasca. Itu sebabnya, secara pribadi agak heran juga kalau kami diminta untuk mengikuti Yudisium bersama sehari setelah Yudisium Pasca Sarjana.

Awalnya memang kami tidak disarankan untuk mengikuti Yudisium bersama ini, toh untuk Transkrip Nilai sudah diberikan pada saat Yudisium Pasca Sarjana dan Ijazah akan diberikan saat Wisuda nanti. Artinya untuk Yudisium bersama ini, lulusan Pasca Sarjana hanya akan mendapatkan plakat yang biasanya berbentuk batu nisan (istilah seorang teman kuliah) dengan nama kita tertera diatasnya bersama sejumlah lulusan lainnya. Singkatnya, tidak mempengaruhi kelulusan.

Saran ini kemudian berubah secara sepihak, mahasiswa dibebaskan mau ikut Yudisium bersama ini atau tidak. Saya pribadi yang memang tidak memiliki acara khusus pada tanggal yang ditetapkan, memilih tetap ikut apalagi uang untuk mengikuti Yudisium bersama ini sudah terlanjur dibayar. Maka dari 13 orang lulusan Pasca Sarjana yang sehari sebelumnya hadir dalam Yudisium Pasca Sarjana, hanya 7 orang saja yang ikut serta dalam Yudisium bersama Fakultas Teknik ini.

Keheranan ini sempat saya perbincangkan dengan salah seorang staf di lingkungan Pasca Sarjana Teknik, yang kemudian menyatakan keheranannya akan dua kali pegelaran Yudisium ini bagi lulusan Pasca Sarjana. Beliau ini kelupaan menitipkan aspirasi mereka kepada saya yang saat Yudisium bersama, dipinta oleh pihak Panitia untuk memberikan Kesan dan Pesan mewakili lulusan. Untuk mempertanyakan dua kali Yudisium ini… tapi ya sudahlah, semua sudah saya lewati, dengan baik pula. Biarlah keheranan ini terjawab dengan sendirinya sesuai saran saya kepada pihak Pasca Sarjana Teknik, agar bisa diselesaikan secara intern dan tidak melibatkan mahasiswa.

Semoga kelak bagi rekan-rekan yang lulus dari tingkat Pasca Sarjana Teknik tak lagi mengalami hal yang sama… Semoga saja.