Custom ROM Samsung Galaxy Ace : The Myth #2

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Sehari pasca rencana ‘Eksplorasi Custom ROM pada perangkat Samsung Galaxy Ace dimulai, giliran menyasar The Myth part 2 yang dapat diunduh dari halaman TheMythAce seperti yang direkomendasikan oleh Ketut Kumajaya di beberapa halaman forum. Tema dari Custom ROM The Myth #2 ini adalah Go Green.

Sesuai temanya, The Myth #2 menyajikan pewarnaan hijau rumput/daun di hampir semua elemen tampilan. Dari Homescreen, lis garis menu hingga beberapa font active. Mengambil DDKQ8 & XWKTM sebagai basis rom, The Myth #2 yang memang diperuntukkan secara khusus bagi perangkat Samsung Galaxy Ace ini memiliki layout khas ala Android 4.0 Ice Cream Sandwich.

Tidak hanya itu, untuk launcher-nya pun mengambil Touchwiz 3 khas milik Samsung. Jadi bagi yang sudah sangat mengenal perangkatnya jauh sebelumnya dijamin gag bakalan pangling dengan cara penggunaan dan pengoperasiannya.

Jika pada WP7 Custom Rom menyisakan 90 MB internal storage, tidak demikian halnya dengan The Myth #2. Hanya 65 MB saja. Meski demikian, selama pengujian hampir tidak ada lag atau hang seperti yang dialami sebelumnya. Maka bisa ditebak, umur pemanfaatan Custom Rom The Myth #2 jauh lebih panjang dari perkiraan awal.

Pasca Instalasi, terlihat beberapa aplikasi bawaan Samsung dihilangkan dari perangkat. Diganti dengan 6 (enam) utility tambahan diantaranya A2SDGUI, CWM, Go Tieng Viet (keyboard input), Solid Explorer, The Myth Updater dan Tweaks. Ditambah beberapa update untuk Google Play 3.4.7, Google Quick Search Box, Voice Search, Google Maps 6.4.0 dan Flash 11.

Untuk bisa melakukan instalasi Custom ROM The Myth #2, pihak pengembang mensyaratkan OS Android versi 2.3 GingerBread sudah terinstalasi pada perangkat Samsung Galaxy Ace. Itu artinya, perangkat harus diUpgrade terlebih dahulu dari OS versi Originalnya yang masih menggunakan 2.2 Froyo.

Setelah itu, pengguna bisa mengunduh The Myth #2 ROM ditambah aplikasi CWM recovery yang dapat diunduh dari halaman yang sama, pada User and Tools Area. Setelah itu, copy dan letakkan kedua file tersebut pada sdcard perangkat.

Langkah ketiga, matikan perangkat, dan masuk ke halaman Recovery Mode (tekan dan tahan tombol Home dan Power secara bersamaan hingga halaman Recovery muncul, baru kemudian lepaskan), lalu pilih ‘update from zip’ dan cari file CWM Recovery.

Di halaman CWM Recovery lakukan ‘full wipe (wipe data/factory reset) kemudian pilih ‘Install zip from sdcard’ dan pilih ‘TheMyth Rom’. Langkah terakhir, lakukan Reboot untuk menyelesaikan proses.

Perlu diketahui bahwa dalam proses instalasi The Myth ROM #2, dibutuhkan beberapa langkah lagi yang dapat diikuti dan dilengkapi sesuai keinginan pengguna.

Sayangnya untuk pengaturan Keyboard yang dapat diakses melalui app Go Tieng Viet tadi, menggunakan bahasa yang sulit untuk dipahami, jadi mending biarkan saja. Demikian halnya dengan Solid Explorer yang membutuhkan Download ulang dari Market lantaran bawaan diklaim sudah expired :p

Custom ROM Samsung Galaxy Ace : WindowsPhone7 UI for Ace! v2.0

Category : tentang TeKnoLoGi

Target pertama saat keputusan mengeksplorasi Custom ROM pada perangkat Samsung Galaxy Ace ini muncul adalah mencoba versi WP7 alias Windows Phone 7 yang dapat diunduh melalui salah satu Thread Forum XDA Developers.

Beberapa features yang katanya hadir dalam Custom ROM ini adalah WP7 UI yang berasal dari WP7 Launcher dilengkapi dengan fitur Fonts, tampilan Alarms, Notifications, Ringtones, Boot Animation, Calculator, Dialer, Contacts, FaceBook, Email, Messaging, Setting dan Camera ala WP7. Fitur lainnya yang ikut hadir disini adalah Tweak Manager, Ad Free dan A2sd yang sudah built in. Yang artinya dalam kondisi berhasil terinstalasi, ponsel dalam keadaan sudah di Root.

Beberapa janji yang tampil dalam iklan si pengembang sih lumayan ‘menggoda, diantaranya LagFree, Stable, Very Fast, Excellent Multi Tasking dan menyisakan 90 MB free space internal. Namun sayangnya tidak semua bisa dibenarkan.

Dalam beberapa kali percobaan, Lag masih terjadi pada penggunaan Samsung Galaxy Ace baik saat offline, apalagi online. Entah mengapa bisa demikian, yang pasti saya malah jauh lebih nyaman menggunakan OS versi 2.3 GingerBread terdahulu. Begitu juga dengan fitur Camera yang kerap force closed.

Bisa ditebak, target pertama ‘Eksplorasi Custom ROM pada perangkat Samsung Galaxy Ace ini tidak bertahan lama. Gag sampe sehari. Apalagi fungsi Tethering Portable Hotspotnya kerap mengalami Lag dan Hang.

Ohya, untuk mengambil Screenshotnya, menggunakan cara yang serupa dengan perangkat iOS yaitu menekan secara bersamaan tombol Home dan Lock.

Segarkan Tampilan Android Segera

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti halnya manusia sebagai makhluk sosial, perubahan penampilan itu sangatlah penting. Tujuannya Cuma satu. Menyegarkan mata terutama bagi orang yang diajak berinteraksi. Akan sangat membosankan apabila penampilan kita sama sepanjang tahun bukan ?

Begitupun dengan penampilan Android.

Jika dahulu saya pernah berbagi tips untuk memperbaharui penampilan ponsel dengan mengubah wallpaper dan Theme pada ponsel Symbian dan juga Windows Mobile, kali ini saya coba berbagi untuk perangkat Android. Sayangnya, tidak seperti kedua sistem operasi diatas, Android tidak memiliki Theme khusus yang dapat digonta ganti sekehendak hati. Lalu, bagaimana caranya dong ?

Gunakan Launcher.

Launcher merupakan aplikasi tambahan yang dibuat secara khusus untuk mengubah tampilan UI atau User Interface, baik itu meliputi UI HomeScreen lengkap dengan kemampuan Widget-nya atau tampilan Menu dan juga perangkat Input lainnya. Karena Launcher merupakan Aplikasi, maka dalam penggunaannya praktis akan menghabiskan space atau ruang tambahan yang biasanya masuk di lokasi Memory Internal, menghabiskan RAM atau Read Access Memory dan tentu menghabiskan daya batere.

Silahkan Buka Android Market dan lakukan pencarian dengan kata kunci ‘Launcher’. Dari sekian banyak hasil pencarian, saya yakin ada beberapa yang kelak bisa menjadi pilihan.

GingerBread Launcher. Bosan dengan tampilan Android Froyo yang menyajikan empat icon di bagian bawah homescreen atau akses geser ke samping pada Menu ? silahkan coba Launcher yang satu ini. Tampilannya murni mengadopsi Android GingerBread versi Original hingga akses Vertikal pada Menu utama. Beberapa icon aplikasi bahkan sudah mengadopsi icon khas Roti Jahe.

Windows 7 Launcher. Secara tampilan HomeScreen, beneran serupa dengan perangkat ponsel pintar yang mengadospi sistem operasi Windows Phone 7. Beberapa Icon tampil dalam bentuk Tile 2×1 atau dapat diatur 1×1 sesuai kehendak atau keinginan pengguna. Sayangnya, saat digunakan memerlukan waktu loading yang cukup lama dibandingkan Launcher lain. Sudah begitu, proses perpindahan Menu pun terasa sedikit nge-Lag. Keren sih, tapi kok malah bikin mangkel. :p

Regina 3D Launcher. Yang satu ini mutlak membutuhkan kemampuan hardware Display agar beberapa Transisi antar Menu yang ditampilan secara 3D lengkap dengan animasi maupun Menu yang berputar, berjalan lancar tanpa Lag atau jeda. Disamping itu tampilan wallpaper untuk setiap halaman HomeScreenpun dapat dikustomisasi sesuai keinginan. Jadi ya gag bakalan bosen dengan tampilan background yang itu-itu saja. Sayangnya untuk beberapa kali penggunaan di perangkat Galaxy Ace, kerap terjadi Force Closed alias hang lalu dihentikan secara paksa.

Go Launcher Ex. Merupakan Launcher yang paling banyak digunakan. Disebabkan karena pilihan skin atau Theme yang beragam, mendukung keberadaan aplikasi Launcher yang satu ini. Dari Cartoon, Monochrome, drawing area hingga bertemakan perangkat tertentu seperti Windows Phone 7 atau iPhone. Selain User Interface, Go Launcher Ex membawa sendiri skin keyboard virtual sebagai pilihan lain untuk inputing teks bagi pengguna.

ADW Launcher. Secara sepintas penampilan ADW Launcher malah mirip dengan Go Launcher Ex diatas. Namun dalam tampilan yang lebih sederhana dan cenderung lebih bersih. Bagi yang suka dengan tampilan layar yang simpel, saya yakin bakalan tertarik untuk menggunakannya lebih lama.

Panda 91 Home. Dari sekian banyak launcher yang bisa digunakan sebagai alternatif, Panda 91 bagi saya pribadi lebih banyak memiliki Fitur tambahan ketimbang lainnya. Katakan saja opsi untuk menonaktifkan Status Bar sehingga tampilan HomeScreen jauh lebih lapang dan leluasa. Begitu pula Docking tambahan untuk menyajikan Recent (aplikasi terakhir digunakan) atau Most  (aplikasi paling sering digunakan) di sisi kanan dan kiri layar. Sudah begitu, secara defaulnya pula, Panda 91 dapat menyajikan menu dan tampilan icon ala beberapa perangkat ponsel pintar seperti HTC, Motorola, iPhone atau bahkan Samsung. Transition Effect nya juga tak kalah keren. Apalagi didukung pula dengan Tambahan Widget yang dapat diunduh melalui shortcut yang disertakan dalam aplikasi.

Semua launcher diatas pasca Instalasi akan ditawarkan kembali pada pengguna untuk menggunakan pilihan yang mana sebagai Default ponsel. Tawaran ini akan muncul ketika pengguna menekan Tombol Home. Sayangnya, dalam posisi default, saya tak jua menemukan cara untuk mengubah tampilan ke lain Launcher atau mengujicoba dengan Launcher lain.

Untuk itu, setelah proses instalasi selesai, saya rekomendasikan satu aplikasi tambahan lagi untuk digunakan sebagai perangkat mengubah atau sekedar mengujicoba tampilan launcher lain. Yaitu aplikasi Home Switcher. Caranya cukup sederhana. Aktifkan aplikasi, kemudian pilih Launcher yang diinginkan dan centangkan pilihan Defaultnya. Launcher yang telah ditetapkan sebagai Default Launcher akan tetap digunakan, meski ponsel di-Restart atau Reboot sekalipun.

Malih Rupa Windows Mobile

Category : tentang TeKnoLoGi

Yang gerah tampaknya tak hanya Nokia saja di sepanjang tahun 2010 kemarin, tapi juga sistem operasi Windows Mobile.

Windows Mobile adalah raja… lima tahun lalu. Pendapat Saya tidak mengada-ada kok. Yang barangkali masih ingat, jaman itu banyaknya brand atau vendor ternama yang mengadopsi sistem operasi standar ponsel pintar ini hampir sama banyaknya dengan yang mengadopsi sistem operasi Android setahun terakhir.

Terhitung ada beberapa pemain lama seperti HP, Compaq, Palm, O2, i-Mate, hingga pemain raksasa seperti HTC, T-Mobile, Vodafone, ataupun Sony Ericsson pernah pula ikut serta ambil bagian mencoba peruntungan mereka. Demikian halnya dengan Motorola, LG, Samsung bahkan brand dari ponsel Chinapun ada.

Windows Mobile adalah masa lalu. Versi terakhir yang mereka rilis dengan menggunakan embel-embel nama tersebut, hanya sampai pada versi 6.5 yang sudah menyuntikkan User Interface yang sama sekali baru dibanding versi standar sebelumnya, 2002, 2003, 2003 SE, 5.0 dan 6.1.

Microsoft selaku pengembang utama sistem operasi Windows Mobile yang dahulu kerap disuntikkan dalam sebuah ponsel pintar, kini telah mengakui bahwa mereka tak lagi mensupport pengembangannya lebih jauh. Meski demikian, langkah mereka tak otomatis berhenti sampai disitu. Karena pada pertengahan tahun 2010 kemarin, Microsoft resmi mengumumkan aksi ‘malih rupa’ sistem operasi Windows Mobile versi terakhir 6.5 menjadi Windows Phone 7, versi serupa dengan sistem operasi rilis versi PC/NoteBook.

Banyak pengembangan yang dilakukan dalam versi terbaru mereka ini. Diantaranya adalah penggunaan input multitouch, cubit dan geser seperti yang bisa dilakukan pada ponsel iPhone maupun Android, serta keberadaan App Windows Market, dimana setiap pengguna ponsel ber-Windows Phone 7 dapat dengan serta merta membeli ataupun mengunduh tambahan aplikasi yang diinginkan, agar sesuai dengan kebutuhan si pengguna. Hal ini jauh-jauh hari sudah dilakukan oleh tiga raksasa baru, Android, BlackBerry dan iPhone.

Sejauh ini,yang menyatakan mendukung secara penuh pengembangan ponsel dengan sistem operasi Windows Phone 7 adalah HTC, LG, Samsung serta Dell. Itu sebabnya, sembari menunggu Gong peluncuran secara resmi, mereka tampaknya sedang berusaha untuk menjual habis seri ponsel yang masih mengadospi sistem operasi lama, Windows Mobile 6.1 dan 6.5.

Apapun itu usaha Microsoft dalam me-malih rupakan sistem operasi Windows Mobile untuk merebut kue konsumen yang kini sedang dinikmati oleh Symbian, Android, BlackBerry dan iPhone, tampaknya satu hal yang harus mereka pikirkan adalah bagaimana caranya agar kinerja dapat meningkat tanpa perlu menghabiskan banyak source prosesor serta memory yang kelak berimbas pada daya tahan batere, agar tak seperti versi terdahulu lagi.