Mengetahui Sistem Operasi pada Ponsel Pintar bagian 1

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Ponsel pintar belakangan kian digemari oleh sebagian masyarakat Indonesia yang mulai bosan dengan keterbatasan kemampuan ponsel yang dimiliki sebelumnya. Banyak alasan yang dikemukakan, mulai dari keperluan akan penunjang pekerjaan kantoran, terima kirim email, ataupun beraktifitas lainnya secara mobile. Untuk mendukung alasan tersebut sebuah ponsel pintar tak hanya mengandalkan otak prosesor yang disematkan didalamnya tapi juga sebuah sistem operasi.

Secara pengertian awam dalam konteks manusia, sistem operasi itu dapat saya gambarkan sebagai jenjang pendidikan lanjutan yang sudah mulai terfokus pada berbagai bidang pembelajaran secara mengkhusus. Semua manusia memiliki otak yang mampu menyerap berbagai kemampuan namun tidak semua memiliki jenjang pendidikan tersebut. Jenjang pendidikan ini mutlak diperlukan apabila manusia yang bersangkutan menginginkan kemampuannya dapat berkembang secara luas. Dalam konteks ponsel penambahan kemampuan ini diartikan sebagai penambahan aplikasi yang dapat memberikan kemampuan atau fungsi tertentu diluar kemampuan dasarnya.

Dalam dunia ponsel ada berbagai macam sistem operasi yang disematkan kedalam sebuah ponsel pintar. Mulai dari Symbian 60, Symbian 80, Symbian UIQ, Windows Mobile, Palm, Linux, Android hingga terkini yang digunakan oleh iPhone dan tentu saja BlackBerry. Beragamnya jenis sistem operasi agaknya cukup menyulitkan konsumen dalam memilih lantaran masing-masing menawarkan berbagai keunggulan tersendiri. Namun keunggulan itu tetap membutuhkan penyesuaian kemampuan dari penggunanya agar dapat berfungsi secara optimal.

Sistem operasi yang digunakan pada iPhone misalnya. Tak ada yang meragukan kemampuan input pada layar sentuhnya. Cukup dengan menggunakan jari tangan, berbagai fungsi tap, hold, drag, rotate dsb dapat dilakukan dengan mudah. Bahkan teknologi ini membuat para pesaingnya berlomba-lomba menciptakan inovasi sejenis. Tak hanya itu, penampilan layar aktifnya pun membuat banyak vendor mendadak menjadi plagiat, ikut-ikutan mengadopsi tampilan icon yang stylish tersebut. Namun dibalik keunggulannya, sistem operasi yang digunakan iPhone ini jauh lebih ribet ketimbang lainnya. Tidak dapat melakukan copy paste (entah itu berupa teks maupun file) adalah salah satu kekurangannya. Meski hal ini sudah mulai disempurnakan pada sistem operasi rilis terakhir namun rupanya alasan mengapa mereka menerapkan hal itu adalah untuk mencegah pembajakan hak cipta.

Berbeda lagi dengan sistem operasi Symbian yang sepertinya lebih identik dengan vendor besar Nokia. Namun sebenarnya tak hanya Nokia saja yang menggunakannya, Samsung bahkan Sony Ericsson pun ikut serta ambil bagian. Sistem ini sebenarnya dibagi lagi menjadi beberapa versi yaitu Symbian 60 1st 2nd dan 3rd edition yang biasanya digunakan pada ponsel pintar tanpa fitur layar sentuh, 5th edition untuk yang berlayar sentuh, Symbian 80 untuk tipe Communicator dan tentu saja UIQ, varian yang digunakan pada ponsel Sony Ericsson seri P. Symbian dikenal lantaran penggunaannya yang user friendly. Dengan pola grid 3×4 pada Menu dapat dikustomisasikan sesuai keinginan pengguna. Apalagi ada ribuan pengembang aplikasi yang siap mendukung sehingga fungsi-fungsi tertentu seperti mobile office, GPS, pembaca digital hingga signature code-pun dengan mudah dapaat digunakan. Apabila terjadi kerusakan secara software, masing-masing vendor telah menyediakan layanan upgrade firmware secara online yang dapat dilakukan oleh seorang pengguna end user sekalipun.

Windows Mobile kini bukan lagi menjadi trend sistem operasi mutlak sebuah ponsel pintar. Namun kompabilitasnya terhadap sebuah PC tak lagi diragukan. Mulai dari office, email hingga aplikasi utility tertentu sudah tersedia dalam dua versi, PC dan mobile. Sayangnya seperti halnya sebuah PC, bagi pengguna yang baru berkenalan dengan sistem operasi Windows Mobile bisa jadi merupakan sebuah mimpi buruk. Karena baik penggunaan maupun pengoperasiannya sama persis, demikian juga dengan opsi pilihan atau kustomisasi yang harus melewati Control Panel. Sialnya lagi, tidak adanya dukungan terhadap Bahasa Indonesia, jikapun ada terjemahannya yang didapatpun agak aneh dan malah semakin menyulitkan untuk dimengerti. Tetikus (mouse) atau Sur-EL (surat elektronik/email) adalah salah duanya. Namun bagi sudah familiar dengan Windows PC saya yakin tidak akan menemui banyak kesulitan. Sistem operasi ini dibagi menjadi 2 (dua) peruntukan yaitu Standard Edition (untuk ponsel pintar tanpa layar sentuh) dan Professional Edition (untuk PDA berlayar sentuh).

Lantas bagaimana dengan sistem operasi lainnya seperti Palm, Linux, BlackBerry atau Android ? juga sistem operasi terbaru dari vendor besar Nokia ? tunggu tulisan saya selanjutnya.

Mengeksplorasi Windows Mobile 6.5 Device Simulator Development

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya perihal Windows Mobile 6.5 Device Simulator Development, untuk dapat menggunakan aplikasi ini pertama kalinya diperlukan kesabaran dalam menunggu waktu starting operating system. Sama halnya dengan menggunakan device secara real, aplikasi ini membutuhkan waktu sedikitnya 30 detik untuk bisa menampilkan layar today screen pada versi Professional Edition dan 2 menit untuk versi Standard Edition.

Menjajal simulator sistem operasi Windows Mobile ini tidak memerlukan banyak penyesuaian seperti halnya BlackBerry Device Simulator Development. Ini bisa dimaklumi lantaran sebelumnya saya pernah memiliki dan menggunakan 3 (tiga) PDA dan 1 (satu) yang menggunakan sistem operasi sejenis, yaitu T-Mobile MDA II, O2 XDA Atom, Audiovox PPC 6700 CDMA dan O2 Xphone iim Smartphone.

Untuk versi Professional Edition atau PDA dengan layar sentuh, pengoperasiannya dapat memanfaatkan Mouse sebagai pengganti jari tangan. Pemanfaatan ini berlaku juga untuk perilaku tertentu yang biasanya digunakan pada sebuah device berlayar sentuh yaitu pilih dan tahan (hold), geser (drag) dan tentu saja eksekusi. Tak hanya itu, Pengguna dapat juga menggunakan fasilitas tombol yang tersedia yang tentu saja akan berfungsi sesuai peruntukkannya. Untuk melakukan perpindahan Menu pada versi ini cukup gegas kok, berbanding terbalik dengan versi Standard Edition yang memerlukan waktu jeda dalam mengakses perpindahan Menu, itupun sedikit sulit mengingat kecepatan untuk dapat menggerakkan mouse tidak secepat jari tangan.

Pengembangan fitur dari versi sebelumnya ternyata tidak banyak, apalagi kalo dilihat pada versi Standard. Secara default aplikasi yang mendukung office mobile barangkali masih perlu penambahan, berbeda dengan versi Professional yang sudah ada dalam Menu. Office Mobile yang dimaksud pada simulator ini kompatibel dengan Office 2007 yang digunakan pada PC. Demikian pula dengan aplikasi OneNote-nya.

Untuk Browser bawaan pada versi Professionalnya memiliki pilihan yang mirip dengan Browser milik Opera, dapat menampilkan halaman dalam versi mobile ataupun Desktop Computer, bergantung kebutuhan dan koneksi. Sedangkan Windows Media Playernya yang digunakan sebagai player file multimedia secara default sudah dapat menampilkan gambar secara penuh alias fullscreen.

Yang unik disini adalah tampilan layar Today dimana pada saat device dalam keadaan terkunci, terdapat logo gembok yang musti digeser bisa kekiri maupun kanan untuk membuka kunci, satu teknologi yang rupanya telah dipelopori oleh iPhone. Demikian pula saat layar dalam keadaan aktif akan menampilkan berbagai akses shortcut menuju fitur yang sering digunakan. Tampilan ini mirip dengan device milik Samsung yang dikenal dengan sebutan Widget.

Jauh berbeda dengan pengembangan versi Professional, versi Standard-nya nyaris tidak terlihat perbedaannya. Ini bisa dilihat dari fitur File Explorer-nya tetap tidak memiliki Menu ‘Copy to’ atau ‘Move to’ yang mengakibatkan untuk melakukan perpindahan file secara random tetap harus bolak balik dari folder asal ke tujuan. Demikian pula dengan tampilan layarnya, baik secara aktif maupun terkunci.

Sebenarnya untuk menyempurnakan fungsi yang dimiliki oleh masing-masing versi dapat ditambahkan beberapa aplikasi tambahan seperti Resco Explorer (untuk fungsi layaknya PC), Full Screen KeyBoard, Handy Switcher (untuk perpindahan Menu saat multitasking), MortRing (untuk nada panggil yang beragam), Scientific Calculator (untuk fungsi hitung yang lebih lengkap) dan tentu saja SPB mobile Shell (untuk perubahan User Interface).

Pada akhirnya, saat mencoba Windows Mobile 6.5 Device Simulator Development serasa memiliki device ponsel/PDA beneran meski tidak mampu digunakan untuk melakukan panggilan maupun akses data (browsing). Setidaknya bagi saya pribadi simulator ini sudah cukup mengobati kekangenan saya akan sebuah PDA ber-Windows Mobile. Entah kapan bisa memilikinya kembali…

Windows Mobile 6.5 Device Simulator Development

16

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah puas menjajal BlackBerry Device Simulator Development baik dalam versi layar sentuh (Storm 9550) maupun tidak (Bold), kini giliran sistem operasi Windows Mobile 6.5 yang bakalan dieksplorasi.

Adapun sebagai informasi awal, sistem operasi yang biasanya digunakan untuk tipe ponsel smartphone atau PDA ini dibagi menjadi 2 (dua) kategori seperti halnya BlackBerry yaitu tipe berlayar sentuh (biasanya digunakan pada sebuah PDA, selanjutnya sistem operasi ini dikembangkan dalam versi Professional Edition dan devicenya sendiri disebut sebagai PocketPC) dan yang tidak berlayar sentuh (digunakan pada ponsel bertipe smartphone, selanjutnya sistem operasi ini dikembangkan dalam versi Standard Edition).

Sebagaimana halnya dengan BlackBerry Device Simulator Development, Windows Mobile 6.5 Device Simulator Development ini sebenarnya diperuntukkan bagi mereka para pengembang aplikasi tambahan yang nantinya dapat disuntikkan kedalam device yang sebenarnya. Namun oleh awam seperti saya, aplikasi ini dapat digunakan untuk mengeksplorasi lebih jauh fitur apa saja yang dimiliki oleh sistem operasi terbaru besutan Microsoft ini.

Untuk informasi tambahan selanjutnya dapat saya katakan bahwa sistem operasi Windows Mobile 6.5 ini merupakan lanjutan dari versi sebelumnya yaitu 6.1. Satu penyempurnaan yang dapat dilihat secara visual yaitu penampilan Menu yang tak lagi menampilkan pola grid 3×4 melainkan jauh lebih dinamis. Tujuannya adalah untuk mempermudah Pengguna dalam mengakses Menu dengan menggunakan jari tangan mereka. Satu kemajuan teknologi yang lebih dahulu diperkenalkan oleh iPhone.

Demikian pula dengan halnya User Interface (UI) akses Menu dan pilihan lainnya. Jauh lebih stylish mengingatkan saya pada sebuah aplikasi yang berbasis Windows PC, Stardock Windows Blind. Aplikasi ini kurang lebih berfungsi untuk menyamarkan tampilan kaku yang secara default dimiliki oleh Windows, bergantung pada skin atau thema yang digunakan. Sayangnya perubahan ini hanya berlaku pada versi Professional Edition saja, sedangkan versi Standard masih tetap mengadopsi tampilan Windows Mobile versi lama.

Untuk versi Professional, file instalasinya berukuran sekitar 225 MB yang dapat menampilkan Device Simulator dalam 5 (lima) ukuran layar. QVGA, VGA, WVGA, WQVGA dan Square. Layar QVGA adalah ukuran layar standar ponsel pintar terkini, yaitu 240×320 pixel. Sedangkan VGA adalah ukuran dua kali lipatnya yang sedianya baru beberapa device saja mengadopsi ukuran layar tersebut. WVGA dan WQVGA adalah standar ukuran layar device yang diperuntukkan sebagai pesaing iPhone, bisa dilihat dari diagonal layar yang lebar dan memanjang, misalkan saja Sony eXPeria. Terakhir ukuran Square adalah ukuran layar bujur sangkar. Ukuran layar square biasanya digunakan oleh PDA yang memiliki thumbboard QWERTY langsung dibawah layar seperti Ipaq 6965 atau Samsung i780.

Sebaliknya file instalasi untuk versi Standard Edition hanya berukuran 71,3 MB saja. File ini akan menghasilkan 2 (dua) resolusi layar yang dapat digunakan yaitu QVGA dan Square. Untuk ukuran QVGA ini ada 2 (dua) peruntukkan yaitu device dengan posisi layar Portrait dan posisi Landscape. Posisi Portrait biasanya diadopsi oleh ponsel smartphone dengan keypad biasa dan posisi Landscape diadopsi oleh ponsel dengan thummboard QWERTY, misalkan saja Motorola Q9.

Nah kira-kira fitur apa saja yang dimiliki oleh masing-masing versi ? serta bagaimana cara pengoperasiannya ? Tunggu tulisan saya berikutnya. Mengeksplorasi Windows Mobile 6.5 Device Simulator Development.

Memperbaharui Sistem Operasi Ponsel Windows Mobile 2003 (Pocket PC)

51

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya perihal pembaharuan sistem operasi pada ponsel terutama yang mengadopsi Windows Mobile 2003, pada tulisan kali ini akan saya lanjutkan dan jelaskan cara pembaharuan pada tipe atau jenis Pocket PC, tipe yang sudah memiliki fitur layar sentuh.

Sama halnya dengan ponsel/PDA Windows Mobile yang merupakan tipe atau jenis Smartphone, langkah paling pertama yang harus dilakukan adalah mengunduh (download) file ROM (installer sistem operasi) untuk jenis ponsel/PDA yang dimiliki. File bisa didapatkan melalui forum XDA Developer yang sudah terbagi dalam jenis atau tipe ponsel yang berbeda, tergantung pada kode nama pabrikan yang disandang oleh ponsel/pda tersebut.

Ada dua PDA yang sudah pernah saya coba terapkan, yaitu Audiovox PPC 6700 yang memiliki keyboard QWERTY saat layar utama digeser ke arah samping, berjalan pada frekeunsi CDMA dan O2 XDA Atom yang memiliki bentuk jauh lebih kecil ketimbang Audiovox tadi berjalan pada frekuensi GSM. Untuk Audiovox memiliki kode nama HTC Apache yang ternyata tidak memiliki varian nama lain, demikian pula O2 yang ternyata menyandang kode nama sama dengan serinya, yaitu Atom.

File ROM Audiovox dibagi menurut jenis operator yang digunakan. Perlu diketahui bahwa seri Audiovox ini tidak beredar secara resmi di Indonesia, bisa diketahui dari ragam file ROM yang disediakan. Besaran filenya kurang lebih sekitar 64,4 MB dan apabila di-extract terbagi menjadi 8 buah file, salah satunya merupakan file yang dapat dieksekusi (ROMUpgradeUt.exe).

UpGrade PPC Audiovox

File ROM milik O2 XDA Atom berukuran sekitar 43,5 MB yang apabila di-extract akan melonjak menjadi 84,9 MB, terbagi menjadi 7 buah file , salah satunya merupakan file yang nantinya dapat dieksekusi (DSUU.exe).

UpGrade PPC O2

Langkah berikutnya adalah mengkoneksikan device (ponsel/PDA) dengan PC melalui kabel data atau docking (desktop charger), menggunakan bantuan aplikasi Microsoft Activesync. Usahakan daya batere yang dimiliki sebelum memulai proses upgrade ROM, minimal kisaran 40 %, alangkah lebih baik berada pada titik penuh.

Buka file berekstensi exe yang berada dalam folder file ROM seperti yang saya sebutkan sebelumnya, klik next dalam setiap tahapan yang dipinta. Proses upgrade akan berlangsung sekitar 20-30 menit dan seperti halnya ponsel bertipe Smartphone (pada tulisan sebelumnya), proses ini tidak memerlukan atau bergantung pada koneksi internet. Begitu proses selesai, lakukan tindakan Soft Reset dengan menekan stylus pada lubang kecil di bagian bawah PDA. Silahkan lihat perubahannya.

o2-xda-atom-wm-6-300x201

Bagaimana ? masih takut untuk mencobanya ?

Memperbaharui Sistem Operasi Ponsel Windows Mobile 2003 (Smartphone)

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu kelemahan terbesar dari ponsel ataupun PDA yang masih mengadopsi sistem operasi Windows Mobile 2003, baik itu yang termasuk golongan smartphone (tanpa layar sentuh) ataupun pocket pc (dengan layar sentuh) adalah kehilangan data pada saat daya batere mencapai titik terendah. Data yang dimaksudkan meliputi daftar nama kontak, sms, email, agenda jadwal hingga dokumen yang tersimpan dalam memori ponsel atau pda.

Untuk mengatasi kehilangan data secara permanen, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melakukan backup data baik menggunakan fitur aplikasi yang sudah tersedia maupun dengan bantuan aplikasi pihak ketiga, Spb Backup. File backup tersebut dapat disimpan pada memori luar (eksternal) dan dapat di-Restore kembali untuk mengembalikan data ketika daya batere sudah terisi kembali. Sayangnya cara ini memerlukan ketelatenan untuk melakukan backup secara berkala, dengan tujuan agar data yang dibackup merupakan data terbaru.

Ketimbang kerepotan begitu, saya menyarankan untuk melakukan pembaharuan sistem operasi Windows Mobile dari rilis 2003 menjadi rilis 5.0 ataupun 6.0. Secara kinerja dan performance tidak ada perbedaan mencolok yang ditunjukkan oleh Windows Mobile 5.0 ataupun 6.0. Hanya secara default, visual Windows Mobile 5.0 memiliki warna dasar biru tua sedangkan rilis 6.0 memiliki warna dasar hijau tua. Kelebihannya pun sama saja, yaitu ponsel tidak akan mengalami kehilangan data ketika daya batere mencapai titik terendah seperti sebelumnya. Dijamin. Hehehe…

Seperti yang pernah saya terangkan sebelumnya, sistem operasi Windows Mobile terbagi atas dua jenis, yang tanpa layar sentuh atau dikenal dengan istilah Smartphone dan yang menggunakan layar sentuh atau yang dikenal dengan istilah Pocket PC. Beda jenisnya, beda pula cara upgrade sistem operasinya. Pada tulisan ini, saya prioritaskan untuk ponsel yang tidak menggunakan layar sentuh atau jenis Smartphone.

HTC AMadeus

Langkah pertama tentu saja mengunduh file ROM (installer sistem operasi) untuk ponsel yang dimiliki, bisa didapatkan melalui forum XDA Developer yang sudah terbagi dalam jenis atau tipe ponsel yang berbeda, tergantung kode nama pabrikan yang digunakan ponsel tersebut. Kebetulan untuk ponsel yang saya miliki (O2 Xphone iim) menggunakan kode nama HTC Amadeus, yang memiliki varian serupa dengan T-Mobile SDA Music dan Qtek 8100. Didalam file tersebut terdapat 4 file inti yaitu ROM dalam bentuk file berekstensi bin, dua file dalam format txt dan file aplikasi mtty.exe. Apabila sudah, pindahkan file ROM  berekstensi bin tersebut ke C:\ dan ubah namanya menjadi wm5.bin atau wm6.bin.

Buka aplikasi Microsoft Activesync dan disabled USB Connection yang terdapat pada Connection Setting. Pastikan daya batere ponsel dalam keadaan penuh lalu matikan dan cabut kabel data USB dari PC. Proses upgrade sudah siap dilakukan.

Tekan dan tahan tombol kamera yang terdapat disisi kanan ponsel, sambungkan ponsel dengan PC menggunakan kabel data. Ketika layar ponsel menampilkan tulisan “Need an UI (0)?”, tekan tombol 0 secepatnya. Background layar akan berubah dari warna hitam menjadi tiga warna, Hijau, Biru dan Merah.

Buka aplikasi mtty.exe dan pilih tombol USB, layar akan menampilkan kotak prompt putih dan ketikkan “l c:\wm5.bin” tanpa tanda petik. Yang perlu diperhatikan adalah harus diketik, tidak boleh di-copy paste. Untuk wm5.bin sesuaikan dengan perubahan nama file yang telah dilakukan sebelumnya. Tekan Enter dan tunggu hingga selesai. Proses biasanya akan berlangsung sekitar 15-20 menit. Berbeda dengan ponsel Symbian yang mengharuskan proses dilakukan secara Online, proses pembaharuan sistem operasi Windows Mobile dilakukan secara offline alias tidak memerlukan atau bergantung pada koneksi internet.

Apabila proses ‘Flashing’ sudah selesai, masih dalam layar kotak prompt yang sama, ketikkan (bukan copy paste) “ResetDevice”  tanpa tanda petik, dan tekan Enter.  Ponsel akan melakukan Restart dan lihat hasilnya.

Untuk tipe ponsel yang saya miliki, setelah proses upgrade selesai ada satu langkah instalasi lagi yang harus dilakukan yaitu instalasi driver kamera 0,3 megapixel. Jika ini tidak dilakukan, maka tombol shortcut yang digunakan untuk mengakses kamera tidak dapat berfungsi dengan normal dan menampilkan tulisan ‘error.

Bila disandingkan dengan sistem operasi sebelumnya (Windows Mobile 2003), ada beberapa penambahan fitur atau shortcut yang ditampilkan pada Start Menu-nya. Meliputi Storage data, Celetask (pengganti task manager, yang dapat pula digunakan sebagai utility pembersih memory, cache dan pemeriksaan sisa daya batere) dan juga pengaturan visual layar today-nya.

o2-xphone-iim-wm-6-300x127

Untuk meyakinkan bahwa ponsel tidak akan kehilangan data pada saat daya batere mencapai titik terendah, bisa dilakukan dengan mendiamkan ponsel hingga mati sendiri (perlu waktu 2-3 hari) atau menggunakan ponsel secara terus menerus (perlu waktu 4 jam atau sesuai daya standby ponsel).

Bagaimana ? tertarik untuk mencobanya ?

Memperbaharui Sistem Operasi Ponsel Symbian

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Rata-rata keluhan pengguna ponsel yang mengadopsi sistem operasi Symbian seperti halnya Nokia adalah kinerja dan performance ponsel yang lambat. Hal ini berlaku bagi ponsel keluaran sebelum tahun 2008/2009. Bisa dimaklumi sebenarnya, karena rilis ponsel ketika itu belum mengadopsi prosesor dengan kecepatan tinggi seperti halnya sekarang. Katakanlah seri multimedia N70, N73, N80 atau N90.

Ketika ponsel sudah berumur satu dua tahun atau lebih, kinerja tersebut akan secara otomatis menurun seperti halnya penggunaan PC. Tak heran apabila pengguna ponsel lebih memilih untuk menjualnya dengan seri terkini, padahal hingga saat ini seri yang disebutkan diatas masih menjadi pilihan favorit untuk dimiliki.

Untuk mengembalikan kinerja dan performance ponsel, sebetulnya ada cara gampang yang bisa dilakukan yaitu me-reset ponsel kembali ke pengaturan semula (pabrikan) atau yang lebih dikenal dengan istilah Hard Reset. Tindakan ini sudah pernah saya tulis sebelumnya. Bagi yang blom pernah membacanya silahkan lihat disini.

Selain tindakan hard reset diatas, sebetulnya saat ini Nokia sudah menyediakan layanan secara online untuk memperbaharui sistem operasi ponsel yang digunakan dan dapat dilakukan secara personal. Tindakan ini dikenal dengan nama ‘Flashing’. Pembaharuan ini hanya berlaku untuk peningkatan versi Firmware pada sistem operasi yang sama, dan tidak berlaku untuk peningkatan versi sistem operasi.

Maksud kalimat saya diatas adalah bagi yang memiliki ponsel N73 misalnya, dikenal mengadopsi sistem operasi Symbian 60 3rd Edition. Jadi yang di-perbaharui adalah versi Firmwarenya menjadi rilisan yang terbaru. Pembaharuan tidak bisa dilakukan apabila ingin mengubah versi sistem operasi ke 5th Edition (Nokia 5800 XM), karena jeroan masing-masing ponsel berbeda, tidak dapat mengadaptasi versi sistem operasi yang berbeda.

Caranya yaitu pengguna diwajibkan mengunduh (download) terlebih dahulu file Nokia Software Updater Setup_en.exe (23,3 MB) dari web site resmi Nokia, dengan memilih seri/jenis ponsel yang dimiliki. Berdasarkan informasi yang saya baca, untuk satu file bisa digunakan untuk beragam seri ponsel yang memiliki kesamaan versi sistem operasi. Misalkan saja file yang diperuntukkan bagi Nokia N73, kompatibel dan dapat digunakan pula untuk ponsel seri N, seri E, eXpressMusic, Supernova, Navigator, Slide, Fold juga Classic.

Apabila file sudah selesai diunduh, pastikan daya batere ponsel dalam kondisi penuh, untuk mengantisipasi jangka waktu upgrade Firmware yang nantinya akan dilakukan secara online. Jangka waktu ini akan tergantung pada kecepatan koneksi internet yang digunakan. Sambungkan ponsel dengan PC menggunakan kabel data bawaan ponsel. Lakukan koneksi internet dan buka (eksekusi) file Nokia Software Updater tadi. Proses upgrade Firmware akan berlangsung secara online, tunggu hingga selesai. Yang perlu diperhatikan adalah saat proses berlangsung, ponsel tidak boleh digunakan ataupun diputus dari PC. Apabila telah selesai, matikan ponsel dan hidupkan kembali, lihat perubahannya.

Symbian

Saya sendiri sudah pernah mencobanya pada ponsel N73 Music Edition. Hasilnya, selain kinerja dan performance jadi jauh lebih baik, untuk permasalahan pengiriman sms yang lambat, sudah dapat diatasi kendati saya tidak menginstalasi aplikasi Sms Accelerator seperti sebelumnya. Bukan hanya itu, Nokia juga memberikan beberapa aplikasi terbaru seperti yang biasanya telah terdapat pada ponsel Nokia seri terkini. Nokia Maps (akses melalui GPRS), Nokia Magnifier (fungsi kaca pembesar), Nokia Search (pencarian file), Mobile Televisi, Divx Player, Lifeblog, Quickoffice, Adobe PDF serta F-Secure Anti Virus.

Bagaimana ? ingin ikut mencobanya ?

Belajar Memperbaharui Sistem Operasi Ponsel

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Ponsel dan Sistem Operasi, satu paduan yang kerap terlihat pada tipe-tipe yang disebut atau digolongkan sebagai smartphone. Entah itu identik dengan layar sentuh, penggunaan yang agak menjelimet, membutuhkan perawatan secara berkala hingga mampu melakukan penambahan/pengurangan aplikasi. Ada beberapa jenis sistem operasi yang familiar digunakan pada ponsel golongan ini. Symbian 60 (variannya Symbian 70 dan Symbian 80), Windows Mobile (2003, 5.0, 6.0, 6.5), Linux, Maemo (ponsel Nokia seri terbaru), iPhone dan Android. Dari jenis sistem operasi tersebut, saya pribadi baru mengenal dan memiliki yang menggunakan Symbian 60 dan Windows Mobile (baik yang berlayar sentuh maupun tidak).

Kenapa diperbaharui ? Tujuannya tentu saja untuk mendapatkan peningkatan kinerja, performa dan penambahan fitur-fitur terkini. Saya berikan contohnya.

Pada ponsel Symbian 60 misalnya. Yang saya miliki adalah Nokia N73 Music Edition. Ponsel ini merupakan varian dari seri yang sama dengan penambahan theme edisi musik, memori tambahan (2 GB) dan chasing hitam khas dari label Music Edition. Sisanya sama saja, termasuk keluhan lemotnya kinerja ponsel diantaranya pengiriman sms yang kerap bermasalah. Untuk mengatasi permasalahan sms ini sebenarnya bisa dilakukan dengan menginstalasi aplikasi Sms Accelerator, namun tidak menyelesaikan permasalahan yang lainnya. Sehingga diperlukan pembaharuan pada sistem operasi yang digunakan.

Contoh lainnya adalah pada ponsel atau PDA yang masih mengadopsi sisem operasi Windows Mobile 2003. Ciri khasnya adalah pengguna harus siap kehilangan data yang  tersimpan pada memori internal termasuk sms, daftar kontak hingga jadwal dan agenda, saat daya batere ponsel atau PDA terkuras habis. Bisa diatasi dengan menggunakan bantuan aplikasi tertentu, untuk melakukan backup kondisi terakhir seperti halnya fitur System Restore Windows XP pada PC. Namun tetap saja mengganggu, apalagi kalo mendadak habis saat sedang dibutuhkan. Pembaharuan sistem operasi Windows Mobile ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kehilangan data kendati daya batere turun hingga titik terendah.

OS1

Pada sistem operasi lainnya saya pikir tujuannya sama saja. Katakanlah untuk iPhone, pembaharuan dimaksudkan untuk menambahkan fungsi tertentu yang tidak terdapat sebelumnya. Katakan saja fitur copy paste. Namun karena keterbatasan dana yang saya miliki, jadinya ya untuk sistem operasi yang satu ini sama sekali blom pernah saya coba.

Untuk bisa melakukannya sebenarnya sederhana saja. Mungkin kelak akan saya split –bagi per tulisan, baik pembaharuan untuk ponsel yang mengadopsi sistem operasi Symbian 60, Windows Mobile PocketPC (yang berlayar sentuh) dan Windows Mobile Smartphone (tanpa layar sentuh). Tunggu saja…

BerBagi PengaLaman menggunakan Pocket PC dan Aplikasinya

15

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang masiy blom tahu apa itu Pocket PC ? kurang lebih artinya komputer genggam yang bisa masuk kantong. He… asal njeplak aja niy… Yah, paling tidak yang namanya Pocket PC itu nyaris identik dengan yang namanya PDA (Personal Digital Assistant) dan Windows Mobile.

Ngomongin Windows Mobile belakangan ini tampaknya sudah gak lagi didominasi oleh brand keluaran HTC ataupun para operator yang diajak bekerja sama seperti O2, T-Mobile atau Vodafone, tapi juga sudah merambah ke brand ponsel papan atas seperti Sony Ericsson maupun brand ponsel China.

Sekedar informasi atau istilahnya FYI, yang namanya Windows Mobile ini kalo diliat dari seri rilisannya, ada beberapa macam yang masing-masing punya kekurangan dan kelebihan yaitu Windows Mobile 2003, Windows Mobile 2003 SE, Windows Mobile 5.0, Windows Mobile 6.0 dan 6.1 serta yang terkini Windows Mobile 6.5. Sedangkan kalo diliat dari tipe dan peruntukkannya Windows Mobile dibagi dua pilihan, tipe Smartphone yang tanpa layar sentuh dan Pocket PC yang sudah mengadopsi layar sentuh atau touch screen.

Secara keseluruhan apabila dibandingkan dengan sistem operasi lain yang disuntikkan pada ponsel atau PDA, Windows Mobile bisa dikatakan bakalan lebih familiar digunakan bagi mereka yang telah mengenal dan mendalami penggunaan PC ber-Microsoft Windows. Bagaimana dengan pengguna baru ? bisa jadi seperti pengalaman beberapa teman saya yang nekat mencoba ponsel atau PDA ber-Windows Mobile, reaksinya beragam.

Ada yang menggerutu, ada yang bingung tapi ada juga yang gak peduli. Hasil akhirnya bisa ditebak, ntu ponsel atau PDA langsung dijual setelah satu dua bulan penggunaan. He… Apalagi bagi mereka yang kedapatan membeli PDA second dan masih menggunakan sistem operasi Windows Mobile 2003 yang notabene bakalan menghapus semua data contact, email, sms hingga Notes dan dokumen yang terdapat pada device saat batere menunjukkan angka 0 %. Lagi-lagi ada juga yang gak peduli dan memilih tetap menggunakannya dengan alasan ‘bisa menaikkan gengsi’. He…

Kalo punya kesempatan lebih, baiknya sih iseng-iseng browsing ke mbah GooGLe dan cari informasi lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan dan memelihara serta mengoperasionalkan perangkat Pocket PC yang dimiliki. Itu jauh lebih baik ketimbang menyerah dan menjualnya trus berpaling ke ponsel sederhana. Tapi yah, gak semua orang bisa begitu. He…

Padahal gak sepenuhnya untuk dapat menggunakan Pocket PC dengan baik dan benar, selalu membutuhkan otak encer seperti yang dikeluhkan beberapa teman. Cukup dengan meluangkan waktu saat senggang dan jangan khawatir akan kerusakan (secara software) yang bakalan ditimbulkan akibat perilaku otak atik tersebut. Lantaran dalam setiap Pocket PC terdapat cara ampuh yang mampu mengembalikan sistem operasi ke versi pabrikan hanya dalam sepuluh menit saja. Tentu satu hal yang mutlak dilakukan adalah melakukan backup dan backup dalam setiap kesempatan atau pembaharuan data.

Jikapun masih bingung, kelak saya pasti bakalan berbagi pengalaman dalam menggunakan Pocket PC dan aplikasi apa saja yang bisa disuntikkan untuk mendukung kinerja dan fungsi device dalam keseharian nanti. Untuk sementara nikmati saja dahulu apa yang sudah saya sampaikan pada halaman berikut ini :

  1. Aplikasi Windows Mobile Pocket PC (O2 ATOM, Dopod 838, Audiovox 6700)
  2. Aplikasi Windows Mobile Smartphone (O2 Xphone iim, Motorola Q)
  3. Aplikasi Java (Ponsel / PDA)
  4. Games Java (Ponsel / PDA)
  5. RingTones (format MP3)