Lumia Series, Harapan Baru Nokia SmartPhone

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah kalah perang dengan perangkat ponsel pintar berbasis iOS, Android dan BlackBerry, secara perlahan Nokia mulai mundur dari ajang pertempuran dan menghentikan proses produksi serta pengembangan OS Symbian, yang sedari awal tahun 2000 sempat melambungkan posisinya sebagai Nomor Satu baik di tanah air maupun secara global. Saking lemahnya posisi Nokia, beberapa ponsel berbasis Symbian dan juga MeeGo, yang sebenarnya sangat mumpuni untuk diadu dengan perangkat iPhone, Android dan BlackBerry malah tidak mendapatkan tempat di mata konsumen sebagaimana harapan awalnya.

Maka untuk mengantisipasi pergerakan persaingan teknologi telekomunikasi, dibuatlah kesepakatan bersama Microsoft pada 11 Februari 2011, yang pada awalnya sempat disayangkan oleh banyak pihak. Kesepakatan ini tiada lain bertujuan untuk mengkolaborasikan perangkat Nokia yang dikenal handal serta dan apik dalam hal desain dengan sistem operasi Windows Phone yang superior. Harapannya tentu saja mampu minimal menggeser keberadaan salah satu atau ketiga perangkat ponsel pintar yang kini sedang memimpin di garda depan.

Hanya Berselang delapan bulan, kerjasama Nokia-Microsoft ini mulai menunjukkan taringnya. Pada 26 Oktober 2011, Nokia secara resmi mengumumkan ponsel Windows Phone pertama mereka yang diberi codename ‘Sea Ray’ bertajuk Nokia Lumia 800.

Lumia 800 dirilis dalam bentukan desain yang tak jauh berbeda dengan ponsel Nokia N9, sebuah perangkat ponsel pintar pertama dan terakhir Nokia yang menggunakan sistem operasi MeeGo. Sebuah sistem operasi yang direncanakan bakalan mengganti keberadaan Symbian, namun patah arang ditengah jalan.

Tidak hanya dari sisi desain, secara spesifikasinya pun Lumia 800 bisa digolongkan sebagai salah satu ponsel premium Nokia hasil kerjasamanya bersama Microsoft. Ini dibuktikan dengan penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 1.4 GHz Scorpion plus GPU Adreno 205, 16 GB storage internal dan 512 MB RAM, kamera 8 MP Carl Zeiss optics, autofocus dan dual-LED flash, serta 3,7 inchi layar sentuh AMOLED kapatitif 16 juta warna. Sedang dukungan dari pihak Microsoft adalah ditanamkannya sistem operasi Microsoft Windows Phone 7.5 codename Mango.

Pasca rilis resmi Lumia 800, Seperti biasa Nokia kembali melepas varian ponselnya dalam rentang waktu yang berdekatan. Maka diperkenalkanlah seri Lumia 710 serta Lumia 900 pada 9 Januari 2012 dalam ajang International Consumer Electronics Show (CES) 2012 Las Vegas. Dimana secara spesifikasi yang disematkan dalam masing-masing perangkat, bisa dilihat bahwa Lumia 710 dilepas sebagai Lumia Series yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau, sedang Lumia 900 merupakan pembaharuan seri premium dengan penambahan kemampuan yang lebih baik dari sebelumnya.

Meski respon yang diharapkan dari konsumen belum mampu menggeser keberadaan perangkat ponsel pintar lainnya, namun sepertinya Kisah Lumia Series ini pelan tapi pasti bakalan mendapatkan tempat tersendiri demi menggantikan masa-masa kejayaan Symbian terdahulu seperti halnya ponsel pintar berbasis Windows Mobile. Apalagi dengan adanya dukungan dari pihak Microsoft yang kini menyediakan Windows Marketplace dalam setiap perangkat Lumia , sebuah application store yang memang menyediakan beragam aplikasi serta permainan dan hiburan lainnya secara terpusat.

Windows 8, Ramah untuk semua perangkat Mobile

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Berawal dari Consumer Electronics Show, Las Vegas Januari 2011, Microsoft mengumumkan penyertaan dukungan chipset ARM untuk mobile version dari sistem operasi terbaru mereka Windows 8, disamping microprosessor berarsitektur x86 untuk versi Desktop yang biasanya disupport dari Intel, AMD dan VIA. Sekedar Informasi, Chipset ARM yang dimaksudkan diatas adalah chipset yang kini banyak dipergunakan sebagai andalan dalam sebuah ponsel Smartphone dan juga TabletPC. Nvidia Tegra, Snapdragon atau Ti Omap merupakan beberapa contoh diantaranya.

Untuk mendukung pengembangan OS terbaru ini pada 15 Agustus di tahun yang sama, Microsoft kemudian membuat satu blog “Building Windows 8” yang diperuntukkan bagi para pengguna dan juga pengembang aplikasi berbasis Windows. Lanjut dengan Perkenalan pertama Windows 8 versi Beta pada tanggal 29 Februari 2012 lalu.

Lantas Apa sih yang menarik dari sebuah Sistem Operasi bernama Windows 8 ?

Pertama, dukungan akan perangkat PC Desktop, NoteBook dan juga TabletPC bahkan sebuah Smartphone. Bukan hanya sekali dua ini saja rumor yang beredar luas bahwa Microsoft lewat tandemnya kini, bakalan merilis perangkat TabletPC berbasis Windows, diluar Desktop dan NoteBook. Dimana antarmuka atau User Interface yang bakalan digunakan nantinya dikenal dengan nama ‘Metro Style, Menu berbentuk Tile yang diakses dengan cara menggeser kearah samping, serta sebelumnya telah diterapkan pada ponsel Windows Phone.

Kedua, lantaran dukungan perangkat TabletPC yang mampu dilakukan oleh OS Windows 8, maka penggunaannya nanti tentu akan lebih banyak memanfaatkan fitur layar sentuh atau TouchScreen, meski masih dapat diakses dengan baik melalui Mouse dan Keyboard.

Ketiga, Picture Password. Bila sebelumnya aktifitas Login menuju perangkat berbasis Windows selalu menggunakan cara pengetikan karakter, kini Microsoft mencoba memperkenalkan aksi gerakan dengan memanfaatkan media gambar. Aktifitas semacam ini kami yakin telah Rekan kenali sebelumnya lewat ‘Slide to Unlock’-nya iOS dan juga Lock Screen Pattern-nya Android. Meski demikian, Microsoft tetap menyediakan opsi pengetikan karakter untuk berjaga-jaga apabila pemilik lupa dengan cara dan gerakan Login yang ditetapkan sebelumnya.

Keempat, Application Store. Layaknya perangkat Smartphone terkini dan juga Mac saingan terberatnya, Windows 8 kini dibekali dengan Application Store, sebuah toko yang menyediakan beragam aplikasi dan juga permainan siap unduh untuk memudahkan pengguna dalam mengoptimalkan Windows 8. Sayangnya, perbedaan arsitektur chipset baik ARM dan x86, menyebabkan aplikasi yang kelak bakal diunduh lewat perangkat mobile, tidak akan dapat dipergunakan pada perangkat Desktop.

Kelima, Internet Explorer 10. Sepintas, tampilan Browser yang dikembangkan oleh Microsoft kali ini terlihat tidak jauh berbeda dengan Google Chrome yang memperkenalkan sistem Thumbnail disisi atas jendela untuk mempermudah pengguna memantau proses aktifitasnya. Namun uniknya, tab url bar yang biasanya berada disisi atas halaman, kini dipindahkan ke sisi bawah yang barangkali akan memerlukan perubahan kebiasaan pemakaian bagi para penggunanya.

Lebih Cepat dan Lebih Baik. Seperti jargon kampanye salah satu calon Presiden terdahulu, Kinerja serta Booting yang kelak akan disajikan oleh Windows 8 diklaim jauh lebih singkat dari versi sebelumnya. Hal ini bisa jadi lantaran dukungan yang dibutuhkan masih mampu ditangani dengan baik oleh prosesor versi mobile ARM. Selain itu, kabarnya Windows 8 pun akan dapat dijalankan melalui USB Flash Disk secara portable yang dikenal dengan istilah Windows To Go.

Bagi Rekan yang ingin mencoba atau ingin tahu versi Beta (uji) dari OS Windows 8 dapat mengaksesnya secara langsung alamat windows.microsoft.com pada bagian Consumer Preview.

Optimalkan Windows dengan TuneUp Utilities

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Ketika kinerja sebuah PC atau laptop sudah mulai melambat, sebagian orang mulai berpikir untuk meng-install ulang sistem operasi yang mereka gunakan, menambah atau melakukan upgrade jeroan yang ada didalam CPU atau malah menggantinya dengan yang baru. Pemikiran itu tidak salah lantaran bagi awam sungguh sulit bisa memahami kinerja PC atau laptop yang mereka miliki.

Jika Anda termasuk salah satu dari gambaran ilustrasi diatas, gak ada salahnya sebelum memutuskan, barangkali bisa mencoba terlebih dahulu saran saya kali ini. Silahkan unduh (download) aplikasi TuneUp Utilities terlebih dahulu dari www.tune-up.com. Satu aplikasi berkategori Utility yang sangat berguna untuk mengoptimalkan kinerja PC atau laptop Anda. Aplikasi ini kurang lebih berfungsi sama dengan Norton Utilities yang dulu pernah trend sekitar tahun 2003.

Adapun fitur-fitur yang dimiliki oleh aplikasi TuneUp Utilities ini adalah sangat banyak, namun beberapa yang penting diketahui adalah bersih-bersih file sampah (file yang tidak berguna bagi PC), menonaktifkan aplikasi yang dijalankan pada saat start-up Windows, pengelolaan Hard Disk, hingga optimalisasi kinerja sekaligus performance Windows pada PC atau laptop.

Untuk pengguna awam, saat PC atau laptop dinyalakan dan siap digunakan, tidak banyak yang tahu bahwa Windows menjalankan beberapa aplikasi yang tak terlihat atau beraktifitas dibelakang layar dan mengambil opsi Memory (RAM) dalam jumlah yang tidak sedikit. Aktifitas ini bisa diketahui dari banyaknya jumlah icon (gambar/logo kecil) yang tampak pada sudut kanan bawah layar, tepatnya di area Jam. Semakin banyak icon yang nampang disitu, makin banyak Memory (RAM) yang digunakan, yang artinya ketika aktifitas bekerja dimulai opsi sisa Memory yang dapat digunakan oleh berbagai aplikasi yang dijalankan tidak optimal. Makin sedikit sisa Memory yang tersedia, maka kinerja PC makin tampak melambat. Untuk memeriksa berapa banyaknya Memory (RAM) yang digunakan dapat diakses melalui Task Manager (tekan tombol Ctrl-Alt-Del secara bersamaan lalu pilih Start Task Manager, bisa juga dengan mengklik kanan Taskbar).

Dengan memanfaatkan aplikasi TuneUp Utilities ini, aplikasi-aplikasi yang dijalankan saat PC atau laptop dinyalakan dapat dinonaktifkan sementara untuk menambah kinerja Windows. Lakukan Restart untuk melihat perubahannya. Apabila selanjutnya terdapat kebiasaan yang tidak dapat berfungsi (misalkan transfer foto dari kamera ketika kabel data disambungkan), Anda bisa mengaktifkannya kembali dan lakukan Restart untuk melihat perubahannya.

Sedari awal penggunaan PC atau laptop, Windows secara otomatis menciptakan file  sementara (yang dikenal sebagai Temporary Files) berfungsi untuk penyelamatan data atau aktifitas yang dijalankan sebelumnya. Sayangnya apabila tidak dibersihkan secara berkala, file ini akan mengendap sebagai sampah dan memenuhi ruang space Hard Disk yang tersisa. Apabila tidak terjadi kehilangan data selama penggunaan, tidak ada salahnya file ini dibersihkan. Demikian juga dengan aktifitas instalasi aplikasi yang ketika dikemudian hari diketahui bahwa aplikasi tersebut tidak berguna lalu dihapus, secara otomatis aplikasi yang bersangkutan meninggalkan jejak pada Registry yang kelak dapat digunakan apabila pengguna melakukan instalasi kembali aplikasi yang sama.

TuneUp Utilities menyediakan opsi untuk melakukan pembersihan file sampah ataupun Registry secara menyeluruh, untuk mendapatkan kembali ruang sisa pada Hard Disk serta melakukan pengelolaan secara berkala seperti fitur Defrag (penataan kembali lokasi file agar lebih mudah dan cepat ditemukan) dan Disk Doctor untuk perbaikan ruang pada Hard Disk.

Apabila kinerja Windows pada PC atau laptop masih belum jua memuaskan, TuneUp Utilities menyediakan opsi Optimalisasi yang diinginkan oleh Pengguna. Baik terkait optimalisasi Sistem, apakah lebih mementingkan penampilan visual terbaik atau performance terbaik atau malah kombinasi keduanya, maupun terkait optimalisasi kegiatan internet-an yang makin trend belakangan ini. Tak lupa aplikasi ini juga dapat memberikan saran-saran yang dapat diikuti oleh pengguna untuk mendapatkan optimalisasi yang jauh lebih baik.

Bagaimana ? ada yang belum jelas ? Sebetulnya masih banyak fitur lain yang terdapat dalam aplikasi TuneUp Utilities ini, namun terkait peningkatan kinerja dan performa Windows pada PC atau laptop, saya kira tips diatas sudah cukup mewakili. Jadi, gak ada salahnya mencobanya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bertindak lebih jauh. Salam dari Pusat Kota Denpasar.