Menikmati Liburan Sehari di Ubud

Category : tentang PLeSiran

Terhitung lama sebenarnya kami mendapat jatah libur di awal tahun. Kalo nda salah dari rahinan Pagerwesi hari Rabu lalu, kamis dan jumat terkait Siwaratri, Sabtunya Imlek dan Minggu.
Sayangnya Ibu kami, menolak diajak meninggalkan rumah lebih dari sehari. Alasannya nanti nda ada yang mebanten. Ealah…
Maka ya sempatnya menikmati liburan ya cuma sehari di Ubud kemarin, sebagaimana liburan-liburan sebelumnya.
Mungkin di pertengahan tahun ini si Ibu bakalan dipaksa ambil liburan panjang ke Kanada, tempat dimana cucu gantengnya tinggal. Pasti mau karena masih ada stok orang di rumah. Hehehe…

Meski begitu, menikmati Liburan sehari di Ubud nda lantas membuat kami berdiam diri seharian di villa Anulekha Resort, tempat menginap.
Dengan memanfaatkan ponsel smartphone kekinian, semua keknya bisa jauh lebih mudah untuk diakses.
Selama jaringan internetnya aman loh ya. Hehehe…

Tadinya objek wisata yang ingin dikunjungi adalah Kids World yang ada di Pejeng, Tampaksiring sana.
Sayangnya saat tiba di lokasi, venue ini tampak sangat mengenaskan dan tak terurus.
Agak khawatir melihat kondisinya, kami memilih balik kanan dan mampir ke Batuan, arena playground yang kalo nda salah ingat, sempat disambangi saat liburan dua tahun lalu.
Sulit juga nyari yang sejenis di seputaran Ubud.

Lain hal dengan Persoalan makan malam dan siang. Pilihannya banyak.
Main aja di sepanjang jalan Mas hingga Goa Gajah. Ada banyak variasi menu yang bisa ditemukan. Meski, secara harga ya jelas kelas turis.
Tapi ada juga yang terjangkau kantong.
Wajar siy, wong harga kontak lahan pinggir jalan di Ubud aja sudah berapa juta, jadi itungan balik modal dari harga jual makanan musti masuk akal kan ya ?

Soal Makan Malam, kami mencoba warung Gurihan Barbeque. Nemunya di… eh ada deh. Nanti diceritain. Nda seru kalo dibocorin di postingan ini.
Menunya banyak, cuma rata-rata ya dibakar. Jadi agak lama nunggunya.
Harganya tergolong terjangkau. Dari belasan hingga puluhan ribu per porsinya. Suasana warung juga masih menengah ke bawah. Jadi ya santai bawaannya.
Sedang makan siang, ambil porsi khas Bali, Lawar. Hehehe…

Untuk belanja singkat pun, nda susah susah amat kok.
Mini market betebaran di sekitar kami.
Atau mau yang agak merakyat ? Tinggal sambangi wilayah perempatan jalan besar, dijamin ada banyak pilihan disana.

Jadi ya nda ada beban pikiran lagi kalo cuma buat liburan gini di Ubud lah…

Liburan Pertama di Anulekha Ubud

Category : tentang PLeSiran

Sebenarnya nda pas di Ubud banget siy, ya pinggiran area gitu deh, perbatasan dengan Singapadu, Gianyar.

Kesan Pertama, ni lokasi emang serius banget menata lingkungannya.
Selain asri, lokasi yang agak masuk kedalam kawasan plus ada view sawah di sisi timurnya, bikin shock ‘pantesan sewanya cukup lumayan ketimbang Citrus Tree Villa tempo hari.
Tapi yakin banget gak bakalan nyesel.

Setelah mengurus administrasi dan nda lupa berbahasa bali yang baik, proses lancar djaja dan kami bisa masuk ke villa 8, yang letaknya di tengah kawasan Anulekha Resort and Villa.
Uedan tenan fasilitasnya…

Dengan angka 2 didepan nol enam digit, kami mendapatkan 2 kamar yang siap pakai, satu kamar lainnya yang berada di depan kolam, dikunci pihak pengelola, sesuai booking di awal. Kebetulan 2 kamar ini adalah pilihan kami agar lebih dekat dalam berinteraksi satu sama lain.
Ada private poll nya dengan ketinggian 1,25 M keknya, cukup membuat nangis si sulung Mirah yang khawatir bakalan tenggelam selama berenang. Hehehe…

Sisanya ada halaman yang cukup luas untuk dipakai bermain anak-anak, set dapur lengkap dengan kulkas, oven, sink dan pemanas air, ruang duduk bersama dengan televisi, dan kamar mandi di masing-masing room.
Tergolong lengkap keknya…

Tapi jadi sedikit kaget pas menyadari kelengkapan kamar mandi yang diisi beragam kebutuhan harian penghuninya seperti yang lumrah macam sikat gigi, cotton buds, sabun dan penutup kepala buat keramas, tambahannya ada sisir, shaver dan after shaves nya.
Sementara shampoo, conditioner, bath foam dan shower gel disediakan pula terpisah di pinggiran bathub-nya.
Wiii…
Nda nyangka kek gini.
Harusnya siy hotel lain bisa menyediakan hal-hal kecil kek gini di kamar jualan mereka. Gak cuma service massage nya aja. Eh…

Kolam renangnya tergolong nyaman digunakan. Sejauh mata memandang rasanya memang nda ada pandangan mata dari villa lain yang menatap, sehingga yang namanya privacy ya terjamin aman.
Dengan kedalaman 1,25 M tergolong ekstrim untuk ukuran anak-anak kami, tapi masih syukur ada dudukan rendah diselebaran kolam yang bisa mereka manfaatkan untuk berendam.
Eh iya, setelah dirayu-rayu pada akhirnya si sulung Mirah mau juga nyemplung ke kolam, meski agak-agak takut musti pegangan di pinggiran kolam. Hehehe…

Kalo nda salah ada 9 unit villa yang punya fasilitas serupa di kawasan Anulekha plus beberapa unit kamar hotel yang disewakan dengan rate lebih murah. Bisa cek di aplikasi Traveloka kalo penasaran.

L I B U R A N

Category : tentang PLeSiran

yaaay…
Libur tlah tiba, Libur tlah tiba…
Hore Hore Hore… H O R E…

Lagi-lagi ndak ada rencana dari jauh-jauh hari.
Tujuan mendadak berubah begitu tau lama perjalanan ke Amed memakan waktu 2,5 jam lamanya. Sementara anak-anak kami tergolong makhluk yang tak betah berada di dalam kendaraan sepanjang waktu, menunggu tiba di tujuan.
Maka pilihan untuk liburan di pinggiran pantai pun musti di coret dari daftar.

Pilihan lainnya lagi adalah cuaca yang nda begitu dingin, kasian si kecil Ara nantinya.
Bedugul dan Kintamani, keluar dari daftar.

Ubud keknya masih asik untuk dijelajahi.
Cuma anak-anak nda mau di Citrus Tree lagi, begitupun Ibunya.
Maka nyoba hunting ke Traveloka, cari pilihan untuk 4 dewasa dan 2 kamar, semalam dengan opsi fasilitas ya kolam renang.

Anulekha muncul setelah pilihan budget diperbesar jadi 1,5 juta permalam.
Malah jadi kaget kalo ni Resort punya pilihan Villa pribadi dengan 3 kamar tidur dan fasilitas yang mirip dengan Citrus Tree.
Nda berpikir panjang, langsung booking, 2 kamar cukup. Yang satunya dikunci rapat aja.
Langsung berangkat sejam kemudian.
Edan kan ?
Hehehe…

Yang pasti, saya ndak punya tujuan khusus pada liburan kali ini. Hanya ingin lepas sejenak dari rutinitas kantor yang tempo hari sempat bikin stress kepala, atau sekedar menyenangkan anak anak.

Bagaimana cerita di Anulekha ?
Tunggu di postingan berikutnya.

Nikmati Liburan Akhir Pekan, Berburu Hotel lewat Traveloka

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

Dua tahun terakhir rasanya saya lebih suka melewatkan waktu libur di akhir pekan dengan cara menginap di obyek wisata tertentu atau penginapan terdekat dari lokasi wisata yang beken dikenal dekat dekat rumah. Tentu dengan mengajak anak-anak serta, ikut dalam misi liburan, refreshing suasana dan menebus rasa bersalah karena hingga kini, saya belum pernah mengajak keluarga berwisata ke luar daerah, di sela perjalanan dinas yang saya lakukan selama ini.
Sebagaimana yang sering dilakukan oleh ratusan PNS di luar sana.

Maka Bedugul, Ubud, hingga obyek wisata Air Panas Penebel pun coba dilakoni satu persatu.

Meski tidak di setiap akhir pekan, berhubung terkendala agenda, biaya dan juga kesempatan, namun minimal momen tertentu kami upayakan bisa dimanfaatkan dengan baik.
Libur panjang, Lebaran atau Libur sekolah, coba disempatkan sekali dua untuk bersantai sejenak dua hari satu malam tanpa beban.
Membunuh ponsel dan menikmati Quality Time bersama keluarga.

Adalah Traveloka. Satu diantara banyak pilihan aplikasi yang saya manfaatkan untuk mencari tahu hotel atau penginapan yang ada di sekitaran lokasi atau obyek wisata yang ingin kami kunjungi.
Dengan memasukkan tujuan destinasi juga waktu menginap, Traveloka akan memberikan sejumlah hasil berdasarkan tingkat kepopuleran review dari mereka yang sebelumnya pernah memanfaatkan aplikasi untuk melakukan hal serupa.
Bila dibutuhkan, tersedia beberapa pilihan filter lanjutan diantaranya kisaran biaya, fasilitas yang diharapkan ada, hingga nilai review atau kelas dan bintangnya.
Cukup memuaskan kok hasilnya.

Namun untuk langkah pemesanan hotel, saya lebih suka menghubungi nomor kontaknya langsung ketimbang memesannya lewat aplikasi Traveloka. Secara harga biasanya dapat lebih murah lewat negosiasi, pula info fasilitas bisa lebih akurat didapat. Karena dalam versi web terkadang semua hal tersebut jarang diUpdate sesuai kondisi terbaru. Termasuk soal ketersediaan kamar.
Untuk dapat melakukannya, kita bisa memanfaatkan halaman Google, mencari tahu nomor kontak berdasar nama hotel atau penginapan yang dituju. Termasuk peta lokasi yang dapat dihubungkan dengan Maps milik Google agar tidak tersesat saat waktu keberangkatan tiba.

Ada beragam kesan dan tips yang saya dapatkan kemudian. Setelah berproses dan menikmati hasil buruan sendiri.
Bahwa untuk kebutuhan refreshing suasana, kelak kami akan memilih akomodasi terdekat dari obyek wisata yang diinginkan. Agar bisa lebih pagi mencapai lokasi tanpa macet dan halanga lainnya.
Sedangkan untuk kebutuhan bersantai, kami akan memilih paket yang menyediakan fasilitas kamar double atau family room, atau satu villa dengan menyertakan kedua orang tua ikut serta. Secara tenaga mereka bisa dimanfaatkan juga untuk menjaga anak-anak disela aktifitas di lokasi. Hehehe…

Menikmati Liburan di Ubud Bali

1

Category : tentang PLeSiran

Saat anak anak kami ajak masuk ke halaman private Villas di Citrus Tree Mangosteen, Ubud Bali sore 1 Januari kemarin, mereka sontak melonjak kegirangan. Tanpa menunggu ba bi bu, langsung membuka baju dan nyemplung ke kolam. Ahay…

Orang tua kamipun tak kalah kaget. Satu pertanyaan yang dilontarkan adalah soal harga sewa. Khawatir karena info dari salah satu kerabat yang kemarin menginap di seputaran Kuta, menempati Unit yang mencapai kisaran 7 Juta per malamnya. Fantastis tentu saja. Namun saat diyakinkan bahwa ini hanya sekitar 1,2 juta saja, merekapun maklum. Tapi tetap saja tergolong mahal kata mereka.

Dua PanDe Baik 9

Usai berbenah merapikan barang bawaan, sayapun ikut nyebur kolam sembari menjaga mereka berdua. Karena sisi barat kolam sepertinya cukup dalam untuk mereka jajal. Sementara istri lebih memilih untuk memberi Ara maem sore, sedang kakek nenek, orang tua kami bersantai menikmati televisi sesekali menengok cucunya yang asyik bermain air.

Malam hari, kami memutuskan untuk berkeliling Ubud yang tingkat kemacetannya sudah mulai berkurang. Kelihatan jelas bahwa Ubud hanya menjadu tempat persinggahan sejenak bagi para wisatawan. Makan malam, kami berupaya mencari santapan lokal, karena lidah kedua orang tua kami agak susah menerima masakan luar. Sasarannya ya masakan padang di dekat Puri Saren, dan dilanjutkan mencari santapan buah ke supermarket terdekat, Delta Dewata di jalan Andong.

Balik ke Villa, masing-masing mulai menjalankan aktifitas dan kebiasaannya. Mirah dan Neneknya menonton televisi yang layarnya lebar minta ampun. Intan asyik dengan tabletnya. Kakek menonton berita di ruang bersama. Ibunya anak-anak menyiapkan botol susu, saya meninabobokan Ara.

Private Villas Citrus Tree Mangosteen yang kami tempati ini sangatlah sunyi keberadaannya. Saya pribadi nyaris tak bisa memejamkan mata gegara kesunyian dan halusnya seprei juga dinginnya ac. Terbiasa suasana kota Denpasar. Sebaliknya kamar anak-anak bersama kakek neneknya sudah lebih dulu sepi dan lengang. Mereka pasti capek pasca berenang tadi.

Unit ini hanya tersedia satu saja. Lingkungannya bersih dan nyaman. Yang paling menikmati ya istri. Sambil berkhayal kapan ya kami bisa punya rumah se-simpel ini. He… doakan yah. Parkir unit hanya cukup untuk 2 kendaraan roda empat. Masih cukup buat menampung keluarga mertua sebenarnya. Sayangnya mereka ndak jadi ikutan.

Tiga PanDeBaik 5

Hari masih pagi saat menyadari ada tawa anak-anak di luar sana. Mirah dan Intan sebagaimana janji mereka semalam, begitu bangun dari tidur pukul 6 langsung nyemplung lagi diawasi kakeknya. Meh, riang benar mereka. Kapan lagi yah ?

Menu Breakfast tergolong standar. Kami sendiri gak terlalu mementingkan, karena sudah terbiasa dengan menu seperti itu. Nasi Goreng dan Mie Goreng. Diantar ke ruangan pukul 7 tepat. Anak-anak langsung menyantapnya habis. Cukup enak untuk sarapan pagi di Ubud. Akibatnya kami harus membatalkan jadwal kuliner pagi di Warung Babi Guling Bu Oka. He…

Awalnya kami berencana turun dulu ke area Ubud sekedar jalan-jalan. Tapi lantaran anak-anak sudah ndak sabar untuk bermain sesuai janji Bapaknya, kami check out sekitar pukul 10 pagi dan langsung meluncur ke Bali Fun World di Batuan Singapadu.

Liburan Sehari di Citrus Tree Mangosteen Ubud

1

Category : tentang PLeSiran

Modal Nekat. Pokoknya liburan ini mau nginep sehari, dimanapun boleh.

Tekad bulat ini seakan terus menghantui pikiran sejak seminggu di akhir tahun kemarin. Bukan tanpa sebab. Akan tetapi begitu mengetahui jalur Bedugul muacetnya minta ampun, alternatif pilihanpun bergeser ke arah timur.

Berbekal survey via aplikasi Traveloka, sayapun mulai mencari tahu. Tempat menginap yang ready untuk sehari dua sekitar hari terakhir tahun 2015 atau pertama 2016. Pokoknya liburan.

Dari sekian hasil yang diberikan, Citrus Tree B&B Mangosteen jadi pilihan pertama. Sisanya ada Puri Saron, Ubud Village hingga Taman Ujung atau Candi Dasa. Perhitungannya sederhana, dari sekian pilihan hanya ini yang menyewakan unit Family Room. Dua kamar dengan fasilitas private pool. Tentu asyik bagi anak-anak, bisa berenang kapanpun mereka mau. Dan yang lebih penting lagi, bisa ngajak bareng Orang Tua juga.

Sayangnya unit baru tersedia di Tahun Baru. Tapi ndak apa, langsung dipesan. He…

Secara harga, informasi awal dari beberapa halaman web travel, unit dimaksud berada di kisaran 1,6 juta. Searching via Google untuk mengetahui nomor kontak mereka, didapat informasi 1,3 juta. Eh pas dihubungi, malah dapat diskon lagi jadi 1,2 juta. Per Malam. Ya sudah, ambil aja.

PanDe Baik Ubud 5

Kami tiba agak sore, berhubung secara persiapan baru mulai dilakukan sekitar pukul 12 siang Tahun Baru kemarin. Pas tepat berangkat sekitar pukul 2, kena macetnya begitu masuk persimpangan Monkey Forest. Selebihnya aman.

Unit yang kami sewa masuk golongan Private Villas. Terdapat dua kamar tidur dengan bed ukuran King Size, dapur, ruang bersama, ruang kerja, dan toilet di masing masing kamar. Ditambah halaman dan tentu saja kolam mini. Kondisi nyata lapangan gak jauh beda dengan gambar foto yang ada di aplikasi Traveloka. Jadi ya ndak kaget lagi.

Lokasi Citrus Tree Mangosteen ini ada di pertengahan jalur jalan Sri Wedari, Ubud. Ini mirip dengan nama istri kawan baik saya. Bisa diakses melalui jalan dimana kuliner Babi Guling Bu Oka bernaung atau jalan ke utara sebelum Pasar Seni Ubud. Suasananya sepi. Lampu jalan pun masih berjauhan. Tak heran saat malam terasa sekali kesunyiannya.

Citrus Tree Traveloka 5

Secara harga bisa jadi tergolong mahal. Tapi mengingat fasilitas kolam pribadi dan unit yang mirip lingkungan rumah, saya rasa sepadan kok. Apalagi akses kemana-mana juga dekat. Termasuk SPBU dan Super Market Delta Dewata. Eh, kami bukan tipikal Traveler sejati loh. Masih mengandalkan duniawi murni.

Bagaimana kesan kami menikmati liburan, simak di tulisan selanjutnya.