Perubahan pasca Upgrade OS Android Jelly Bean pada Samsung Galaxy Tab 7+

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak melakukan proses Upgrade OS #Android ke Jelly Bean di perangkat Samsung Galaxy Tab 7+, rupanya ada beberapa aktifitas yg masih bikin bingung…

Pertama, aktifitas mengetik menjadi agak susah lantaran perubahan susunannya. Dulu tuts lebih besar, sehingga lebih pas bagi jari saya :p Karena susunan keyboard sekarang nambah area untuk angka, maka jari saya yg rata”jempol semua, masih suka salah ketik kalo cepet”an :p *Mungkin salah satu solusinya nanti adalah menginstalasi apps tambahan kategori keyboard, berhubung di Pengaturan gag nemu cara mengubahnya. kesalahan ketik plg sering, huruf e menjadi angka 3, huruf n jadi b, atau a menjadi z. Kerap pula mengetikkan angka 0 ketika mau backspace.

Samsung GalTab 7 Jelly Bean PanDe Baik 3

Kedua, pas pake Tweetdeck, apps twitter client, kalo lama gag cek TL, dulu sih tinggal tekan sisi paling atas utk dapetin update terakhir. Tapi kini, kalo menekan di area sama, malah munculin jendela notifikasi… sedang sisi paling atas tweetdeck, berada sedikit dibawahnya.

Ketiga, lebih pada kebiasaan penggunaan perangkat tablet. tepatnya saat mengakses tombol sentuh Home ternyata memunculkan opsi pilihan. Inginnya melihat informasi notif dan Pengaturan, yang muncul malah Mini Apps… atau pengennya Undo, yang muncul malah MultiTasking *mih… Ini terjadi gara”perubahan posisi penempatan masing”tombol sentuh dan fungsi. jadi ya memang perlu dibiasakan nantinya. Berikut Screenshot Perubahan Penempatan tombol sentuh dan opsi lain… http://yfrog.com/mmug1xp

Keempat, terkait penggunaan fitur Memo sebagai catatan dan draft Blog. jika dulu opsi judul masing”Memo ada di sisi atas, kini gag lagi. Opsi pemberian judul rupanya ditiadakan, padahal secara saya judul Memo lebih memudahkan untuk melakukan pencarian catatan. Jadi pemberian judul Memo menggunakan sistem penanggalan yg mirip dengan cara dokumentasi foto yg saya lakukan di PC. Dimulai dari pemberian Tahun, Bulan lalu Tanggal. Jadi memudahkan pengurutan… cuma agak bingung kalo mau nyari Memo yg spesifik.

Kelima, penggunaan fitur MyFiles sbg explorernya #Android *ini terkait penempatan Eksternal SDCard yang dulunya masuk sbg bagian dari Root. Sekarang diletakkan terpisah sebagai ExtSdCard. pola ini mirip dengan MyFiles pada perangkat #Android Samsung Galaxy Note 10.1…

Keenam adanya Bugs pada fitur Message… seperti yg diungkap sebelumnya, kadang ada notif 3 pesan masuk, tapi Pas di cek ternyata gag ada pesan yg belum terbaca… sudah begitu, kalo dulu sms terakhir yg masuk berada di urutan teratas, kini Pesan yang masuk, gag mengubah urutan dan kadang tanpa tanda ‘unRead’… jadi musti nyari”lagi kira”mana sms yg terbaru 🙁

Terakhir Tujuh, masih pula terkait dengan cara pengambilan screenshot layar, yang rupanya kedua tombol (Power dan Volume Down) harus ditekan secara bersama dan tahan agak lama. Jika sampai berbeda timing, maka yang terjadi bisa ke aktifitas layar standby (tombol Power duluan) atau Volume mengecil (Tombol Volume Down duluan). Agak ribet memang ketimbang cara terdahulu yang tinggal tekan satu tombol sentuh saja.

Namun meski begitu, ada juga beberapa sisi positif yang dapat dipelajari. Diantaranya sudah saya sebutkan di tulisan sebelumnya (Smart Stay, Play Music, Google Now atau Prosentase Battery), ditambah hadirnya aplikasi Dropbox dan FlipBoard secara built in sebagai system apps. Jadi akan membutuhkan aktifitas Root apabila ingin me-Remove kedua aplikasi tersebut dari perangkat.

DropBox saat setup awal bakalan memberikan free space di Cloud sebesar 50 GB yang dapat diisi dengan dokumen, foto etc secara automatis ataupun manual upload. Sedangkan Flipboard merupakan Social Media client yang tampilannya oke punya.

Selain itu, terkait opsi pembuatan Folder di opsi Menu dan Homescreen, rupanya ada hubungannya juga. Bahwa apabila pengguna sudah mengatur barisan icon aplikasi dan games pada opsi Menu dalam beberapa Folder, maka Folder tersebut dapat digeser ke halaman HomeScreen sebagai shortcut lengkap dengan semua icon yang ada didalamnya. Mengingatkan saya pada operasional serupa di perangkat pc/notebook berbasis Windows.

Dan bagi pengguna yang masih awam dengan banyaknya perubahan yang terjadi, bisa mengakses fitur Help untuk melihat lebih jelas cara menggunakan perangkat satu persatu dari masing-masing fitur. Namun tampaknya, dilihat dari jenis perangkat yang digunakan sebagai sample pada Help mengambil bentukan miliknya Samsung Galaxy Note versi 8 inchi.

Nah, kira-kira demikian beberapa perubahan perilaku yang kelak akan teman-teman alami pasca proses Upgrade OS Android pada perangkat Samsung Galaxy Tab 7+ dari versi 4.0.1 Ice Cream Sandwich ke 4.1.2 Jelly Bean. Semoga bisa berguna sebagai bahan gambaran awal.

Upgrade OS Android 4.1.2 Jelly Bean Samsung Galaxy Tab 7+

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi kawan”Droiders yg pegang #Android Samsung Galaxy Tab 7+, ayo Upgrade OS Perangkatnya ke Jelly Bean 4.1.2… ukuran instalasi 423 MB kalo gag salah…

Tampilan perangkat #Android Samsung Galaxy Tab 7+ pasca Upgrade bener”bikin pangling… banyak hal yang berubah wajah dan pola penggunaannya. Yang paling kentara adalah dihilangkannya Tombol Quick Launch yg dulunya setia hadir di Taskbar bawah.. jadi hilang deh fungsi screenshotnya

Yang unik lagi, halaman Homescreen kalo diubah jadi tampilan Landscape, ada ruang khusus untuk Apps di sisi kanan yg gag bisa dihilangkan. Sedang Tombol Home, Multitasking dan Undo, digeser ke tengah… pojok kanan jadi Mini Apps sedang Taskbar/Notif di sisi atas layar…

Berubahnya tampilannya ini jadi membuatnya agak aneh (belum terbiasa) mengingat tampilan jadi kayak layar ponsel #Android, bukan Tablet. Wajah tampilan baru Samsung Galaxy Tab 7+ pasca Upgrade ke OS Jelly Bean 4.1.2 http://yfrog.com/nynvjsp

Samsung GalTab 7 Jelly Bean PanDe Baik 1

Tadinya sempet panik saat perangkat melakukan Setup ulang pada perangkat, ditambah beberapa nama kontak terbaru diUpdate, terpantau hilang. Tapi rupanya setelah ditunggu agak lama, ternyata data contact, sms, memo, email dll aman loh. Jadi gag usah kaget kalo pas usai Upgrade, cek Memo ternyata kosong. lakukan Migrasi, ikuti langkahnya. Semua memo balik termasuk yg dihapus

Untuk Fitur tambahan di OS Jelly Bean ini adalah Smart Stay, layar akan meredup gelap saat mata pengguna berpaling dari layar. Ada Google Now, fitur baru Google yang bisa digunakan untuk… untuk apa yah ? Hehehe… saya belum explore. Dan Play music, semacam Music Player gitu deh… trus indikator batere bisa juga tampil dgn prosentase…

Terpenting dalam tampilan Menu, kini sudah bisa membuat Folder… dulu kalo gag salah cuma Galaxy Tab 7.7 yang bisa… CMIIW

Yang sedikit menjadi ganjalan adalah fitur notifikasi Message sms, yang kadang sudah hadir kembali di taskbar meski sudah dibaca semua. Entah apakah ini hanya terjadi pada HH yg saya pegang, atau berlaku untuk semua…

Sudah gitu, sistem Notifikasinya bisa digeser dari sisi atas layar kearah bawah, layaknya versi ponsel… cuma lebarnya gag penuh. Mungkin kalo tampilan portrait, opsi notif terlihat bagus, tapi saat landscape penempatannya gag ditengah”layar

Samsung GalTab 7 Jelly Bean PanDe Baik 2

Sampai saat ini saya masih kesulitan untuk melakukan screenshot layar, meski jurusnya sudah diketahui. Untuk melakukan Screenshot layar pada perangkat Jelly Bean, tinggal tekan dan tahan 2 tombol bersamaan, Power dan Volume Down. Mungkin hanya perlu pembiasaan saja, termasuk perubahan posisi penempatan tombol Undo… kini berada paling kanan… jadi sering salah tekan

Ohiya, kalo gag salah pak @doktermade pemilik @blogdokter pake P3100 juga, cek Jelly Bean di http://sampro.pl/firmware/android/samsung-p3100/. Untuk instalasi via OTA, sambung perangkat dgn wifi, cek di Setting/About/Software Update… data dibackup otomatis. Sedang instalasi via Kies, install Kies terbaru (update jika perlu), lalu sambungkan perangkat, lakukan check Firmware terbaru. Dan Kalo menggunakan file yg diunduh, dulu pernah coba pake Odin. Cuma resikonya spt hard reset. Semua data hilang… backup dulu…

Eh iya, lanjutin soal Pasca Upgrade OS #Android di Samsung Galaxy Tab 7+, rupanya untuk fitur standar lainnya, gag ada perubahan tuh. Jadi untuk kamera, galeri, music player, calender dll, tampilannya masih tetap sama… kecuali Memo yang jadi rapijali. Dan seperti yg sudah diungkap tadi, satu”nya Bug yg masih tetep menganggu adalah notif Message sms yg tetep muncul meski sudah dibaca semua

Jadi segitu dulu bagi info pengalaman Upgrade OS #Android Samsung Galaxy Tab 7+ dari ICS ke Jelly Bean 4.1.2… selamat beristirahat yah…

Makin Jarang Oprek Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Memiliki sebuah perangkat Android nampaknya mau tidak mau, suka tidak suka, rata-rata pasti pernah terbersit keinginan bahkan hingga mencoba langsung aksi oprek mengoprek perangkat, dengan maksud dan tujuan tertentu. Entah menginginkan kinerja yang lebih baik, menembus batas normal yang mampu dilakoni kemampuan handhelds, bahkan coba-coba, ingin tau atau membuatnya keren secara penampilan tok. Diluaran itu, tentu masih banyak alasan lagi yang bisa diungkap jika kalian merupakan salah satunya…

Demikian halnya dengan saya. Perkenalan pertama dengan perangkat Android awal tahun 2011 lalu merupakan pintu gerbang dari semua aksi ekstrem yang pernah saya lakukan sepanjang kisah kepemilikan sebuah ponsel. Dari proses Upgrade OS Android versi 2.2 Froyo ke 2.3 GingerBread, Rooting, BootLoop, Flashing, Custom Rom, CWM hingga Mati Totalnya HTC One V padahal belum diapa-apain :p sedang Samsung Galaxy Ace pertama malah aman hingga akhir hayatnya… Dijual :)) Ada banyak pengalaman yang saya dapat selama menjalani proses tersebut, satu diantaranya bahwa aktifitas ekstrem seperti yang disebutkan tadi sebetulnya gag perlu-perlu amat dilakukan oleh setiap pengguna ponsel dan tablet berbasis Android. Karena memang beda kebutuhan, dan kepentingan. Apalagi bagi mereka yang memegang ponsel atau tablet berkategori flagship dengan spesifikasi hardware yang jelas jauh lebih tinggi.

Katakanlah aktifitas Rooting.

Salah satu alasan kenapa handhelds dijejajli aktifitas Rooting adalah terkait permasalahan minimnya internal storage yang ada, lantaran tidak ada keterbukaan peluang untuk mempertanyakan dan memberi kuasa kepada pengguna perangkat, bakalan ditaruh (baca:install) dimana aplikasi maupun games yang diminati kali ini ? Sangat berbeda jika dibandingkan dengan proses instalasi pada perangkat berbasis Windows Mobile maupun Symbian terdahulu, karena sejak awal pengguna diberikan kebebasan untuk menentukan posisi instalasi. Dengan demikian, pada kasus Android, perangkat akan secara otomatis meletakkannya di posisi dimana sekiranya dibutuhkan untuk mempercepat akses, bahkan bisa jadi aplikasi atau permainan yang berukuran besar malah dijejalkan pada internal storage yang biasanya tergolong minim dibekali.

Selain itu terkait pula dengan besaran sisa memori RAM yang tersedia, untuk dapat menjalankan aplikasi ataupun permainan secara sempurna dalam bentuk multitasking. Nah, dua hal inilah yang biasanya menjadi hambatan bagi pemilik perangkat untuk menginstalasi lebih banyak aplikasi dan games sesuai keinginan, lantaran begitu banyaknya ketersediaan yang ada di pasar aplikasi atau yang kerap disebut dengan Google Play. Hal ini tentu tidak akan terjadi pada perangkat Android terkini yang biasanya telah dibekali internal storage minimal 4 GB hingga 32 GB plus memory RAM minimal sebesar 512 MB.

Berbeda lagi dengan aktifitas UpGrade dan perburuan Custom ROM, dimana tujuan utamanya menginginkan pembaharuan sistem operasi dan aplikasi Android dan tentu saja perubahan tampilan khas teknologi Android yang sedang berkembang kini. Terpantau sistem terakhir yang banyak digunakan oleh berbagai perangkat Android baik lokal maupun branded adalah versi 4.0 Ice Cream Sandwich dan 4.1 Jelly Bean, dan sebentar lagi bakalan meluncur pula 4.2 Key Lime Pie.

Jika para vendor perangkat merasa peduli untuk memperhatikan konsumennya, biasanya sih bakalan secara rutin memberikan pembaharuan versi sistem operasi, selain bertujuan untuk mencegah adanya celah keamanan yang berpotensi masuknya segala ancaman berupa virus, malware, script dan lainnya. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan para vendor lokal, ataupun seri lama namun branded, yang rata-rata tidak memiliki tim pengembangan sistem operasi tersendiri, sehingga penggunanya harus berpuas diri pada sistem yang dibekali sejak awal. Hal inilah yang kerap menjadi alasan mengapa aksi perburuan Custom Rom itu terjadi. Syukur apabila banyak pengembang independen di luar sana mau membuat versi Custom Rom sendiri, yang biasanya menyasar seri Android yang banyak digunakan, jika tidak ? Gigit jarilah mereka ini pada akhirnya… Namun apakah sedemikian perlunya aktifitas UpGrade ataupun perburuan Custom Rom ? Jika itu resmi dikembangkan oleh para vendor, tentu jawabannya harus, mengingat faktor keamanan tadi plus bonus aplikasi, yang barangkali memang dinanti oleh para penggunanya.

Sedang Custom Rom, ada baiknya sih sebelum mencoba dan menggunakannya pada perangkat yang kawan miliki, agar sebanyak mungkin mengumpulkan informasi terkait versi tersebut. Dari fitur dan aplikasi tambahan apa yang dimiliki, langkah serta proses yang harus dijalankan, apakah terdapat patch atau penyempurnaan instalasi sesudahnya, dan bugs atau hal-hal yang barangkali kelak sulit untuk dijalankan. Biasanya sih ini terkait penggunaan kamera, suara, atau koneksi wireless. Karena memang pengembangan Custom Rom ini tidak dibarengi dengan uji coba secara mendalam pada banyak perangkat. Jadi hati-hati sebelum melakukannya. Kegagalan proses yang terjadi baik dalam aksi Rooting maupun Upgrade dan perburuan Custom Rom ini biasanya mengakibatkan perangkat mengalami bootloop (gambar pembuka yang ditampilkan berulang-ulang tanpa kepastian tindaklanjutnya) atau brick dan mati total. Bayangkan jika itu sampai terjadi ? Bukankah jadi lebih repot ? Dan kasihan juga data contact, agenda dan data lain yang tersimpan dalam perangkat namun tidak sempat diselamatkan.

Sedang saran lain dari proses perburuan Custom Rom adalah penggunaan Launcher yang biasanya jauh lebih aman untuk dicoba dan memiliki banyak variasi tema untuk dicoba. Bisa jadi untuk mendapatkan tampilan ‘ala Jelly Bean misalkan, cari dan install saja Launcher Jelly Bean. Simpel kan ?

Barisan aktifitas semacam itu bisa dikatakan hampir setiap minggu menjadi agenda rutin, apalagi jelang perangkat Samsung Galaxy Ace S5830, Android pertama yang saya miliki, berencana untuk dijual lantaran jarang dipergunakan. Hal ini terjadi karena istri, saya hibahkan kepemilikan HTC One V, hadiah dari HTC Road beberapa waktu lalu, sedang saya pribadi memegang perangkat Tablet Samsung Galaxy Tab 7+ saat harga promo setahun lalu. Dan lantaran sudah kadung jatuh cinta pada versi TabletPC, sayapun enggan beralih lagi ke perangkat Android berlayar 7 kebawah. Dua minggu sebelum Ace dijual, sayapun kemudian mencoba menguji beberapa Custom Rom yang sudah dikumpulkan jauh sebelumnya satu persatu. Hasilnya ? Lihat saja pada daftar Halaman Android yang ada di halaman ini poin ….. Setelah puas, baru deh Ace laku terjual. Nah, pasca kepemilikan TabletPC 7+, praktis semua aktifitas diatas kecuali Upgrade, sudah tak lagi saya lakukan, lantaran secara besaran internal storage sudah cukup lapang (16 GB ditambah eksternal untuk foto, video dan buku sebesar 16 GB), plus memory RAM sebesar 1 GB tentu sudah lebih dari cukup. Apalagi secara jatah sistem operasi, Versi 4.0.4 Ice Cream Sandwich sudah bisa dinikmati setelah berpuas diri dengan OS bawaan 3.2.1 Honeycomb. Sayapun tak berminat lagi mencoba Custom Rom hanya untuk mendapatkan Jelly Bean, cukup menggunakan beberapa Launcher secara bergantian, dari Go Ex, Espier, DX hingga kini Apex Pro. Sudah sangat lumayan dan memuaskan.

Makin jarangnya saya melakukan barisan aktifitas tersebut, pun disebabkan oleh alasan yang sama dengan makin jarangnya punya kesempatan untuk menulis, seperti yang sempat diungkapkan beberapa waktu lalu. Jadi mohon maaf apabila belakangan saya memang jarang menurunkan tips, trik atau pembelajaran lainnya tentang Android baik di Blog maupun akun Twitter. Apalagi saat ini, pasokan perangkat Android baru tergolong jarang saya dapatkan mengingat rata”perangkat yang diambil oleh kawan dan saudara, sama satu dan lainnya. Yaitu Samsung Galaxy Note II. Jadi ya harap maklum saja. *uhuk

UpGrade Android Jelly Bean Samsung Galaxy Note 10.1

Category : tentang TeKnoLoGi

Sekilas info bagi kawan-kawan yang kini sedang memegang perangkat tabletPC 10 inchi milik Samsung dengan teknologi terkini, Galaxy Note series 10.1, bahwa per akhir Desember lalu Samsung telah menyediakan Upgrade sistem operasi Android secara resmi dari versi 4.0 Ice Cream Sandwich ke versi 4.1.1 Jelly Bean.

Apabila sebelumnya kami pernah menginformasikan bahwa untuk dapat melakukan proses Upgrade sistem operasi Android dapat menggunakan antuan aplikasi Kies, PC Suite milik Samsung secara online, maka untuk kali ini tidak demikian adanya. Pengguna cukup memanfaatkan jalur koneksi internet yang dimiliki atau mencari bala bantuan dari wifi terdekat dengan kecepatan tinggi. Kami rekomendasikan begitu lantaran ukuran Upgrade Firmware yang terdeteksi pada awal proses adalah sekitar 475 MB.

Selain jalur koneksi yang kami sarankan, pengguna hendaknya melakukan charge penuh perangkat terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya mati total akibat perangkat kehabisan daya di sela proses instalasi.

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan pemeriksaan pada fitur Software Update yang dapat diakses melalui menu Setting/About Phone, lalu pilih jalur koneksi yang diinginkan untuk mengunduh terlebih dahulu firmware terbaru dari server milik Samsung. Saat proses berjalan, kami tidak menyarankan pengguna untuk melakukan aktifitas lainnya demi kelancaran proses pengunduhan dan instalasi. Jikapun bisa, ubah pengaturan mode Airplane untuk mencegah telepon masuk dan memutus proses, mengingat Samsung Galaxy Note 10.1 memang memiliki fitur tersebut.

Apabila proses pengunduhan selesai, maka pengguna akan disarankan untuk melakukan Booting/restart perangkat dan menunggu. Proses instalasi berikut inilah yang kami maksudkan agar perangkat nantinya tidak sampai kehabisan daya yang mampu menyebabkan mati total jika gagal. Ketika proses selesai, pengguna dihadapkan pada Term of Service yang harus disetujui, lalu perangkat akan meregistrasi ulang serta mengembalikan pengaturan ke kondisi sebelum pengunduhan.

JB Note 10 3

Yang patut diingat disini adalah proses UpGrade yang dilakukan oleh perangkat tidak akan mengubah ataupun menghapus jenis pengaturan yang telah dilakukan oleh pengguna termasuk kustomisasi tampilan. Jadi jangan khawatir akan kehilangan data ataupun kontak dan catatan penting lainnya.

Berdasarkan pemantauan kami akan perubahan yang terjadi pada perangkat tabletpc 10 inchi Samsung Galaxy Tab 10.1 sebelum dan sesudah proses Upgrade, salah satunya dapat dilihat pada menu Setting atau Pengaturan yang menambahkan beberapa kemampuan mengagumkan. Salah satu diantaranya adalah opsi untuk melakukan pemblokiran baik telepon masuk atau incoming calls dan notifications yang sekiranya dapat mengganggu. Penambahan opsi pengaturan ini dapat diatur pada jam-jam tertentu, atau berdasarkan daftar kontak tertentu saja. Selain itu pada menu Lock Screen terdapat beberapa penambahan cara penguncian layar lengkap dengan tingkat keakuratan yang mampu diberikan akan efektifitas keamanannya.

Ditambah opsi Account yang terintegrasi mencakup berbagai jenis akun jejaring sosial, cloud, server dan juga user perangkat. Ini sempat mengingatkan kami pada teknologi serupa yang tempo hari dibanggakan oleh Apple terkait terintegrasinya akun dalam menu Pengaturan. Entah apakah ini merupakan penjiplakan perilaku ataukah untuk memanas-manasi perang paten antara kedua vendor yang hingga kini masih berlangsung ?

Uniknya, saat kami mulai menelusuri perubahan yang terjadi pada opsi Menu, kami menemukan tambahan baru berupa Help yang biasanya digunakan sebagai panduan bagaimana cara mengoperasikan perangkat Samsung Galaxy Note 10.1 terutama bagi mereka yang masuk dalam kategori pengguna awam. Setidaknya ada 4 (empat) bagian yang dapt dipelajari lebih lanjut yaitu Learning the Basics meliputi Keys, Unlock, Notifications, Home Screen dan S Pen (fitur khusus pada seri Note), Changing important setting meliputi Wifi, Bluetooth, Ringtone dan Power Saving, Use Key Applications meliputi Home, Contact, Messaging, Internet dan S Note plus Link menuju Product Video langsung ke alamat Samsung.

JB Note 10 2

Selain itu ada juga S Voice yang sepertinya dikembangkan untuk menandingi aplikasi serupa milik Apple yaitu Siri. Pada beberapa kali percobaan yang kami lakukan pada S Voice, respon yang diberikan cukup mampu mengakomodir harapan atau permintaan pengguna, termasuk akses menuju akun jejaring sosial FaceBook dan Twitter. Meski belum mampu melakukannya secepat kami mengaksesnya secara manual, namun keberadaan S Voice kali ini bisa membantu pengguna untuk berinteraksi dengan perangkatnya lewat suara. Jika kawan ingin menggunakannya, cukup katakan ‘hi Galaxy’

Terakhir untuk fitur Gallery terdapat pembaharuan tampilan, dimana baik koleksi gambar ataupun foto dapat disajikan dengan tampilan biasa, atau barisan file layaknya dalam sebuah locker ataupun tampilan memutar. Demikian halnya dengan tampilan per album yang kini ditempatkan di posisi kiri halaman untuk memudahkan perpindahan ataupun pencarian gambar.

Berbagi Koneksi lewat Jaringan Wifi

Category : tentang TeKnoLoGi

Mendapatkan layanan paket data yang bersifat Unlimited tanpa adanya penambahan beban biaya saat Kuota terlewati dengan harga yang terjangkau, bisa dikatakan sudah sangat sulit ditemukan belakangan ini. Kalaupun ada, bisa jadi alternatif operator yang tersedia pun sangat terbatas, mengingat ada banyak faktor yang membuatnya mampu untuk dapat digunakan dengan baik. Sayang, tidak semua paket layanan data tersebut dapat dijangkau secara nilai oleh kebanyakan orang, sehingga tips kali ini kami bagi kepada Kawan semua, tentang Bagaimana cara untuk berbagi koneksi melalui Wifi dengan memanfaatkan satu layanan paket data saja.

Mengapa satu ? karena untuk mendapatkan satu layanan paket data yang bersifat Unlimited secara memuaskan semua pihak biasanya harus ditebus dengan nilai yang tidak sedikit. Maka saran kami berikutnya sebelum memulai tips adalah melakukan patungan biaya antar beberapa kawan untuk dapat menutupi biaya langganan bulanan yang dikenai oleh provider yang kelak digunakan. Seberapa besar biayanya ? tentu Kawan yang nanti lebih tahu, baik berdasarkan penjelasan dari website resmi masing-masing operator ataupun rekomendasi dari kawan lain yang telah lebih dulu mencobanya.

Lantas, apa saja yang dibutuhkan untuk dapat Berbagi Koneksi lewat jaringan Wifi ? semua kembali pada jenis perangkat yang kawan Gunakan. Apakah itu berupa modem router, mobile ponsel, smartphone ataupun tabletpc atau barangkali perangkat PC atau Notebook sekalipun. Semua memiliki jenis pengaturan yang berbeda satu sama lain, demikian halnya dengan kemampuan.

Pesatnya kemajuan teknologi di dunia telekomunikasi merupakan faktor utama mengapa hal seperti ini sudah bisa dilakukan. Bahkan bisa dikatakan bahwa tips ini telah dapat dilakukan satu dua tahun lalu berkat inovasi dari salah satu sistem operasi yang kini mulai mendominasi dunia.

Bila kawan memiliki sebuah perangkat modem router yang kini telah banyak dapat ditemukan di pasaran, barangkali akan jauh lebih mudah mengingat tidak banyak persyaratan yang dibutuhkan untuk dapat membagi koneksi lewat jaringan wifi ke banyak pengguna. Cukup menggunakan satu kartu yang telah diaktifkan layanan paket data Unlimitednya, Kawan tinggal melakukan pengaturan dengan berbagai kesepakatan antar pengguna yang kelak memanfaatkannya. Apakah akan ada pemberlakuan privacy atau input kode password tertentu yang diganti secara berkala agar tidak sembarang orang dapat menggunakannya, atau halaman atau aktifitas yang boleh dilakukan atau tidak diakses demi menjaga batasan kuota pemakaian wajar. Untuk harga modem Router sejenis ini bisa didapatkan dari kisaran 300ribuan hingga 1,7 juta rupiah bergantung pada merek dan kemampuannya.

Lain lagi jika perangkat yang Kawan gunakan ini merupakan perangkat mobile ponsel yang dari ragamnya memang mengadopsi berbagai sistem operasi. Persyaratan utama selain adanya dukungan koneksi jaringan wifi yang dimiliki secara built in pada perangkat serta kartu tadi, Kawan pula harus menyiapkan berbagai upaya dari aplikasi maupun upgrade versi sistem operasi, yang sedianya dapat mendukung perangkat untuk melakukan kemampuan seperti yang kami maksudkan.

Untuk yang mensyaratkan penggunaan aplikasi, datang dari ponsel Nokia yang masih mengadopsi sistem operasi Symbian 60 atau versi Belle dan Anna, yaitu menggunakan bantuan aplikasi JoikuSpot. Aplikasi ini tersedia dalam dua versi, gratis dengan kemampuan yang terbatas dan berbayar.

Sedang bagi perangkat mobile ponsel yang mensyaratkan proses Upgrade, datang dari perangkat BlackBerry yang mensyaratkan sistem operasi versi 7.1 dengan fitur yang dikenal dengan istilah Mobile Hotspot, serta perangkat ternama iPhone/iPad yang mensyaratkan proses upgrade ke iOS versi 4.3 untuk dapat menemukan fitur Personal Hotspot pada menu Pengaturan. Jikapun para pengguna produk Apple tidak mampu melakukan proses Upgrade perangkat lantaran ketidaktersediaan versi terkini dari sistem operasi yang digunakan, Kawan dapat memanfaatkan bantuan aplikasi MyWi dengan tambahan perangkat kabel data atau Bluetooth.

Sedangkan bagi perangkat mobile phone yang memang sudah mengadopsi fitur berbagi koneksi melalui jaringan Wifi ini, datang dari sistem operasi Windows Phone baik versi 7, 7,5 dan yang terkini 8, dengan menggunakan istilah Internet Sharing. Ada juga perangkat ponsel maupun tabletpc yang berbasiskan Android, sudah bisa melakukan kemampuan ini sejak dirilisnya sistem operasi versi 2.2 Froyo dua tahun lalu. Adapun istilah yang digunakan dalam perangkat ini adalah Tethering dan dapat ditemukan dalam menu Pengaturan Wireless.

Berbeda dengan kemampuan pengaturan lanjutan yang dapat dilakukan oleh modem Router seperti yang kami sebutkan diatas, untuk sesi pengaturan yang dapat dilakukan pada perangkat mobile phone ini hanyalah fitur Privacy atau input kode keamanan serta persetujuan bagi perangkat mana saja yang diperbolehkan mengakses jaringan seperti yang terdapat dalam perangkat Android milik brand asal Korea Selatan, HTC.

Perangkat terakhir yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aksi Berbagi Koneksi lewat wifi adalah PC ataupun Notebook yang memang mutlak harus memiliki kemampuan koneksi Wifi built in. Sedang sarana yang dapat digunakan untuk membagi koneksi ke banyak pengguna adalah pemnfaatan aplikasi mobile hotspot, dimana salah satu yang dapat kami rekomendasikan disini adalah Connectify. Seperti halnya dua jenis perangkat sebelumnya, Pengaturan Privacy merupakan hal yang mutlak dilakukan saat proses instalasi selesai. Dimana proses ini akan diikutsertakan dalam tutorial awal langkah penggunaan aplikasi Connectify. Lantas bagaimana dengan sumber koneksinya ? apakah dengan menggunakan kartu sim card dari operator ? tentu tidak, karena sangat jarang bisa ditemukan perangkat pc ataupun notebook yang memiliki slot sim card secara khusus langsung dalam bodi perangkat. sehingga alternatif yang dapat ditawarkan disini adalah Modem usb biasa atau mobile ponsel non smartphone (yang biasanya disebut dengan istilah feature phone) yang telah diubah kemampuannya sebagai modem dengan bantuan kabel data atau bluetooth.

Tips berbagi koneksi melalui jaringan wifi kali ini, bisa menjadi solusi praktis bagi sebagian orang yang menginginkan ketersediaan jaringan internet mumpuni lewat satu perangkat dengan biaya langganan bulanan yang dapat dikumpulkan secara kolektif.

Tips Menyegarkan Kembali Ponsel Lama

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Ditengah gempuran ponsel terkini rasanya ponsel lama yang kita miliki jadi semakin terlihat jadul dan lemot apalagi tahun keluarannya memang tergolong lewat empat lima tahun yang lalu. Meski saat dibeli dahulu, ponsel tersebut merupakan yang terbaik di eranya.

Mungkin Kawan akan merasa sayang apabila ponsel lama tersebut dijual dengan harga yang sedemikian murahnya mengingat secara kemampuan rasanya masih berani untuk diadu. Setidaknya kalo soal urusan akses jejaring sosial atau sekedar chatting bareng teman sejawat masih bisalah, apalagi kalo Cuma digunakan untuk telepon dan sms.
Lantas, gimana caranya dong biar gak malu-maluin saat nongkrong meski ponsel yang dipegang sudah cukup out of date ? yuk simak Tips dari kami untuk menyegarkan kembali ponsel lama yang Kawan miliki.

Langkah pertama, lakukan backup data. Untuk foto, video, musik atau dokumen, silahkan pindahkan dengan cara copy paste lewat pembaca kartu memory, sedangkan untuk data Daftar Kontak ataupun Memo dan Agenda barangkali Kawan bisa membaca kembali Tips dari kami minggu lalu tentang Memindahkan/Backup Daftar Kontak/PhoneBook. Hal ini penting untuk mencegah kehilangan data saat proses penyegaran nantinya dilakukan.

Kedua, kenali cara Penyegarannya. Untuk ponsel yang berbasis Java seperti ponsel lokal atau Nokia lama dengan keypad numerik 3×4 biasanya hanya memiliki satu cara untuk me-Refresh kembali isi perangkat, yaitu dengan ‘mengembalikan Pengaturan ke kondisi Pabrikan’. Ini bisa ditemukan pada opsi Pengaturan masing-masing ponsel. Akan berbeda dengan perangkat ponsel pintar yang sudah mengadopsi sistem operasi seperti Symbian, Windows Mobile, BlackBerry, iOS dan Android, dapat dilakukan dengan dua cara. Update dan Hard Reset.
Update OS atau sistem operasi biasanya tersedia secara berkala bagi beberapa perangkat ponsel pintar lewat halaman resmi masing-masing vendor. Akan tetapi tidak semua perangkat mampu didukung hingga versi OS terkini. Namun setidaknya akan ada beberapa pembaharuan tampilan, sistem hingga cara kerja apabila dibandingkan dengan sistem operasi versi awal. Untuk bisa melakukannya, Kawan cukup menyiapkan Kabel Data, perangkat PC/NoteBook, Aplikasi PC Suite/Update dan koneksi Internet.

Langkah sederhananya rata-rata sama saja. Pertama, menginstalasi aplikasi PC Suite di perangkat PC/NoteBook, kedua sambungkan perangkat ponsel ke PC/NoteBook menggunakan Kabel Data, hubungkan koneksi internetnya lalu lakukan langkah Update/Upgrade OS.

Untuk Update OS atau sistem operasi bisa dilakukan dengan cara Online (langsung melakukan update dan mengunduh data secara realtime) atau Offline (mengunduh update dan data yang dibutuhkan terlebih dahulu, lalu proses instalasi dapat dilakukan di lain waktu). Untuk Resiko, biasanya cara Update lewat jalan Online memiliki kadar kegagalan lebih besar ketimbang Offline, terutama apabila jalur koneksi Internet yang digunakan kerap putus nyambung.

Sedang cara penyegaran dengan Hard Reset biasanya dilakukan apabila Kawan tidak memiliki media yang disebutkan tadi. Baik Kabel Data, perangkat PC/NoteBook, Aplikasi dan Koneksi Internet. Untuk cara ini ponsel biasanya akan tetap menggunakan versi OS yang sama dengan sebelumnya. Jadi tidak akan ada perubahan pola pemakaian yang berarti. Untuk bagaimana cara melakukannya, tentu berbeda antara satu dengan lainnya. Misalkan saja untuk perangkat ponsel yang berbasis Symbian rata-rata menggunakan kombinasi empat tombol yaitu tombol Power, tombol Call (hijau), Bintang (*) dan keypad angka Tiga (3), yang ditekan secara bersamaan dari kondisi off. Berbeda lagi dengan perangkat Windows Mobile yang dapat dilakukan dengan cara menekan tombol Power bersamaan dengan lubang Soft Reset dengan menggunakan stylus atau ujung pena. Yang pasti, kenali terlebih dahulu cara melakukan Hard Reset ini lewat mesin pencari di dunia maya.

Ketiga, lakukan penataan ulang perangkat ponsel pasca Hard Reset dari struktur tampilan Menu, pengaturan nada dan getar, dan lainnya yang memang diperlukan. Untuk hal ini Kawan bisa mengingat kembali bagaimana mode pengaturan ponsel yang dilakukan terdahulu. Lakukan pula penyimpanan halaman web yang dibutuhkan dalam bentuk Bookmark untuk mempermudah langkah browsing yang Kawan lakukan nantinya.

Langkah terakhir, kembalikan data yang telah dibackup sebelumnya baik daftar kontak,Agenda, memo ataupun file musik, video, foto dan dokumen.Lalu instalasi beberapa aplikasi ataupun games yang memang sebelumnya kerap dipergunakan (seperlunya saja untuk mencegah lemot) ditambah Theme atau Wallpaper yang dapat diunduh melalui halaman mobile konten. Pengunduhan Theme ini selain dapat membuat tampilan ponsel jadi lebih menyegarkan, biasanya tersedia pula opsi untuk menyulap tampilan layaknya sistem operasi atau OS ponsel terkini.

Nah, Siap untuk bersanding dengan ponsel terkini ?

Tips #Ngandroid Upgrade OS Android (2)

1

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Lanjut ke cara ketiga Upgrade OS #Android. Droiders dpt mengunduhnya terlebih dahulu Upgrade ROM/Firmware Resmi dr halaman web masing”vendor
  • Untuk Droiders yang menggunakan HH Samsung, dapat mengunduhnya dari alamat samfirmware.com dengan melakukan Registrasi terlebih dahulu
  • Cara ketiga ini hanya membutuhkan koneksi online untuk mengunduh ROM yang bisa dilakukan kapan saja atau lewat warnet sekalipun
  • Ukuran ROM Resmi rata”berkisar 120 MB dalam bentuk archive/zipped files
  • Untuk melakukan proses install/Upgrade OS, dibutuhkan bantuan aplikasi tambahan seperti Odin yang ditanamkan pada PC/NoteBook
  • Dalam proses install menggunakan Odin, ada dua cara yang bisa dilakukan, bergantung pada hasil unduhan/download ROM
  • Untuk file unduhan yang bersikan 1 file, pada Odin menggunakan langkah One Package Installer di sisi kiri aplikasi
  • Sedang yg berisikan 5 file dalam satu archives, pengguna harus memasukkan satu persatu file sesuai kolom yang tertera di sisi kanan aplikasi
  • Sebelum proses instalasi dilakukan, ponsel wajib dihubungkan ke PC/NoteBook dengan menggunakan kabel data
  • Ponsel siap diinstalasi apabila kotak yang berisikan tulisan port 22 telah berwarna hijau
  • Proses Upgrade biasanya berlangsung sekitar 5 menitan hingga ponsel melakukan Restart hingga siap digunakan
  • Cara Upgrade OS ketiga ini biasanya akan menghapus semua data dan meReplace aplikasi/games yang telah diinstalasi sebelumnya
  • Ketika proses Upgrade berhasil dilakukan, ponsel akan berada dalam kondisi pabrikan. Pengguna wajib melakukan pengaturan ulang kembali
  • Terakhir, ada cara keempat Upgrade OS #Android. Sama dengan cara ketiga, pengguna wajib mengunduh ROM untuk dicopykan ke sdcard eksternal
  • Langkah selanjutnya adalah menonaktifkan perangkat, lalu masuk ke Recovery Mode untuk melakukan langkah Update from sdcard
  • Cara keempat ini tidak membutuhkan PC/NoteBook, bantuan aplikasi PC Suite dan kabel data seperti halnya cara pertama
  • dan tentang efek pasca proses Upgrade berhasil dilakukan, bakal menghapus semua data dan pengaturan plus app/games sebelumnya
  • @agasangga untuk Custom ROM, disarankan memanfaatkan cara ketiga atau keempat tergantung petunjuk dari Pengembangnya
  • Dari empat cara Upgrade OS #Android tadi, yang paling direkomendasikan adalah cara Pertama, langsung dari HandHelds
  • Sayangnya tidak semua perangkat mampu melakukan Upgrade dengan cara pertama tadi, terutama vendor yang tidak menyediakan Upgrade OS
  • Salah satu tujuan Upgrade adalah untuk memperoleh kinerja HH dan batere yang lebih baik, termasuk memperbaharui penampilan Software ponsel
  • Jadi apabila soal Kinerja dan penampilan OS sudah memuaskan, gag usah ngotot lagi untuk melakukan Upgrade
  • Saran tambahan, apabila memungkinkan, lakukan pengunduhan ROM resmi entah versi yg sdg digunakan atau Upgrade utk menjaga brbagai kmungkinan
  • Kemungkinan ini maksudnya, apabila kemudian terjadi hang, bootlop dsb saat proses Upgrade, Droiders msh bs mengatasi sendiri kerusakan tsb
  • Dgn cara melakukan instalasi via Odin spt cara ketiga. Kemungkinan biasanya terjadi apabila Droiders mggunakan Custom ROM yg rata”tdk stabil
  • @agasangga mengunduh ROM secara online dan melakukan proses Upgrade via Odin
  • Namun cara TerBaik untuk melakukan Upgrade OS #Android adalah melalui Jasa Service Centre masing”vendor terdekat. Dijamin Aman…
  • Sekian dulu tuit tentang Upgrade OS #Android, jikapun ntar ada tambahan info yang kelupaan, pasti disambung kembali.
  • Tips #Ngandroid Upgrade OS Android (1)

    Category : tentang TeKnoLoGi

  • Android dalam pengembangannya gag bisa dilepaskan dari aktifitas Update atau pembaharuan data/sistem/aplikasi secara berkala
  • Selain itu ada juga aktifitas pengembangan atau peningkatan kemampuan yg biasanya membutuhkan waktu lebih lama dan tidak pasti penetapannya
  • Nah, Untuk kali ini tips yang bakalan di share adalah terkait bagaimana cara melakukan aktifitas Upgrade OS #Android yang aman
  • Seperti yang sudah diketahui bahwa OS #Android telah mengalami beberapa kali perubahan atau peningkatan yang dapat dikenali dari penamaannya
  • #Android 1.5 Cupcake, 1.6 Donuts, 2.1 Eclair, 2.2 Froyo, 2.3 Gingerbread, 3.0 Honeycomb dan 4.0 Ice Cream Sandwich
  • Dari Penamaan masing”versi OS #Android tadi bisa ditarik satu benang merah, diambil dari nama”penganan yang sangat enak untuk dinikmati
  • Untuk mengetahui lebih jauh versi atau OS #Android yang digunakan dalam HH Rekan Droid, bisa diakses melalui Menu Setting/About Phone
  • yang apabila ditranslate ke Bahasa Indonesia, masuk di Menu Pengaturan/Tentang Telepon
  • Pada Beberapa ponsel #Android seperti HTC atau Samsung Tablet, informasi ini biasanya dipecah kembali dalam menu tambahan Firmware
  • Sebelum lanjut ke proses bagaimana cara melakukan Upgrade OS dgn aman,perlu dicari tahu terlebih dahulu ketersediaan OS terbaru/opsi Upgrade
  • Informasi Resmi terkait pembaharuan atau peningkatan sistem bisa didapat dari halaman website resmi milik vendor, bisa juga melalui HH
  • Lanjut terkait proses Upgrade #Android, ada 4 cara yg bs dipilih utk melakukan Upgrade OS pada HH Droiders, dgn kelebihan-kekurangan masing”
  • Cara Pertama untuk melakukan Upgrade OS #Android, langsung melalui Menu Setting/About Phone/Software Updates
  • Cara pertama ini membutuhkan koneksi online yang mumpuni, untuk mencegah terjadinya pemutusan koneksi dalam mengunduh Update/Upgrade OS
  • Positifnya melalui cara Pertama ini adalah tidak membutuhkan bantuan PC/Notebook, aplikasi ataupun kabel data. Hanya HandHelds dan koneksi
  • Sehingga disarankan untuk Droiders yang ingin mencoba melakukan Upgrade dari cara pertama ini dapat memanfaatkan wifi terdekat atau
  • koneksi bulanan di awal aktivasi untuk emndapatkan kecepatan koneksi tingkat tinggi
  • Biasanya cara pertama Upgrade OS #Android ini tidak menghapus Data ataupun setting pengaturan HH pasca proses selesai dilakukan
  • @xVandhaha seandainya putus di tengah jalan pd saat proses downloading, biasanya proses update/upgrade harus diulang lagi dari awal
  • @xVandhaha akan tetapi apabila putus koneksi terjadi pd proses installing, bs jd ada 2 kemungkinan. Ponsel hang atau proses diulang kembali
  • Lanjut dengan Cara Kedua Upgrade #Android, menggunakan bantuan aplikasi PC Suite yang diinstalasi terlebih dahulu pada PC/NoteBook
  • Cara kedua ini masih sama dengan sebelumnya, membutuhkan koneksi yang mumpuni dengan memanfaatkan wifi atau koneksi internet diluar HH
  • Selain PC/NoteBook dan aplikasi PC Suite, untuk cara kedua Upgrade OS #Android ini membutuhkan pula kabel data sebagai sarana penghubung
  • Tentang kemungkinan terjadinya putus koneksi di tengah jalan, sangat disarankan untuk sedapat mungkin diminimalkan
  • Satu tambahan info khusus pengguna Samsung, disarankan utk memperbaharui terlebih dahulu versi aplikasi Kies yg diinstalasi pada PC/Notebook
  • Karena hanya Kies versi terbaru saja yang dapat mendeteksi adanya informasi pembaharuan Update/Upgrade pada ponsel Samsung #Android
  • Untuk efek yang ditimbulkan dengan menggunakan cara kedua ini adalah, apabila ponsel sudah pernah di-Root maka semua data akan terhapus
  • Namun apabila ponsel belum diRoot, data dan pengaturan masih tetap dipertahankan
  • Soal mncegah kehilangan data pd proses cara kedua ini, disarankan utk melakukan backup trlebih dahulu dgn memanfaatkan aplikasi PC suite tsb
  • (bersambung)