Selamat Ulang Tahun yang ke-3 MiRah GayatriDewi

2

Category : tentang Buah Hati

Tumben tulisan ini terlambat saya buat. Penyebab utama adalah kesibukan kerja seperti yang sudah pernah saya sampaikan tempo hari. Bisa dikatakan efek kejenuhan akibat padatnya jadwal masih berpengaruh hingga jumat malam. Tidur jadi lebih awal.

Kendati begitu, Jumat Malam jadi terasa spesial lantaran kami pada akhirnya bisa jua merayakan Ulang Tahun MiRah GayatriDewi, putri kecil kami yang kini telah berusia 3 tahun. Ulang tahun yang sederhana, namun sangat bermakna bagi kami. Tidak ada kerabat yang diundang, hanya kami berlima. Ayah Ibunya serta Kakek Neneknya.

Terkait Ulang Tahun, sudah sejak lama MiRah antusias menantinya. Bahkan ia mampu mengingat bahwa hari Ulang Tahunnya kali ini jatuh pada hari Jumat. Itu sebabnya perayaan Ulang Tahun Mirah maju sejam lebih awal. Hehehe…

Seperti biasa, MiRah tidak terlalu peduli dengan adanya kado dari kami. Karena baginya, sebuah kue tart lengkap dengan lilin saja sudah lebih dari cukup. Bisa menyanyikan lagu ‘Selamat Ulang Tahun ‘Tiup Lilin dan juga ‘Potong Kue saja, ia sudah senang bukan main. Apalagi ditambah dengan foto bersama dengan posenya yang ceria. Entah apakah nanti saat beranjak besar ia akan berubah keinginannya.

Lantaran kesibukan kerja pula, aktifitas sebagai Jumperpun harus terbengkalai hingga melewatkan hampir sepuluh BadGe FourSQuare saat event SXSW digelar di Austin kemarin. Pun demikian halnya dengan Review ponsel berbasis Android 2.2 Froyo, Samsung Galaxy ACE S5830 yang baru mulai esok pagi bisa saya tayangkan kembali.

Jadi, untuk sementara waktu ya “Selamat Ulang Tahun dulu deh untuk MiRah GayatriDewi, Malaikat kecil kami yang ke-3 tahun. Semoga bisa menjadi anak yang berbhakti pada kedua orang tuanya, kakek neneknya dan tentu saja lingkungannya. Salam penuh cinta dari Ibu dan Bang Thoyib… eh Bapak maksudnya. :p

MiRah GayatriDewi dan aksi ULang Tahun yang ke-2

2

Category : tentang Buah Hati

…berikut beberapa skrinsyut MiRah GayatriDewi dalam aksi bersemangatnya merayakan ULang Tahun yang ke-2 bersama Bapak, Ibu, Kakek dan Nenek…

MiRah dengan gaya 2 jarinya…

…MiRah berpose bareng Kakek NeNek…

…testing by MiRah… :p

…bersemangat menyanyikan lagu SeLamat ULang Tahun, favoritnya…

…and at last… maem kue ULang Tahun yang dinanti” sedari sore… :p

Selamat Ulang Tahun ke-2 ya MiRah

14

Category : tentang Buah Hati

Jemari tangan mungil itu dengan lembut menggenggam jari telunjukku seraya berkata ‘alan-alan yuk Pak ?’

‘…ande utu miyah atati ewi wiwiwiwi…’ dengan tertawa kecil ia menyebutkan namanya yang memang sudah kami ajari sejak kecil dan kini ia sudah bisa mengejanya dengan baik.

PanDe Putu MiRah GayatriDewi, demikian ia kami beri nama dua tahun lalu. Nama yang kuno kata sebagian orang, lantaran masih menyematkan ciri khas ‘Bali’ di jaman Teknologi Informasi ini. Kami pun hanya bisa tersenyum mendengarnya. Terserah deh apa kata mereka karena banyak hal yang kami harapkan dari putri kami kelak untuk masa depannya.

Sudah dua tahun rupanya, tangis dan tawa kecilnya meramaikan hari-hari kami. Hari yang penuh perjuangan lantaran sejauh ini saya ternyata mampu menyelesaikan sekolah lebih awal, hari yang penuh rasa sesak lantaran perbedaan pendapat yang terjadi dilingkungan keluarga kami berimbas pula pada pergaulan putri kecil kami.

MiRah sebulan terakhir mulai rewel, mulai menunjukkan sikapnya yang gak bisa diatur, bisa jadi lantaran ia tidak lagi menyusui seperti bulan sebelumnya. Jadi agak susah ketika akan menidurkannya, tapi yah ‘memang begitulah yang namanya anak kecil. Kami membutuhkan tenaga dan perhatian extra untuknya, apalagi Nenek dan Kakeknya yang setiap hari menjaga dan mengasuhnya saat kami tinggalkan bekerja, sudah mulai kewalahan dengan permintaan dan kenakalannya.

Kadang kehadirannya sangat saya dambakan, apalagi kalo sedang berada di luar daerah atau saat berjumpa anak kecil seusianya disela kesibukan kerja. Pikiran langsung tertuju pada MiRah. Barangkali benar kata orang, kasih sayang yang kita berikan sebagai Bapak pada Anak, berbeda dengan kasih sayang yang diberikan kepada Istri. Kendati keduanya adalah tetap prioritas utama.

Merangkai kata adalah kebiasaan baru yang ia tunjukkan pada usianya yang telah menginjak tahun kedua. Usahanya untuk menyampaikan sesuatu harus kami mengerti agar ia tak merasa diabaikan. Dari semua pengalaman itu, banyak hal baru yang kemudian kami pelajari. Sedikit demi sedikit.

Imajinasinya tinggi, setidaknya demikian yang saya rasakan. Walaupun belum setinggi iklan susu ataupun vitamin anak yang ada dilayar televisi, namun apa yang ia gambarkan kadang membuat saya tersenyum dan tertawa. Kadang dengan pe-de-nya ia berlagak menelepon, padahal ia tak menggenggam ponsel mainan yang kami belikan. Usai bercerita, ia menyodorkannya ‘Bapak, ngorta ma Nik Adu…’ (bicara ma Nenek Canggu).

Perihal Bahasa baru dua yang kesampean diajarkan dan ia mengerti, kendati belum banyak yang diketahui. Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan pergaulan kelak disekolah dan juga Bahasa Bali Halus sebagai bahasa Ibu. Bahasa yang tidak saya ketahui saat kecil dahulu. Rasanya damai ketika kami saling berbicara dengan menggunakan kedua bahasa tersebut. Sedang Bahasa Inggris baru sepatah dua patah saja yang saya ajarkan, itupun baru sebatas angka dan kata ‘I Love U’.

Mengajak main MiRah bisa dikatakan seperti kembali ke masa kecil saya dahulu. Masa dimana saya begitu terbatas mendapatkan apa yang saya inginkan, namun tidak demikian kalo sudah menyangkut ilmu. Lagu anak-anak yang lumrah dinyanyikan dua puluh tahun lalu setiap harinya ia pinta untuk ditonton. Demikian juga dengan beberapa kartun yang mendidik untuk anak seusianya. Ipin & Upin, Winnie the Pooh, Teletubbies, Barney adalah beberapa santapan yang sudah saya persiapkan jauh sebelumnya. Demikian pula dengan video tari topeng budaya Bali serta lagu anak-anak dari Bali Family pun ia sukai. Semoga harapan kami tak salah nantinya. Agar ia tak melupakan akar budaya yang ada disekelilingnya.

Memang ada keinginan membelikannya beberapa mainan yang mendidik, sejauh ini ada buku cerita anak, puzzle, bola kecil hingga boneka yang sudah kami berikan. Namun semua itu tak membuatnya bergeming dari keinginannya untuk menekan tombol atau tuts keyboard pada laptop yang kerap saya gunakan untuk bekerja sampe ng-BLoG. Maka itu, kami pun mengambil keyboard yang tak terpakai untuk ia gunakan saat mendampingi saya bekerja. ‘…sama Pak…’ ungkapnya gembira.

Di usianya yang kedua ini, rasa sayang dan cinta kami rasanya makin membuncah. Disela kesibukan kerja, selalu ada keinginan untuk cepat pulang kerumah. Sekedar melihat dan bertanya ‘…dah maem Gek ? main apa tadi ma Ninik ?’ tak lupa mendampinginya selalu saat berada didepan layar televisi dan mencarikannya tayangan yang mendidik. Hehehe…

Selamat Ulang Tahun yang kedua ya MiRah…

…untuk ALIT AYU KUSUMADEWI… istriku.

8

Category : Cinta

Enam bulan lalu MiRah, putri kecil kami beruntung dapat merayakan ulang tahunnya yang pertama bersama keluarga ditengah kesibukan kami mempersiapkan piodalan yang jatuh setiap  hari raya Galungan. Kali ini giliran Ibunya sekaligus istri yang baik bagiku, mendapatkan keberuntungan merayakan ulang tahunnya pada hari raya yang sama.

Jadi, selamat Ulang Tahun Istriku. Semoga apa yang menjadi impian dan harapanmu selama ini dapat terwujudkan. Peluk cium via blog… Hehehe…

Berhubung MiRah GayatriDewi putri kami blom tau kapan ulang tahunnya, ia pun mengklaim hari ini adalah hari ulang tahunnya. Demikian pula dengan kue ulang tahun yang telah disiapkan. Hehehe…

IBU dan MiRah

I LOVE YOU TWO…

akhirnya, Selamat Ulang Tahun ke-30

Category : tentang KHayaLan

Dua potong hotdog dicobain dari Klenger Burger yang nyempil di pojokan Renon, rabu malam usai kuliah dan presentasi ‘Aspek Kontrak Konstruksi’. Ludes tandas mungkin lantaran baru pertama kali nyobain makan makanan ‘anjing panas’ , nyatanya memang beda banget dengan burger buatan McD sekalipun. Mayonaisenya terasa, hangat pula.

Sekedar memanjakan diri sendiri disela kesibukan kantor, kuliah plus rutinitas baru sebulan ini, ngempu si kecil dan melakukan tugas kewajiban sebagai Bapak muda. Sambil bersulang sendirian, mengucapkan Selamat Ulang Tahun pada diri sendiri, saking capenya sampe sampe gak sempat dirayakan meriah bertiga bareng si kecil.

Anugerah Ulang Tahun Terindah

Category : Cinta, tentang Buah Hati

Disela kesibukan baru menemani si kecil dan juga ngbikin tugas-tugas kuliah yang mulai terbengkalai, disela istirahat panjang dari aktivitas nge-Blog mungkin semingguan lamanya, malahan gak seapik yang direncanakan. Dasarnya emang gak bisa diem, jadilah saat bener2 senggang sambil ngejagain si kecil bengong-bengong di tempat tidur, semua ide rasanya tumpah jua akhirnya.

Yang paling asik dimunculkan di Blog sementara ini, mungkin cukup topik-topik ringan saja dulu lah. Dari kehidupan sehari-hari sampe hari ulang tahun yang gak disangka-sangka, umur udah nginjek usia 30. Kepala 3.

Jatuh tanggal 16 ini, dirayakan bertiga bareng Istri juga si kecil, nyatanya memberikan satu kesadaran bahwa kini sudah ada anugerah yang paling tak ternilai didapat saat usia perkawinan menginjak tahun kedua. Kehadiran si kecil bisa jadi adalah hal terindah yang pernah didapat dari sekian kali hari ulang tahun dijalani.