Instalasi Windows 10 di PC

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Lama menanti kehadiran sistem operasi kerja, yang sejak awal perkenalan dengan perangkat Personal Computer sudah begitu familiarnya, per Senin 23 November lalu pada akhirnya kesampaian juga. Windows 10.

Agak terlambat sebenarnya, karena senior saya Dokter Cock sudah mendapatkannya per 28 Juli lalu. Tapi kepalang tanggung, berhubung semangat sharingnya tetep jalan, disamping update blog adalah wajib, maka inilah dia ceritanya.

Windows 10 PanDeBaik 1

Dibutuhkan waktu sekitaran 4 jam unduhan dengan menggunakan paket data True Unlimited miliknya SmartFren yang di-Tethering melalui ponsel Hisense PureShot+, dengan besaran sekitaran 2,6 GB kalo ndak salah ingat. Yang pasti waktu itu siang saya tinggal keluar ruangan untuk berkoordinasi dan rapat kerja, pas balik eh sudah kelar semuanya. Pas sesi setting-up perangkat, pc saya biarkan menyala hingga esok harinya.

Tidak ada yang bermasalah saya lihat pada pc keesokan harinya. Namun baru sekitaran hari Rabu bisa oprek-oprek lebih jauh.

Satu yang kemudian menjadi temuan pasca instalasi adalah AntiVirus Kaspersky yang diinstalasi wajib diperbaharui, yang berakibat pada kunci lisensi tidak dapat digunakan lagi pada aplikasi versi terkini. Jadi ceritanya saya membuang waktu sisa 6 bulan begitu saja pasca opsi Upgrade Kaspersky.

Windows 10 PanDeBaik 3

Dari penampilan Start Menu, bisa dikatakan merupakan penggabungan dari sistem operasi Windows versi XP dengan 7 atau 8 yang mulai memperkenalkan Metro Live Tile-nya. Perpaduan ini masih bisa dikustomisasi sesuai keinginan pengguna meski belum bisa mengubah warna-warni tile pada aplikasi yang ada.

Selain itu dibutuhkan pembelajaran lebih jauh terkait penggunaan Explorer yang secara defaultnya memberikan opsi Recent File (file terakhir yang dieksekusi) dan Most (yang paling sering diakses). Bisa dikembalikan kok sebagaimana penyajian familiar sebelumnya. Namun secara garis besar masih tetap sama dengan versi terakhir.

Windows 10 PanDeBaik 4

Opsi instalasi Windows 10 rupanya bisa juga dilakukan pada perangkat NetBook/TabletPC yang secara spesifikasi berada jauh dibawah pc, sebagaimana percobaan yang saya lakukan pada Acer W511 yang saya miliki. Bandingkan dengan upaya Upgrade ke Windows 8.1 yang pernah saya lakukan sebelumnya yang menyisakan error dan hang pada perangkat.

Nah kalo kalian, sudah mencoba Windows 10 ?

Tips Ringan sebelum Install Ulang Windows PC

Category : tentang TeKnoLoGi

Kalau mau mengerjakan sendiri instalasi Windows sebenarnya gag susah susah amat kok. Asalkan kalian tahu bagaimana cara, langkah atau persiapannya agar proses aktifitas tidak tersendat terlalu lama nantinya. Yuk cari tahu apa aja.

Pertama, tentu saja Backup. Baik daftar file dokumen, foto, video dan lainnya ke dalam bentuk cakram DVD ataupun copy ke Harddisk Eksternal. Ini untuk menjaga kemungkinan kehilangan file saat proses instalasi dilakukan. Utamakan file atau dokumen yang berada dalam folder Documents/Library drive utama. Karena didalam folder inilah yang kelak akan dibersihkan habis tanpa kecuali.

Kedua, persiapkan Driver perangkat. Baik milik PC atau Laptop, maupun Driver lain seperti Printer, Scanner bahkan Modem. Semua ini bakalan dibutuhkan saat sistem operasi tidak mampu mememukannya via online saat instalasi selesai dilakukan. Bisa dilakukan dengan mencari tahu lewat Google terkait seri perangkat atau diperiksa satu persatu pada jeroan yang ada didalam perangkat.

Ketiga, Siapkan Aplikasi ataupun software pendukung selain Installer utama sistem operasi Windowsnya. Saran saya disini sih seperlunya saja. Minimal ada Office, AntiVirus, photo Editor, kompresi dan aplikasi yang mendukung aktifitas masing-masing. Kalopun ada tambahan, bisa dilakukan sambil jalan.

Keempat, sisihkan Waktu. Proses instalasi biasanya berlangsung nyaris 1 jam untuk sistem operasi dan sisanya setengah jam rasanya cukup. Kalopun mau ditinggal pergi atau tidur, tancapkan kabel daya ke perangkat untuk mencegah perangkat kehabisan daya di tengah jalan. Proses bisa dipantau secara berkala jika dibutuhkan.

Kelima, Koneksi Internet. Khusus langkah terakhir ini sebenarnya opsional alias gag wajib. Koneksi dibutuhkan biasanya untuk melakukan aktivasi atau registrasi, ataupun update sistem yang dilakukan usai proses instalasi selesai. Bisa juga untuk mencari driver perangkat jika tak ditemukan saat instalasi. Kalopun gag ada ya gag masalah sebetulnya.

Nah, kira kira itu saja sih yang bisa dijadikan catatan kalau kalian mau mengusahakan proses instalasi sistem operasi Windows pada PC milik sendiri. Mudah bukan ?

Instalasi Windows dan kenangan masa lalu

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang TeKnoLoGi

Aktifitas macam ni sebetulnya dahulu sudah terbiasa dilakukan, tapi dalam perjalanannya seiring profesi PNS dilakoni sudah mulai berkurang dan jarang lalu mendadak lupa.

Proses untuk menginstalasi ulang sistem operasi Windows sebenarnya tidak sulit, apalagi kalau perangkat yang akan dieksekusi merupakan perangkat mobile sejenis ponsel, PDA maupun Tablet. Mengingat secara bawaan yang namanya sistem operasi sudah tertanam langsung di perangkat sehingga tidak lagi menyulitkan pengguna untuk melaksanakan proses perbaikan hingga instalasi tadi.

Saya masih ingat, proses awal pembelajaran instalasi sistem operasi ini dimulai sekitar tahun 1998-1999 dimana saat itu masih berkembang yang namanya Windows 98 dengan User Interface yang jauh lebih baik dari pendahulunya Windows 95. Nekat. Itulah yang terlintas di benak saya hanya karena rasa penasaran yang ada di kepala, ingin merasakan nikmatnya Windows 98 tanpa mau tau akan minimnya pengalaman yang saya miliki.

Ada beberapa masa yang dilewati sejak itu. Pertama masa dimana saya begitu mendewakan jumlah icon kecil di pojok kanan bawah, hanya gara-gara dipanas-panasi seorang kawan lewat pc barunya, yang kemudian belakangan menyadari bahwa semua itu hanyalah memberatkan kinerja pc, kedua ada masa dimana saya menyukai aplikasi aneh tapi gag penting guna menghiasi layar desktop seperti calendar, gambar bergerak dan semacamnya yang kini dikenal dengan istilah widget, ketiga ada juga masa dimana saya begitu hobi mengumpulkan aplikasi unik dari berbagai cd bekal majalah seperti Chip, Info Komputer dan lainnya. Dan pelan pelan semuanya berakhir pada masa sesimpel mungkin. Minim aplikasi, seperlunya saja.

Satu dua guru yang saya dapatkan saat itu dengan berbekal modal mengamati. Dari segi bawaannya apa saja, minimal selain cd copian Windows, Office dan Anti Virus, dilengkapi juga dengan aplikasi tambahan macam kompresi, pemutar musik, hingga gambar wallpaper indah dan benar-benar ‘indah’ *uhuk. Ada juga beberapa obeng kecil dan hafalan cd key.

Gara-gara hobi tak sengaja inilah saya jadi kebanjiran order dari kawan kuliah, famili bahkan keluarga mereka untuk sebatas instalasi ulang perangkat pc, memperkeren tampilan atau menghapus virus dan pada akhirnya mengajarkan mereka cara menggunakannya. Namun kemajuan yang saya dapat, belumlah se-expert para guru tadi maupun kawan-kawan yang mengambil spesialisasi IT dalam pendidikannya.

Seiring dengan ditugaskannya saya sebagai pengabdi masyarakat, kemampuan untuk melanjutkan hobby diatas perlahan mulai berkurang mengingat secara aturan, untuk pemeliharaan pc dan sejenisnya sudah ada teknisinya. Jadi posisi saya berbalik jadi owner ceritanya. Namun dengan modal pengetahuan awal, proses yang dilakoni jadi gag bisa dikadalin :p

Meski begitu, yang namanya kebiasaan ya gag ilang-ilang banget aktifitasnya. Cuma fokusnya aja yang bergeser ke arah teknologi mobile ponsel. Tapi yah tetep aja yang namanya proses instalasi Windows kini malah jadi sesuatu yang membuat deg-degan juga. Era nya beda sih. Hehehe…

Mencicipi Windows 8.1 di layar Acer W511

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak kehadiran user interfaces besutan Microsoft, Metro Tiles yang diperkenalkan sejak rilis awal percobaan Windows 8 lalu, saya sudah dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama. Meskipun saat itu masih berupa Beta version, dan diinstalasi dengan nekat di perangkat notebook HP Mini, namun apa yang ditawarkan oleh Bill Gates dan turunannya benar-benar membawa banyak perubahan seiring gempuran sistem operasi versi mobile lainnya macam iOS bahkan Android.

Windows 81 paandebaik 2

Kepuasan itu sebenarnya sudah langgeng dirasakan mengingat frekuensi penggunaan perangkat notebook atau netbook lewat Acer W511 setahun lalu, mulai jarang disentuh lantaran intensitas pemakaian tak lagi menjadi modal utama dalam setiap aktifitas. Namun adanya Notifikasi untuk melakukan pembaharuan setiap kali perangkat dinyalakan, membuat rasa penasaran muncul, seperti apa sih Windows 8.1 itu ? dan fitur perubahan apa saja yang ditawarkan kali ini kepada penggunanya ?

Setelah melewati proses pengunduhan empat jam lamanya, memanfaatkan jaringan koneksi wifi miliknya LPSE Badung minggu lalu, dari awal hingga instalasi dan siap dipergunakan kurang lebih membutuhkan sekitar 2 GB Data agar proses berhasil dengan baik. Ini dapat menjadi satu bahan pertimbangan jika kelak kawan-kawan ingin mencobanya sendiri.

Windows 81 paandebaik 1

Secara visual, sebetulnya tak banyak perubahan yang berbeda, ditawarkan melalui Windows 8.1 versi terkini. Setidaknya terdapat satu tombol Start Menu di pojok kiri bawah layar, mengingatkan kita pada fungsi utama akses menuju semua aplikasi dalam perangkat, hanya saja fungsinya disini serupa dengan tombol akses berlogo Windows yang sebenarnya secara bawaan sudah hadir di sisi bawah layar Accer W511 atau dapat diakses pula lewat sentuhan sapuan di sisi kanan layar. Mubazir sih sepertinya, namun kabarnya tidak demikian bagi mereka para pengguna baru Windows versi 8.

Selain itu tampilan Metro Live Tiles bawaan terasa lebih soft dan bergradasi pada kotak warna yang dihadirkan, mengingatkan saya pada berbagai themes launcher miliknya TabletPC Android yang pula tak kalah menariknya. Disamping itu terdapat pula opsi Customize Tiles, dimana ukuran terkecil kini ditawarkan, sehingga tampilan jadi mirip dengan sistem operasi Windows versi mobile yang dihadirkan lewat user interface milik Nokia Lumia. Untuk fitur Customize, terdapat pula opsi untuk mengubah nama kelompok/pengelompokan Tiles pada Start Menu agar dapat disesuaikan dengan keinginan penggunanya.

Jika dalam sistem operasi Windows versi Mobile terdapat tanda panah di sisi kanan Tiles yang hadir secara permanen di posisi yang sama meski layar disapu ke halaman lain, untuk menghadirkan Long List atau semua aplikasi yang terinstalasi dalam perangkat, maka dalam Windows versi 8.1 kali ini dihadirkan pada posisi kiri bawah, dan hadir pula secara permanen saat layar disapu ke arah samping.

Windows 81 paandebaik 3

Masuk kedalam tampilan Windows Explorer, barisan pembagian di sisi kiri layar yang dahulu dipisah antara Library, Computer dan Network, kini semua menjadi satu barisan secara vertikal sehingga pengguna tak lagi harus menggeser scroll down untuk dapat mengakses Removable Disk ataupun CD/DVD Drive yang ada.

Dan terakhir, tampilan visual icon dalam halaman Desktop pun sepertinya dipoles jadi lebih halus lagi, sehingga pandangan matapun serasa lebih nyaman ketimbang tampilan pendahulunya.

Nah, kira-kira demikian perubahan secara visual yang dapat saya pantau melalui perubahan versi sistem operasi Windows dari versi 8 menjadi 8.1, dimana jika kawan-kawan ingin tahu lebih mendalam apa saja hal baru lainnya yang ditawarkan, mungkin halaman mesin pencari Google lebih bisa diandalkan. Sekian, dan Terima Kasih.

TabletPC Impian

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyimak perkembangan teknologi perangkat TabletPC belakangan ini, rasanya sudah makin seru seiring dirilisnya seri dari berbagai vendor dan sistem operasi. Jika dahulu pasar masih dijejali dengan perangkat berbasis Android dan iOS, sementara BlackBerry demikian terpuruknya, maka demi mengejar ketertinggalan di lini Windows, Nokia kabarnya sudah merilis versi Tablet mereka meski bisa dikatakan sedikit terlambat. Mengingat beberapa waktu lalu vendor Samsung maupun Acer sudah mendahului, namun gaungnya tak sebesar Android.

TabletPC berbasis Windows, merupakan satu yang saya idam-idamkan sejak dulu. Namun seiring perkembangan jaman, maka kriteria yang diajukan sebagai satu idaman pun ikut berkembang. Yang sayangnya jika diikuti maunya, ya sejauh ini memang belum ada yang memenuhi syarat. Semoga kelak jika ada marketing vendor mampir kemari, bisa mewujudkannya. Hehehe…

TabletPC PanDeBaik

Yang saya butuhkan adalah perangkat TabletPC berbasis Windows, yang kalopun bisa memberi opsi Dual Boot, switch ke Android. Windows lebih diarahkan ke produktifitas mengingat fitur Office dan aplikasi lainnya masih kompatibel digunakan, sedang Android lebih mengarah ke Multimedia, Games dan Social Medianya.

Untuk ukuran, 8 inchi merupakan pilihan terbaik saya rasa. Masih nyaman digenggam dan memungkinkan untuk masuk saku celana. Kalopun gag ada, 7 inchi pun boleh…

Sedang spek, Dual Core atau Quad Core barangkali ? Dengan RAM minimal 2 GB sepertinya cukup. Spek ini kurang lebih setara dengan perangkat Tablet/Notebook Acer W511 yang saya pegang kini.

Namun secara keseluruhan, yang terpenting adalah kemampuannya untuk berkomunikasi baik telepon atau voice call yang memanfaatkan pulsa (bukan paket data), dan tentu saja SMS. Memang sih jaman sekarang rasanya fitur ini sudah mulai jarang digunakan seiring hadirnya aplikasi chat di semua lini smartphone, namun sekedar mengingatkan saja bahwa belum semua kolega, kawan maupun saudara paham dan mampu memanfaatkan ponselnya. Ada juga yang masih setia menggunakan Nokia jadul era symbian dan sejenisnya.

Dengan kriteria diatas, sebetulnya perangkat TabletPC Samsung Galaxy Tab 7 Plus yang masih setia menemani, memenuhi syarat secara global, yang sayangnya tidak mendukung OS Windows yang saya dambakan. Sehingga sambil menanti rilis yang saya impikan, sementara Tablet ini sepertinya sih gag bakalan diganti dalam waktu dekat.

(Tambahan spek), Tak lupa besaran memory Internal 64/128 GB, dukung slot Eksternal Memory, Sim Card, WiFi dan Bluetooth. Yah standar spek TabletPC lah kira-kira. Sedangkan slot USB, jika memang tidak mampu disematkan gegara persoalan dimensi dan ketipisan, barangkali yang namanya kabel converter mutlak dibekali dalam penjualan.

hmmm… tapi rasanya sih memang mustahil bisa terwujud, apalagi dengan standar harga terjangkau. Kisaran 5-6 jutaan. Ditambah perangkat keyboard untuk inputing. Terlalu banyak permintaan barangkali ? :p

It’s Windows Phone

Category : tentang TeKnoLoGi

Berkecepatan prosesor Dual Core 1 GHz ditambah 512 MB RAM sesungguhnya bukanlah spesifikasi yang pernah saya sarankan kepada kawan-kawan saat memilih sebuah perangkat berteknologi komunikasi berbasiskan Android. Namun sebaliknya, jika tanpa Android, bisa jadi dengan kekuatan ini sudah cukup mumpuni untuk dijalankan tanpa jeda. Salah satu contohnya ya perangkat satu ini. Windows Phone.

Disandingkan dengan perangkat branded berharga sama dan menyandang sistem operasi Android barangkali persaingan yang terjadi bakalan seru lantaran secara spek gag bakalan jauh-jauh namun beda rasa. Yang paling saya rasakan pertama adalah soal lag atau jeda yang nyaris tidak saya temukan dalam perangkat satu ini saat menjalankan aplikasi maupun saat berinteraksi. Gag percaya kan ?

Nokia Lumia 520, merupakan salah satu ponsel rilis terkini sang mantan raja yang ditawarkan dengan harga terjangkau meskipun sudah mengadopsi sistem operasi ternama buatan Microsoft. Apalagi versi yang ditawarkan sudah mapan, yaitu Windows 8. Gag heran jika ponsel satu ini kabarnya jadi salah satu yang terlaris diantara seri sejenis lainnya dari brand Nokia.

Windows Phone

Saya pribadi iseng berkenalan dengan perangkat satu ini lantaran masih merasa penasaran dengan kemampuan sang pendahulu yang kerap saya banggakan dan gunakan dalam jangka lama, sangat memuaskan meski satu-satunya kelemahan yang tidak saya sukai adalah borosnya daya tahan batere untuk ukuran ponsel/PDA di jaman itu. Dengan harga yang terjangkau (apalagi dalam kondisi second), Nokia Lumia cukup representatif dalam mencerminkan sebuah ponsel berbasis Windows, menyajikan layar 4 inchi serta kamera 5 Megapixel.

Disandingkan dengan antar muka Windows Mobile pendahulunya, jujur saja saya lebih menyukai tampilan terdahulu yang penuh icon dan pilihan add on Launcher. Sedang tampilan Metro Live Tile yang kini diadopsi cenderung membosankan. Ada yang sependapat ?

Office 365 merupakan salah satu paketan menarik yang secara built ini sudah ditawarkan dalam pembelian, dan dapat dimanfaatkan secara optimal meski untuk membuka beberapa file berukuran besar (lebih dari 8 MB) dengan baik. Hanya saja dengan lebar layar yang hanya 4 inchi, jadi gag nyaman untuk berinteraksi lebih jauh, apalagi untuk inputing data seperti halnya Samsung Galaxy Tab 7 inchi yang saya miliki.

Dengan tampilan antar muka yang monoton serta menu yang sama satu dengan lainnya, jadi sedikit terobati dengan adanya slider perpindahan yang halus khas layar sentuh masa kini. Meski demikian, sebaiknya pihak Microsoft dapat memberikan keleluasaan bagi para vendor pendukungnya untuk dapat memberikan sentuhan kustomisasi tampilan, apakah berupa launcher ataupun widget seperti halnya Android sehingga antar satu dengan perangkat lain yang berasal dari vendor yang berbeda, secara tampilan dapat dikenali langsung tanpa melihat tulisan nama vendor di permukaan perangkat.

Sayangnya lagi, pasar aplikasi milik Microsoft dan juga Nokia masih sangat minim persediaan jika disandingkan dengan pasar miliik iOS Apple ataupun Android Google. Apalagi beberapa review pengguna terkaddang sangat menyesatkan, tidak sesuai dengan kemampuan yang diharapkan. Salah satunya adalah akses ala Windows Explorer yang hingga kini belum saya temukan caranya, dengan harapan dapat melakukan copy paste file seperti pendahulunya dengan bebas melalui perangkat secara langsung. Demikian halnya dengan sedikirnya Games yang bermutu secara tidak langsung mencerminkan ponsel Windows Phone merupakan ponsel yang sangat serius seperti halnya BlackBerry.

Tidak heran jika hingga kini peruntungan Nokia maupun Microsoft dalam hal penjualan ponsel berbasis Windows terus merosot, kalah jauh dengan Apple, Samsung, HTC dan lainnya. Apalagi kini dua brand yang saya sebut terakhir tadi sepertinya makin asyik dengan mainan Android mereka yang secara keuntungan jauh lebih menjanjikan. Mungkin itu sebabnya, Microsoft dikabarkan berusaha merayu kembali dua brand tadi untuk kembali berinvestasi dengan ponsel Windows seperti di masa lalu.

Plants vs Zombie for Windows, Android and BlackBerry ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Pertama kali berkenalan dengan games yang satu ini, membuat saya lebih betah untuk berlama-lama di depan layar tabletpc milik Samsung, namun bukan untuk bekerja tentu saja.

Dikembangkan oleh Pop Caps, pengembang games ternama yang pula melahirkan banyak permainan menarik lainnya, yang sebenarnya dirilis era jadul, masa Zuma dikenal oleh publik. Sayangnya, saya pribadi mengenalnya baru beberapa bulan lalu, dimana saat mempublikasikannya pada akun Twitter, ketahuanlah saya yang rupanya out of date.

Dalam sistem operasi Android, terdapat dua versi permainan Plants vs Zombie yang beredar di dunia maya, dimana pertama merupakan aplikasi yang berdiri sendiri dengan ukuran sekitar 75 MB, dan dapat dimainkan kapan saja, sedang versi lainnya membutuhkan koneksi internet, untuk dua hal yaitu pengunduhan data yang mengikutinya lantaran file installer hanya berukuran 1,5 MB, pula digunakan untuk memainkan games secara online.

Berangkat dari ketertarikan dan sifat adiktifnya, sayapun mencoba untuk membuktikan mention tweet dari seorang kawan yang mengatakan bahwa Plants vs Zombie ini sebenarnya rilis lebih dulu pada sistem operasi Windows, sehingga saat itu juga, saya pun hunting games yang satu ini lewat 4shared ataupun toko games terdekat. Hasilnya, memuaskan. Bahkan kini saking nagihnya, hampir semua tantangan tambahan di wilayah Puzzle dan Survival, hanya menyisakan level Endless saja, sedang sisa dan Mini Games sudah dilahap habis.

Namun demi memanfaatkan tabletPc besutan RIM yang tempo hari sempat tak tergunakan akibat minimnya jenis permainan yang ada di BlackBerry App World, maka usaha untuk mencari file permainan Plants vs Zombie dalam format bar pun dilakoni. Hasilnya, Plants vs Zombie merupakan salah satu permainan yang ternyata dapat running dengan baik di perangkat BlackBerry PlayBook, tanpa adanya jeda atau lag yang berarti.

So, Plants vs Zombie di tiga versi OS ? Ayo aja…

Windows 8 Pro, Clean and Fast

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah mencoba beraktifitas lebih jauh menggunakan sistem operasi Windows 8 Consumer Preview di perangkat NoteBook HP ProBook 4320 milik kantor LPSE Badung sejak beberapa bulan lalu, sepertinya makin jatuh cinta dan keinginan untuk mencoba versi finalnya makin tak tertahankan. Maka itu sempat terbersit keinginan untuk mendapatkan versi resminya dengan membeli sendiri keping cd original di salah seorang kawan yang membuka jasa pemesanan online.

Belum lagi terwujud, kesempatan datang dari salah satu member di sebuah situs jual beli online yang menawarkan jasa instalasi Windows 8 Pro edition versi original dengan harga yang cukup lumayan. Maka setelah bernegosiasi waktu, pertengahan Desember lalu perangkat notebook yang saya gunakan ini secara resmi berpindah versi sistem operasi seperti apa yang diharapkan.

Win 8 NB

Berhubung sudah terbiasa dengan tampilan dan perubahan yang terjadi di versi sebelumnya, maka tidak banyak hal yang harus disesuaikan untuk tetap menjalankan aktifitas kerja seperti biasa. Namun entah mengapa saya merasa sistem operasi yang diinstalasi kali ini jauh lebih clean dari tampilan dan juga lebih cepat dari segi kinerja. Bisa jadi lantaran bawaan system operasinya, bisa juga lantaran aksi format hard disk yang dilakukan sebelum proses instalasi berlangsung, mengingat di kondisi sebelumnya terdapat 2 (dua) versi sistem operasi termasuk Windows 8 Consumer Preview yang saya dapatkan dari keping cd pcmedia.

Dibandingkan dengan sistem operasi Windows versi sebelumnya, 98, XP, Vista dan 7, banyak faktor yang membuat saya jatuh cinta dan tetap bertahan pada pilihan kali ini.

Pertama dari segi Start Menu yang menampilkan Live Tile yang dulu sempat disebut dengan istilah Metro oleh Microsoft. Tampilannya yang bersih dan bisa di kustomisasi membuat saya berusaha untuk menyajikan informasi akses secara cepat dan mudah dijangkau. Ini layaknya pemanfaatan HomeScreen pada layar tabletpc yang memang diatur sedemikian rupa agar tidak membingungkan penggunanya.

Kedua ada tampilan Windows Explorer-nya. Jika kawan sempat kebingungan saat menyesuaikan diri dengan wajah menu Microsoft Office versi 2007 keatas, demikian halnya kali ini. Namun setelah belajar untuk beradaptasi, inilah salah satu faktor penentu mengapa saya ngotot tetap menggunakan Windows 8. Semua akses terpampang rapi disisi atas halaman tanpa perlu masuk ke submenu dan lain sebagainya.

Win 8 NB 2

Ketiga tentu saja Applications Store yang meski secara jumlah belum sebanyak para kompetitornya namun beberapa games dan permainan anak dapat diakses secara gratis menambah betah putri kecil kami untuk belajar sambil bermain. Sedang dari segi kebutuhan pribadi tentu saja dicari yang menjadi kebutuhan terkait iNet seperti Skype, eMail, SkyDrive, ToolBox hingga utility lain dan tak lupa majalah Digital. Semua hadir tanpa perlu susah-susah mencarinya lewat Google.

Keempat kompabilitas. Memiliki banyak aplikasi pendukung di sistem operasi Windows versi sebelumnya, gag asyik kalo sama sekali tidak bisa digunakan kembali meski sudah ada Application Store. Apalagi jika semua aplikasi dan juga games terdahulu merupakan hasil perburuan bertahun-tahun yang dikompilasi berdasarkan fungsinya. Bersyukur Windows 8 mampu mengakomodir keinginan ini meski tidak semua. Maka bisa dikatakan tidak banyak perubahan yang terjadi terkait aktifitas keseharian dari penggunaan sistem operasi Windows versi sebelumnya ke versi terkini.

Kira-kira itu yang bisa saya gambarkan dari penggunaan sistem operasi Windows 8 Pro kali ini dan bagi kalian yang masih ragu untuk berMigrasi, ada baiknya hunting informasi terlebih dahulu ke forum online ataupun komunitas pengguna untuk mengetahui lebih jauh dukungan akan software ataupun hardware yang telah dimiliki saat ini, apakah bisa dijalankan atau tidak ? agar tidak menyesal di kemudian hari.