Selamat Ulang Tahun pertama Gek Mutiara

Category : tentang Buah Hati

Masih teringat sesak didada saat melihatnya terbaring sendirian dalam inkubator di ruang NICU RS Puri Bunda, dan berlanjut hingga RS Sanglah. Ndak terasa setahun sudah masa itu berlalu.

Anak cantik yang kami beri nama Gek Mutiara ini, kini sudah tampak jauh lebih segar ketimbang pertama kali ia tertidur lelap di kasur yang sama sepulang dari perawatan. Tak hanya itu, senyumnya pun tampak menawan menarik hasrat untuk menciumnya berkali-kali hingga ia kegelian dan tertawa. Hal yang kami nanti sejak kelahirannya 15 Februari 2015 lalu.

Ara, hari ini ia merayakan Ulang Tahunnya yang pertama. Sangat senang bisa mengenal dan merawatnya setahun ini. Meski ia tak banyak cuap seperti halnya kedua kakak, namun ia lebih murah senyum dan melucu. Kadang ia tak segan mengernyitkan hidungnya untuk menarik perhatian siapapun yang ada di dekatnya. Kalo sudah dibalas, ia pun akan berusaha melarikan diri dengan menggeser pantatnya sejauh yang ia bisa. Ya, Ara hingga kini belum bisa merangkak. Namun ia bisa berpindah tempat dengan cepat dengan mengandalkan pantatnya. He…

Dibandingkan anak seusianya, tubuh Ara tergolong imut. Kami memakluminya meski setahun ini kami tetap berupaya memberikannya susu formula khusus kelahiran prematur yang harganya dua kali lipat susu kakaknya. Namun begitu, secara pertumbuhan dan pemahaman rasanya Ara lebih cepat mengalami ketimbang dua kakaknya.

Jika dulu ia dekat dengan sang nenek yang kerap mengeloninya tidur, seminggu terakhir ini ia lebih manja dan nyaman bersama saya, bapaknya yang suka nulis nulis di ponsel ini. Bahkan saat ia tidur malampun, ia lebih suka memanggil manggil dan menangis hingga si bapak mau mendampinginya. Duuuhhh… ni anak jadi ngegemesin.

Ara setahun PanDe Baik

Ara kini sudah berusia 1 tahun. Baru bisa duduk stabil meski belum bisa bangun sendiri dari posisinya tiduran. Jadi harus dibantu dulu. Ia juga belum bisa membalikkan badannya, tengkurap. Pokoke masih bayi beneran. Inipun kami bisa memakluminya karena menurut dokter yang merawatnya sejak lahir, perkembangan Ara memang tidak bisa disandingkan dengan anak yang berkelahiran normal. Kelak ia akan bisa, namun membutuhkan waktu.

Yang sehat ya Cantik. Peluk cium dari Bapak, nanti kita bobok bareng lagi. Muah…

Dobel Surprise Ulang Tahun

2

Category : tentang KHayaLan

Inginnya sih gak banyak yang ingat, maka itu semua kesibukan dijalani seperti biasa. Tapi ya tetep aja yang namanya surprise malah bikin kaget. He…

Masuk usia yang ke 37 ini, rasanya sudah banyak anugerah yang diberikan. Baik oleh keluarga, kawan, rekan kerja hingga dari-NYA. Maka apalah lagi yang diharapkan.

Pagi itu, semua berjalan normal. Saat perjalanan menuju hingga pulang dari Besakih di sore hari, rasanya sudah berhasil gak ada yang ngeh, ngasi ucapan ini itu. Nyampe rumahpun meski agak kaget lihat bingkisan di atas meja yang dikirim atasan untuk putri ketiga kami, tapi ya semua berlalu begitu saja lantaran kami harus mengantarkannya ke dokter anak segera.

Ulang Tahun PanDe Baik 1

Baru nyadar kalo dibawah bingkisan boneka ada kotak yang gak jelas apa isinya, malam jelang tidur. Malah jadi kaget pas tahu ada kue Ulang Tahunnya. Sambil baca ternyata dari Kepala Bidang Bu Arinda dan kawan kawan Permukiman. Ealah…
tapi berhubung semua sudah tidur, ya terpaksa diambil gambarnya dan dishare ke semua sambil ngucapin Terima Kasih tanpa sempat dirayakan lagi. Baru esok paginya kesampean, itupun tanpa seremoni khusus, hanya saya, Intan dan ibunya, sesaat sebelum berangkat kerja. Gak lupa difoto-foto biar ada buktinya. He…

Nyampe kantor, cuma mengingatkan ke Ibu Ibunya kalo di kulkas saya taruh kue ulang tahun yang dikirim kemarin, trus aktifitas lagi seperti biasa. Bahkan tadinya ingin menyepi di ruang rapat, malah gak diijinkan masuk oleh yang lain. Ya sudah, jadi duduk di luaran deh sambil bengong. Capek dan Mabuk perjalanan kemarin masih terasa.

Eh, rupanya ada Surprise Pagi dari semua kawan…

Pantes aja gak dibolehin masuk ruang rapat. Kenapa gak terbaca yah ?

Mereka sepakat gak negur banyak selama seminggu ini, dan berusaha cuek di hari ulang tahun kemarin. Sempat bingung juga berhubung saya memilih tangkil ke Besakih ketimbang ngantor. He… jadi jumat 17 pagi baru bisa terlaksana.
Meski bingung mau ngasi apa, mereka sepakat patungan membeli kue dan nasi bungkus. Sesederhana itu.
Malah jadi terharu…
Ternyata dibalik hubungan canggung yang sering saya berikan, mereka menyiapkan surprise ini dengan baik.

Ulang Tahun PanDe Baik4

Jadi ada dobel surprise ceritanya…

Terima Kasih ya Teman Teman di Bidang Permukiman dan Penyehatan Lingkungan, begitu pula pimpinannya. Gak bisa ngomong apa deh untuk semua itu…

Selamat Ulang Tahun ke-7 Cantikku MiRah

Category : tentang Buah Hati

Gak ada perayaan khusus dengan mengundang sanak saudara ataupun teman bermain dan sekolahnya…
Gak ada agenda khusus pula yang dipersiapkan untuk melewatkan malam yang berbahagia namun tanpa kehadiran sang Ibu hari ini…
Hanya satu kue ulang tahun dan seloyang pizza ayam menghiasi meja ruang tengah, sepulang dari Rumah Sakit Sanglah yang bisa diberikan untuk Cantik Sulungku, MiRah GayatriDewi, sesuai permintaan dan janji…

Selamat Ulang Tahun yang ke-7 MiRah sayangku, semoga apa yang menjadi harapan kami untukmu bisa terwujud dengan baik Nak…
Dan Maafkan kami, hanya hal sederhana ini saja yang dapat kami lakukan untukmu, berharap adik kecilmu segera bisa bergabung dalam aktifitas kita Nak…

MiRah 01

MiRah 02

MiRah 03

MiRah 04

MiRah 05

18 Maret 2015, dari Bapak Ibu yang menyayangimu

Tahun keLima MiRah GayatriDewi

Category : tentang Buah Hati

Gag terasa, MiRah GayatriDewi putri pertama kami sudah menginjak Tahun keLima usianya. ditengah wajahnya yang makin terlihat cantik *uhuk dan tembem *uhuk (lagi), MiRah sudah mulai menampakkan ego dan rasa cemburunya pada kehadiran buah hati kami yang kedua, InTan PradnyaniDewi. Baik dari pemberian baju sehari-hari, asesoris hingga perlakuan. *sigh, susahnya memiliki dua buah hati dengan usia yang tak terlalu jauh bedanya.

Namun informasi sementara yang kami terima sih, sifat utama Mirah yang memang demikian adanya. Ini setelah kami berkali-kali bertanya dan bertanya, terutama berkaitan dengan Hari Lahir dan Jam kelahirannya. Yang meski memiliki hari lahir yang sama dengan sang adik, namun secara sifat dasar ternyata berbeda. ah, banyak hal yang rupanya masih perlu kami pelajari lagi.

Ulang Tahun MiRah yang keLima kali ini, tak lagi dirayakan dengan Kue Ulang Tahun seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini lantaran MiRah meminta agar kue diganti dengan Puding kesukaannya yang kebetulan bisa didapatkan dari toko kue milik Holland dengan harga yang jauh relatif lebih murah. Itu sebabnya, jumlah Puding yang kami ambil ada tiga paket, selain untuk kami nikmati, pula diberikan kepada anak-anak yang ada di sekitar keluarga kami. Demikian halnya dengan lilin, ditancapkan pada segelas kue Rainbow Cake dan sesi ulang tahun diakhiri dengan makan bersama keluarga di gerai cepat saji Mc.Donalds persimpangan Jalan Nangka, dengan mengandalkan enam kupon bazaar gratisan milik ibunya. *uhuk

ulang tahun MiRah GayatriDewi

so, Happy Birthday MiRah, we Love You…

Semoga MiRah gag marah-marah lagi, bisa hormat pada orang tua dan kakek nenek, pinter ngempu adik dan rajin pula di sekolah ya… MMMUUUAAAHHH…

Bersiap Menghadapi Banyak Tantangan di Hari Lahir

9

Category : tentang DiRi SenDiri

Tahun 2012 bisa jadi merupakan tahun yang penuh kesibukan bagi saya pribadi. Karena di tahun inilah, banyak kemajuan dan juga pencapaian yang harus dihadapi dan dilalui minimal dengan hasil yang baik. Demikian harapan saya hari ini karena usia 34 mungkin tidak bisa dianggap muda lagi.

Pertama, Tantangan terbesar yang saya dapati sejak bulan Desember 2011 lalu adalah menjabat di posisi Sekretaris LPSE Badung, satu hal yang barangkali belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Perpindahan sebagian besar anggota LPSE Badung periode lalu menjadi pemicunya. Diantara tiga orang yang tersisa hanya saya yang mampu memiliki posisi tawar untuk berpindah ke lain hati. Maka peran teknis sebagai Admin Agency LPSE Badung terdahulu dengan berat hati harus ditinggalkan, dan beralih pada tugas dan kewajiban yang jauh lebih besar dan berat. Tantangan ini cukup membuat beban pikiran sedari awal menjabat hingga menurunkan beberapa kilogram berat badan dalam waktu singkat.

Menjadi kolumnis di Koran Tokoh sesungguhnya tak pernah jua saya bayangkan sebelumnya, bahwa apa yang saya rintis selama setahun terakhir, malah menarik minat Mbak Ratna Hidayati untuk memberi kesempatan mengisi halaman Tekno per awal Januari lalu hingga kini. Tantangan kedua ini mengakibatkan pada mood menulis yang berubah total mengingat semangat menulis di media cetak yang tersebar ke khalayak umum itu jauh lebih berat dan mutlak netral tidak berpihak ketimbang menulis ngalor ngidul di blog pribadi. Mungkin itu pula sebabnya pikiran selalu berusaha mencari ide tulisan apa selanjutnya yang harus diserahkan kepada Redaktur Tekno sekaligus senior saya sejak masa-masa di Wiyata Mandala dulu itu.

Pemeriksaan BPK terhadap tertib administrasi di lingkungan pemerintah Kabupaten Badung menjadi giliran berikutnya. Atas saran pimpinan satu Dinas di lingkungan pemkab, sayapun dipanggil demi memberi advis dan juga menyambung lidah antara pejabat pembuat komitmen atau pihak yang paling bertanggung jawab, dengan BPK dan pihak Rekanan atas sebuah aplikasi yang dibuat sejak jaman saya kuliah dahulu. Jika saja saya berasal dari instansi yang berwenang untuk memberikan advis barangkali tidak akan menjadi masalah. Namun batu sandungan yang dahulu pernah saya alami saat menjadi Direksi Teknis kegiatan Renovasi Gedung, menyebabkan harus berhati-hati dalam memberikan pertimbangan.

Keempat, datang dari kegiatan sosial masyarakat dimana saya pada akhirnya ikut bergabung dalam kepengurusan Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande lingkup Kota Denpasar sebagai Sekretaris per tahun 2011 lalu. Wadah berkumpulnya para muda mudi keluarga besar Pande ini masih vakum dalam menyelenggarakan kegiatan hingga tahun ini. Bisa jadi lantaran kesibukan saya diatas, bisa juga lantaran pak Ketua kami masih dalam masa-masa transisi kelahiran anak pertama. Demikian halnya dengan organisasi induk di tingkat Kota Denpasar, saya didaulat sebagai Sekretaris (lagi dan lagi) di bakal Yayasan yang dibentuk oleh Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar. Meski belum resmi berjalan, namun kesibukannya sudah bisa ditebak sebetulnya.

Rasa kehilangan itu rupanya masih ada hingga hari ini. Tepatnya Desember lalu, calon jabang bayi yang ada dalam kandungan istri divonis meninggal dalam kandungan akibat serangan virus Rubella yang lebih kerap menyerang otak bayi. Akhirnya kegembiraan itu pudar seiring berjalannya waktu. Ada rasa khawatir kami akan mengalaminya kembali, namun harapan kami tahun ini sungguh sangat sederhana. Bisa diberikan kesempatan dan terlahir dengan sehat serta normal. Itu saja.

Per hari Minggu 15 April kemarin, sebuah surat datang dari para Prujuru Anyar Banjar Taensiat yang kemudian mengukuhkan saya sebagai Komandan Regu VIII selama masa jabatan setahun mendatang. Secara tugas sebetulnya tidaklah banyak dan berat, namun yang menjadi hambatan tentu saja soal waktu dan kehadiran. Mengingat mayoritas kegiatan dilakukan pada jam kerja berlangsung. Mau tidak mau, dalam setahun kedepan yang namanya bolos kerja siang hari pasca makan siang bakalan saya lakoni demi tanggung jawab yang satu ini. Jadi jangan heran kalo melihat saya wara-wiri di lingkungan rumah nanti yah.

Semua tantangan itu belum termasuk dengan rencana Surat Keputusan dari Kepala Dinas untuk penetapan Administrator Web Dinas Bina Marga dan Pengairan yang hingga kini masih mengambang, keingingan untuk meMoneytize BloG baik dari kliksaya.com atau Google Adsense atau hal-hal lain yang jujur saja menambah panjang daftar Tantangan yang harus dilakoni tahun ini.

Namun, apa yang saya dapatkan tahun ini tentu merupakan buah atau hasil atas apa yang saya lakoni di tahun lalu. Jadi yah, harapan saya semua bisa berjalan apa adanya saja.

Ohya, di usia ke-34 ini pula saya mendapatkan beberapa kejutan yang barangkali lumayan membuat senyum saat mengingatnya. Pertama hadiah dari Tuhan setelah kehilangan calon jabang bayi itu, semoga kali ini bisa bertahan dan lahir dengan sehat serta normal. Kedua stress akibat beban pekerjaan membuat berat badan saya perlahan menurun yang mengakibatkan beberapa pakaian yang dahulu sudah sempat masuk kotak, kini bisa digunakan lagi. Ketiga, setelah setahun punya Android, tiba jua saatnya berpindah ke TabletPC sebagai pilihan tahun ini. Akhirnya bisa diraih setelah mengumpulkan beberapa honor dari menulis serta jabatan di LPSE Badung, plus diambil pas lagi promo-promonya. Dan terakhir, hadiah tak terduga dari istri setelah semua pakaian terendam air di pantai Segara hari minggu kemarin. Hehehe…

Empat Tahun MiRah GayatriDewi

4

Category : tentang Buah Hati

Selamat Ulang tahun ya Nak, jangan marah-marah melulu sama Nenek, Kakek, Ibu dan Bapakmu…

Sifat keras hati MiRah putri kecil kami bisa jadi menurun dari Ibunya yang sudah aku ketahui jauh sebelum kami menikah. Cara tidurnyapun sama, lelap dengan kelopak mata sedikit terbuka. Jarang tersadar saat hujan deras dan guntur sekalipun seperti sabtu malam kemarin. Meski begitu, jika sudah sayang ho ho ho… jangan ditanya lagi lah.

Sedang Hobi Marahnya Mirah bisa jadi menurun dari sifatku yang uniknya, cepat marah tapi cepat pula redanya. Gag lama dan semoga saja gag nyusahin orang. He…

Gag terasa memang. 4 Tahun, 105 cm dan 20 Kg. Itulah MiRah sekarang.

Di usianya kini, tingkah lakunya sudah makin centil dan penuh aksi. Ini merupakan salah satu efek terbesar dari TeleviSHIT yang secara rutin menayangkan konser musik penuh dengan anak-anak remaja yang gag hobi sekolah, lebih milih cangkrukan di depan panggung ketimbang belajar. Plus SHITnetron remaja yang secara cerita sudah dapat ditebak, tapi menjual wajah-wajah ngganteng dan ngcantik itu meski tokoh yang diperankannya itu sebagai pembantu rumah tangga yang miskin sejahtera.

Tapi itulah tipikal anak remaja jaman sekarang. Kami hanya bisa berharap MiRah tak akan tumbuh seekstrem Genk CMP Cewek Macho Performance, yang ngetop seantero Indonesia gara-gara video penganiayaannya itu. Berharap ia akan tumbuh sederhana dan cerdas. Itu saja.

MiRah lebih suka menyendiri saat berada di keramaian. Ini pula yang terus kami dorong dan tanamkan untuknya agar lebih giat lagi bergaul dan berteman. Akan tetapi jika ia sudah menemukan teman baru, tangannya takkan henti menggenggam dan mengajaknya bermain. Persis Bapaknya kalo lagi punya Gadget Baru. :p

Ngomong-ngomong soal Gadget, diantara yang kami miliki, MiRah ternyata penyuka Android juga. Gara-garanya sederhana. Karena di ponsel Android ini ia bisa bermain banyak games yang memang diperuntukkan bagi usianya. Itu sebabnya, jika kami sudah berada di rumah, ponsel lebih kerap dipinta pasca belajar dan membuat pe-er. Itupun masih harus kami batasi agar tidak kebablasan menatap layar kecil penuh warna.

Selain bermain Games lewat layar ponsel, MiRah juga keranjingan mewarnai, menggunting dan menempel. Beberapa buku yang kami belikan rata-rata sudah mulai dipenuhi dengan hasil karyanya. Diantara itu hanya satu dua saja yang masih kosong. Yaitu buku belajar membaca b-a ba b-i bi :p

Sudah setahun ini pula MiRah berada di bangku PlayGroup. Rutinitas tiga kali seminggu yang ia lakoni sejak pertengahan tahun 2011 lalu. Tahun ini kami masih pikir-pikir untuk langsung menaikkannya ke TK Besar lantaran postur tubuhnya atau naik satu tingkat di TK Kecil lantaran umurnya. Tergantung saran Gurunya nanti saja deh…
MiRah sudah besar, mulai tumbuh dalam dunianya.

Selamat Ulang Tahun ya nak… Semoga Sehat dan nantikan kelahiran adikmu kelak…

18 Maret 2012…

> — Video terkait : Ulang Tahun MiRah GayatriDewi — <

Mereka Ada karena Kita Membutuhkan

2

Category : tentang Opini

Seorang Pedagang kaki lima duduk menanti pembeli di pojokan pasar pinggiran Kota besar Jakarta. Matanya masih menyiratkan kekhawatiran akan datangnya aparat keamanan yang berusaha membersihkan keberadaannya dari jalan raya lantaran dianggap mengganggu jalannya lalu lintas. Beberapa orang pembeli mengatakan hal yang sama ketika kutanya. Camilannya enak dan gurih, murah lagi.

Seorang Pengemis kecil menyodorkan tangannya sembari mengusap kaca mobil yang melambat di perempatan jalan. Dari segi usia, kurasa ia sedikit lebih besar dari putri kecilku. Tega sekali orang yang memaksakan mereka mengemis malam hari begini. Kusodorkan selembar ribuan yang lantas mengundang pengemis lainnya dan memaksa meminta hak yang sama.

Seorang Penjual mainan masih tampak asyik merayu bocah kecil, sambil mengimingkan sebuah pistol air yang dapat menyemburkan puluhan gelembung ketika pelatuknya ditembakkan ke udara. Bocah tampak senang dan meminta sang bapak untuk membelikannya. Demi anak, apa sih yang tidak ?

Seorang wanita beringsut menghampiri dan menawarkan jasanya saat aku menanti waktu di emperan sebuah tempat dugem ternama. Ia bilang ia butuh uang. untuk itu ia rela melakukan apa saja yang aku mau. Seperti yang ia pintakan pada ratusan pria lainnya.

Mereka semua Ada karena Kita Membutuhkan. Setidaknya karena kita selalu memberi apa yang mereka mau, apa yang mereka inginkan, dan apa yang mereka harapkan. Sepertinya akan tiada guna jika pemerintah terus menerus mengejar dan menangkapi satu persatu, jika kita masih tetap membutuhkannya.

Sebuah Renungan dipinggiran jalan Kota Besar Jakarta…

33 Tahun PanDe Baik

12

Category : tentang DiRi SenDiri

Merayakan Ulang Tahun dengan cara sederhana bersama Keluarga kecil …dan sebagai rasa Syukur atas Umur yang diberikan oleh-NYA, sabtu pagi @Unit Transfusi Darah RS Sanglah, mencoba memberikan sekantong darah untuk mereka yang membutuhkannya…

Donor Darah yang ke-32 di Tahun yang ke-33…

* > < *

Selamat Ulang Tahun yang ke-3 MiRah GayatriDewi

2

Category : tentang Buah Hati

Tumben tulisan ini terlambat saya buat. Penyebab utama adalah kesibukan kerja seperti yang sudah pernah saya sampaikan tempo hari. Bisa dikatakan efek kejenuhan akibat padatnya jadwal masih berpengaruh hingga jumat malam. Tidur jadi lebih awal.

Kendati begitu, Jumat Malam jadi terasa spesial lantaran kami pada akhirnya bisa jua merayakan Ulang Tahun MiRah GayatriDewi, putri kecil kami yang kini telah berusia 3 tahun. Ulang tahun yang sederhana, namun sangat bermakna bagi kami. Tidak ada kerabat yang diundang, hanya kami berlima. Ayah Ibunya serta Kakek Neneknya.

Terkait Ulang Tahun, sudah sejak lama MiRah antusias menantinya. Bahkan ia mampu mengingat bahwa hari Ulang Tahunnya kali ini jatuh pada hari Jumat. Itu sebabnya perayaan Ulang Tahun Mirah maju sejam lebih awal. Hehehe…

Seperti biasa, MiRah tidak terlalu peduli dengan adanya kado dari kami. Karena baginya, sebuah kue tart lengkap dengan lilin saja sudah lebih dari cukup. Bisa menyanyikan lagu ‘Selamat Ulang Tahun ‘Tiup Lilin dan juga ‘Potong Kue saja, ia sudah senang bukan main. Apalagi ditambah dengan foto bersama dengan posenya yang ceria. Entah apakah nanti saat beranjak besar ia akan berubah keinginannya.

Lantaran kesibukan kerja pula, aktifitas sebagai Jumperpun harus terbengkalai hingga melewatkan hampir sepuluh BadGe FourSQuare saat event SXSW digelar di Austin kemarin. Pun demikian halnya dengan Review ponsel berbasis Android 2.2 Froyo, Samsung Galaxy ACE S5830 yang baru mulai esok pagi bisa saya tayangkan kembali.

Jadi, untuk sementara waktu ya “Selamat Ulang Tahun dulu deh untuk MiRah GayatriDewi, Malaikat kecil kami yang ke-3 tahun. Semoga bisa menjadi anak yang berbhakti pada kedua orang tuanya, kakek neneknya dan tentu saja lingkungannya. Salam penuh cinta dari Ibu dan Bang Thoyib… eh Bapak maksudnya. :p

MiRah GayatriDewi dan aksi ULang Tahun yang ke-2

2

Category : tentang Buah Hati

…berikut beberapa skrinsyut MiRah GayatriDewi dalam aksi bersemangatnya merayakan ULang Tahun yang ke-2 bersama Bapak, Ibu, Kakek dan Nenek…

MiRah dengan gaya 2 jarinya…

…MiRah berpose bareng Kakek NeNek…

…testing by MiRah… :p

…bersemangat menyanyikan lagu SeLamat ULang Tahun, favoritnya…

…and at last… maem kue ULang Tahun yang dinanti” sedari sore… :p

Selamat Ulang Tahun ke-2 ya MiRah

14

Category : tentang Buah Hati

Jemari tangan mungil itu dengan lembut menggenggam jari telunjukku seraya berkata ‘alan-alan yuk Pak ?’

‘…ande utu miyah atati ewi wiwiwiwi…’ dengan tertawa kecil ia menyebutkan namanya yang memang sudah kami ajari sejak kecil dan kini ia sudah bisa mengejanya dengan baik.

PanDe Putu MiRah GayatriDewi, demikian ia kami beri nama dua tahun lalu. Nama yang kuno kata sebagian orang, lantaran masih menyematkan ciri khas ‘Bali’ di jaman Teknologi Informasi ini. Kami pun hanya bisa tersenyum mendengarnya. Terserah deh apa kata mereka karena banyak hal yang kami harapkan dari putri kami kelak untuk masa depannya.

Sudah dua tahun rupanya, tangis dan tawa kecilnya meramaikan hari-hari kami. Hari yang penuh perjuangan lantaran sejauh ini saya ternyata mampu menyelesaikan sekolah lebih awal, hari yang penuh rasa sesak lantaran perbedaan pendapat yang terjadi dilingkungan keluarga kami berimbas pula pada pergaulan putri kecil kami.

MiRah sebulan terakhir mulai rewel, mulai menunjukkan sikapnya yang gak bisa diatur, bisa jadi lantaran ia tidak lagi menyusui seperti bulan sebelumnya. Jadi agak susah ketika akan menidurkannya, tapi yah ‘memang begitulah yang namanya anak kecil. Kami membutuhkan tenaga dan perhatian extra untuknya, apalagi Nenek dan Kakeknya yang setiap hari menjaga dan mengasuhnya saat kami tinggalkan bekerja, sudah mulai kewalahan dengan permintaan dan kenakalannya.

Kadang kehadirannya sangat saya dambakan, apalagi kalo sedang berada di luar daerah atau saat berjumpa anak kecil seusianya disela kesibukan kerja. Pikiran langsung tertuju pada MiRah. Barangkali benar kata orang, kasih sayang yang kita berikan sebagai Bapak pada Anak, berbeda dengan kasih sayang yang diberikan kepada Istri. Kendati keduanya adalah tetap prioritas utama.

Merangkai kata adalah kebiasaan baru yang ia tunjukkan pada usianya yang telah menginjak tahun kedua. Usahanya untuk menyampaikan sesuatu harus kami mengerti agar ia tak merasa diabaikan. Dari semua pengalaman itu, banyak hal baru yang kemudian kami pelajari. Sedikit demi sedikit.

Imajinasinya tinggi, setidaknya demikian yang saya rasakan. Walaupun belum setinggi iklan susu ataupun vitamin anak yang ada dilayar televisi, namun apa yang ia gambarkan kadang membuat saya tersenyum dan tertawa. Kadang dengan pe-de-nya ia berlagak menelepon, padahal ia tak menggenggam ponsel mainan yang kami belikan. Usai bercerita, ia menyodorkannya ‘Bapak, ngorta ma Nik Adu…’ (bicara ma Nenek Canggu).

Perihal Bahasa baru dua yang kesampean diajarkan dan ia mengerti, kendati belum banyak yang diketahui. Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan pergaulan kelak disekolah dan juga Bahasa Bali Halus sebagai bahasa Ibu. Bahasa yang tidak saya ketahui saat kecil dahulu. Rasanya damai ketika kami saling berbicara dengan menggunakan kedua bahasa tersebut. Sedang Bahasa Inggris baru sepatah dua patah saja yang saya ajarkan, itupun baru sebatas angka dan kata ‘I Love U’.

Mengajak main MiRah bisa dikatakan seperti kembali ke masa kecil saya dahulu. Masa dimana saya begitu terbatas mendapatkan apa yang saya inginkan, namun tidak demikian kalo sudah menyangkut ilmu. Lagu anak-anak yang lumrah dinyanyikan dua puluh tahun lalu setiap harinya ia pinta untuk ditonton. Demikian juga dengan beberapa kartun yang mendidik untuk anak seusianya. Ipin & Upin, Winnie the Pooh, Teletubbies, Barney adalah beberapa santapan yang sudah saya persiapkan jauh sebelumnya. Demikian pula dengan video tari topeng budaya Bali serta lagu anak-anak dari Bali Family pun ia sukai. Semoga harapan kami tak salah nantinya. Agar ia tak melupakan akar budaya yang ada disekelilingnya.

Memang ada keinginan membelikannya beberapa mainan yang mendidik, sejauh ini ada buku cerita anak, puzzle, bola kecil hingga boneka yang sudah kami berikan. Namun semua itu tak membuatnya bergeming dari keinginannya untuk menekan tombol atau tuts keyboard pada laptop yang kerap saya gunakan untuk bekerja sampe ng-BLoG. Maka itu, kami pun mengambil keyboard yang tak terpakai untuk ia gunakan saat mendampingi saya bekerja. ‘…sama Pak…’ ungkapnya gembira.

Di usianya yang kedua ini, rasa sayang dan cinta kami rasanya makin membuncah. Disela kesibukan kerja, selalu ada keinginan untuk cepat pulang kerumah. Sekedar melihat dan bertanya ‘…dah maem Gek ? main apa tadi ma Ninik ?’ tak lupa mendampinginya selalu saat berada didepan layar televisi dan mencarikannya tayangan yang mendidik. Hehehe…

Selamat Ulang Tahun yang kedua ya MiRah…