Gaduh Group Whatsapp soal Pekerjaan

Category : tentang Opini

Beberapa waktu lalu, ponsel saya sempat ribut menotifikasi puluhan chat yang masuk dari beberapa rekan kerja, baik menanyakan ada apa gerangan yang terjadi di Whatsapp Group dinas yang baru dibuat sebulan terakhir, juga menanggapi apa yang sudah terlewati. Rupanya pasca keluarnya saya dari group tersebut, banyak yang gaduh soal pekerjaan.

Sejak awal sudah diyakinkan, bahwa untuk urusan Whatsapp Group baiknya jangan membuat keterikatan dalam satu tempat apabila pemikiran kita belum satu sejalan. Banyaknya kepala dengan pola pikir dan latar belakang pemahaman yang berbeda biasanya cenderung ribut, apalagi di Whatsapp Group tidak ada intonasi dan nada bicara.
Apa yang dimaksud sesungguhnya oleh orang yang menyampaikan atau menanggapi pendapat bisa jadi berbeda satu sama lain, tergantung pada suasana hati dan kondisi psikis yang membaca.
Kalo sudah bawaannya negatif dan mangkel, sesederhana apapun chat yang dilontarkan, tetap dianggap negatif dan memojokkan.
Itu sebabnya, ketika saya berada dalam situasi tak menyenangkan begini, mending keluar dari group untuk amannya hubungan kerja atau pertemanan.

Gaduh Whatsapp Group soal Pekerjaan

Dalam sebuah group Whatsapp, biasanya ada banyak tipe orang yang bergabung didalamnya. Baik yang hanya senang memantau dalam diam, ada yang senang ngoceh berlebih, ada juga yang sok bijak dengan share broadcast kehidupan dan kesehatan yang belum tentu benar. Demikian halnya ketika group Whatsapp dibuat atas dasar hubungan kerja.
Akan tetapi ketika isi pembicaraan mulai masuk ke persoalan memojokkan, menjatuhkan teman dalam arti sebenarnya ya seharusnya Admin berwenang mengingatkan dan mengeluarkan orang per orang yang terlibat ketika topik sudah semakin tak terkontrol. Jadi ndak sehat pembicaraannya.

Akan tetapi karena sejak awal memang sudah memaklumi akan terjadi begini, berdasar pengalaman bertahun-tahun menggunakan Whatsapp dan tergabung di sejumlah group, baik yang jelas tujuannya maupun hanya sebatas ngalor ngidul, ya sudah menyadari pula berbagai pilihan yang bisa diambil saat berada dalam situasi tak menyenangkan.
Salah satunya adalah keluar dari Group demi kebaikan bersama. Semacam pengecut yang tak berani berdebat.
Itulah yang kerap saya lakukan.
Karena toh itu hanya satu media berbagi di dunia maya yang kini sedang trend digunakan. Sementara kalaupun tidak ikut didalamnya, paling-paling kita hanya tertinggal di informasi seputaran group itu saja. Sementara pertemanan sejati di dunia nyata ya harusnya sih tetap berjalan.
Masalahnya adalah, biasanya apa yang terjadi di dunia nyata bakalan ngikut apa yang terjadi di dunia maya. Musuhan ya musuhan juga di pertemuan langsungnya. Aduh…

Kalo sudah begini ya mau bilang apa ?

Ngumpul lagi, Heboh lagi

Category : tentang KeseHaRian

Anget anget Tai Ayam.
Biasanya kalo pas lagi anget, ya ramai topik dan bahan pembicaraannya.
Begitu dah lama, sepi dan kering.
Gitu deh kebiasaan kita kalo baru bikin group chat, obrolan antar kawan. Ada aja yang dibahas.

Begitu juga acara Ngumpul kami di group Whatsapp seminggu terakhir.
Setelah rame bertengkar dan musuhan di BlackBerry Messenger, group Alumni kelas A1 Fisika angkatan 1992-1995 SMAN 6 Denpasar, pindah kamar ke dimensi lain yang jauh lebih familiar penggunaannya.
Nggak harus tanya-tanya PIN, tapi cukup ngandelin nomor ponsel mereka.

Voila, Group Whatsapp kami pun dibuat dalam sehari.

Adalah Wahyu Adi Mulyono, kawan kami yang punya kemampuan intelegensia dan finansial yang diatas rata-rata itu, saya mintakan tolong agar memantau nomor ponsel semua kawan yang masih aktif di Group BBM, untuk dibuatkan Group WA.
Ndak ada agenda khusus sih kali ini. Apalagi rencana Reunian atau gimana gitu.
Cuma Ngumpul doang, say hello.
Hasilnya lumayan. Dari 41 kawan seruangan, akhirnya tersisa 9 orang lagi yang belum ketemu nomor ponselnya. Secara rumah asal sih masih bisa terpantau, cuma soal waktu luang untuk main ke masing-masing mereka aja yang belum kesampaian.

Tidak hanya itu, tampaknya postingan pertanyaan kami pada beberapa kawan seruangan, dipantau pula oleh alumni dari kelas lain. Yang kemudian berinisiatif membuat group Whatsapp pula untuk tingkat sekolah. Walhasil notifikasi ponsel pun ributnya bukan main. Syukur Whatsapp menyediakan opsi Mute 1 tahun, bisa tanpa notifikasi pulak. Terpaksa, ketimbang pusying.

Namun demikian, memasukkan semua kawan yang ada di group Whatsapp kelas ke group sekolah, sempat terpikirkan hal yang sama seperti halnya pola group serupa di bidang kerja. Keluar dari kelompok besar, untuk tetap berada di kelompok kecil. Toh secara garis besar, isinya sama. Namun karena sejak awal diminta tidak meninggalkan tempat, ya dilakoni saja padahal sebagian besar kawan seruangan sudah melakukan duluan dan titip absen.

Maka itu ada dua postingan tambahan terkait aktifitas diatas, yaitu publikasi file Foto yang dikelompokkan per kelas dalam bentuk kompres file di akun Google Drive dan file Video di halaman berbagi YouTube dan juga akun Google Drive bagi yang ndak paham cara unduh melalui yucub tadi.
Kalian yang merupakan alumni angkatan kami, silahkan mampir ke akun saya diatas untuk bisa mendapatkan semua konten.

Balik ke group Whatsapp, sepertinya ini bakalan jadi cikal bakal reuni lagi. Padahal janji di awal tahun 2010 kemarin, agendanya 10 tahun lagi baru deh dilakukan lagi. Tapi apa bisa jadi kemungkinan lebih cepat ?

Menghapus Akun dan PIN BBM

3

Category : tentang TeKnoLoGi

B B M
Black Berry Messenger

Kalo ndak salah bulan Juni tahun 2013, sebulan pasca dipromosikan di kursi Kepala Seksi Permukiman Dinas Cipta Karya silam, akhirnya saya menginstalasi aplikasi chat BBM lantaran semua Staf saat itu belum satupun menggunakan perangkat Android dan belum ada yang bersedia menginstalasi aplikasi Whatsapp di ponsel masing-masing dengan alasan memberatkan kinerja.
Maka setelah bertahun-tahun kukuh tidak menggunakan aplikasi messenger milik BlackBerry dan ponselnya sekalian, ya luluh juga. Tujuannya cuma satu. Bisa berkomunikasi dengan mereka semua dalam satu ruang chat.

Berselang 4 tahun, pasca pemisahan tugas menjadi Dinas Perumahan, rasanya sih memang ada lagi alasan untuk mempertahankannya. Semua Staf yang saya miliki terberai di empat ruangan, tiga bidang. Apalagi yang namanya perkembangan teknologi masa kini, perangkat BlackBerry tampaknya mulai ditinggalkan termasuk oleh semua mantan staf yang saya miliki, bahkan yang dulunya gagap sekalipun. Sehingga per pagi tadi, BBM atau BlackBerry Messenger musti di PHK dari layar ponsel.
Gak ada penyesalan apapun terkait itu.

Jadi ya Mohon Maaf, jika saya tidak lagi bisa dikontak lebih lanjut melalui PIN BBM.
Menambah panjang daftar aplikasi sosial media yang ditinggalkan.

Kita Chat lewat Whatsapp aja ya…

Tips #Ngandroid Chat Applications (3)

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Nah, terakhir ada Whatsapp. Saya yakin sudah banyak yang mengenalnya
  • Whatsapp merupakan sebuah aplikasi Chat yang mampu dilakukan oleh perangkat mobile multi platform.
  • Dari #Android, Blackberry, iPhone, Symbian baik S40 juga S60 yang lawas itu…. #multiplatform
  • Mengandalkan nomor ponsel dan verifikasi via sms, untuk aksi Restore archive chat-nya jauh lebih cepat dari aplikasi Line
  • Adanya banyak dukungan perangkat ponsel inilah yang membuat Whatsapp lebih diharapkan mampu menghabisi keberadaan BBM
  • Whatsapp mampu melakukan yang BBM bisa, dari tukeran foto, video, audio, contact bahkan lattitide (posisi)
  • Selain itu terdapat pula beberapa emoticon sebagai wujud ekspresi pengguna saat melakukan chat
  • Dibanding aplikasi Chat lainnya, daftar pengguna Whatsapp yang terdapat dalam perangkat yang saya gunakan merupakan yang terbanyak
  • Aplikasi Whatsapp awalnya mampu dilakukan oleh perangkat ponsel maupun tabletpc
  • Namun dlm versi terbarunya, Whatsapp langsung menolak perangkat tabletpc yg tdk mendukung voice call spt HTC Flyer atau Samsung GalTab 10.1
  • Hal ini bisa diakali dengan menginstalasi aplikasi Whatsapp versi lama, yang masih mendukung tablet
  • Tindakan ini kan menimbulkan resiko saat perangkat melakukan Update aplikasi
  • Whatsapp pada #Android memiliki kemampuan untuk membuat Group secara terbatas (maks 15 participants) yang dikelola oleh satu admin
  • Wewenang admin #Whatsapp adalah memasukkan daftar nama yang ingin diikutkan dalam Group sekaligus melakukan perubahan data group
  • Sayangnya, admin #Whatsapp tidak memiliki wewenang untuk mengeluarkan anggota dari Group
  • Sehingga untuk keluar dari Group, hanya si anggota sendiri yang mampu melakukannya dengan ‘Delete and Exit group
  • Fasilitas Free yang dapat dinikmati hanya dalam batas setahun. Lebih dari itu, Droiders diwajibkan untuk membelinya
  • Semua aplikasi Chat yang disebutkan sejak awal rata”ditawarkan secara Free alias Gratis, kecuali Whatsapp, wajib bayar di tahun kedua
  • Untuk pemakaiannya dibebankan langsung pada paket data koneksi yang digunakan. Jika sudah Unlimited, lupakan saja :p
  • Semua Aplikasi Chat tadi akan jauh lebih berguna bila sudah ada temannya. Jika masih sedikit yang menggunakan, silahkan beralih
  • Untuk Chat On, Catfiz, Live Profile, Line, GTalk, eBuddy bagi saya sdh menjadi bagian drmasa lalu. Yg masih ttp digunakan cuma Whatsapp & YM
  • Jadi bagi yang ingin kontak, bisa lewat Whatsapp di 083119540188 atau YM alitpande bisa juga mention langsung disini
  • Ah iya… Sori kelupaan… Padahal pernah dicobain juga :p RT @doktersipayung @pandebaik kakao talk bisa dipertimbangkan jg..
  • RT @doktersipayung klo gak salah kakao talk sdh mulai banyak yg makai. Lebih atractive menurut saya emoticonnya. Ada animasi nya.
  • Akhir kata sebelum berpisah, semua pilihan ada ditangan masing”, silahkan manfaatkan secara positif mana yang dianggap lebih baik
  • Karena bagaimanapun, masing”punya kekurangan dan kelebihannya. Demikain pula halnya saya :p *banyak salah ketiknya *maaf yah
  • Whatsapp Kawan ? Apa Ceritamu Hari Ini ?

    12

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Sudah lima bulan ternyata. Tergolong Lama juga saya menggunakannya.

    Selain TweetDeck, Gmail, FaceBook for Android dan FourSQuare, Whatsapp juga merupakan penghuni setia ponsel Android sejak pertama dimiliki, meski telah beberapa kali diformat dan upgrade ulang. Sekedar informasi, bahwa Whatsapp merupakan satu-satunya aplikasi Chatting yang saya gunakan hingga kini. Bandingkan dengan aplikasi sejenis lainnya seperti GTalk, Yahoo Messenger, FaceBook Chat dan Live Profile.

    Bisa jadi karena kemudahan instalasi dan penggunaannyalah yang membuat saya jatuh hati selama ini. Tidak memerlukan registrasi yang berbelit, pemanfaatan email secara berkala ataupun kebutuhan login dan logout. Uniknya, meski ponsel kemudian di Format Ulang (istilah lain untuk Hard Reset, Factory Reset, Flash ataupun Upgrade), data Chat yang telah dilakukan sebelumnya tetap tersimpan dengan baik dan dikembalikan saat instalasi kembali.

    Pada awal berkenalan dengan aplikasi Whatsapp, saya telah mengetahui bahwa sifat Free yang diberlakukan oleh pihak pengembang hanya berlaku setahun saja. Ini berbeda dengan pengguna iPhone yang mutlak membeli lisensi Whatsapp didepan atau sebelum digunakan. Meski demikian, apabila kemudian di setahun berikutnya penggunaan aplikasi diwajibkan untuk membayar, saya pribadi tidak mempermasalahkannya mengingat kemampuannya yang setara dengan BlackBerry Messenger.

    Setara ? tidak juga. Lebih malah…

    Ketika sempat saya perbandingkan saat pengiriman pesan, berbagi gambar atau file multimedia dengan aplikasi BlackBerry Messenger, Whatsapp ternyata mampu menunjukkan kecepatan aksesnya untuk menyampaikan pesan dan mendapat balasan dari lawan bicara. Selain itu, kemampuannya yang lintas ponselpun patut saya acungi jempol. Terpantau kini tak hanya Nokia yang menggunakan sistem operasi Symbian 60 saja yang mampu tapi juga Symbian 40 seperti seri X2 atau C3 yang sejutaan itu. Begitu mudah bukan ?

    Pemberlakuan Gratis selama setahun pertama bisa juga menjadi nilai positif bagi mereka yang enggan berurusan dengan pembayaran melalui PayPal atau kartu kredit. Karena untuk bisa menikmatinya setahun kedepan dengan status Gratis, pengguna tidak perlu mengganti ponsel seperti halnya BlackBerry yang amat sangat mendewakan Nomor PIN, namun hanya perlu mengganti nomor ponsel yang digunakan. Memang agak sedikit merepotkan bagi yang menggunakan nomor sebagai ponsel utama, tapi tidak berlaku bagi mereka yang hanya memanfaatkan nomor ponsel hanya untuk koneksi data, termasuk saya. Jadi jika bulan April tahun 2012 nanti nomor saya tak dapat dihubungi lagi, silahkan tanya nomor penggantinya lewat blog ini yah. :p

    Lantaran memanfaatkan nomor telepon sebagai pengganti PIN untuk bisa saling berkirim pesan inilah, sesama pengguna Whatsapp apalagi yang berlaku dalam lingkup Regional dan sebelumnya saling mengenal, tidak perlu lagi saling bertanya satu sama lain. Tinggal lakukan penyegaran (refresh) pada Daftar nomor Whatsapp, sesama pengguna sudah bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Kalopun kemudian nomor ponsel yang datang berkomunikasi tidak dikenali dalam daftar, pengguna Whatsapp tinggal menyimpannya seperti saat menyimpan nomor ponsel teman atau rekan baru.

    Ohya, Ngomong-ngomong soal Teman Baru, Gara-gara menggunakan Whatsapp pula, saya jadi banyak memiliki Teman Baru dari seantero Indonesia loh. Gag percaya ?

    Rata-rata mereka mendapatkan nomor ponsel yang saya gunakan untuk berkomunikasi Whatsapp dari tulisan Blog tentang Whatsapp yang kedua. Sengaja saya cantumkan, agar bagi mereka yang penasaran ingin mencoba, minimal sudah memiliki satu daftar teman yang sepaham.

    Jadi selain komunikasinya bisa nyambung, saya pun bisa mendapatkan banyak referensi tambahan baik terkait penggunaan Whatsapp di ponsel mereka terutama selain Android, pun informasi seputar daerah tempat tinggal mereka (Banten, Tangerang, Tanah Abang, Palembang, Kalimantan, Lombok, Sidoarjo dan banyak lagi) yang tidak saya ketahui sebelumnya. Bahkan ada juga yang kemudian memberikan banyak ilmu tambahan terkait CustomROM sistem operasi Android dan juga tips trik Flashing. Hehehe…

    Kini setelah enam bulan berjalan, jumlah kontak teman yang menggunakan Whatsapp sudah mencapai 50-an orang. Cukup lumayan, mengingat saat bulan pertama penggunaan, untuk menemukan 10 kontak saja sudah bersyukur bin ajaib. Mungkin karena kemudahan penggunaan yang mampu dilakukan lintas ponsel itulah yang kemudian menyatukan kami dalam satu aplikasi.

    Whatsapp Kawan ? Apa Ceritamu hari ini ?

    Viber, Nelpon Gratis bagi pengguna Android dan iOS

    54

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Anda pengguna Android ? atau iOS barangkali ? maka silahkan bersyukur karena sudah beruntung bisa memilikinya.

    Jika beberapa waktu lalu saya sempat berbagi cerita tentang Free Messenger antar ponsel bernama Whatsapp, kali ini saya ingin mengenalkan pada kawan semua para pengguna Android dan iOS (Mohon Maaf sementara waktu bagi pengguna BlackBerry ataupun Nokia), aplikasi Free Messenger plus Free Call alias Nelpon Gratis bernama Viber.

    Nelpon Gratis ? Hare Gene Gratis ?

    Viber merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Viber Media Inc. secara khusus bagi para pengguna iPhone dan Android agar dapat menggunakan atau memanfaatkan fungsi telekomunikasi suara alias telepon dan juga Text Message atau Chat Messenger secara Gratis, dengan memanfaatkan koneksi jaringan data 3G atau WiFi.

    Aplikasi Viber dapat diunduh melalui Android Market dan App Store milik iOS secara Free alias Gratis. Untuk Registrasinya pun tidak berbeda dengan langkah Registrasi Whatsapp yang memang murni mengandalkan Nomor Ponsel yang digunakan. Tanpa permohonan email ataupun penggunaan PIN secara khusus.

    Berdasarkan “Janji” yang diberikan oleh pihak pengembang Viber Media Inc, selain dapat diunduh dan digunakan secara Gratis, juga bebas dari tampilan iklan (yang biasanya menghiasi layar untuk rata-rata aplikasi yang bersifat Free). Dengan kualitas suara yang jernih selayaknya jaringan GSM, fasilitas Free Calls atau Nelpon Gratis Viber juga dapat digunakan untuk bertelepon dalam skala Internasional atau interlokal tanpa dipungut biaya sepeserpun.

    Sebagaimana halnya yang dikatakan diatas, sayangnya aplikasi Viber baru hanya diperuntukkan bagi pengguna yang memiliki perangkat iPhone dan Android saja. Meski janji dari pihak pengembang Viber, akan segera dialokasikan pula untuk pengguna BlackBerry. Karena keterbatasan pengguna inilah sebabnya dalam daftar Kontak Viber yang saya miliki, masih amat sangat terbatas jumlahnya.

    Jadi, Beneran Gratisnya ?

    Yup. Just like Skype atau VoiP.

    Untuk membuktikan “Janji” dan kampanye Gratis diatas, sayapun mencoba melakukan hubungan interlokal ke nomor ponsel milik kakak di Ottawa Canada dengan menggunakan Viber, Jumat pagi kemarin. Sebelum Kawan ikutan melakukannya, ada baiknya periksa dahulu saldo pulsa terakhir yang dimililki. Komunikasi singkat yang saya lakukan untuk percobaan pertama ini berlangsung selama kurang lebih lima menit, dan ternyata saldo pulsa ponsel rupanya masih tetap ada seperti sebelumnya.

    Masih jua belum percaya, sayapun mencoba kembali untuk hubungan telepon lokal ke nomor ponsel milik atasan yang sudah disuntikkan Viber sebelumnya. Hasilnya masih sama. Pulsa tak berkurang sedikitpun.

    Hanya saja meski tersedia keypad nomor pada tampilan aplikasi Viber, tidak lantas berarti bisa melakukan hubungan telepon ke daftar kontak diluar pengguna Viber. Karena apabila nomor kontak yang dimaksud belum menggunakan aplikasi Viber, hubungan telepon akan segera dialihkan ke saluran telepon biasa alias yang menggunakan pulsa berbayar.

    Viber jelas akan sangat berguna bagi para pengguna Android dan juga iOS yang memiliki famili, kerabat atau teman yang berada di luar negeri, sehingga biaya komunikasi jadi jauh lebih murah dari yang biasanya dibutuhkan. Hanya bermodalkan perangkat Android atau iOS dan koneksi data 3G atau Wifi (saran saya siy, gunakan saja paket data unlimited untuk lebih amannya).

    Mau ikutan mencobanya ? add nomor kontak saya di 087860061698 yah…

    5 Alasan untuk segera Berpindah pada Android

    11

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Tahun 2011 bisa jadi merupakan tahun yang paling dinanti oleh para penggila ponsel SmartPhone, karena baru pada tahun inilah yang namanya ponsel pintar (ponsel yang mengadopsi sistem operasi) benar-benar bisa terjangkau oleh sebagian besar kantong masyarakat tanah air.

    Dimulai dari perangkat Symbian yang berani menawarkan ponsel Nokia dengan kisaran harga 1,5 juta baik yang bermain pada desain qwerty maupun full layar sentuh. Sayangnya untuk bisa menurunkan harga hingga jangkauan tersebut, beberapa fitur terkini Nokia dengan terpaksa dipangkas.

    Siapa sangka tak lama setelahnya, Android yang digawangi oleh beberapa brand yang sebelumnya sempat hampir tenggelam pamornya, ikut serta tampil dan langsung mencuat di kisaran harga terjangkau ini. Masih ingat dengan Promo LG Optimus Me tempo hari ? atau Samsung Galaxy Mini yang kurang lebih memiliki spec yang sama dan ditawarkan dengan harga yang sama pula ? siapa sih yang gag tertarik untuk ikut serta menjajal sebuah perangkat Android terkini, dengan rentang harga yang menawan ?

    Jika alasannya masih pikir-pikir, well gag ada salahnya jika sekarang saya berikan 5 alasan tepat untuk dengan segera berpindah pada Android.

    Pertama, sesuai bahasan diatas tentu saja variasi Harga. Android sejauh ini merupakan satu-satunya ponsel pintar yang ditawarkan dengan harga yang bervariasi. Dari yang terjangkau, Best Buy ataupun kelas Premium. Tentu saja semua itu akan berbanding lurus dengan fitur dan kemampuan yang ditawarkan. Meski begitu, semurah-murahnya harga yang ditawarkan, dari segi fitur gag kalah bersaing kok. Lihat saja versi Android yang disertakan pada perangkat LG Optimus Me atau Samsung Galaxy Mini, 2.2 alias Froyo, standar Android masa kini (ssst.. Soal kelebihan Froyo, baca tulisan saya sebelumnya ya). Begitu juga dengan perangkat lokal CSL BlueBerry yang memberikan fitur sama dengan harga termurah, 1,15 Juta. Menarik bukan ?

    Kedua, selain harga yang bervariasi, tentu saja ada beragam Brand yang bisa dipilih sebagai alternatif. Jika Symbian identik dengan Nokia, iOs dengan iPhone, begitu pula dengan BlackBerry, tidak demikian halnya dengan Android. Disini, apabila tidak ingin berkenalan dengan Samsung, silahkan melirik brand ternama lainnya seperti HTC atau Sony Ericsson. Atau bagi yang fanatis dengan Motorola, LG bahkan Philips pun ada. Bagaimana seandainya Budget sedikit cekak ? silahkan memilih perangkat lokal seperti CSL, IMO atau Nexian. Bagaimana ? belum tertarik juga ?

    Ketiga, setelah harga dan brand, ada juga Desain perangkat yang bervariasi pula. Ngomong-ngomong soal variasi desain barangkali hanya ponsel yang menganut sistem operasi Symbian dan Windows Mobile saja yang sudah mampu menyamainya. Dari yang bentukan gembul lengkap dengan keypad qwerty, full layar sentuh, sliding keypad bahkan yang backflip pun ada. Belum lagi yang meang didesain untuk perangkat Outdoor, tahan debu, air dan guncangan. Hmmm… Bagaimana ? Bagaimana ?

    Keempat, tentu saja giliran bicara kemampuan dan kelebihan fitur. Sudah membaca tulisan-tulisan saya terkait Android sejak bulan Maret lalu ? diajak bicara soal lifestyle jejaring sosial jelas mantap, diajak serius dengan pekerjaan kantoran juga oke, apalagi kalo diajak buat bersenang-senang dengan games-nya, waaahhh… bisa lupa waktu. Selain itu, fitur Tetheringnya yang mampu mengubah perangkat Android menjadi Portable Hotspot pun masih tergolong jarang ditemukan di perangkat lain. Kalopun ada, syaratnya musti pake bantuan kabel data, dan hanya bisa dibaca oleh satu perangkat yang disambungkannya, itupun musti install aplikasi sejenis terlebih dahulu. Ribet. Begitu juga bagi yang keranjingan Chatting, gag usah susah memaksa orang lain untuk membeli perangkat sejenis kalo Cuma untuk ngobrol gratis dan tukeran file lewat perangkat ponsel. Gunakan saja WhatsApp. Belum pernah dengar ? waduh…

    Kelima atau yang terakhir, ini saya persembahkan bagi mereka yang gemar mencoba-coba aplikasi dan tentu saja Games. Android Market. Ada puluhan aplikasi dan juga Games yang ditawarkan di Android Market, dan yang terpenting… hampir semuanya, bisa diunduh, diinstalasi dan digunakan secara Gratis tis tis, tanpa dipungut biaya sepeserpun. Jika tidak suka, silahkan dihapus/uninstall dengan cepat. Jika memang tidak ada pilihan lain lagi, ya unduh kembali. Hehehe… varian dan fungsinya pun bermacam-macam, dari yang berkaitan dengan performa perangkat, produktifitas, perlindungan hingga yang bersifat hiburan seperti Thema atau Live Wallpaperpun ada. Syaratnya sederhana, punya alamat email dan koneksi data. Untuk yang terakhir, jika tergolong fakir koneksi, ya andalkan saja Hotspot gratisan di lokasi terdekat. Lumayan kan ?

    Lima Alasan yang saya rasa sudah paling tepat untuk dengan segera berpindah pada Android. Bagaimana ? masih pikir-pikir juga ?