Update Firmware Sony Ericsson P1i Symbian UIQ

42

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah sebelumnya saya menjelaskan langkah-langkah untuk melakukan Update Firmaware pada ponsel Nokia N81, kali ini tidak jauh berbeda dicoba untuk melakukan hal yang sama pada ponsel Sony Ericsson. Kebetulan seorang teman lama saya memiliki seri P1 yang notabene tergolong sebuah ponsel pintar (Smartphone) lantaran mengadopsi sistem operasi Symbian UIQ khas seri P lainnya.

Adapun Keluhan awal ponsel tersebut adalah touchscreen yang tidak berfungsi sama sekali bahkan berjalan dengan sendirinya, ada bunyi tik tik yang mengikuti (biasanya bunyi itu keluar ketika tombol keypad ditekan) dan hang atau macet kemudian kembali ke layar today screen dengan sendirinya. Memang pada akhirnya fungsi touchscreen tetap tidak bisa berfungsi (mungkin kerusakan berada pada hardware-layar) namun keluhan lainnya tidak lagi saya temui.

Sama halnya dengan Nokia, untuk melakukan flash-ROM pada ponsel Sony Ericsson diperlukan software atau aplikasi tambahan yaitu Sony Ericsson Update Service yang dapat diunduh langsung dari website resmi milik Sony. Biasanya aplikasi ini sudah disertakan dalam PC Suite bawaan. Kesamaan syarat awal juga berlaku yaitu batere ponsel harus penuh untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama proses berlangsung, dan tentu saja backup data yang dianggap perlu.

Langkah pertama adalah menyetujui kesepakatan awal yang telah ditentukan (silahkan baca apa saja isi kesepakatan tersebut pada Licence Agreement), kemudian memilih jenis ponsel yang akan di-update, bisa dengan cara scroll kebawah pada tampilan ponsel yang ada, bisa juga melalui form factor yang telah disediakan di bagian atas tampilan.

Langkah berikutnya adalah menghubungkan ponsel atau device ke perangkat PC atau laptop, matikan kemudian keluarkan batere ponsel dari cangkangnya. Setelah itu masukkan batere kembali lalu tekan dan tahan tombol C atau @ yang berada pada ponsel. Tunggu hingga software atau aplikasi Update Service mendeteksi ponsel yang dimaksud. Tombol boleh dilepas setelah ada konfirmasi. Langkah ini kurang lebih sama dengan cara flash-ROM pada ponsel O2 Xphone iim yang juga tergolong ponsel pintar (Smartphone).

Langkah selanjutnya adalah menunggu. Menunggu proses Update Firmware diunduh (download) dan diinstalasi pada ponsel. Untuk tipe P1 yang dicoba memerlukan waktu kurang lebih 1,5 (satu setengah) jam untuk menyelesaikan proses download Firmware terbaru sebesar 74,8 MB. Selama proses berlangsung, aturan berlaku sama seperti halnya Update Firmware pada ponsel Nokia N81. Tidak dianjurkan memutuskan hubungan ponsel dengan PC/laptop, dan juga tidak menerima/melakukan panggilan dan pesan. Gunakan kartu sim lain jika bisa. Setelah proses download Firmware selesai, dilanjutkan dengan proses instalasi Firmware pada ROM ponsel yang memakan waktu cukup singkat.

Ketika semua proses tersebut selesai, ponsel dapat dilepas dari perangkat PC atau laptop kemudian matikan dan keluarkan kembali batere ponsel dari cangkangnya. Masukkan batere dan hidupkan ponsel. Tunggu beberapa saat untuk masuk ke Menu Pengaturan sebelum bisa digunakan.

Mengatasi Kejenuhan nge-BLoG

10

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang Opini

Ditengah histeria Facebook dan Twitter agaknya yang namanya aktifitas ‘update blog bagi seorang blogger gak lagi menjadi prioritas utama. Tapi ya itu kembali kepada motivasi dan tujuan si blogger juga sih. Kalo sudah berada pada tahap ‘menjadikan blog sebagai sidejob, entah itu yang mampu mendatangkan uang melalui adsense etc atau malah Cuma sekedar melampiaskan unek-unek pikiran ketimbang stress ya yang namanya update blog, dijamin jalan terus. Hehehe…

Jangan menyalahkan Facebook dong’ ujar seorang teman yang diajak diskusi soal makin jarangnya blogger menjalankan kewajibannya, Hihihi… soale jauh sebelum Facebook itu menjadi booming beberapa rekan malah sempat mengalami masa-masa rehat sejenak dari aktifitas nge-BLoG. Alasannya waktu itu sih, karena jenuh. Bisa jadi jenuh lantaran kebanyakan nge-BLoG trus malah menelantarkan pekerjaan ato malah pacar sendiri, bisa juga jenuh lantaran respon yang diharapkan gak sesuai harapn. Entah respon berupa pemasukan dari Adsense atw malahan menurunnya jumlah pengujung dan pembaca.

Jujur saja, saya pribadi sempat pula mengalami kejenuhan jauh sebelumnya. Selama 4 (empat) bulan malahan ga’satupun tulisan yang saya publish di blog. Pelan tapi pasti setelah mendapatkan banyak pencerahan, blog saya isi kembali. Hingga kini belum pernah terjadi masa senggang yang lama antara tulisan satu dengan lainnya.

Mengatasi Kejenuhan nge-BLoG sebenarnya sederhana saja bagi saya. Cari tahu terlebih dahulu apa permasalahannya lalu selesaikan. Sesederhana itu ? YUP. Kalo mau diingat-ingat, masalah utama yang menjadi alasan saya rehat dahulu itu adalah mahalnya koneksi internet.  Waktu itu masih menggunakan alamat pandebaik.blogspot.com dan satu-satunya koneksi internet yang saya kenal dan gunakan adalah Telkomnet Instant. Dalam sebulan pemakaian biaya membengkak hingga angka 400ribuan. Bayangkan itu. Padahal aktifitas nge-BLoG yang saya lakukan sama sekali tidak bersifat komersial. Edan… Pemecahan yang terlintas waktu itu adalah, saya membuat draft-nya di pc terlebih dahulu lengkap dengan foto dan kelengkapannya (link tujuan dll), dalam jumlah lebih dari 1 tulisan, kemudian main ke warnet dan mempublishnya satu persatu dalam rentang waktu tertentu.

Bagaimana seandainya kalo kejenuhan itu terjadi lantaran gak ada ide buat nulis ? hehehe… come on, blog itu bukanlah satu media yang saklek dimana ga’ada peraturan resmi yang mengharuskan seorang Blogger tetap berada pada ‘jalurnya’. Maksud saya, ga’apa-apa sekali-sekali ya nulis yang gak ada kaitannya dengan tema blog (jika blog yang dikelola mengambil hal khusus atau spesifik). Misalkan tentang anak, keluarga atau lingkungan sekitar kita yang barangkali masih bisa dikaitkan dengan tema blog.

Jenuh

Seorang Rekan BBC yang saya ketahui memiliki kemampuan dibidang Teknik Sipil misalnya, berusaha membuat tulisan-tulisan yang sesuai bidangnya ini dengan gaya bahasa yang berbobot. Sayangnya si Rekan gak mampu secara konsisten melahirkan tulisan minimal setiap bulannya (seperti Agung ‘Ancak’ Wardana misalnya yang meng-update blog sebulan sekali). Beberapa kali saya kunjungi, tulisan terakhir yang terpampang masih tetap sama. Sayang sekali memang.

Padahal menurut saya, masih banyak kok yang bisa ditulis tentang ilmu Teknik Sipil, itupun jika menginginkan satu tulisan yang ga’jauh-jauh dari bidangnya. Misalkan saja ‘bagaimana memberikan gambaran secara gamblang pada awam tentang campuran beton. Koefisiennya sekian banding sekian, visual saat basah seperti ini sedang saat kering bisa diuji dengan menginjaknya. Hehehe…

Beberapa Rekan lain malah sepertinya sudah mulai menyadari cara mengatasi kejenuhan ini. Misalkan saja Om Anton Muhajir yang dahulu sempat nulis tentang Bani sang putra pemberaninya disela tulisan kritis penuh makna, ato Om Brokencode yang ga’melulu nulis tentang SEO dan trik edan pintar komputernya, sekali waktu pernah nulis masa lalunya juga loh. Mengungkapkan sesuatu yang ‘berbeda dari biasanya’ minimal bisa menyegarkan kembali pikiran yang sudah mulai mentok dengan kewajiban ‘update BLoG’.

Tulisan ini bukan maksud saya buat menggurui loh ya, tapi mbok ya jangan menyalahkan Facebook kalo lantas merasa jenuh buat nge-BLoG lagi. Hehehe…