Selamat Berbagi di Hari kasih Sayang

6

Category : Cinta

Aura Pink sepertinya sudah mulai melanda seputaran Kota Denpasar, dari supermarket hingga pedagang bunga, dari toko boneka hingga status facebook milik teman. Terhitung hari Senin kejepit depan, ratusan ribuan pasang anak muda bahkan lebih bakalan melaksanakan ritual tahunan bersama orang tercinta atau dikasihi. Lantas bagaimana dengan yang telah menikah ?

Valentine’s Day merupakan hari dimana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya. Diwujudkan dengan saling berkirim benda baik kartu, boneka, cokelat yang bernuansa cinta, jantung hati, cupid kepada orang yang diharapkan. Belakangan makin berkembang menjadi sms, email bahkan status Facebook pun bernuansakan cinta.

Hari Valentine atau yang lebih dikenal sebagai hari kasih sayang inipun kabarnya berasal muasal datang dari sebuah hari raya Katolik Roma. Mungkin itu sebabnya baik para alim ulama umat Muslim sempat mengharamkan Valentine’s Day untuk dirayakan, demikian pula tokoh Hindu yang sempat pula mengatakan bahwa dalam Agama Hindu tidak ada yang namanya tradisi Valentine’s Day ini. Tapi apa boleh buat, kalangan generasi muda sudah kadung terpaku ingatannya (termasuk saya) bahwa setiap tanggal 14 Februari merupakan hari yang patut dinanti.

Bila melintas ke masa lalu, Valentine’s Day selalu merupakan nightmare bagi saya. Maklum, di masa remaja saya tergolong Nerd, kuper bahkan kurang dikenal oleh teman sekolah. Salah satu penyebab utamanya adalah rasa minder akibat kurang ‘berpunya’. Jangankan mobil, motorpun tidak saya miliki hingga masa SMA kelas dua. Masih berpeluh mengayuh sepeda balap pulang pergi sekolah yang jaraknya cukup jauh dari rumah.

Valentine’s Day baru mulai terasa bermakna ketika pernikahan itu ada. Mewujudkan Cinta dalam arti sebenarnya kepada Istri, makin bertambah dengan kehadiran buah hati kami yang sudah makin meninggi, MiRah GayatriDewi. Tak hanya itu, rasa cinta dan bhakti kepada kedua orang tuapun tumbuh dengan sendirinya, karena memang hanya mereka yang masih saya miliki hingga hari ini.

Berbagi kepada sesama di Hari Valentine pun baru dua tahun terakhir ini saya lakoni. Sekantong darah saya coba sumbangkan di PMI untuk mereka yang membutuhkan. Mencoba konsisten dengan apa yang telah saya mulai, pagi inipun rencana untuk mendonorkan darah tetap ditepati. Meski tidak tepat di hari Kasih Sayang lantaran merupakan Hari Kerja, setidaknya pemikiran untuk tetap berbagi dapat terlaksana.

Berbagi kasih kepada orang yang dicintai ataupun kepada sesama memang sudah sepatutnya tidak hanya dilakukan saat Valentine’s Day. Jika boleh saya sarankan, lakukan setiap hari dan teruskan semampunya. Cara ataupun jalan yang dilakukan ya terserah pada keahliannya. Seperti menulis lewat BLoG inipun saya rasa sah-sah saja.

Ayo, lebih rajin untuk berbagi… dan Selamat berHari Kasih Sayang…

Selamat merayakan Hari Kasih Sayang

23

Category : Cinta, tentang Buah Hati, tentang DiRi SenDiri

Berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit Sanglah menuju sal Jempiring, menengok keponakan yang kabarnya selama empat hari terakhir dirawat akibat gangguan pernafasan, mengingatkanku pada saat mendampingi MiRah GayatriDewi pertengahan tahun 2008 lalu. Wajah-wajah yang menyiratkan kegetiran hidup harus mereka lalui selama berhari-hari disini, sementara banyak orang diluar sana begitu gempita mempersiapkan diri untuk menyambut satu hari yang sangat spesial hadir dibulan ini.

Hari Kasih Sayang atau Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari bisa dikatakan merupakan satu hari yang paling ditunggu, entah oleh pasangan remaja yang sedang dilanda asmara ataupun pasangan yang kini sudah berumahtangga tetap berusaha mengingat dan berharap melewatkannya bersama orang-orang yang mereka cintai. Seperti biasanya BBC atau Bali BLogger Community, komunitas blogger yang ada di pulau Bali inipun tak lupa berancang-ancang menyusun rencana untuk dapat memaknai lebih jauh Hari Kasih Sayang ini.

Menyaksikan wajah-wajah mungil dan lugu dalam gendongan Bapak Ibunya atau hanya bisa terdiam memperhatikan tangan si kecil yang dibalut perban untuk memegang jarum suntik infus membuatku makin terharu dan teringat pada penderitaan MiRah beberapa waktu lalu. Tangisan mereka membuatku makin tersadar bahwa aku harus melakukan sesuatu yang berguna hari ini. Tapi apa ?

Tak membutuhkan banyak uang untuk bisa membahagiakan orang lain. Tak membutuhkan banyak publikasi dan kamera untuk bisa berbuat sesuatu pada orang lain. Yang ada hanyalah tekad, seperti halnya jargon yang kerap didengungkan oleh BBC dalam setiap kesempatan bahwa ‘Berbagi Tak Pernah Rugi’.

Sekantong darah sepertinya akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Apalagi disini, di sebuah Rumah Sakit dimana bisa saja salah satu dari wajah mungil tadi menjadi bagian dari mereka itu. Lagipula dengan kondisiku kini, tak ada salahnya untuk melakukan itu.

Untuk yang ke-29 kali, jarum itu disuntikkan ke lenganku. Melanjutkan sebuah harap dimana darah ini akan jauh lebih berguna bagi mereka. Melanjutkan sebuah awal yang kumulai sejak akhir masa SMA, kendatipun tidak secara rutin kulakukan. Melanjutkan sebuah makna yang ingin kuberikan pada MiRah GayatriDewi putriku kelak untuk sebuah kisah di Hari Kasih Sayang ini.

Selamat merayakan Hari Kasih Sayang Kawan…

Hysteria VaLenTine 2009

5

Category : tentang KeseHaRian

Sabtu siang rencana saya yang sebenarnya adalah membayar tagihan bulanan koneksi internet Starone yang dikenai biaya sekitar 140ribu untuk bulan lalu. Ya, lantaran bulan lalu itu saya nguber bahan untuk Thesis yang rata-rata memang diambil dari internet. Bukan apa-apa tapi karena yang dalam bentuk cetak buku masih sangat sulit dicari. Kalopun ada harganya mahal padahal informasi yang saya butuhkan paling cuma secuil. Biaya yang membengkak disebabkan juga oleh perburuan info untuk meng-upgrade dua ponsel PDA milik pribadi migrasi ke Windows Mobile 6.1. yah, syukur bisa berhasil.

Rupanya sejak sabtu siang itu, aroma dan nuansa hari kasih sayang –Valentine- untuk tahun ini sudah terasa dari saya keluar rumah. Menyusuri jalan Surapati membelok kearah Tiara Dewata, memutar lantaran macet, menyusuri jalan Arjuna dan Sumatra Hasanuddin, berbelok ke arah Tiara Dewata, BAH ! Sama saja macetnya.

(gambar diatas saya copy paste dari www.facebook.com)

Ternyata kawan, disepanjang ruas jalan itu kemacetan disebabkan oleh kendaraan maupun sepeda motor yang berhenti secara ngawur sembarangan, hanya untuk membeli dan memilih bunga yang dijual secara dadakan, khusus pada hari itu. Tak hanya pedagang bunga permanen, tapi berkembang ke penjual perorangan turut berusaha menjemput bola untuk sebuah keuntungan yang sangat besar.

Bahkan ada juga stan khusus yang dibuat oleh pedagang bunga disepanjang jalan Sutoyo sebelah barat Tiara Dewata, dihiasi berbagai corak dan warna Pink tentu saja. Ada juga yang lucu, bahwa sebetulnya tempat itu kesehariannya adalah bengkel motor, tapi mendadak berubah jadi penjual bunga. Ealah…

Gak salah kok sebetulnya. Wong anak-anak yang masih tergolong keponakan saya walau duduk dibangku SD pun sudah huebohnya minta ampun dari beberapa hari sebelumnya mengingatkan saya pada hari kasih sayang ini. Heran, anak SD sudah pada pinter ngingetin kalo sabtu itu hari Valentine. Sambil ngerumpi mau ngasi cokelat ke idola mereka di sekolah. Waduh !

Gak jauh beda dengan anak-anak yang hobinya maen gim Counter Strike di Warnet, isi obrolan mereka pun tak jauh dari pacar, cokelat dan sayang-sayangan dan juga senandung lagu cinta terkini. Padahal disela obrolan, mereka malah sempat mengumpat kata-kata makian dan umpatan gara-gara tokoh mereka ditembak mati oleh musuh… ya, berhubung saya telat beberapa menit gara-gara kemacetan dadakan, gerai Indosat sudah tutup lima belas menit sebelumnya. Jadilah saya nyasar ke Warnet sebentar untuk hunting video 3gp. Halah….

Yang bikin saya makin terheran-heran, sore hingga malam hari, dimana-mana jalanan rasanya tumpah ruah oleh keberadaan para generasi muda yang bersliweran lengkap dengan gandengannya, ngebut zig zag atau malah menikmati jalanan dalam nuansa Valentine tahun ini. Ada juga yang sempat menimbulkan rasa geli saat saya dan Istri yang kebetulan baru bertolak dari kampung Istri untuk tangkil di Pura Dalem Babakan Canggu, kami saling menerka apa yang dilakukan sang gadis dibalik jaket si cowok saat melaju pelan dijalan raya.

Ya, gaya pacaran anak muda sekarang emang jauh lebih edan. Pernah satu kali kami menjumpai sepasang remaja, dimana si cowok memakai jaket dengan keadaan terbalik, dimana tangan si gadis (kalopun bener ia masih gadis, he…) bisa masuk disela daleman jaket. Eh, pas di lampu merah si cowok melenguh. Rupanya ia orgasme kawan… para tetangga yang bermotor jadi terkesiap saat (maaf) sperma si cowok muncrat ke pangkuan si pengendara lain. Huahahahahahaha…. Kami berdua tertawa keras menyaksikan lawakan seru ini…

Terlepas dari semua itu, rupanya kawan-kawan di Bali BLogger Community untuk kali ini menggelar event dalam rangka hari kasih sayang ini. Kalo ndak salah tajuknya ‘BLoody VaLentine’. Kegiatan donor darah yang sedianya bakalan dilakukan di Lapangan Renon hari minggu pagi. Semoga saja jika tak ada halangan saya bisa ikutan berpartisipasi sekedar menyumbangkan setetes dua darah untuk mereka yang memerlukan.

Hingga saya sampai dirumah pukul 9 malam, Hysteria VaLentine 2009 ini ternyata masih juga terasa. Warung kacang hijau dan bakso depan rumah silih berganti didatangi pasangan muda yang sudah siap tempur, berpakaian necis, dengan setangkai bunga bersiap untuk melewati malam penuh cinta kali ini. Yang tak disangka, rupanya pedagang bunga didepan rumah, Dian FLower, masih terlihat menjual bunga-bunga Valentine. Padahal kalo hari biasa, jam enam sore sih sudah tutup. Ealah….


> PanDe Baik mengucapkan Selamat hari kasih sayang –istilah kerennya VaLentine- bagi semua rekan yang mereguk indahnya Cinta… Special tentu saja untuk Istriku, ALit Kusumadewi dan putriku, Mirah Gayatridewi. Juga untuk kedua orang tuaku dan keluarga besar PanDe dimanapun kalian berada… <

Salam dari PuSat KoTa DenPasar