@LPSEBadung Informasi seputar Tips Rekanan LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Bagi yang ingin mengikuti proses lelang e-proc Pemkab Badung, silahkan daftarkan emailnya terlebih dulu di halaman LPSE Badung” (23 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Segera Verifikasi Berkas pendaftaran yang telah di-Upload untuk mendapatkan persetujuan penggunaan akun USERID” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE. Apabila sudah mendapatkan UserID dan Passw, lakukan update data sebilamana perlu” (24 Mei)

“Tips #LPSE Badung. Lakukan perubahan password secara berkala untuk mencegah penyalahgunaan dan pembobolan akun LPSE” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Periksa kembali kelengkapan file Dokumen Penawaran sebelum di-sandi dengan #Appendo dan dikirimkan” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Gunakan satu aplikasi Appendo untuk satu bendera. Hindari kegagalan penawaran Sejak dini” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE. Gunakan Akses internet yang menyediakan layanan Upload memadai untuk menyukseskan proses pengiriman Dokumen Penawaran” (25 Mei)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Jadwal Pelelangan oleh Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Selamat Pagi, Hari ini kami masih akan melanjutkan berbagi Tips bagi Panitia Pengadaan untuk lingkup e-Procurement” (10 Juni)

“Untuk penyusunan Paket Kegiatan yg akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc, Panitia Pengadaan diharapkan jeli dalam membuat jadwal lelang” (10 Juni)

“Jadwal Pelelangan yang disusun tetap mengacu pada PerPres no.54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah” (10 Juni)

“Jadwal Pelelangan untuk paket Kegiatan e-Proc (disarankan) disusun berdasarkan hari kalender tanpa memperhitungkan libur/cuti bersama” (10 Juni)

“Jadwal Pelelangan untuk paket Kegiatan Non e-Proc (disarankan) disusun berdasarkan hari kalender dengan memperhitungkan libur/cuti bersama” (10 Juni)

“Jadwal Lelang yang telah selesai disusun dapat dipergunakan kembali pada paket kegiatan lain yang memiliki jadwal lelang yang sama” (10 Juni)

“Untuk penyusunan paket kegiatan yang dilelangkan secara elektronik/e-Proc dapat dilakukan oleh setiap Panitia Pengadaan apapun Jabatannya” (10 Juni)

“Namun Untuk Pengumuman paket kegiatan yang dilelangkan secara elektronik/e-Proc hanya dapat dilakukan oleh Ketua Panitia Pengadaan” (10 Juni)

“Jika diperlukan, Panitia Pengadaan dapat mangubah jadwal Pelelangan tanpa harus meminta ijin pada Admin System” (10 Juni)

“Kemampuan Panitia Pengadaan untuk mengubah jadwal Pelelangan sudah dapat dilakukan pada aplikasi SPSE LPSE Badung saat ini” (10 Juni)

“untuk dapat melakukan perubahan jadwal Pelelangan, Panitia Pengadaan mutlak mencantumkan alasan perubahan yang jelas” (10 Juni)

“Setiap perubahan Jadwal Pelelangan, baik Rekanan atau masyarakat dapat memantaunya dari halaman LPSE Badung dengan transparan” (10 Juni)

“Apabila jumlah peminat tidak mencapai syarat minimal (3 rekanan), Panitia Pengadaan dapat membatalkan/mengulang proses pelelangan” (10 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Paket Lelang oleh Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Dalam pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, setiap Panitia Pengadaan berhak mengumumkannya di halaman LPSE” (9 Juni)

“sedangkan Pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/e-Proc, mutlak diumumkan oleh Ketua Panitia Pengadaan” (9 Juni)

“Setiap pengumuman pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, tidak dapat dihapus/dibatalkan melalui sistem” (9 Juni)

“Pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, dilakukan dengan menerbitkan Surat pembatalan lelang” (9 Juni)

“Surat Pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, ditembuskan di halaman LPSE” (9 Juni)

“Setiap pengumuman pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/ e-Proc, dapat dihapus/dibatalkan melalui sistem” (9 Juni)

“Penghapusan/pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/ e-Proc, hendaknya disertai dengan alasan yang jelas” (9 Juni)

“Untuk mengumumkan Paket Kegiatan yang akan dilelangkan, Panitia Pengadaan wajib mengisi field/kolom yang berisi tanda bintang (*)” (9 Juni)

“Ada 2 model Pengumuman untuk pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc” (9 Juni)

“Untuk paket kegiatan tunggal dan diluar Jasa Konstruksi, silahkan menggunakan form Pengumuman Model A” (9 Juni)

“Untuk paket kegiatan jamak atau Jasa Konstruksi, silahkan menggunakan form Pengumuman Model B” (9 Juni)

“Untuk bisa menyusun dan mengumumkan paket kegiatan yang akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc, mutlak membutuhkan Admin Agency LPSE” (9 Juni)

“Admin Agency LPSE bertugas untuk memasukkan Kode Anggaran, Pagu dan Nama Kegiatan yang akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc” (9 Juni)

“Paket Kegiatan yang dilelangkan secara elektronik akan tampil di halaman LPSE sesuai jadwal pengumuman yang telah ditentukan sebelumnya” (9 Juni)

“Setiap jadwal dan aktifitas yang dilakukan dihalaman LPSE mengacu pada jam Sistem yang tertera di bawah halaman LPSE” (9 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Selamat Pagi, Hari ini kami akan berbagi Tips bagi Panitia Pengadaan untuk lingkup e-Procurement” (9 Juni)

“Panitia Pengadaan tetap memegang peranan penting serta bertanggungjawab dalam setiap proses Pelelangan baik e-Proc maupun non e-Proc” (9 Juni)

” Untuk mampu melaksanakan tugas sebagai Panitia Pengadaan di halaman LPSE, mutlak membutuhkan UserID dan Password Panitia Pengadaan” (9 Juni)

“Untuk bisa mendapatkan UserID dan Password, seorang Panitia Pengadaan dapat menyerahkan data pribadi kepada Admin Agency LPSE” (9 Juni)

“Data yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan UserID dan Password Panitia Pengadaan meliputi Nama, NIP, al.email, no.telp dan No.SK Penunjukan” (9 Juni)

“Untuk keamanan disetiap aktifitas, Panitia Pengadaan diharapkan untuk menjaga dan mengelola akun ID dan passwordnya secara bijak” (10 Juni)

“Tips #LPSE Badung. Lakukan perubahan password secara berkala untuk mencegah penyalahgunaan dan pembobolan akun LPSE” (24 Mei)

“Apabila Panitia Pengadaan tidak dapat mengingat password yg telah digunakan sebelumnya, silahkan gunakan opsi ‘lupa password’” (10 Juni)

“..atau menghubungi Admin Agency LPSE Badung @pandebaik untuk melakukan Reset Password” (10 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Aplikasi Apendo LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Apendo merupakan Aplikasi Pengamanan Dokumen pada Layanan Pengadaan Secara Elektronis (LPSE) yang diperuntukkan bagi Panitia dan Peserta” (25 Mei)

“Apendo merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)” (25 Mei)

“Apendo merupakan Aplikasi yang digunakan untuk mendekripsi file-file penawaran yang dienkripsi oleh peserta lelang LPSE, begitu sebaliknya” (25 Mei)

“Apendo dapat diunduh melalui Halaman User Panitia Pengadaan Barang/Jasa dan Peserta / Rekanan / Penyedia” (25 Mei)

“Ukuran File Installer #Appendo untuk Panitia Pengadaan sekitar 1,55 MB dan #Apendo untuk Peserta/Penyedia sekitar 1,80 MB” (25 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Periksa kembali kelengkapan file Dokumen Penawaran sebelum di-sandi dengan #Appendo dan dikirimkan” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Gunakan satu aplikasi Appendo untuk satu bendera. Hindari kegagalan penawaran Sejak dini” (24 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (1) Exctract terlebih dahulu file Installer Apendo dengan menggunakan aplikasi Kompresi” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (2) Buka file Apendoxx.exe dan gunakan USERID serta password Default yang tertera dalam Help/Bantuan Aplikasi” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (3) Untuk #Panitia, buka file ApendoPanitia.exe dan gunakan UserID lpselkpp serta Password panitialpse” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (4) Untuk #Penyedia, buka file ApendoPeserta.exe dan gunakan UserID lpselkpp serta Password rekananlpse” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (5) Silahkan mengganti USERID beserta password Aplikasi segera setelah berhasil melakukan Login” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (6) Apabila lupa dengan UserID dan password yang digunakan, hapus file DAT yang terdapat dalam Folder Aplikasi” (25 Mei)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Paket Lelang oleh Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Dalam pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, setiap Panitia Pengadaan berhak mengumumkannya di halaman LPSE” (9 Juni)

“sedangkan Pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/e-Proc, mutlak diumumkan oleh Ketua Panitia Pengadaan” (9 Juni)

“Setiap pengumuman pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, tidak dapat dihapus/dibatalkan melalui sistem” (9 Juni)

“Pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, dilakukan dengan menerbitkan Surat pembatalan lelang” (9 Juni)

“Surat Pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, ditembuskan di halaman LPSE” (9 Juni)

“Setiap pengumuman pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/ e-Proc, dapat dihapus/dibatalkan melalui sistem” (9 Juni)

“Penghapusan/pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/ e-Proc, hendaknya disertai dengan alasan yang jelas” (9 Juni)

“Untuk mengumumkan Paket Kegiatan yang akan dilelangkan, Panitia Pengadaan wajib mengisi field/kolom yang berisi tanda bintang (*)” (9 Juni)

“Ada 2 model Pengumuman untuk pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc” (9 Juni)

“Untuk paket kegiatan tunggal dan diluar Jasa Konstruksi, silahkan menggunakan form Pengumuman Model A” (9 Juni)

“Untuk paket kegiatan jamak atau Jasa Konstruksi, silahkan menggunakan form Pengumuman Model B” (9 Juni)

“Untuk bisa menyusun dan mengumumkan paket kegiatan yang akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc, mutlak membutuhkan Admin Agency LPSE” (9 Juni)

“Admin Agency LPSE bertugas untuk memasukkan Kode Anggaran, Pagu dan Nama Kegiatan yang akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc” (9 Juni)

“Paket Kegiatan yang dilelangkan secara elektronik akan tampil di halaman LPSE sesuai jadwal pengumuman yang telah ditentukan sebelumnya” (9 Juni)

“Setiap jadwal dan aktifitas yang dilakukan dihalaman LPSE mengacu pada jam Sistem yang tertera di bawah halaman LPSE” (9 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar e-Proc Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“#AplikasiSPSE tidak memerlukan biaya Lisensi, baik lisensi SPSE itu sendiri maupun perangkat lunak pendukungnya” (19 Mei)

“Aplikasi ini dikembangkan dengan semangat efisiensi nasional sehingga tidak memerlukan biaya lisensi” (19 Mei)

“SPSE,aplikasi e-pengadaan yg dikembangkan oleh Direktorat e-Procurement-LKPP utk digunakan oleh LPSE di instansi pemerintah sluruh Indonesia” (19 Mei)

“Ada dua pengumuman Lelang yang ditampilkan di halaman LPSE Badung. e-Proc dan non e-Proc” (8 Juni)

“Untuk paket/kegiatan yang dilelangkan melalui e-Proc dapat dipantau di halaman depan/utama atau melalui Menu ‘Cari Paket Lelang di sisi kiri” (8 Juni)

“Untuk paket/kegiatan yang dilelangkan melalui Non e-Proc/Konvensional dapat dipantau melalui Menu ‘Cari Lelang Non e-Proc di sisi kiri halmn” (8 Juni)

“Pengertian Pelelangan secara e-Procurement dapat dilihat pada PerPres no. 54 Tahun 2010 Bab I, Pasal 1, poin 37” (8 Juni)

“Pengadaan secara elektronik atau E-Procurement adalah Pengadaan Barang/Jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi (1) ” (8 Juni)

“dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan #pengertian pengadaan #e-Procurement (2)” (8 Juni)

“Terpantau sekitar 43 paket kegiatan di PemKab Badung yang sudah diadakan secara elektronik/e-procurement” (8 Juni)

“16 paket diantaranya diLelangkan oleh Panitia Pengadaan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Badung” (8 Juni)

“19 paket diLelangkan oleh Panitia Pengadaan Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung” (8 Juni)

“4 paket diLelangkan oleh Panitia Pengadaan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung” (8 Juni)

“dan msg”1 paket diLelangkan oleh Panitia Pengadaan Bappedalitbang, Dishubkominfo, sekretariat DPRD dan Disbud Kabupaten Badung” (8 Juni)

“Sekedar Informasi, hingga hari ini @LPSEBadung sudah melelangkan 73 paket Pengadaan dari 91 paket yang diajukan oleh 8 SKPD” (24 Juni)

“Ada 70 UserID Panitia @LPSEBadung yang sudah dibagikan untuk 25 SKPD dari 35 yang ada di Pemkab Badung” (24 Juni)

“Hingga hari ini, Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung menduduki peringkat pertama Pengadaan melalui e-Proc dengan 46 Paket Lelang” (24 Juni)

“diikuti Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga dengan 17 paket Lelang e-Proc dari 32 paket yang diajukan” (24 Juni)

“serta Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung dengan 8 paket lelang melalui jalur e-Proc” (24 Juni)

“Semua proses paket yang dilelangkan melalui jalur e-Proc dapat dilihat oleh Awam sekalipun di halaman milik @LPSEBadung” (24 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di http://lpse.badungkab.go.id/ atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar LPSE Pemkab Badung

3

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“LPSE Badung merupakan Lembaga yang menyelenggarakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik di lingkungan Pemerintah Kab.Badung” (19 Mei)

“LPSE adalah unit kerja yang dibentuk untuk melayani ULP/Panitia Pengadaan yang akan melaksanakan pengadaan secara elektronik” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (1) Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (2) : Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2003” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (3) : Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (4) : Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006” (19 Mei)

“Ada yg ingin diketahui terkait LPSE? Silahkan tanyakan kepada kami melalui halaman Tanya Jawab LPSE Badung” (10 Mei)

“Bagi yang ingin mengikuti proses lelang e-proc Pemkab Badung, silahkan daftarkan emailnya terlebih dulu di halaman LPSE Badung” (23 Mei)

“Tips #LPSE Badung. Lakukan perubahan password secara berkala untuk mencegah penyalahgunaan dan pembobolan akun LPSE” (24 Mei)

“Bagi Masyarakat yang ingin ikut serta memantau Proses Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Pemkab Badung, silahkan akses alamat #LPSE Badung” (24 Mei)

“Apabila halaman #LPSE Badung tidak dapat diakses, silahkan kontak kami melalui akun Twitter” (24 Mei)

“Tim kami bisa ditemui di gedung @LPSEBadung saat hari dan jam kerja. Diluar itu hanya Free Wifi dan Server saja yang ada :p” (24 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

MenKominfo berencana Blokir FaceBook dan Twitter ? OH NOOO

10

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang menarik dari pidato pak Presiden BeYe di media televisi beberapa waktu lalu. Beliau seakan menyalahkan Media yang ramai memberitakan kisruh di tubuh partainya hanya gara-gara sms dan juga BBM (bukan Bahan Bakar Minyak, tapi BlackBerry Messenger :p) yang dmengaku sebagai nazaruddin, bomber suap yang kini berada di negeri antah berantah.

Salah satu Buntut dari pidato pak BeYe tersebut adalah munculnya keinginan pak Tif MenKominfo kita yang senang berpantun lewat akun twitternya itu, untuk mengontrol bahkan memblokir media jejaring sosial seperti FaceBook atau Twitter yang kerap bahkan di luaran digunakan sebagai salah satu sarana paling mashyur untuk menggulingkan pemerintahan. Lihat saja Mesir dan Libya, begitu pula Malaysia.

Namun agaknya Beliau lupa bahwa tidak semua orang memanfaatkan kedua akun jejaring sosial tersebut secara negatif bahkan ekstrem. Apabila kemudian benar Beliau melakukannya, maka bersiap-siaplah bagi semua Rekan yang kini telah merasakan banyak manfaat positif dari kedua media jejaring sosial tersebut.

FaceBook maupun Twitter merupakan salah satu sarana yang paling ampuh untuk berpromosi. Baik itu untuk menjajakan barang dagangan yang berupa ponsel dan gadget terkini (walau kebanyakan bodong alias Tukang Tipu), Kebaya dan asesoris wanita (lirik-lirik Istri) atau bahkan buku, Novel dan tabloid terbaru seperti yang dilakukan Leutika, Tabloid Sinyal dan Pulsa.

Selain berdagang berdagang dan berbisnis, kedua media jejaring sosial tersebut merupakan sarana paling ampuh untuk berkomunikasi, dan tentu saja berinteraksi antar dua, tiga bahkan seribu orang dalam satu waktu. Bayangkan berapa biaya yang diperlukan apabila aktifitas ini dilakukan via video conference, voice call, sms atau bahkan kopi darat atau bersua langsung ?

Bahkan ada juga yang memanfaatkan kedua media tersebut secara 100% Positif untuk membangun persahabatan, rasa persaudaraan bahkan untuk meneruskan informasi apabila ada hal-hal yang harus disampaikan untuk mewujudkan satu event tertentu. Reuni misalkan.

Sekedar Informasi bahwa Reuni Alumni SMAN 6 denpasar Angkatan 1992 yang dilakukan pada April 2010 lalu, murni merupakan buah positif akan keberadaan media jejaring sosial FaceBook sehingga koordinasi antar alumni dapat erat tetap terjaga, apapun media komunikasi yang digunakan. Juga Reuni Alumni SMAN 6 Denpasar 25 Tahun yang sedianya dilakukan 25 Juli mendatang.

Demikian halnya dengan rentetan kegiatan Yowana Paramartha Warga Pande dari sekedar berkumpul dalam jumlah terbatas hingga terbentuknya wadah organisasi di tiap kabupaten dan tentu saja wujud nyata partisipasi para anggotanya merupakan buah positif dari keberadaan dua media tersebut.

…dan meski bersifat tidak resmi, dua akun Twitter yang mengambil nama sebuah institusi pendidikan Pariwisata di Nusa Dua dan juga lembaga yang mengelola layanan Pengadaan secara elektronik Pemkab Badung, berusaha mengudara untuk memberikan berbagai informasi yang sedianya berguna bagi masyarakat ataupun mereka yang membutuhkannya.

Jadi tidak selamanya loh yang namanya pemanfaatan media jejaring sosial itu akan selalu bersifat negatif. Dan kalau benar bakalan diBlokir… oh Nooo… jangan sampai deh Pak MenKom…

PanDe Baik memperkenalkan @LPSEBadung akun Twitter non-Official LPSE Pemkab Badung

2

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“LPSE Badung merupakan Lembaga yang menyelenggarakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik di lingkungan Pemerintah Kab.Badung” (19 Mei)

“LPSE adalah unit kerja yang dibentuk untuk melayani ULP/Panitia Pengadaan yang akan melaksanakan pengadaan secara elektronik” (19 Mei)

“Informasi lebih lanjut silakan kontak kami di [email protected]” (19 Mei)

“alamat LPSE Badung dapat diakses melalui lpse.badungkab.go.id” (19 Mei)

Empat Informasi diatas merupakan awal dari keberadaan akun Twitter @LPSEBadung untuk berusaha ikut serta eksis di dunia maya, 19 Mei 2011 lalu.

Bukan tanpa alasan kami meluncurkan akun Twitter non-Official  LPSE Pemkab Badung.

Ditengah gencarnya arus informasi yang berlalu lalang di dunia maya, beberapa instansi dan unit pemerintah tampaknya sudah mulai memperlihatkan kemajuan untuk saling bertukar ataupun mempublikasikan informasi dari/kepada Masyarakat secara singkat dan padat. Atas dasar itulah, Twitter sebagai salah satu akun jejaring sosial dunia maya yang hanya memperbolehkan penggunanya untuk berbagi informasi sepanjang 140 karakter, kemudian menjadi pilihan kami. Tujuannya adalah untuk berbagi informasi dan Tips seputar Proses Pengadaan Barang dan Jasa yang dilakukan secara Elektronik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Namun untuk dimaklumi, bahwasanya akun @LPSEBadung bukan merupakan kebijakan Resmi dari Pemerintah Kabupaten Badung sehingga dalam pengelolaannya tidak didukung oleh Anggaran ataupun hal-hal yang berkaitan dengan formalitas lainnya. Semua ini murni berangkat dari kreatifitas kami, Tim LPSE Badung dalam memberikan inovasi dan sedikit pengetahuan bagi masyarakat atau para pelaku yang memang membutuhkan informasi seputar Pengadaan Barang dan Jasa, disertai Tips-Tips ringan untuk mempermudah langkah dan kerja.

Untuk itu, bagi Rekan-rekan yang berminat untuk mengetahui bagaimana Proses serta Tips-Tips seputar Informasi pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, dan secara kebetulan memiliki pula akun jejaring sosial Twitter, silahkan Follow @LPSEBadung mulai hari ini.

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

TweetDeck, Aplikasi Wajib Jejaring Sosial pada Android

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Pernah merasa kewalahan untuk berinteraksi lewat semua akun jejaring sosial dalam satu waktu melalui perangkat ponsel ? jangan khawatir, kalian tidak sendiri. Hehehe…

Memiliki satu akun FaceBook untuk berteman dan cuap-cuap di dunia maya sepertinya tidaklah cukup. Belum lengkap jika tanpa diselingi dengan Twitter dan tentu saja FourSQuare. Bisa jadi ada banyak lagi yang dimiliki, seperti MySpace, HiFive atau bahkan buatan anak bangsa yang diakusisi Yahoo, Koprol. Lantas, bagaimana caranya agar bisa tetap eksis didunia maya tanpa perlu direpotkan banyak aplikasi jejaring sosial dalam sebuah perangkat ponsel Android ? Gunakan saja TweetDeck.

TweetDeck merupakan sebuah aplikasi StreamReader yang dikembangkan oleh Ian Dodsworth dimana memungkinkan pengguna untuk mengakses lebih banyak akun lintas jejaring sosial melalui satu tampilan layar. Aplikasi yang pada awalnya diperuntukkan bagi pemilik dan pengguna akun jejaring Twitter ini, telah dikembangkan ke berbagai Platform seperti Microsoft Windows, Mac, linus bahkan perangkat mobile seperti Apple dengan iOS-nya dan tentu saja Android. Dalam perjalanannya, selain mampu mendukung Twitter, aplikasi ini pun mampu menjalankan beberapa akun jejaring sosial lainnya seperti FaceBook, MySpace, Linkedin dan juga FourQuare.

Uniknya, dengan menggunakan aplikasi TweetDeck ini, pengguna dapat melakukan Update Status (istilah beken para pemilik akun jejaring sosial), secara serempak di semua akun yang dimiliki. Saya pribadi hingga kini telah menggunakannya untuk akun Twitter, FaceBook dan FourSQuare sekaligus.

Dalam menggunakan aplikasi  TweetDeck ini, pengguna dapat melakukan perintah ReTweet, Reply dan  Reply All untuk akun Twitter, Comment dan Like untuk akun FaceBook serta Shout untuk akun FourSQuare ditambah masing-masing fungsi tambahan Share dan Translate bagi yang kesulitan untuk memahami Tweet rekan lain. Sedangkan untuk Update Statusnya selain menginputkan karakter huruf, TweetDeck juga mampu untuk berbagi gambar/foto dan juga Lokasi.

Untuk dapat mengenali penggunaan masing-masing akun, TweetDeck memberikan opsi perbedaan warna untuk menandai akun. Abu tua untuk Twitter, Biru tua untuk FaceBook  dan Biru muda untuk FourSQuare. Kalaupun pengguna menginginkan agar TweetDeck membedakan layar untuk masing-masing akun pun bisa. Tinggal menambahkan kolom tersendiri (add Column) untuk setiap akun yang dimiliki.

Fitur ‘add Column’ ini bisa juga digunakan untuk menambahkan kolom tersendiri bagi akun Twitter  Pribadi atau yang secara mengkhusus membahas topik tertentu seperti BaleBengong dengan topik seputar Bali, BlogDokter dengan info seputar Kesehatan, TeknoUp dengan info seputar Teknologi, GadgetLover dengan info gadget terkini, Ditlantasbali dengan info lalu lintas atau OrangDewasa dengan info ‘dewasa’nya.

Penggunaan TweetDeck sebagai salah satu media yang menggabungkan berbagai akun jejaring sosial dalam satu aplikasi, rupanya memiliki pesaing bernama Seesmic yang dapat pula ditemukan pada ponsel Android bahkan NoteBook dengan basis Microsoft Windows sekalipun. Namun pada intinya, ketimbang kerepotan dalam mengelola banyaknya akun jejaring sosial dalam sebuah perangkat ponsel khususnya Android, mengapa tidak ?