Bye Bye My StarOne Unlimited

28

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhirnya diceraikan juga. Setelah hampir tiga tahun saya menggunakannya, koneksi internet StarOne Unlimited, saya putuskan untuk dihentikan pertengahan bulan lalu. Terhitung bulan Juni tahun 2008 saya mencoba paket penjualan modem Speed Up yang bekerja sama dengan StarOne Indosat, menawarkan koneksi internet cuma Rp. 25 per menit pemakaiannya. Dengan Standar biaya Rp. 100.000, saya berhak mendapatkan 66 jam pemakaian. Sangat memuaskan tentunya.

Sayangnya, promo tersebut hanya berlaku untuk tiga bulan pertama saja. Selanjutnya, tarif berlaku normal sebesar Rp. 75 per menit pakainya. Bersyukur, pihak Indosat memberikan tawaran yang cukup menarik saat itu. Dengan biaya sebesar Rp. 108.000 (sudah termasuk PPn), saya mendapatkan jatah sebesar 1 GB Data dengan kelebihan dihitung sebesar Rp.300 per MB data.

Di awal penggunaan, jatah sebesar itu mampu saya kelola dengan baik selama sebulannya. Baru terasa mencekik ketika aktifitas saya mulai meningkat terkait penyelesaian Thesis yang memang mutlak membutuhkan koneksi Internet. Biaya bulanan melonjak hingga dua kali lipatnya. Lagi-lagi bersyukur, karena pihak Indosat menawarkan paket Unlimited data dengan biaya Cuma Rp. 125.000 sebulannya. Informasi ini secara kebetulan saya dapatkan dari seorang kawan Blogger asal Cirebon, Pak Dokter Basuki Pramana yang telah terlebih dahulu meng-Apply paket tersebut.

Maka terhitung pada bulan Juli 2009, saya resmi menggunakan paket Unlimited ini dan benar-benar terpuaskan. Meskipun yang namanya kecepatan tidak secepat Speedy atau Telkomsel Flash yang lagi booming saat itu, namun kestabilan koneksinyalah yang membuat saya begitu jatuh cinta. Tidak heran, pemakaian data yang saya habiskan setiap bulannya meningkat secara teratur. Kalau tidak salah data yang saya gunakan sempat mencapai 9,5 GB setara dengan 270-an jam pemakaian. Saya sempat deg-degan juga saat pembayaran, tapi ternyata tarifnya berlaku tetap.

Adalah unit baru LPSE yang kini sedang dikembangkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, tempat dimana saya bekerja, memberikan fasilitas modem plus koneksi internet IM2 selama setahun, mengakibatkan saya menempuh jalan ‘perceraian’ ini. Meskipun pada awalnya, saya bersikukuh untuk tetap menggunakan modem Speed Up plus koneksi StarOne Unlimited yang rencananya kelak saya hibahkan pada Istri, namun kemudian muncul dua pertimbangan baru yang membatalkan niat saya tersebut.

Koneksi StarOne Unlimited ternyata gak se-stabil yang saya dapatkan sebelumnya, ketika digunakan di ruangan lokasi kerja Istri yang kebetulan berada di lantai 2 dari 3 lantai. Padahal ketika saya gunakan baik dirumah ataupun ruangan tempat saya bekerja (lantai 3), koneksi selalu stabil dan memuaskan. Pertimbangan kedua adalah, terjadinya Konflik internal pada kedua laptop yang saya gunakan, antara modem cdma Speed Up dengan modem gsm Huawei E1550 IM2. Akibatnya, selang beberapa hari percobaan, modem gsm dengan koneksi IM2 tidak dapat digunakan dengan baik lantaran kalah bertarung dengan modem lama. Kedua laptop pada akhirnya saya instalasi ulang berbarengan.

Ketimbang merepotkan, sayapun memutuskan kontrak dengan StarOne Unlimited plus Modem cdma Speed Up dan dengan segera menggantinya dengan modem gsm bertipe sama untuk menghindari terjadinya Konflik. Modem baru berwarna putih ini sama plek dengan modem gsm yang diselipkan koneksi internet IM2 Unlimited. Hanya saja, untuk mengisi koneksi pada modem si putih, saya mencoba memilih paket Unlimited milik XL yang Cuma sebesar Rp. 99.000 sebulannya. Meski sepengetahuan saya, yang namanya Unlimited pada kedua operator gsm ini, bukanlah Unlimited seperti halnya StarOne yang berkecepatan tetap.

Baik IM2 maupun XL sama-sama menawarkan paket 3G mereka yang dikenal dengan kecepatan akses data yang tinggi. Namun ketika jatah yang digunakan mencapai Kuota, secara otomatis kecepatan 3G tersebut akan turun secara drastis ke 64 kbps. Jauh lebih rendah ketimbang StarOne yang berani tetap stabil di kecepatan 153 kbps. Itu sebabnya ketika Kuota IM2 habis dan kecepatan mulai terasa menjengkelkan, sayapun berpindah ke XL untuk sementara waktu sembari menanti habis bulan. Yah, mau bagaimana lagi ?

HP ProBook 4320s, Huawei HSDPA dan IM2 Unlimited

Category : tentang TeKnoLoGi

“berkhayallah setinggi yang kau mampu, kemudian berusahalah untuk mencapainya… jikapun tak mampu kau raih, Tuhan pasti kan memberikan jalan…”

Saya percaya itu.

Adalah LPSE, Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Badung memberikan beberapa fasilitas penting yang tujuannya untuk menjamin tim yang bernaung dibawahnya, tetap terkoneksi dengan dunia maya, untuk dapat menjalan tugas sepenuhnya. Fasilitas tersebut antara lain sebuah NoteBook premium HP ProBook 4320s, Modem Huawei HSDPA dan IM2 Unlimited. Dibandingkan dengan sebuah perangkat mobile bernama BLackBerry ditambah biaya bulanannya, sebenarnya fasilitas tersebut jauh lebih mahal. Namun lantaran kalah di Image, niatan untuk memberikan fasilitas sebauh perangkat BLackBerry pada setiap personal dalam tim, langsung diurungkan.

Dibandingkan dengan perangkat pribadi yang saya miliki, setelah dijajal tentu saja hasilnya terpaut jauh. Sebuah perangkat Compaq CQ40 ditambah modem Speed Up tahun 2007 dan kartu pasca bayar StarOne Unlimited dengan biaya bulanan 50ribuan sebulan, tentu saja bukan lawan sebanding dengan fasilitas diatas baik secara offline maupun online.

Pengujian secara Offline dengan menggunakan games Need For Speed Undercover, hasilnya sudah jelas terlihat. Untuk sebuah perangkat Compaq, saya masih sempat untuk melakukan beberapa aktifitas kecil sembari menunggu perpindahan menu, ke balapan yang diinginkan. Apalagi kalau balapan tersebut merupakan satu ‘skenario’ yang mendukung jalannya cerita. Tidak demikian halnya dengan perangkat ProBook yang tidak memberiak jeda terlalu lama. Bisa dikatakan, mood saya untuk melakukan balapan jadi selalu terjaga. Hehehe…

Begitu pula dengan Uji secara Online. Untuk sebuah perangkat modem Speed Up ditambah Koneksi StarOne Unlimited, kecepatan maksimum yang diijinkan hanyalah setinggi 153kbps, itupun rata-rata kemampuan pengunduhan file, aplikasi ataupun video porno ups… paling besar sekitar 20kbps. Itupun jarang-jarang bisa didapatkan. Rata-rata sekitar 10 kbps sudah untung. Namun untuk pemakaian terakhir, tercatat sekitar 9 GB data atau setara dengan 383,5 jam untuk satu bulannya. Untuk bisa mencapai jumlah ini, koneksi kerap saya tinggalkan ketika melakukan aktifitas download, karena untuk mendapatkan satu buah video berkualitas HD High Definition atau HQ High Quality, biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga) jam.

Bagaimana dengan IM2 Unlimited ?

Berdasarkan pengujian pada koneksi IM2 Unlimited ditambah Modem Huawei HSDPA, kecepatan koneksi yang saya dapatkan maksimum sekitar 2,7 Mbps. Berapa kali lipat ya ? Sudah begitu, rata-rata kemampuan pengunduhan filenya sekitar 700kbps. Ups… dalam hitungan tak sampai satu jam, saya pribadi ternyata bisa mendapatkan data sejumlah 1,89 GB. Adapun yang saya ambil dalam kurun waktu tersebut adalah tiga buah aplikasi Emulator dari sistem operasi ponsel milik Nokia, Symbian untuk N97 (500an MB), Symbian 5th Edition (600an MB) dan Symbian^3 (700an MB). Dalam waktu tak kurang dari satu jam.

Jujur saja, koneksi Unlimited kecepatan tinggi, memang menjadi khayalan saya awal tahun lalu. Apalagi ketika iseng mencoba beberapa Emulator/Simulator sistem operasi ponsel dari Symbian, BLackBerry, Android hingga Windows Mobile yang rata-rata installernya minimal berukuran 200MB. Maksud hati ingin menjajal yang lain, apa daya StarOne membutuhkan waktu 5 jam pengunduhan. Itupun tidak dijamin keberhasilannya.

Sudah sepatutnyalah saya bersyukur atas semua fasilitas yang diberikan untuk menunjang kinerja dan aktifitas yang sudah seharusnya menjadi wewenang dan tanggung jawab kami sebagai anggota tim LPSE. Jika semua fasilitas sudah disediakan dan ditanggung, bukankah tidak ada alasan lagi untuk ‘tidak bisa bekerja’ bukan ?

Pilih Volume Based, Time Based atau Unlimited Access ? bagian 2

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang beberapa pertimbangan sebelum memutuskan untuk memilih menggunakan Volume Based, Time Based, Paket Limited atau Unlimited, berikut tulisan saya yang ke-2.

Kali ini saya tujukan bagi mereka yang tergolong pengguna Advance (Menengah), yang biasanya sudah mengenal internet dalam beberapa bulan sebelumnya dan terbiasa menggunakan serta melakukan akses internet. Minimal aktifitas internet sudah merupakan satu kebutuhan dasar untuk setiap bulannya namun masih memperhitungkan masalah biaya. Misalkan saja saya sendiri. He…

PasCa Bayar UnLimiTed

Untuk itu dapat saya sarankan agar menggunakan sistem Pasca Bayar. Masih ingat paket mana saja yang tergolong dalam sistem ini ? Yup, Limited dan Unlimited. Hanya saja yang saya tekankan disini adalah apabila perbandingan tarif yang dikenakan antara kedua paket tersebut sangat berbeda jauh.

Misalkan saja operator TelkomFlexi yang memberikan promo Paket Personal sebesar Rp. 75.000,00 untuk pemakaian akses koneksi internet sekitar  xxx jam pemakaian atau yang sebesar Rp. 200.000,00 untuk pemakaian akses koneksi internet yang menghabiskan sekitar  xxx GB data untuk setiap bulannya. Sedangkan untuk paket Unlimited ditawarkan dengan biaya sekitar Rp. 750.000,00 per bulannya.

Jika dalam sistem Pra Bayar tarif koneksi yang dikenakan cenderung flat atau tetap atau konstan, tidak demikian dengan sistem Pasca Bayar. Biasanya tarif yang dikenakan akan berbeda apabila terdapat kelebihan penggunaan dari batas paket yang ditentukan (paket Limited) atau terjadi penurunan kecepatan koneksi pada saat penggunaan sudah mencapai batas volume tertentu (Paket Unlimited).

Terkait dengan permasalahan jumlah biaya yang akan dibayarkan menjadi pertimbangan paling utama, maka yang menjadi patokan pertimbangan saya adalah besaran pemakaian untuk setiap bulannya, meliputi aktifitas rutin maupun yang tidak terduga sebelumnya. Ini bisa dilihat pada statistik yang tercatat, hitung dalam rentang waktu satu bulan. Setelah itu pada akhir/awal bulan lakukan reset statistik ke titik 0, untuk melihat perkembangannya dalam satu bulan kedepan.

Apabila penggunaan tidak lebih dari Paket Limited yang ditawarkan baik dalam ukuran waktu maupun volume data, mengapa harus memilih Paket Unlimited yang jauh lebih mahal dan dapat dipastikan tidak akan tergunakan sebagaimana mestinya ?

Sebaliknya apabila dalam rentang dua sampai tiga bulan jumlah pemakaian melebihi dari batas Paket Limited yang diberikan, silahkan berhitung kembali terkait jumlah kelebihannya untuk setiap bulan pemakaian. Apakah akan melebihi tarif koneksi Paket Unlimited atau tidak ?

Memang saya sadari, untuk dapat menghitung secara cermat dalam waktu dua sampai tiga bulan bukanlah perkara mudah. Tapi bukankah akan lebih bijaksana kita memperhitungkan biaya yang dikeluarkan untuk aktifitas yang dilakukan secara terbatas bukan ? apalagi Biaya merupakan masalah yang utama. Gak ada salahnya ‘bersakit-sakit dahulu trus bersenang-senang kemudian’ kan ?

Ohya, tulisan saya diatas tidak berlaku apabila rentang biaya yang dikenakan antara dua Paket diatas, Limited dan Unlimited berada pada jarak yang tidak terlalu jauh. Misalkan saja untuk Operator Indosat jaringan CDMA, StarOne Jagoan, memberikan Paket Limited Rp. 108.000,00 (tarif plus PPn 10%) untuk kuota volume 1 GB data yang dipakai setiap bulannya sedangkan Paket Unlimited sekitar Rp. 125.000 (sudah termasuk PPn 10 %) untuk setiap bulannya. Beda dikit, mending pilih yang Unlimited saja lah…

Saya katakan demikian, lantaran dari awal tahun 2009  kemarin biaya yang harus saya keluarkan selalu diatas Rp.140.000,00 untuk setiap bulan pemakaiannya (kartu Starone Jagoan). Itu karena saya menggunakan akses internet melebihi kuota batasan data yang ditentukan, dengan tarif tambahan sekitar Rp. 300,00 per megabytes (MB) kelebihan pemakaian. He… Kalau yang Unlimited bisa jauh lebih murah, saya kan gak bakalan memikirkan kelebihan pemakaian setiap bulannya ? Ya gak ?

Tulisan saya juga tidak berlaku bagi mereka yang tergolong Expert (Mahir) dalam menggunakan akses Internet, mampu mengumpulkan pundi-pundi Dollar atau Euro dalam waktu singkat sehingga biaya bukan lagi menjadi satu masalah besar. Tinggal pilih Paket Unlimited yang sesuai kantong, ngapain juga capek-capek baca tulisan saya dari tadi… He…