Tips #Ngandroid Chat Applications (1)

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Selamat Pagi Droiders, #ngandroid dulu yuk… Kali ini tentang aplikasi Chat bagi pengguna ponsel/tablet #Android
  • Bagi yang punya hobi chat (ngobrol) bareng rekan Droiders lainnya, saya yakin sudah punya pilihan sendiri sebagai line up utama
  • Di pengguna Samsung, ada Chat On yang dulunya dikembangkan bagi sesama Samsung, kabarnya bakalan mendukung multi platform
  • Chat on merupakan salah satu aplikasi Chat yang berbasiskan nomor ponsel pengguna. Tanpa email, tanpa PIN layaknya tetangga sebelah
  • Chat On baru bisa digunakan apabila Droiders melakukan verifikasi atas nomor yang diinputkan, dan dikirim via sms
  • Daftar nama bakalan muncul otomatis dalam daftar Buddies, yang artinya rekan Droiders tsb pun telah menggunakan Chat On, aktif atau tidak
  • Dalam Chat On ada beberapa pengaturan yang dapat dilakukan seperti ring type notification, status, birthday calendar dst
  • Aplikasi kedua ada Viber. Seperti halnya Chat On, Viber pun berbasiskan nomor ponsel dan harus melakukan verifikasi terlebih dahulu
  • Dibanding Chat On, satu kelebihan Viber adalah mampu melakukan komunikasi voice atau suara antar pengguna Viber
  • Untuk dapat melakukan komunikasi voice ini, Droiders minimal berada dalam jangkauan sinyal 3G atau lebih
  • Soal kualitas suara Viber, jangan ditanya. Jauh lebih jernih ketimbang voice call biasa.
  • Soal biaya voice call, dibebankan pada paket data langganan bulanan yg Droiders gunakan. Jika sudah Unlimited,berarti ya gag usah dipikirkan
  • Aplikasi Viber ini selain mendukung Android, mendukung pula iOS, dan tidak terpaku pada perangkat ponsel saja. Tablet pun bisa
  • Masuk ke aplikasi Chat ketiga, ada Tango. Konsepnya masih sama, berbasis nomor ponsel dan melakukan verifikasi terlebih dahulu
  • Dan bila dibandingkan dengan Viber, selain bisa melakukan komunikasi voice call, Tango mampu melakukan panggilan video call loh
  • Panggilan video call via Tango ini tentu membutuhkan kamera depan sbg persyaratan,jikapun tidak ada maka gambar kita tak terlihat oleh lawan
  • Berikutnya ada Catfiz. Berbeda dengan sebelumnya, Catfiz lebih menggunakan PIN layaknya tetangga sebelah
  • Selain Chat, Catfiz mendukung pula chat lewat Group dengan topik tertentu
  • Apabila tetangga sebelah menggunakan 8 digit PIN sebagai modal utama, Catfiz menggunakan 9 digit PIN sebagai tanda pengenal
  • Meski sama”menggunakan PIN, jangan coba”meminta tetangga sebelah untuk add via Messenger mereka yah
  • Dan jangan pula mencoba untuk mengubah jumlah digit PIN tersebut menjadi 8 digit agar sedikit tersamarkan dengan tetangga sebelah :p
  • Berikutnya ada Live Profile. Serupa dengan Catfiz, aplikasi ini memanfaatkan penggunaan PIN layaknya tetangga sebelah
  • Positifnya, Live Profile setidaknya mendukung tiga Platform. #Android, iphone dan Blackberry
  • Itu sebabnya jangan dulu menganggap bahwa kelak daftar teman yang tercantum dalam contact Live Profile merupakan pengguna #Android
  • (bersambung)

    Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 7)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    KESIMPULAN

    Dengan memanfaatkan semua potensi yang ada di LPSE baik infrastruktur koneksi jaringan data berupa bandwidth yang notabene dibebankan pada anggaran rutin LPSE yang dibayarkan setiap bulannya juga dukungan perangkat yang memadai, pemanfaatan teknologi VoIP seperti Skype, Viber dan Tanggo, dan juga akun jejaring sosial Twitter, dapat menjadi salah satu alternatif untuk menekan pengeluaran biaya tambahan setiap bulannya untuk berkomunikasi secara lisan dan tulisan baik secara intern LPSE maupun ekstern (dengan LPSE lain, LKPP, panitia ataupun Penyedia Barang/Jasa).

    Jika kelak ini akan diwujudkan, tentu selain infrastruktur yang sudah ada, dibutuhkan pula sedikit pelatihan atau pendidikan tambahan bagi anggota LPSE yang akan mengelola atau memanfaatkannya.

    REFERENSI

    1. PanDe Baik, blog pribadi
    2. VoIP Wikipedia,
    3. Skype, Wikipedia
    4. Skype, web resmi
    5. Viber, web resmi
    6. Tango, web resmi
    7. Yahoo Messenger, web resmi
    8. Twitter, web resmi
    9. LPSE Badung, akun Twitter

    RIWAYAT PENULIS

    Pande Nyoman ArtaWibawa, ST.,MT.

    Admin Agency LPSE Badung kini sebagai Sekretaris LPSE Badung
    Staf pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung
    Blog : www.pandebaik.com
    Akun FaceBook : PanDe Baik
    Akun Twitter : @pandebaik
    Akun Skype : pandebaik06
    Ponsel : 083 119 540 188 (Whatsapp, Viber dan Tango) / 0361 852 9300
    email : [email protected] , [email protected]

    I Made Aryawan
    Admin PPE LPSE Badung
    Staf pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung
    Ponsel : 081 835 8410 / 081 236 797 768 / 081 558 001 028
    email : [email protected]
    [email protected]

    LINK UNDUH MATERI :

    Materi dalam format Digital PDF

    Materi dalam format Presentasi

    Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 6)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    2. Pemanfaatan akun Jejaring Sosial Twitter

    Salah satu fungsi Lembaga Pengadaan Secara Elektronik atau yang lebih dikenal dengan sebutan LPSE (seperti yang telah disebutkan diatas) adalah memberikan bantuan teknis dalam mengoperasikan sistem e-Procurement baik kepada Panitia dan Rekanan Penyedia barang/jasa. Bentuk-bentuk bantuan teknis itu dapat disampaikan saat LPSE memberikan Pelatihan secara langsung, diskusi tanya jawab melalui HelpDesk ataupun lewat email seperti yang telah dilakukan selama ini. Namun seiring pesatnya kemajuan Teknologi Informasi dua tahun terakhir, sebenarnya ada satu alternatif lain lagi yang dapat digunakan untuk berbagi atau meneruskan informasi (secara tulisan) tidak hanya kepada Panitia dan juga Rekanan Penyedia Barang/Jasa, namun juga untuk lingkup yang lebih luas.

    Twitter merupakan salah satu akun jejaring sosial ternama yang diperkenalkan oleh Jack Dorsey dan dikembangkan oleh Twitter Inc dari San Francisco California. Memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan secara luas ataupun dalam sebuah kelompok kecil dalam bentuk kicauan (Tweets). Twitter kadang disebut pula dengan istilah microblog, sebuah blog (web log) dengan kemampuan jumlah karakter yang terbatas, tepatnya 140 karakter saja.

    Tujuan penggunaan akun Twitter ini adalah untuk menyampaikan suatu pesan secara singkat dan cepat, dengan topik tertentu kepada orang lain dan mampu dikomentari balik oleh satu orang atau lebih pengguna akun Twitter lainnya. Seperti halnya akun jejaring sosial FaceBook, terkait topik bisa berupa informasi yang sekiranya berguna bagi orang lain, bisa juga hanya sebagai luapan emosi yang sebenarnya sama sekali tidak penting.

    Dalam pemanfaatan Twitter, terdapat istilah Follow, Following dan Follower. Follow merupakan aktifitas pilihan yang diberikan oleh pihak pengembang Twitter pada penggunanya untuk mengikuti semua pesan yang disampaikan oleh pengguna akun Twitter lainnya yang dianggap berisikan informasi menarik. Following adalah daftar akun pengguna Twitter lain yang di-Follow oleh pengguna atas kebutuhan informasi diatas. Dan Follower adalah daftar pengguna akun Twitter lain yang mem-Follow akun pengguna atas kebutuhan informasi yang disampaikan.

    Beberapa istilah lain yang kerap digunakan dalam akun jejaring sosial Twitter adalah Mention (@), Hastag (#) dan Direct Message (DM). Mention adalah komentar atau balasan yang ditujukan langsung ke akun pengguna Twitter secara spesifik dengan menandainya (@). Hastag (ditandai dengan tanda pagar) merupakan topik tertentu yang disampaikan berkaitan dengan isi pesan agar dapat dilihat dan ditemukan oleh orang lain dengan mudah yang ingin mencari topik yang sama. dan Direct Message (DM) merupakan pesan pribadi yang disampaikan secara langsung kepada akun pengguna Twitter lainnya secara pribadi tanpa bisa dilihat oleh pengguna Twitter lainnya.

    LPSE dalam perannya untuk memberikan bantuan teknis atau tambahan pengetahuan lain yang barangkali tidak sempat disampaikan pada saat Pelatihan ataupun diskusi tanya jawab per telepon, dapat memanfaatkan Twitter sebagai sarana untuk meneruskan informasi yang dianggap penting untuk diketahui baik bagi Panitia, Rekanan Penyedia Barang/Jasa ataupun orang lain dan masyarakat yang memang berhak tahu dan berminat akan informasi Pengadaan melalui LPSE.

    Sebagai contoh, sebuah akun Twitter milik LPSE Badung yang diluncurkan bulan Mei 2011 lalu dan dikelola oleh Admin LPSE Badung, hingga hari ini telah berusaha untuk berbagi informasi terkait pengadaan yang diumumkan melalui halaman LPSE Badung. Terpantau beberapa tips seputar pengadaan baik itu yang berkaitan dengan penggunaan sistem SPSE, tips ringan terkait pengelolaan data akun dan userID baik bagi Panitia dan Rekanan Penyedia Barang/Jasa, tips penyusunan jadwal pelelangan,penggunaan Appendo, cara cepat untuk mengirimkan dokumen penawaran atau beberapa kebijakan yang dipandang perlu untuk diketahui secara luas. Bahkan beberapa tweets diantaranya meneruskan pula informasi pengadaan terakhir yang diumumkan baik lewat jalur e-Proc maupun non e-Proc dan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan secara offline.

    Dalam mendukung penggunaan akun Twitter milik LPSE Badung, kerap menggunakan beberapa istilah yang ditandai dengan Hastag untuk mempermudah pengguna lain melakukan pencarian akan topik-topik tertentu. Seperti misalnya hastag #RakornasLPSE yang menandakan bahwa setiap Tweet yang diperbaharui merupakan rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan Rakornas LPSE ke-7, sejak Rapat Persiapan Panitia bulan Oktober lalu hingga kegiatan diselenggarakan.

    Semua informasi diatas dapat dikelola dan diperbaharui melalui berbagai macam media, baik itu perangkat desktop pc ataupun telepon genggam seluler dari brand apapun (sejauh mendukung aktifitas penggunaan Browser) dan tentu saja, koneksi data.

    Keberadaan akun Twitter milik LPSE Badung (@LPSEBadung) di dunia maya ternyata tidak sendirian. Dari 47 (empat puluh tujuh) akun Twitter yang kini telah menjadi Follower, terdapat setidaknya 2 (dua) akun Twitter LPSE dari Universitas Mulawarman (@lpseunmul) dan akun Twitter milik LPSE KotaWaringin Timur (@lpsekotim).

    Salah satu kelebihan penggunaan akun Twitter dibandingkan akun jejaring sosial lainnya seperti Facebook misalnya, bahwa informasi yang disampaikan dapat dibaca secara luas oleh setiap pengguna akun Twitter lain tanpa harus berteman (istilah di jejaring sosial FaceBook) atau mem-Follow pemilik akun. Apalagi dengan memanfaatkan aplikasi client yang dapat diakses dari berbagai media dan perangkat seperti Tweetdeck atau Seesmic, informasi yang disampaikan baik melalui akun Twitter ataupun Hastag tertentu dapat dikelompokkan dan ditampilkan menjadi satu halaman khusus.

    Apabila kemudian dalam perjalanan ada pengguna akun Twitter lain ingin bertanya informasi yang berkaitan dengan kegiatan dan sistem LPSE, dapat dilakukan dengan cara Mention (@LPSEBadung) atau Direct Message (DM). Cara dengan menggunakan mention dapat diambil apabila informasi yang ditanyakan bersifat publik atau boleh diketahui oleh umum. Namun apabila sudah masuk ke ranah rahasia, bisa memanfaatkan Direct Message tadi.

    Pemanfaatan akun jejaring sosial Twitter sebagai salah satu alternatif pilihan komunikasi data sekaligus pelayanan dan bantuan teknis dalam bentuk tulisan, seperti halnya diatas, tidak dibebankan biaya tambahan lagi diluar biaya koneksi data bagi unit LPSE.

    Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 5)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    c. Tango

    Tango merupakan salah satu alternatif akses komunikasi suara yang memanfaatkan koneksi jaringan data yang didirikan pada November 2009 di Palo Alto California. Berdasarkan keterangan secara resmi melalui website mereka, bahwa selain disediakannya versi desktop atau pc, penggunaan aplikasi Tango untuk saat ini hanya mampu didukung oleh perangkat telepon genggam seluler berbasis sistem operasi iOS (iPhone, iPod Touch, iPad) dan Android versi 2.1 keatas. Persyaratan lainnya yang ditetapkan adalah dukungan perangkat dan juga ketersediaan operator akan jaringan data minimal 3G atau Broadband. Sehingga seperti halnya dua aplikasi diatas, persoalan kualitas suara akan kembali pada layanan paket data operator yang digunakan.

    Selain Free Calls, Tango menyediakan pula fitur Video Calling yang dapat digunakan secara gratis oleh pengguna. Untuk itu, perangkat yang digunakan harus pula mendukung fitur video call yang minimal menyertakan kamera depan untuk fasilitas bertatap muka.

    Memanfaatkan daftar kontak yang ada dalam perangkat ponsel atau telepon genggam dan juga Contact pada perangkat NoteBook/pc, Tango secara otomatis akan melakukan pencarian terhadap nomor yang ada dalam daftar dan menggunakan layanan Tango, hingga memungkinkan terjadinya komunikasi.

    Aplikasi Tango murni mengandalkan nomor ponsel yang digunakan oleh pengguna tanpa proses registrasi menggunakan alamat email atau identitas lainnya. Jadi akan jauh lebih aman terhadap percobaan penipuan di ranah dunia maya.
    Ketidakterbatasan wilayah yang mampu didukung baik untuk melakukan panggilan ataupun video call secara internasional membuat Tango dapat menjadi salah satu alternatif akses komunikasi suara yang memanfaatkan koneksi data tanpa mengeluarkan biaya tambahan lagi.

    d. Yahoo Messenger

    Diluar ketiga alternatif aplikasi diatas, ada satu alternatif lain lagi yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi suara yang memanfaatkan layanan data. Yahoo Messenger.

    Yahoo Messenger merupakan aplikasi yang sudah sedemikian tenarnya dengan Skype. Memiliki komunitas tersendiri karena kemampuannya yang selain mencakup instant messaging lengkap dengan emoticon yang beragam, text messaging layaknya sms, pertukaran file multimedia, pula digunakan untuk voice dan video call. Sayangnya untuk bisa menggunakannya secara sempurna, Yahoo Messenger mensyaratkan kepemilikan alamat email berdomainkan Yahoo.

    Aplikasi ini bisa digunakan dalam perangkat desktop pc ataupun telepon genggam selular yang telah mendukung aktifitas dunia maya. Tidak lagi terpaku pada penggunaan OS tertentu seperti halnya aplikasi diatas. Uniknya, baik dalam versi desktop pc ataupun Mobile, selain mendukung fitur Chat antar pengguna Yahoo Messenger, pula bisa digunakan untuk Chat antar pengguna akun FaceBook.

    Dibandingkan dengan Skype dan Tango, fitur Video Call yang ada didalam penggunaan aplikasi Yahoo Messenger hasilnya jauh lebih lambat padahal menggunakan paket data plan dari operator yang sama. Jeda pada suara kerap terjadi dan gambar yang tampak lebih banyak terputus atau tertunda. Dalam penggunaan pada perangkat Android, untuk bisa memanfaatkan fasilitas Video Call, pengguna harus menginstalasi plugins video tambahan yang memang sudah tersedia di Market.

    Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 4)

    2

    Category : tentang TeKnoLoGi

    a. Skype

    Skype menurut Wikipedia adalah sebuah program komunikasi bebas (dapat diunduh gratis) dengan teknologi P2P (peer to peer) dengan tujuan penyediaan sarana komunikasi suara (voice) berkualitas tinggi yang murah berbasiskan internet untuk semua orang di berbagai belahan dunia. Pengguna Skype dapat berbicara dengan pengguna Skype lainnya dengan gratis. Teknologi ini ditemukan oleh wirausahawan Niklas Zennström dan Janus Friis, yang kemudian berkompetisi dengan protokol terbuka VoIP yang sudah ada. Skype yang dibentuk pada bulan September 2003 lalu dibeli oleh perusahaan lelang internet raksasa di Amerika e-Bay pada bulan September 2005 dan bermarkas di Luxembourg, Jerman dengan kantor-kantor di London, Inggris, Praha, Rusia dan San Jose, California, A.S.

    Dalam perjalanannya, Skype kemudian dikembangkan sebagai salah satu alternatif akses komunikasi suara yang termurah yang dapat dimanfaatkan melalui sarana Komputer/Notebook yang berbasis OS Windows, Mac dan Linux, telepon genggam seluler atau ponsel dan perangkat Tablet PC yang berbasiskan OS Windows, iOS, Android, Blackberry dan Symbian, dan juga perangkat Televisi tertentu yang dirilis oleh Sony, Samsung dan Panasonic.

    Untuk penggunaan Gratis, selain fungsi telepon atau akses komunikasi lewat data, Skype menyediakan pula fitur untuk memanfaatkan Video Calling dengan lawan bicara dan juga instant messaging apabila diperlukan. Sedangkan untuk penggunaan berbayar, Skype menambahkan sejumlah besar fitur tambahan lainnya seperti Conference Call atau akses komunikasi data dalam sebuah grup lengkap dengan Group Videonya.

    Secara penggunaan cuma-cuma pula, yang dibutuhkan untuk dapat memanfaatkan Skype selain perangkat dan koneksi data hanyalah alamat email untuk memenuhi syarat pendaftaran dan penggunaan akun. Sedangkan untuk mendapatkan nomor panggil yang spesifik seperti halnya nomor telepon genggam seluler biasa, pengguna diwajibkan membeli fasilitas Credit dari Skype.

    Sayangnya, seperti halnya proses registrasi di dunia maya yang menggunakan alamat email, data pengguna yang dilampirkan dalam proses penggunaan Skype sangat rentan akan penipuan atau pengiriman email sampah (junk mail). Untuk mengatasinya, pengguna dapat menggunakan alamat email alternatif atau identitas yang disamarkan.

    b. Viber

    Viber merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Viber Media Inc. secara khusus bagi para pengguna telepon genggam selular atau ponsel dan tabletPC yang berbasis sistem operasi iOS (iPhone, iPod Touch, iPad) dan Android agar dapat menggunakan atau memanfaatkan fungsi telekomunikasi suara atau telepon dan juga Text Message atau Chat Messenger secara Gratis, dengan memanfaatkan koneksi jaringan data 3G atau WiFi.

    Aplikasi Viber dapat diunduh melalui Android Market dan App Store milik iOS secara Gratis. Jika untuk aplikasi Skype pengguna mutlak membutuhkan alamat email, untuk Registrasi Viber pengguna murni mengandalkan Nomor Ponsel yang digunakan. Tanpa permohonan melampirkan email ataupun penggunaan PIN seperti halnya perangkat BlackBerry secara khusus. Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh pihak pengembang Viber Media Inc, selain dapat diunduh dan digunakan secara Gratis, juga bebas dari tampilan iklan (yang biasanya menghiasi layar perangkat seperti halnya aplikasi lain yang juga bersifat Free).

    Demikian pula terkait kualitas suara dari beberapa kali hasil uji coba yang kami lakukan, jernih selayaknya jaringan GSM, namun kembali lagi pada kekuatan tangkapan sinyal atau jaringan koneksi data yang didukung dalam area pengguna. Fasilitas Free Calls atau Telepon Gratis menggunakan Viber juga dapat dimanfaatkan untuk bertelepon dalam skala Internasional atau interlokal tanpa dipungut biaya tambahan (diluar koneksi) sepeserpun.

    Sayangnya seperti yang telah dikatakan diatas, dukungan perangkat aplikasi Viber untuk saat ini baru diperuntukkan bagi pengguna yang memiliki perangkat iPhone dan Android saja. Meski keterangan dari pihak pengembang Viber melalui website resminya, akan segera dialokasikan pula untuk pengguna BlackBerry. Jadi, untuk dapat memanfaatkan fasilitas akses komunikasi suara lewat koneksi data dengan Viber, pengguna diharuskan untuk memiliki sebuah perangkat telepon genggam seluler ataupun Tablet PC yang berbasis iOS atau Android.

    Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 3)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    PEMBAHASAN

    Meski kini sudah tersedia fasilitas TTS (Trouble Ticketing System) yang dapat ditemukan pada masing-masing jendela pengguna akun LPSE, namun terkadang dalam beberapa kasus yang dialami oleh masing-masing LPSE apalagi diawal pembentukan atau terkait dengan gangguan Server, membutuhkan saran, jawaban atau tindakan yang sesegera mungkin ditangani oleh induk organisasi dalam hal ini, LKPP komunikasi verbal/suara masih kerap harus dilaksanakan dan pada kenyataanya kegiatan ini terbukti membutuhkan biaya yang tidak sedikit setiap bulannya.

    Sesungguhnya ada jalan lain yang dapat ditempuh untuk membantu mengatasi permasalahan biaya diatas yaitu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi akses komunikasi data. Setidaknya ada dua teknologi yang dapat digunakan secara optimal untuk itu. Pertama, Teknologi komunikasi suara yang memanfaatkan data atau melalui Internet Protocol (VoIP) sebagai alternatif komunikasi verbal /lisan baik yang dilakukan untuk kalangan secara intern dan ekstern. Teknologi kedua bernama Twitter, salah satu Jejaring Sosial yang kini sedang menjadi trend dan kerap digunakan sebagai sarana untuk berbagi informasi yang dapat digunakan sebagai alternatif komunikasi melalui tulisan.

    1. Pemanfaatan VoIP untuk LPSE

    Voice over Internet Protocol yang lebih popular dengan sebutan VoIP, IP Telephony, Internet telephony atau Digital Phone menurut Wikipedia adalah sebuah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Data suara tersebut diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket data dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa.

    Bentuk paling sederhana dalam sebuah sistem VoIP adalah dua buah komputer yang terhubung dengan internet. Syarat-syarat dasar untuk mengadakan koneksi VoIP adalah komputer yang terhubung ke internet, memiliki kartu suara yang dihubungkan dengan speaker dan microphone. Ditambah dukungan perangkat lunak khusus, kedua pemakai komputer akan bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Bentuk komunikasi tersebut bisa berupa pertukaran file, suara, maupun gambar. Jika kedua lokasi terhubung dengan jarak yang cukup jauh (antar kota, bahkan antar negara) maka bisa dilihat keuntungan dari segi biaya. Kedua pihak hanya perlu membayar biaya pulsa internet saja, yang nilainya akan lebih murah daripada biaya pulsa telepon sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) atau internasional (SLI).

    Keuntungan lain dalam menggunakan VoIP, selain biaya yang dihabiskan lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh, VoIP dapat memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara sehingga tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara. Disamping itu memungkinkan pula banyak variasi penggunaan dari peralatan atau perangkat yang ada, misalkan dari PC disambung ke telepon biasa, atau dengan perangkat telepon sellular.

    Satu-satunya Kelemahan dalam menggunakan VoIP untuk saat ini adalah kualitas suara dlam percakapan akan sangat bergantung pada kualitas koneksi yang digunakan/didapat. Jika koneksi internet yang digunakan adalah koneksi internet pita-lebar/broadband, maka kualitas suara akan jernih tanpa jeda, bahkan lebih jernih dari sambungan telepon biasa dan tidak terputus-putus.

    Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 2)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    LATAR BELAKANG

    Berbicara Teknologi tak ubahnya seperti berbicara inovasi inteligensia manusia yang tiada henti. Hampir dalam setiap satuan waktu, ada saja temuan teknologi baru yang muncul dan dapat membantu memenuhi kebutuhan manusia dalam setiap aktifitasnya.

    Bandingkan saja dengan satu dekade lalu, dimana saat itu teknologi sudah bisa dikatakan cukup maju yang ditandai dengan maraknya penggunaan perangkat Personal Digital Assistant (PDA) sebagai pengganti buku agenda untuk mencatatkan jadwal atau rencana kegiatan, berlaku sebagai sekretaris pribadi yang siap memberikan informasi apa saja melalui dunia maya hingga berinteraksi dengan ratusan akses sarana hiburan.

    Dengan berbasiskan sistem operasi Palm dan Windows Mobile, sebuah perangkat Personal Digital Assistant berukuran segenggaman tangan sudah dapat digunakan untuk mendukung hampir semua aktifitas rutin yang dilakukan oleh setiap orang secara mobile. Orang tak lagi bergantung pada sebuah perangkat komputer desktop hanya untuk terhubung ke dunia maya. Sayangnya, dengan harga yang cukup mahal untuk ukuran saat itu, bisa dikatakan belum banyak orang yang mampu menjangkau dan memiliki perangkat tersebut.

    Di Indonesia, kebutuhan akan sebuah perangkat teknologi yang dapat dimanfaatkan sebagai sebuah perangkat akses komunikasi data bisa dikatakan baru mulai menampakkan eksistensinya pada tahun 2005/2006 dimana vendor raksasa Nokia tergolong rajin menurunkan perangkat mobilenya dengan harga yang terjangkau. Demikian pula saat vendor ternama dari Kanada yang memperkenalkan layanan data, Research In Motion (RIM) menurunkan sederetan perangkat fenomenal mereka yang bernama BlackBerry. Dua fitur utama yang mereka tawarkan yaitu Messenger dan Push Email tampaknya mampu menarik perhatian para pengguna untuk memanfaatkan atau sekedar latah mencoba.

    Demikian halnya untuk saat ini, Bahwa yang namanya teknologi perangkat terlihat semakin maju dan canggih, bahkan beberapa diantaranya sudah mampu mengakomodasi kebutuhan manusia akan menjalankan hobi, seperti fotografi, video editing atau bahkan bermain musik. Hal ini terjadi setelah Apple melalui karya besar seorang Steve Jobs melahirkan iPhone dan iPod Touch yang berbasiskan sistem operasi iOS dan didukung pula oleh application store mereka bernama iTunes, siap memberikan banyak pilihan kemudahan untuk berinteraksi baik kebutuhan serius, pekerjaan, hingga hiburan. Disusul pula oleh Google, mesin pencari yang kini makin meraksasa, terhitung setelah mengakusisi perusahaan bernama Android mulai mengembangkan sistem operasi yang diperuntukkan bagi perangkat mobile dan diperkenalkan pada publik sejak Februari 2009 lalu. Android sendiri ditenggarai lebih banyak meniru tumbuh kembang iOS yang hadir lebih dulu baik dari segi teknologi yang digunakan maupun dukungan aplikasi dari pengembang pihak ketiga.

    Makin terjangkaunya akses teknologi data yang ditawarkan oleh para operator lengkap dengan data plan penggunaan melengkapi semua kemajuan teknologi perangkat yang nyatanya kini makin banyak berkembang untuk segala macam kebutuhan.

    Layanan Pengadaan Secara Elektronik atau yang lebih dikenal dengan sebutan LPSE, merupakan sebuah unit kerja yang melayani proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan secara elektronik. Dalam pelayanannya, LPSE menggunakan sistem aplikasi e-Procurement SPSE, sebuah sistem aplikasi pengadaan yang dikembangkan oleh LKPP yang bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya. Selain sebagai pengelola sistem e-Procurement, LPSE juga berfungsi untuk menyediakan pelatihan, akses internet dan bantuan teknis kepada Panitia pengadaan/ULP dan Penyedia barang/jasa, serta melakukan registrasi dan verifikasi terhadap Penyedia barang/jasa.

    Dalam operasionalnya, LPSE membutuhkan akses internet sebagai komponen utama dalam melakukan transaksi proses di dalam aplikasi SPSE. Adapun akses internet yang dimaksudkan adalah koneksi data atau bandwidth yang diperuntukkan bagi perangkat server agar dapat tetap menjalankan sistem SPSE selama 24 jam penuh dan juga koneksi tambahan yang diperuntukkan bagi para anggotanya untuk menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing yang berkaitan dengan paparan tugas (job description) di LPSE. Dengan adanya koneksi tambahan ini, serta didukung pula oleh kemajuan perangkat yang ada saat ini makin mempermudah akses menuju portal LPSE yang dapat dilakukan secara mobile dari berbagai perangkat termutakhir dan diluar jam kerja sekalipun.

    Disisi lain LPSE kerap harus melakukan komunikasi baik internal maupun eksternal, secara lisan maupun tulisan. Secara internal, LPSE biasanya berinteraksi baik dengan keanggotaan sendiri dalam mengelola lembaga yang diemban, dan juga berinteraksi dengan LKPP Pusat manakala dibutuhkan suatu koordinasi atau penyampaian keluhan/permasalahan, sedangkan secara eksternal komunikasi dilaksanakan sehubungan dengan bantuan teknis dan pelatihan baik kepada Panitia Pengadaan /Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (POKJA ULP) maupun Penyedia Barang/Jasa terkait penggunaan dan pembaharuan cara kerja sistem.

    Sayangnya untuk dapat melakukan semua komunikasi diatas, LPSE kemudian dibebankan biaya yang cukup tinggi setiap bulannya sebagai konsekuensi dari penyampaian maksud yang lebih banyak dilakukan secara verbal atau telepon baik menggunakan sarana komunikasi telepon milik kantor (pada jam kerja) dan telepon genggam selular milik pribadi (di luar jam kerja). Padahal dengan adanya kemajuan perangkat Teknologi komunikasi yang notabene sudah memiliki banyak aplikasi pendukung untuk membantu mempermudah akses antar perangkat, ditambah ketersediaan infrastruktur koneksi data pada masing-masing unit LPSE ataupun anggotanya yang telah dibekali sarana koneksi skala kecil, seharusnya dapat dioptimalkan secara maksimal untuk mendukung jalannya operasional LPSE.

    Terkait dengan hal tersebut, dalam paper ini kami mencoba untuk memberikan gambaran tentang alternatif pemanfaatan beberapa fitur aplikasi internet yang tersedia untuk dapat dipergunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan akan komunikasi yang intensif namun tidak menimbulkan tambahan beban biaya komunikasi, sehingga dengan demikian diharapkan komunikasi diantara sesama LPSE maupun antara LPSE dengan LKPP dapat menjadi lebih efektif dan efisien yang pada akhirnya akan dapat lebih meningkatkan kinerja LPSE di seluruh Indonesia.

    Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 1)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Tulisan berikut merupakan Materi yang kami sampaikan mewakili LPSE Badung dalam Rakor LPSE Nasional ke-7 di Hotel Sanur Paradise 21 – 23 November 2011 lalu. Adapun materi ini disampaikan bersama empat orang Narasumber lainnya dalam salah satu sesi di Ruang Negara 22 November 2011 pada pukul 13.00 wita. Sekedar informasi bahwa hal yang melatarbelakangi lahirnya Materi tersebut adalah berangkat dari kesulitan serta pengalaman kami, Admin PPE dan Admin Agency LPSE Badung dalam berkoordinasi dan berkonsultasi dengan HelpDesk LKPP Pusat, dalam usahanya mengelola aplikasi SPSE Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

    Disamping itu, sudah sepatutnyalah kami bersyukur atas segala daya upaya dan ketajaman ilmu yang kami dapatkan selama setahun terakhir pasca kepemilikan perangkat ponsel Android yang kemudian menjadi sebuah alternatif solusi bagi kesulitan yang kami alami sepanjang tahun 2011 lalu.

    Mengingat media BLoG www.pandebaik.com merupakan media publikasi pribadi, maka untuk penyajian Materi “Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE” akan kami pecah menjadi beberapa bagian tulisan agar tak menghabiskan ruang terlalu panjang. Dan di bagian akhir akan kami sertakan pula soft copy Materi dalam dua bentuk format file, pertama format digital lengkap sedari Abstrak, Latar Belakang, Pembahasan dan Kesimpulan, sedang format kedua menyajikan Materi yang dalam format Presentasi, sesuai dengan apa yang telah kami sampaikan saat Rakor LPSE Nasional ke-7 tempo hari.

    Semoga saja pemikiran kecil yang kami sumbangkan kali ini dapat memberikan banyak manfaat kedepannya baik bagi kelangsungan LPSE secara intern ataupun ekstern dengan pihak-pihak yang berkaitan.

    ABSTRAK

    Salah satu konsekuensi dari pembentukan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) adalah munculnya beban biaya komunikasi baik untuk komunikasi data dalam hal ini biaya bandwidth perangkat dan sistem maupun biaya pulsa percakapan (voice).

    Dalam prakteknya pembengkakan biaya seringkali terjadi pada biaya percakapan daripada biaya bandwidth yang cenderung tetap, digunakan secara optimal atau tidak. Pembengkakan tersebut terjadi sebagai akibat dari kegiatan komunikasi verbal/suara yang harus dilakukan dalam rangka melaksanakan fungsi organisasi yaitu terkait bantuan teknis (helpdesk) kepada pengguna aplikasi LPSE (Panitia/Pokja ULP serta Penyedia Barang/Jasa) maupun untuk kepentingan koordinasi, baik antar sesama anggota LPSE maupun dengan LKPP sebagai induk organisasi tertinggi.

    Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin pesat, ternyata memberikan peluang untuk menjawab permasalahan diatas. Dimana saat ini ada beberapa perangkat keras dan aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan komunikasi secara intens namun tidak menimbulkan beban biaya.

    Pemanfaatan beberapa aplikasi seperti Skype, Viber dan Tango yang menggunakan teknologi berbasis Voice over Internet Protocol (VoIP) merupakan alternatif pilihan yang cukup efektif untuk keperluan komunikasi verbal/suara sedangkan pemanfaatan jejaring sosial seperti tweeter dapat menjadi alternatif yang efektif untuk berbagi informasi secara tulisan.

    Kedua alternatif diatas murni memanfaatkan akses komunikasi data (bandwidth) yang setiap bulannya menjadi beban biaya rutin yang harus dibayarkan LPSE dalam mendukung operasional perangkat dan sistem.

    Kata Kunci : LPSE, VoIP, Skype, Viber, Tango, Twitter, Komunikasi, Data, Voice

    Uji Komunikasi Suara lewat Layanan Data Samsung Galaxy Tab GT P7500

    1

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Setelah mencoba aksi Free Calls dengan bantuan aplikasi Viber lewat perangkat Samsung Galaxy Tab 10” GT P7500 tempo hari, tidak ada salahnya untuk melakukan pengujian lanjutan pada beberapa aplikasi ‘telepon digital’ lainnya yang memanfaatkan ranah Voice over Internet Protocol (VoIP).

    Skype. Menurut Wikipedia adalah sebuah program komunikasi bebas (dapat diunduh gratis) dengan teknologi P2P (peer to peer) bertujuan untuk menyediakan sarana komunikasi suara (voice) berkualitas tinggi yang murah berbasiskan internet untuk semua orang di berbagai belahan dunia. Pada intinya, pengguna Skype dapat berbicara dengan pengguna Skype lainnya dengan gratis.

    Dalam perjalanannya, Skype kemudian dikembangkan sebagai salah satu alternatif akses komunikasi suara yang termurah yang dapat dimanfaatkan melalui sarana Komputer/Notebook yang berbasis OS Windows, Mac dan Linux, Telepon genggam seluler atau ponsel dan perangkat TabletPC yang berbasiskan OS Windows, iOS, Android, Blackberry dan Symbian, dan juga perangkat Televisi tertentu yang dirilis oleh Sony, Samsung dan Panasonic.

    Untuk penggunaan Gratis atau yang tidak dipungut biaya, selain fungsi telepon atau akses komunikasi lewat data, Skype menyediakan pula fitur untuk memanfaatkan Video Calling dengan lawan bicara dan juga instant messaging apabila diperlukan. Sedangkan untuk penggunaan berbayar, Skype menambahkan sejumlah besar fitur tambahan lainnya seperti Conference Call atau akses komunikasi data dalam sebuah grup lengkap dengan Group Videonya.

    Secara penggunaan cuma-cuma pula, yang dibutuhkan untuk dapat memanfaatkan Skype selain perangkat dan koneksi data hanyalah alamat email untuk memenuhi syarat pendaftaran dan penggunaan akun. Sedangkan untuk mendapatkan nomor panggil yang spesifik seperti halnya nomor telepon genggam seluler biasa, pengguna diwajibkan membeli fasilitas Credit dari Skype.

    Tango. merupakan salah satu alternatif akses komunikasi suara yang memanfaatkan koneksi jaringan data yang didirikan pada November 2009 di Palo Alto California. Berdasarkan keterangan secara resmi lewat alamat web mereka, bahwa  selain disediakannya versi desktop atau pc, penggunaan aplikasi Tango untuk saat ini hanya mampu didukung oleh perangkat telepon genggam seluler berbasis sistem operasi iOS (iPhone, iPod Touch, iPad) dan Android versi 2.1 keatas. Persyaratan lainnya yang ditetapkan adalah dukungan perangkat dan juga ketersediaan operator akan jaringan data minimal 3G atau Broadband. Sehingga seperti halnya dua aplikasi diatas, persoalan kualitas suara akan kembali pada layanan paket data operator yang digunakan.

    Selain Free Calls, Tango menyediakan pula fitur Video Calling yang dapat digunakan secara gratis oleh pengguna. Untuk itu, perangkat yang digunakan harus pula mendukung fitur  video call yang minimal menyertakan kamera depan untuk fasilitas bertatap muka. Aplikasi Tango murni mengandalkan nomor ponsel yang digunakan oleh pengguna tanpa proses registrasi menggunakan alamat email atau identitas lainnya.

    Scydo. Seperti halnya aplikasi Viber dan Tango, Scydo merupakan aplikasi yang dapat dipergunakan untuk komunikasi suara dengan memanfaatkan layanan paket data yang telah ada, sehingga tidak lagi dibutuhkan tambahan biaya diluar biaya bulanan.

    Scydo yang dikembangkan oleh Dellmont Sarl dari Luxembourg, memungkinkan perangkat menghubungi perangkat lainnya yang menggunakan layanan Scydo  secara Gratis ataupun ke telepon biasa dengan memanfaatkan Credit tambahan seperti halnya Skype. Sekali lagi, faktor tangkapan sinyal jelas sangat berpengaruh disini. Untuk hasil yang lebih baik, sangat disarankan untuk melakukan komunikasi pada area yang mendukung jaringan minimal 3G.

    Sayangnya lagi, dalam penggunaan Scydo dibutuhkan proses Login dengan memanfaatkan alamat email sehingga agak merepotkan ketika ingin menggunakannya secara cepat. Proses Login yang terjadi kerap membutuhkan waktu yang lama dan tidak berhasil (force closed). Itu sebabnya, Scydo pada akhirnya dicoret dari daftar penggunaan baik di perangkat tablet Samsung Galaxy Tab GT P7500 maupun ponsel Samsung Galaxy Ace S5830.

    Yahoo Messenger. Untuk yang satu ini, merupakan aplikasi yang sudah sedemikian tenarnya dengan Skype. Memiliki komunitas die hard tersendiri lantaran kemampuannya yang selain mencakup instant messaging lengkap dengan emoticon yang beragam, text messaging layaknya sms, pertukaran file multimedia, pula digunakan untuk voice dan video call. Sayangnya untuk bisa menggunakannya secara sempurna, Yahoo Messenger mensyaratkan kepemilikan alamat email berdomain Yahoo. Aplikasi ini bisa digunakan dalam perangkat desktop pc ataupun telepon genggam selular yang telah mendukung aktifitas dunia maya. Tidak lagi terpaku pada penggunaan OS tertentu seperti halnya aplikasi diatas.

    Dibandingkan dengan Skype dan Tango, fitur Video Call yang ada didalam penggunaan aplikasi Yahoo Messenger hasilnya jauh lebih lambat padahal menggunakan paket data plan dari operator yang sama. Jeda pada suara kerap terjadi dan gambar yang tampak lebih banyak terputus atau tertunda.

    Dalam penggunaan pada perangkat Android, untuk bisa memanfaatkan fasilitas Video Call, terpantau pengguna harus menginstalasi plugins video tambahan yang memang sudah tersedia di Market. Dan uniknya, baik dalam versi desktop pc ataupun Mobile, selain mendukung fitur Chat antar pengguna Yahoo Messenger, pula bisa digunakan untuk Chat antar pengguna akun FaceBook.

    Gag Bisa Nelpon pada Perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 ? Ayo Gunakan Viber

    33

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Melanjutkan sedikit cerita tentang permintaan seorang Atasan di kantor untuk menginstalasi aplikasi Viber pada perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 terbaru yang Beliau miliki, rupanya usaha keras yang saya coba lakukan, mampu berbuah manis.

    Seperti yang telah dikatakan dalam tulisan sebelumnya bahwa perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 telah menyediakan slot sim card sebagai alternatif koneksi data bagi penggunanya yang notabene dibatasi penggunaannya hanya untuk Data dan Messaging. Hal ini dipertegas pula oleh Samsung dan GSMArena dalam bahasan Spesification dan Review. Itu artinya secara fakta, perangkat Tablet 10”terkini besutan Samsung tidak dapat digunakan untuk menelepon.

    Tapi tenang saja, itu tidak sepenuhnya benar kok. :p

    Viber, bagi yang belum tahu dan sekedar mengingatkan, merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Viber Media Inc. secara khusus bagi para pengguna iPhone dan Android agar dapat menggunakan atau memanfaatkan fungsi telekomunikasi suara alias telepon dan juga Text Message atau Chat Messenger secara Gratis, dengan memanfaatkan koneksi jaringan data 3G atau WiFi. Sehingga, apabila pengguna sudah berlangganan paket data internet Unlimited, tidak lagi dibebankan biaya pulsa untuk melakukan komunikasi lewat Viber. Selengkapnya silahkan baca di tulisan sebelumnya.

    Sayangnya, informasi yang saya baca lewat alamat resmi Viber Media Inc, bahwa perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 rupanya tidak didukung atau tidak kompatibel dengan aplikasi yang dimaksud. Demikian pula ketika dicari lewat Android Market, aplikasi Viber tak jua ditemukan.

    Kasus seperti ini sebetulnya pernah saya temukan  sebelumnya, yaitu ketika usai mempublikasikan tulisan tentang Viber pertama kali. Kalau tidak salah keluhannya sama dan dialami oleh seorang Droiders juga. Sekedar informasi, ponsel yang digunakannya itu adalah Sony Ericsson eXperia Mini Pro yang notabene rilis terbaru dan sudah mengadopsi OS GingerBread. Lantaran tak menemukan Viber di Market, saya mengirimkan aplikasinya lewat email kepada yang bersangkutan dan ternyata berhasil diinstalasi dan dijalankan dengan baik. Hanya saja jika diperbandingkan dengan kasus sekarang adalah, perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 secara nyata memang tidak mendukung Voice Call.

    Meski demikian, tidak ada salahnya juga apabila dicoba. Karena pertimbangan yang saya ambil sebelum memutuskannya adalah, adanya fitur Voice Memo dan Voice Searh yang artinya bahwa perangkat minimal memiliki Microphone untuk menerima jalur suara pengguna pada sisi badan perangkat.

    Aplikasi Viber akhirnya saya unduh lewat halaman 4Shared, kebetulan pasca kasus eXperia, saya berinisiatif untuk menyimpan file aplikasinya di situs berbagi  file tersebut,  serta menyelipkan alamat link aplikasi pada salah satu paragraf tulisan kedua tentang Viber beberapa waktu lalu.

    Usai proses pengunduhan dan instalasi, maka saatnya pengujian Aplikasi Viber dilakukan.

    Pertama, Aplikasi Viber ternyata dapat berjalan dengan baik pada perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500. Fungsi penyesuaian Daftar Kontak teman yang menggunakan aplikasi Viber pun berhasil dilakukan, dan uji coba pengiriman pesan ke nomor ponsel yang saya gunakan tidak menemui kendala.

    Kedua, saat menguji coba Voice Call dengan menghubungi nomor yang saya gunakan pada perangkat Android Samsung Galaxy Ace S5830, serta mengontaknya balik, hasilnya maknyus. Proses komunikasi rupanya dapat berjalan dengan baik, suara lawan bicarapun terdengar jelas dan jernih.

    Berbekal dua kesimpulan awal diatas, sayapun kemudian berani mengambil sedikit kesimpulan bahwa selama perangkat Tablet (iPad maupun Android) menyediakan slot sim card untuk menunjang koneksi data penggunanya, walaupun di-klaim tidak mendukung Voice Call, minimal dengan memanfaatkan aplikasi Viber, Komunikasi suara tetap dapat dilakukan meskipun dengan cara lain, yaitu memanfaatkan layanan koneksi data.

    Nah, siapa bilang kalo perangkat Tablet Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 tidak bisa digunakan untuk menelepon ?

    Viber, Gag semua Android dan iOS Suka

    7

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Sudah mencoba untuk menggunakan Viber Kawan ? well, bagi yang belum tahu apa dan bagaimananya, baca tulisan Viber sebelumnya yah.

    Melanjutkan aksi ViberRator di blog www.pandebaik.com, kali ini saya ingin berbagi sejumlah informasi tambahan terkait penggunaan Viber sebagai salah satu alternatif sarana komunikasi jarak jauh yang tentu saja murah.

    Seperti yang saya katakan diatas, bahwa Viber akan jauh lebih bermanfaat untuk melakukan komunikasi Voice jarak jauh, terutama bagi Kawan yang memiliki kerabat ataupun kenalan dan juga relasi bisnis jauh diluar negeri. Yang notabene, seumpama komunikasi dilakukan lewat ponsel GSM biasa ataupun interlokal barangkali jatuh biayanya  akan lebih mahal. Lantas bagaimana dengan Rekan sekantor misalkan ? selama masih bisa menggunakan jaringan antar operator, mengapa tidak ? jauh lebih mudah bukan ?

    Sejak awal Viber memang sudah diwanti-wanti bahwa akan mampu berjalan dengan baik saat ponsel atau perangkat berada dalam jaringan <minimal> 3G atau Wifi. Lantas bagaimana dengan yang tak mampu menjangkaunya ? pada layar ponsel akan tertera peringatan ‘Poor Network’ alias jaringan data yang lemah sehingga baik kapasitas suara, kejernihan dan kecepatan sampainyapun tidak jauh berbeda saat saya menguji Voice Call milik akun Yahoo Messenger beberapa waktu lalu. Terputus-putus dan lag beberapa detik.

    Seperti halnya Whatsapp, Viber bisa juga difungsikan sebagai sarana Messenger aliat Chat secara Free antar pengguna Viber. Uniknya, pemberitahuan balasan sekaligus sarana untuk membalas percakapan, tampil pula di halaman utama sebagai pop-up. Hal ini tentu jauh lebih memudahkan pengguna dalam berinteraksi satu sama lain. Meski demikian, hingga hari ini saya tak jua menemukan cara untuk membuat Group Chat seperti halnya Whatsapp untuk berinteraksi antar sesama pengguna Viber dalam jumlah banyak.

    Terkait kompabilitas, sejauh tulisan terdahulu murni menyebutkan hanya untuk perangkat Android dan iOS dalam hal ini iPhone. Artinya, untuk perangkat berbasis os BlackBerry ataupun Symbian ya silahkan untuk menunggu Antrean selanjutnya. Tapi tahukah kawan bahwa ternyata tidak semua Android dan iOS kompatibel untuk bisa menggunakan Viber dengan baik dan benar ?

    Terpantau seorang kawan Androiders yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan aplikasi Viber di Android Market senin pagi lalu. Hal yang sama ia temukan pula saat mengakses halaman resmi Viber dan berniat mengunduhnya. Padahal sebagai informasi, ponsel yang ia gunakan adalah Sony Ericsson eXperia Mini Pro yang sudah mengadopsi Android 2.3 GingerBread. Salah satu alternatif solusi yang dapat saya tawarkan saat itu adalah mengirimkannya file installer Viber melalui jalur email dan memintanya untuk menginstalasi secara manual. Hasilnya mantap. Viber bisa digunakan dengan baik. Bagi Kawan yang mengalami hal yang sama, saya sudah siapkan file installernya di 4Shared untuk jaga-jaga. Unduh disana yah…

    Terpantau pula pada iPhone 3G milik seorang teman yang rupanya mentok di proses Verifikasi Kode sebagai upaya Registrasi Viber di perangkat yang akan digunakan. Padahal aplikasi sudah berhasil dicangkokkan. Lain lagi dengan perangkat iPhone 3GS milik seorang kerabat yang rupanya pasca instalasi Viber, terjadi malfungsi virtual keypad saat akan mengetikkan kalimat yang membuat huruf tertekan dua kali dari yang seharusnya. Ada yang mengalami ?

    Meski demikian, pada percobaan saya yang kedua kalinya untuk menghubungi kakak di Ottawa Canada sana sepanjang perjalanan menuju kawasan Munggu hari Sabtu siang lalu (pasca publikasi tulisan), percakapan terjadi selama setengah jam lamanya dengan kualitas suara yang jernih dan jelas. Ini wajar adanya mengingat jaringan yang saya dapatkan selama komunikasi berlangsung adalah HSDPA alias 3,5 G. Jadi, sudah sepatutnya saya berTerima Kasih pula pada operator XL :p

    Masih ragu untuk mencoba ?