Akun Jejaring Sosial yang bikin Ketagihan (2)

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Twitter. Setelah akun FaceBook dinyatakan booming saat masa kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat, Twitter pula merupakan salah satu media akun Jejaring Sosial yang dimanfaatkan secara maksimal untuk menjaring pemilih yang cenderung ‘lebih intelek. Dikatakan demikian karena adanya aturan keterbatasan karakter pada pilihan ‘Update Status’ yang hanya mampu mengakomodir sebanyak 140 karakter saja. Lebih sedikit dari pesan sms yang mencapai 160 karakter. Itu sebabnya, pengguna Twitter dituntut pintar dalam membagi informasi dengan memenggal kalimat per kalimat agar dapat lebih mudah dimengerti atau dipahami oleh pengguna lainnya.

Jika pada akun FaceBook, pengguna diwajibkan untuk menyetujui proses pertemanan untuk mendapatkan informasi atau kabar terkini dari kedua pihak pengguna, maka pada akun Twitter tidak demikian adanya, meski ada peraturan tak tertulis untuk wajib mem-FollowBack akun pengguna lainnya. Itu sebabya di dunia Twitter dikenal dua istilah status pertemanan yaitu Follower atau Pengikut adalah pengguna yang lain yang memilih untuk mengikuti dan mengetahui segala informasi yang kita sampaikan lewat akun Twitter, dan Following untuk daftar akun pengguna lain yang kita ikuti informasi yang disampaikannya.

Istilah lain yang kemudian wajib diketahui adalah Follow (opsi untuk mengikuti informasi dari pengguna Twitter lainnya) dan unFollow (opsi untuk menghentikan informasi dari pengguna Twitter lain yang sebelumnya diikuti). Istilah ini kerang lebih sama artinya dengan istilah ‘Add Friend’ dan ‘Remove Friend’ pada akun FaceBook, namun secara default tidak memerlukan persetujuan dari akun yang akan diikuti informasinya. Bicara soal ikut mengikuti ini, beberapa aplikasi bahkan mampu memberikan opsi untuk mendapatkan informasi dari akun Twitter sesorang tanpa harus melakukan aksi ‘Follow’ tadi.

Ada juga istilah Mention untuk melakukan tembusan kepada pengguna akun Twitter lain yang dapat diketahui oleh pengguna Twitter secara umum dengan cara menggunakan tanda (@). Sekedar informasi bahwa Tanda (@) inilah yang kemudian menjadi tanda pengenal identitas antar pengguna akun Twitter. Ada lagi istilah Direct Message untuk mengirimkan pesan pribadi kepada pengguna akun Twitter tertentu yang mensyaratkan pertemanan kedua belah pihak.
Terbatasnya penggunaan karakter yang mampu diakomodir dalam setiap informasi yang disampaikan, membuat ketenaran akun Twitter tak seheboh jumlah pengguna akun FaceBook. Meski demikian, pemanfaatan akun Twitter lebih banyak digunakan oleh para selebriti, tokoh tertentu hingga pelayan masyarakat untuk berbagi informasi yang penting atau bermanfaat hingga akun Anonim yang hanya sekedar melemparkan joke, lelucon bahkan cerita horor dan informasi korupsi.

Beberapa akun Twitter yang tergolong memiliki banyak pengikut atau Follower lantaran secara berkala berbagi informasi yang dirasa dibutuhkan, datang dari @ladygaga yang tempo hari batal manggung di Indonesia, @Poconggg milik Ariefmuhammad pemilik blog yang berhasil merilis sebuah Novel atau @blogdokter akun yang rajin berbagi tips dan informasi kesehatan.

Jika kawan sudah merambah ke akun Twitter, jangan lupa follow akun @pandebaik :p

Foursquare. Berbeda dengan dua akun Jejaring Sosial sebelumnya, Foursquare atau yang lebih dikenal dengan istilah 4SQ ini lebih memanfaatkan lingkungan sekitar atau lokasi tertentu untuk berbagi informasi ataupun status kepada pengguna lainnya. Untuk bisa menggunakannya secara akurat, setidaknya dibutuhkan perangkat mobile yang mendukung GPS sehingga memudahkan pencarian Venue atau istilah lain dari lokasi, yang terdekat dengan pengguna. Meski tanpa memanfaatkan teknologi tersebutpun, pengguna atau pemilik akun Foursquare masih tetap dapat menggunakannya.

Jika dalam akun FaceBook dikenal dengan istilah ‘Update Status’, maka dalam akun Foursquare dikenal dengan istilah ‘Check Ins’. Tapi tunggu dulu, jangan berpikiran negatif jika membaca istilah tadi. Lantaran akun Foursquare yang berbasis Lokasi inilah, maka istilah ‘Check Ins’ dipergunakan sebagai tanda bahwa kita sebagai pengguna akun, memang benar berada didalam area atau Venue tersebut.

Salah satu manfaat terbesar dari penggunaan akun Foursquare ini adalah mampu menemukan berbagai tempat atau lokasi yang sekiranya dicari berdasarkan kata kunci tertentu di sekitar pengguna secara cepat. Misalkan kategori Kuliner atau tempat makan, dari hasil pencarian di akun Foursquare bakalan tertera daftar Venue yang ada diseputaran lokasi pengguna yang masuk dalam kategori tersebut. Tentunya daftar Venue yang ada merupakan hasil input atau catatan yang telah didaftarkan sebelumnya oleh pengguna akun Foursquare lainnya.

Untuk mendukung bagaimana gambaran lokasi atau Venue yang akan dikunjungi, biasanya akan ada beberapa komentar dari pengguna Foursquare sebelumnya yang dapat dijadikan sebagai acuan. Bisa juga dengan melakukan kontak pada ‘sang penguasa’ lokasi yang dikenal dengan istilah Mayor. Bahkan ada juga beberapa Diskon yang ditawarkan oleh ‘penguasa’ Venue tadi sebagai daya tarik untuk mengundang pengguna akun Foursquare lainnya berkunjung.

Meski demikian, dari sekian banyak pengguna akun Foursquare ada juga sebagian yang memilih untuk menjadi seorang ‘Jumper’. Istilah ini muncul lantaran akun Foursquare menawarkan sejumlah Badges yang dapat diraih oleh pengguna Foursquare atas kunjungan mereka pada Venue tertentu, dengan memenuhi syarat tertentu pula. Badges ini minimal dapat dijadikan sebagai tanda bahwa yang bersangkutan pernah datang dan hadir di Venue tersebut. Nah, istilah pengguna ‘Jumper’ tadi merupakan pengguna akun Foursquare yang sebenarnya tidak sedang berada di Venue tersebut alias melakukan aktifitas ‘Check Ins’ bohongan, untuk mendapatkan sejumlah Badges dengan berusaha pula memenuhi persyaratan tadi. Penulis sendiri merupakan pengguna akun Foursquare kategori terakhir.

LinkedIn. Akun Jejaring Sosial yang satu ini bisa dikatakan sangat berbeda dengan akun Jejaring Sosial lainnya, lantaran secara fungsi bisa dikatakan lebih mirip Networking antar pekerja professional ketimbang jaringan pertemanan biasa. Salah satu opsi pilihan yang menguatkan pemikiran diatas adalah adanya kolom biodata pekerjaan, pengalaman dan summary dari pihak yang barangkali berwenang untuk memberikan pernyataan demi mendukung kredibilitas dari penggunanya.

Dari segi jumlah, peminat akun LinkedIn bisa dikatakan sangat minim jika dibandingkan akun FaceBook atau bahkan Twitter sekalipun. Namun fungsi utama dari yang bisa Penulis tangkap adalah sebagai satu referensi bagi pemberi lowongan pekerjaan atau bahkan pencari kerja yang memang membutuhkan tenaga atau tempat kerja yang sepantasnya dengan kemampuan yang dimiliki.

Meski mengusung maksud serius, akun LinkedIn memiliki pula opsi untuk berbagi Status ataupun group yang sedianya digunakan sebagai ajang diskusi atau mailing list berbagi informasi. Namun jangan harap bisa menemukan fitur Tag atau opsi menulis di Wall teman seperti halnya akun FaceBook, lantaran LinkedIn memang tidak mengakomodir kemampuan tersebut.

Sebenarnya masih banyak akun Jejaring Sosial lainnya yang bisa diulas kali ini seperti :

  • Google+ akun yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google untuk menyaingi keberadaan akun FaceBook yang sayangnya bisa dikatakan gagal jika dilihat dari pengembangannya,
    Koprol akun buatan anak bangsa yang kemudian diakuisisi oleh Yahoo! dengan memanfaatkan Lokasi atau Venue sebagai basis layaknya Foursquare,
    Hi5 akun Jejaring Sosial yang muncul dijamannya Friendster namun kurang menggeliat keberadaannya di tanah air,
    MySpace masih seangkatan dengan Friendster dan Hi5, salah satu akun Jejaring Sosial yang sangat diminati di Amerika sana. Menggunakan istilah Moods untuk emoticons yang dapat digunakan dalam menggambarkan suasana hati pengguna, kini lebih banyak digunakan oleh para musisi yang ingin mengunggah karyanya untuk dikenal lebih luas di kalangan pengguna MySpace.
  • Boleh-boleh saja jika Kawan merasa asyik untuk melakukan hubungan sosial lewat akun jejaring macam diatas, demi tujuan ‘mendekatkan yang jauh’, asal jangan sampe lalu menjadikan hubungan ‘menjauhkan yang dekat’ yah.

    Akun Jejaring Sosial yang bikin Ketagihan (1)

    2

    Category : tentang TeKnoLoGi

    ‘Hare Gene gag punya FaceBook ?’ ledek seorang kawan saat mengetahui kawan lama masa SMA kami yang kedapatan masih enggan bergabung di akun jejaring sosial hasil karya Mark Zuckerberg yang fenomenal itu.
    FaceBook bisa dikatakan merupakan salah satu penyebab utama tingginya tingkat penggunaan layanan data internet di Indonesia, termasuk salah satu penyebab juga tingginya tingkat penjualan perangkat mobile smartphone seperti BlackBerry. Akan tetapi tahukah kawan jika FaceBook hanyalah merupakan salah satu dari banyak akun jejaring sosial yang istilah kerennya Social Networking yang begitu digemari baik di Indonesia maupun secara global ?

    Akun Jejaring Sosial ini kurang lebih dapat diartikan sebagai satu peta atau struktur yang menghubungkan satu individu dengan individu lainnya, kelompok atau komunitas yang dilansir dalam bentuk elektronik atau digital dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dunia maya. Karena sifatnya yang mampu menghubungkan itulah, tidak menutup kemungkinan bahwa struktur yang terlibat didalamnya berasal dari berbagai tingkatan persaudaraan, pertemanan, pendidikan bahkan kepulauan dan negara.

    Tujuan dari penggunaan akun Jejaring Sosial ini sebenarnya cukup sederhana, sebagai tali silaturahmi antar individu, menjaga agar tetap dapat berkomunikasi walau terpisah jarak yang sangat jauh hingga memecahkan masalah yang barangkali sedang dihadapi oleh masing-masing individu. Yang sayangnya, kini malah sudah melenceng jauh dari konsep awal tersebut.

    Ada banyak kasus penyimpangan penggunaan atau pemanfaatan akun Jejaring Sosial yang bisa dicatat sejauh ini. Dari penipuan pembelian online, penculikan atau melarikan anak gadis, permusuhan dan pelaporan pencemaran nama baik, hingga kampanye satu paham ideologi secara radikal. Dari semua catatan tersebut rata-rata malah menyalahkan keberadaan akun Jejaring Sosial , padahal yang sebenarnya patut disalahkan adalah penggunanya, karena diluar sana ada banyak manfaat yang dapat dipetik dari pemanfaatan akun Jejaring Sosial ini.

    Balik ke ‘FaceBook hanyalah salah satu dari banyak akun Jejaring Sosial’, berikut beberapa yang bisa kami sajikan sebagai gambaran.

    Friendster. Bicara akun Jejaring Sosial rasanya gag bakalan lepas dari akun yang satu ini. Didirikan pada tahun 2002 saat belum banyak penduduk Indonesia melek akan dunia maya, Friendster sudah mencoba untuk hadir di bagian dunia Asia Tenggara. Mampu meraup 8,2 Juta pengguna merupakan salah satu wujud keberhasilan pencapaiannya. Bahkan kabarnya Friendster dinobatkan sebagai asal muasal dari semua akun Jejaring Sosial yang sedang trend di masa kini. Kemampuannya yang dapat digunakan untuk berbagi informasi, data pribadi, foto hingga video rupanya digemari oleh 90% pengguna Asia seperti yang dicatat oleh Alexa (Wikipedia). Sayangnya, saat pihak pendiri Friendster merasa kewalahan dengan gempuran para pesaingnya, akhirnya memilih untuk menghapus semua konten dan beralih ke situr permainan online.

    FaceBook. Merupakan salah satu akun Jejaring Sosial yang paling diminati oleh setiap pengguna baru dunia maya. Didirikan pada tahun 2004 oleh Mark Zuckerberg sebagai situs pertemanan di kalangan universitas Harvard yang secara perlahan tapi pasti makin berkembang dan meluas. Akun FaceBook di Indonesia bahkan global kalau tidak salah baru mulai booming ketika mulai digunakan sebagai media kampanye oleh Presiden Amerika terpilih Barrack Obama yang diikuti pula dengan ketenaran perangkat ponsel pintar BlackBerry. Dengan jumlah pengguna yang mencapai angka 900 juta, membuat ketenaran FaceBook sebagai akun Jejaring Sosial yang kemudian berhasil difilmkan lewat the Social Network. Jumlah pengguna FaceBook di Indonesia kabarnya menduduki peringkat keempat di dunia.

    Untuk bisa menggunakan serta memiliki sebuah akun FaceBook pada dasarnya hanya bermodalkan satu alamat email saja. Walaupun kemudian terdapat pembatasan umur, faktanya masih bisa diakali dengan melakukan pemalsuan identitas terutama pada pilihan Tahun Lahir. Itu sebabnya, banyak anak-anak usia sekolah bahkan baru lahirpun sudah memiliki akun FaceBook.

    Banyak hal yang dapat dilakukan pada akun Jejaring Sosial yang satu ini. Dari Update Status sebagai tanda kabar terkini dari pengguna, berbagi foto, video atau sekedar link menuju alamat web lainnya, silaturahmi dan diskusi, bermain game online, bahkan kini sudah mulai dimanfaatkan sebagai tempat berjualan atau bisnis secara online.

    Untuk asas manfaat, sebenar banyak nilai positif yang bisa diambil dari penggunaan akun FaceBook ini. Salah satunya seperti yang Penulis lakukan tahun 2010 lalu, mengumpulkan kembali puluhan teman lama masa SMA untuk kemudian melakukan Reuni sekolah, atau membentuk Organisasi sosial keagamaan di sepanjang tahun 2011. Bahkan sempat juga digunakan sebagai sarana untuk memperluas jaringan pembaca pada blog pribadi dan mengais rejeki di Koran Tokoh. :p

    Meski demikian, lantaran rentan akan pemalsuan identitas seperti yang disebutkan diatas, pemanfaatan akun Jejaring Sosial FaceBook pun bisa jadi malah mendatangkan nilai Negatif bahkan cenderung merugikan. Contohnya ya seperti yang disebut sebelumnya. Penipuan,perselingkuhan, fitnah, saling ejek bahkan perkelahian pun bisa terjadi hanya gara-gara Status FaceBook. Itu sebabnya perlu ditanamkan pemikiran untuk berhati-hati atau waspada saat bertingkah laku di akun FaceBook. Hingga tidak salah jika ada yang mengatakan ‘Update Statusmu, Harimaumu’.

    TwitWar akun Anonim Twitter terkait Korupsi dan Pilgub DKI

    9

    Category : tentang Opini

    Awalnya begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda

    Kira-kira begitu kesan pertama yang dirasakan ketika berkenalan dengan akun anonim bernama Ade Ayu Sasmita yang dikenal publik Twitter dengan sebutan @TrioMacan2000. Akun yang sejak awal begitu rajin melakukan kultwit tentang pembongkaran korupsi yang menyangkut sekian banyak pejabat besar di Indonesia termasuk pak presiden eSBeYe lengkap dengan tingkah polah mereka. Praktis dalam waktu singkat jumlah Follower (istilah Pengikut dalam akun Twitter) perlahan melonjak drastis. Apalagi saat Admin akun yang bersangkutan mulai dikenal Media, naik di Jawa Pos salah satunya.

    Dari banyak pemaparan kasus korupsi yang ditawarkan ke publik, ada beberapa yang kemudian saya favoritkan untuk dibaca. Bahkan tak jarang pula di-ReTweet balik yang rupanya malah menimbulkan pro kontra di kalangan sejumlah teman. Saat itu akun @TrioMacan2000 bagaikan Dewa yang siap merobek jaring aksi korupsi negeri ini.

    Akun yang mengambil profile picture seorang wanita cantik ini makin menjadi saat PilGub DKI bergulir. Satu persatu calon Gubernur yang bakalan bertarung dalam memperebutkan kursi Jakarta 1 diulas habis-habisan. Yang pada akhirnya sangat kentara menyatakan dukungannya pada pasangan Cagub Jokowi-Ahok serta menelanjangi kasus korupsi dan kebobrokan Foke-Nara. Tidak heran jika melonjaknya perolehan suara yang diraih pasangan Jokowi pada putaran pertama, disebut-sebut tak lepas dari peran serta kultwit @TrioMacan2000.

    Lantas arah anginpun berbalik

    Masuk ke pra putaran kedua, dukungan akun @TrioMacan2000 berputar seratusdelapanpuluh derajat. Menelanjangi kasus korupsi calon Wakil Gubernur pasangan Jokowi yang dikenal dengan Ahok atau Basuki, dan memuja muji kelebihan sang lawan, pasangan Foke Nara. Publikpun mulai terhenyak. Apa yang sedang terjadi ?

    Di sisi lain, terpantau beberapa akun Twitter anonim lainnya seperti @Kurawa yang (kelihatannya) memiliki nama Rudi Valinka seorang Forensik Auditor, @winnercore aka Winner Jhonshon dan @Vampire_RI bereaksi dengan perubahan yang terjadi pada kultwit sang Macan yang dianggap ‘mulai kelihatan aselinya’.

    TwitWar pun dimulai.

    Ketika akun Macan mulai kelihatan galaknya dengan menjatuhkan sosok Ahok lengkap dengan reTweet dari beberapa akun sepaham lainnya, sisi lain mencoba menelanjangi kebenaran yang ada dibalik sosok akun sang macan. Ini dilakukan lantaran sang macan kemudian ‘tertangkap basah’ menghapus beberapa kultwit tentang kebusukan dan korupsi calon Gubernur pasangan Foke-Nara sembari terus menumpahkan ‘kebusukan’ calon Wakil Gubernur pasangan Jokowi-Ahok. Menanggapi aksi penelanjangan dirinya, sang macan pun terus mencoba untuk menjatuhkan balik akun anonim lawannya dengan berbagai analisa yang berasal dari ‘sumber yang bisa dipercaya’. Sebuah aksi yang makin ramai tentu saja.

    Uniknya, beberapa analisa (entah fakta atau kebenaran) yang disampaikan oleh akun @Kurawa kelihatannya banyak benarnya, mengingat ajang PilGub DKI merupakan aksi percontohan yang mampu dilakukan oleh akun @TrioMacan2000 sebagai lahan basah bisnis melakukan mobilisasi massa atau pencitraan publik. Sementara akun Twitter kini sudah mampu melakukan hal itu, seperti halnya yang terjadi di luar sana. Berbagai manuver cantikpun dimainkan.

    Akun Twitter bayaran memang sudah lama terdengar di telinga, terutama bagi mereka yang rajin berbagi informasi terkait hal-hal yang sekiranya menarik bagi sebagian besar Tweeps di dunia maya. Namun untuk dimanfaatkan sebagai sarana mengeruk uang dari pasangan calon pemimpin daerah, memang baru satu ini saja yang begitu fenomenal. Kabarnya setelah PilGub DKI, bakalan ada lagi manuver lainnya di PilGub dan PilBup daerah lain, menjadi sasaran tembak sang Macan.

    Perang analisa entah fakta ataupun fitnah yang dipaksakan oleh kedua pihak, menjadi satu pembelajaran baru bagi mata publik yang haus akan informasi dunia maya. Kini mereka harus pintar-pintar menelaah bahwa apa yang tersaji didepan mata, sebenarnya bukanlah hal yang patut dipercaya dan ditelan mentah-mentah.

    Mana yang kalian percaya untuk kasus kali ini ? akun @TrioMacan2000 dengan ribuan ‘akun Sekoci’ dan ‘Telur’nya ? ataukah akun @kurawa @Vampire_RI dan @winnercore yang kini memilih untuk berseberangan ? tentu semua ada pada tangan Anda.

    Jikapun pilihan diberikan kepada saya pribadi, satu hal yang kemudian saya lakukan adalah tidak membaca kultwit yang disampaikan oleh kedua belah pihak, meskipun dengan begitu pengetahuan yang saya dapatkan soal korupsi dan tingkah polah para pejabat negeri ini menjadi sedikit mundur. Setidaknya masih banyak akun anonim yang ada diluar sana, siap memberi banyak pengetahuan tambahan akan berbagai informasi penting yang sekiranya jauh lebih berguna bagi diri sendiri dan keluarga.

    Tips #Ngandroid akun Twitter @pandebaik

    2

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Awalnya sih gag pernah terpikirkan untuk mencoba eksis di dunia maya dengan mengambil spesialisasi bidang tertentu seperti milik senior Made Cock Wirawan yang mengelola dua akun @blogdokter dan @doktermade di jejaring sosial Twitter. Beliau ini merupakan salah satu dokter yang setia berbagi pengetahuan tentang kesehatan di Indonesia dan sayapun merasa beruntung lantaran Beliau dulu sempat pula membantu membidani kelahiran blog www.pandebaik.com di masa-masa awal. Makanya Gag heran kalo dua akun Twitter tersebut begitu banyak digemari hingga memiliki jumlah massa 347K follower. Sebuah angka yang fantastis dan memiliki beban tanggung jawab besar tentu saja.

    Akun pribadi @pandebaik sendiri dulunya masih berjalan aman tentram dengan seratusan follower yang berasal dari kalangan kawan blogger dan lingkungan kerja. Gag banyak informasi yang disampaikan setiap harinya, lebih ke hal-hal pribadi ataupun kegiatan sehari-hari. Menggunakan avatar yang gag jauh-jauh dari wajah si Robot Hijau yang dihiasi ID dunia maya, www.pandebaik.com.

    Tapi sejak pertengahan bulan April lalu, isi twit akun @pandebaik langsung berubah secara drastis perkembangannya. Dari yang gag pedulian jadi mendadak ramah dan mencoba setia berbagi ilmu. :p Gara-garanya sederhana, ditembak secara mendadak oleh akun @blogdokter dan @doktermade yang menyarankan sekian ribu followernya untuk memfollow akun @pandebaik jika ingin tahu lebih banyak soal Android. Nah lo…

    Android memang belakangan menjadi satu hobby yang getol direkomendasikan setiap kali ada kawan yang bertanya, dan bersyukur banyak juga yang termakan rayuan. Hehehe… tapi lebih bersyukur lagi bahwa mereka puas dengan petunjuk yang saya berikan. Itu sebuah nilai tambah saya kira. Jadi gag heran juga sih kalo ternyata beberapa kawan lain yang mendengar hobby saya ini malah menjadi berkah dalam langkah selanjutnya. Ada yang berkenan meminjamkan saya beberapa perangkat Android terbaru untuk didalami, ada juga yang memberikan ilmu secara tidak langsung lewat pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab. Dikatakan berkah, karena semua itu menjadi ide atau topik dari sekian banyak tulisan di blog www.pandebaik.com dan juga media Koran Tokoh yang setahun terakhir ini saya emban halamannya.

    Pasca penembakan tersebut, jumlah follower yang hadir di akun @pandebaik langsung melonjak secara drastis hingga 500an akun dalam hitungan jam, edan menurut saya. Satu hal yang seperti saya katakan tadi diatas, sama sekali gag pernah terpikirkan. Maka itu secara tidak resmi, tanpa ba bi bu lagi, informasi yang saya sampaikan jadi spesialisasi satu bidang yaitu tentang Android.

    Makin banyak jumlah Follower memang menyenangkan kata beberapa kawan dunia maya, artinya informasi atau tweet yang disampaikan, dibaca oleh sekian banyak akun lain dan bukan tidak mungkin disampaikan kembali ke follower lain (istilahnya ReTweet/RT) apabila informasi itu dianggap berguna. Bahkan kabarnya ada beberapa pemilik akun Twitter baru memiliki ambisi agar isi tweet yang ia sampaikan di RT kembali ke akun follower lain dengan melakukan Mention ke beberapa akun yang memiliki banyak follower. Sayangnya tidak demikian dengan yang saya rasakan. Bahwa makin banyak jumlah follower yang dimiliki, makin besar juga beban tanggungjawab untuk menyampaikan informasi yang berguna dan minimal informasinya bisa berkelanjutan secara berkala.

    Itu sebabnya akun @pandebaik selalu berusaha menurunkan beberapa topik tentang Android yang sekiranya bisa berguna bagi sejumlah follower meskipun kadang gag tahan juga untuk melakukan tweet tentang hal-hal dan kegiatan pribadi.
    Nah, dari sekian banyak Tweet yang disampaikan tentang Android rupanya ada juga topik yang rupanya belum pernah saya sampaikan lewat media blog, sehingga muncul keinginan untuk merangkum isi Tweet terkait topik-topik tertentu yang kemudian dipublikasikan kembali lewat halaman ini. Apa saja isinya nanti bakalan ditampilkan satu persatu dengan menggunakan hastag #Tips #Ngandroid. Ditunggu yah…

    NB : Ucapan Terima Kasih saya sampaikan kepada Dokter Made Cock Wirawan yang sudah membuka jalan lapang bagi akun Twitter @pandebaik, semoga Mentionnya terdahulu bisa ditindaklanjuti dengan informasi yang berguna bagi 700an follower lainnya.

    Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 7)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    KESIMPULAN

    Dengan memanfaatkan semua potensi yang ada di LPSE baik infrastruktur koneksi jaringan data berupa bandwidth yang notabene dibebankan pada anggaran rutin LPSE yang dibayarkan setiap bulannya juga dukungan perangkat yang memadai, pemanfaatan teknologi VoIP seperti Skype, Viber dan Tanggo, dan juga akun jejaring sosial Twitter, dapat menjadi salah satu alternatif untuk menekan pengeluaran biaya tambahan setiap bulannya untuk berkomunikasi secara lisan dan tulisan baik secara intern LPSE maupun ekstern (dengan LPSE lain, LKPP, panitia ataupun Penyedia Barang/Jasa).

    Jika kelak ini akan diwujudkan, tentu selain infrastruktur yang sudah ada, dibutuhkan pula sedikit pelatihan atau pendidikan tambahan bagi anggota LPSE yang akan mengelola atau memanfaatkannya.

    REFERENSI

    1. PanDe Baik, blog pribadi
    2. VoIP Wikipedia,
    3. Skype, Wikipedia
    4. Skype, web resmi
    5. Viber, web resmi
    6. Tango, web resmi
    7. Yahoo Messenger, web resmi
    8. Twitter, web resmi
    9. LPSE Badung, akun Twitter

    RIWAYAT PENULIS

    Pande Nyoman ArtaWibawa, ST.,MT.

    Admin Agency LPSE Badung kini sebagai Sekretaris LPSE Badung
    Staf pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung
    Blog : www.pandebaik.com
    Akun FaceBook : PanDe Baik
    Akun Twitter : @pandebaik
    Akun Skype : pandebaik06
    Ponsel : 083 119 540 188 (Whatsapp, Viber dan Tango) / 0361 852 9300
    email : [email protected] , [email protected]

    I Made Aryawan
    Admin PPE LPSE Badung
    Staf pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung
    Ponsel : 081 835 8410 / 081 236 797 768 / 081 558 001 028
    email : [email protected]
    [email protected]

    LINK UNDUH MATERI :

    Materi dalam format Digital PDF

    Materi dalam format Presentasi

    Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 6)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    2. Pemanfaatan akun Jejaring Sosial Twitter

    Salah satu fungsi Lembaga Pengadaan Secara Elektronik atau yang lebih dikenal dengan sebutan LPSE (seperti yang telah disebutkan diatas) adalah memberikan bantuan teknis dalam mengoperasikan sistem e-Procurement baik kepada Panitia dan Rekanan Penyedia barang/jasa. Bentuk-bentuk bantuan teknis itu dapat disampaikan saat LPSE memberikan Pelatihan secara langsung, diskusi tanya jawab melalui HelpDesk ataupun lewat email seperti yang telah dilakukan selama ini. Namun seiring pesatnya kemajuan Teknologi Informasi dua tahun terakhir, sebenarnya ada satu alternatif lain lagi yang dapat digunakan untuk berbagi atau meneruskan informasi (secara tulisan) tidak hanya kepada Panitia dan juga Rekanan Penyedia Barang/Jasa, namun juga untuk lingkup yang lebih luas.

    Twitter merupakan salah satu akun jejaring sosial ternama yang diperkenalkan oleh Jack Dorsey dan dikembangkan oleh Twitter Inc dari San Francisco California. Memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan secara luas ataupun dalam sebuah kelompok kecil dalam bentuk kicauan (Tweets). Twitter kadang disebut pula dengan istilah microblog, sebuah blog (web log) dengan kemampuan jumlah karakter yang terbatas, tepatnya 140 karakter saja.

    Tujuan penggunaan akun Twitter ini adalah untuk menyampaikan suatu pesan secara singkat dan cepat, dengan topik tertentu kepada orang lain dan mampu dikomentari balik oleh satu orang atau lebih pengguna akun Twitter lainnya. Seperti halnya akun jejaring sosial FaceBook, terkait topik bisa berupa informasi yang sekiranya berguna bagi orang lain, bisa juga hanya sebagai luapan emosi yang sebenarnya sama sekali tidak penting.

    Dalam pemanfaatan Twitter, terdapat istilah Follow, Following dan Follower. Follow merupakan aktifitas pilihan yang diberikan oleh pihak pengembang Twitter pada penggunanya untuk mengikuti semua pesan yang disampaikan oleh pengguna akun Twitter lainnya yang dianggap berisikan informasi menarik. Following adalah daftar akun pengguna Twitter lain yang di-Follow oleh pengguna atas kebutuhan informasi diatas. Dan Follower adalah daftar pengguna akun Twitter lain yang mem-Follow akun pengguna atas kebutuhan informasi yang disampaikan.

    Beberapa istilah lain yang kerap digunakan dalam akun jejaring sosial Twitter adalah Mention (@), Hastag (#) dan Direct Message (DM). Mention adalah komentar atau balasan yang ditujukan langsung ke akun pengguna Twitter secara spesifik dengan menandainya (@). Hastag (ditandai dengan tanda pagar) merupakan topik tertentu yang disampaikan berkaitan dengan isi pesan agar dapat dilihat dan ditemukan oleh orang lain dengan mudah yang ingin mencari topik yang sama. dan Direct Message (DM) merupakan pesan pribadi yang disampaikan secara langsung kepada akun pengguna Twitter lainnya secara pribadi tanpa bisa dilihat oleh pengguna Twitter lainnya.

    LPSE dalam perannya untuk memberikan bantuan teknis atau tambahan pengetahuan lain yang barangkali tidak sempat disampaikan pada saat Pelatihan ataupun diskusi tanya jawab per telepon, dapat memanfaatkan Twitter sebagai sarana untuk meneruskan informasi yang dianggap penting untuk diketahui baik bagi Panitia, Rekanan Penyedia Barang/Jasa ataupun orang lain dan masyarakat yang memang berhak tahu dan berminat akan informasi Pengadaan melalui LPSE.

    Sebagai contoh, sebuah akun Twitter milik LPSE Badung yang diluncurkan bulan Mei 2011 lalu dan dikelola oleh Admin LPSE Badung, hingga hari ini telah berusaha untuk berbagi informasi terkait pengadaan yang diumumkan melalui halaman LPSE Badung. Terpantau beberapa tips seputar pengadaan baik itu yang berkaitan dengan penggunaan sistem SPSE, tips ringan terkait pengelolaan data akun dan userID baik bagi Panitia dan Rekanan Penyedia Barang/Jasa, tips penyusunan jadwal pelelangan,penggunaan Appendo, cara cepat untuk mengirimkan dokumen penawaran atau beberapa kebijakan yang dipandang perlu untuk diketahui secara luas. Bahkan beberapa tweets diantaranya meneruskan pula informasi pengadaan terakhir yang diumumkan baik lewat jalur e-Proc maupun non e-Proc dan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan secara offline.

    Dalam mendukung penggunaan akun Twitter milik LPSE Badung, kerap menggunakan beberapa istilah yang ditandai dengan Hastag untuk mempermudah pengguna lain melakukan pencarian akan topik-topik tertentu. Seperti misalnya hastag #RakornasLPSE yang menandakan bahwa setiap Tweet yang diperbaharui merupakan rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan Rakornas LPSE ke-7, sejak Rapat Persiapan Panitia bulan Oktober lalu hingga kegiatan diselenggarakan.

    Semua informasi diatas dapat dikelola dan diperbaharui melalui berbagai macam media, baik itu perangkat desktop pc ataupun telepon genggam seluler dari brand apapun (sejauh mendukung aktifitas penggunaan Browser) dan tentu saja, koneksi data.

    Keberadaan akun Twitter milik LPSE Badung (@LPSEBadung) di dunia maya ternyata tidak sendirian. Dari 47 (empat puluh tujuh) akun Twitter yang kini telah menjadi Follower, terdapat setidaknya 2 (dua) akun Twitter LPSE dari Universitas Mulawarman (@lpseunmul) dan akun Twitter milik LPSE KotaWaringin Timur (@lpsekotim).

    Salah satu kelebihan penggunaan akun Twitter dibandingkan akun jejaring sosial lainnya seperti Facebook misalnya, bahwa informasi yang disampaikan dapat dibaca secara luas oleh setiap pengguna akun Twitter lain tanpa harus berteman (istilah di jejaring sosial FaceBook) atau mem-Follow pemilik akun. Apalagi dengan memanfaatkan aplikasi client yang dapat diakses dari berbagai media dan perangkat seperti Tweetdeck atau Seesmic, informasi yang disampaikan baik melalui akun Twitter ataupun Hastag tertentu dapat dikelompokkan dan ditampilkan menjadi satu halaman khusus.

    Apabila kemudian dalam perjalanan ada pengguna akun Twitter lain ingin bertanya informasi yang berkaitan dengan kegiatan dan sistem LPSE, dapat dilakukan dengan cara Mention (@LPSEBadung) atau Direct Message (DM). Cara dengan menggunakan mention dapat diambil apabila informasi yang ditanyakan bersifat publik atau boleh diketahui oleh umum. Namun apabila sudah masuk ke ranah rahasia, bisa memanfaatkan Direct Message tadi.

    Pemanfaatan akun jejaring sosial Twitter sebagai salah satu alternatif pilihan komunikasi data sekaligus pelayanan dan bantuan teknis dalam bentuk tulisan, seperti halnya diatas, tidak dibebankan biaya tambahan lagi diluar biaya koneksi data bagi unit LPSE.

    Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 5)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    c. Tango

    Tango merupakan salah satu alternatif akses komunikasi suara yang memanfaatkan koneksi jaringan data yang didirikan pada November 2009 di Palo Alto California. Berdasarkan keterangan secara resmi melalui website mereka, bahwa selain disediakannya versi desktop atau pc, penggunaan aplikasi Tango untuk saat ini hanya mampu didukung oleh perangkat telepon genggam seluler berbasis sistem operasi iOS (iPhone, iPod Touch, iPad) dan Android versi 2.1 keatas. Persyaratan lainnya yang ditetapkan adalah dukungan perangkat dan juga ketersediaan operator akan jaringan data minimal 3G atau Broadband. Sehingga seperti halnya dua aplikasi diatas, persoalan kualitas suara akan kembali pada layanan paket data operator yang digunakan.

    Selain Free Calls, Tango menyediakan pula fitur Video Calling yang dapat digunakan secara gratis oleh pengguna. Untuk itu, perangkat yang digunakan harus pula mendukung fitur video call yang minimal menyertakan kamera depan untuk fasilitas bertatap muka.

    Memanfaatkan daftar kontak yang ada dalam perangkat ponsel atau telepon genggam dan juga Contact pada perangkat NoteBook/pc, Tango secara otomatis akan melakukan pencarian terhadap nomor yang ada dalam daftar dan menggunakan layanan Tango, hingga memungkinkan terjadinya komunikasi.

    Aplikasi Tango murni mengandalkan nomor ponsel yang digunakan oleh pengguna tanpa proses registrasi menggunakan alamat email atau identitas lainnya. Jadi akan jauh lebih aman terhadap percobaan penipuan di ranah dunia maya.
    Ketidakterbatasan wilayah yang mampu didukung baik untuk melakukan panggilan ataupun video call secara internasional membuat Tango dapat menjadi salah satu alternatif akses komunikasi suara yang memanfaatkan koneksi data tanpa mengeluarkan biaya tambahan lagi.

    d. Yahoo Messenger

    Diluar ketiga alternatif aplikasi diatas, ada satu alternatif lain lagi yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi suara yang memanfaatkan layanan data. Yahoo Messenger.

    Yahoo Messenger merupakan aplikasi yang sudah sedemikian tenarnya dengan Skype. Memiliki komunitas tersendiri karena kemampuannya yang selain mencakup instant messaging lengkap dengan emoticon yang beragam, text messaging layaknya sms, pertukaran file multimedia, pula digunakan untuk voice dan video call. Sayangnya untuk bisa menggunakannya secara sempurna, Yahoo Messenger mensyaratkan kepemilikan alamat email berdomainkan Yahoo.

    Aplikasi ini bisa digunakan dalam perangkat desktop pc ataupun telepon genggam selular yang telah mendukung aktifitas dunia maya. Tidak lagi terpaku pada penggunaan OS tertentu seperti halnya aplikasi diatas. Uniknya, baik dalam versi desktop pc ataupun Mobile, selain mendukung fitur Chat antar pengguna Yahoo Messenger, pula bisa digunakan untuk Chat antar pengguna akun FaceBook.

    Dibandingkan dengan Skype dan Tango, fitur Video Call yang ada didalam penggunaan aplikasi Yahoo Messenger hasilnya jauh lebih lambat padahal menggunakan paket data plan dari operator yang sama. Jeda pada suara kerap terjadi dan gambar yang tampak lebih banyak terputus atau tertunda. Dalam penggunaan pada perangkat Android, untuk bisa memanfaatkan fasilitas Video Call, pengguna harus menginstalasi plugins video tambahan yang memang sudah tersedia di Market.

    Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 4)

    2

    Category : tentang TeKnoLoGi

    a. Skype

    Skype menurut Wikipedia adalah sebuah program komunikasi bebas (dapat diunduh gratis) dengan teknologi P2P (peer to peer) dengan tujuan penyediaan sarana komunikasi suara (voice) berkualitas tinggi yang murah berbasiskan internet untuk semua orang di berbagai belahan dunia. Pengguna Skype dapat berbicara dengan pengguna Skype lainnya dengan gratis. Teknologi ini ditemukan oleh wirausahawan Niklas Zennström dan Janus Friis, yang kemudian berkompetisi dengan protokol terbuka VoIP yang sudah ada. Skype yang dibentuk pada bulan September 2003 lalu dibeli oleh perusahaan lelang internet raksasa di Amerika e-Bay pada bulan September 2005 dan bermarkas di Luxembourg, Jerman dengan kantor-kantor di London, Inggris, Praha, Rusia dan San Jose, California, A.S.

    Dalam perjalanannya, Skype kemudian dikembangkan sebagai salah satu alternatif akses komunikasi suara yang termurah yang dapat dimanfaatkan melalui sarana Komputer/Notebook yang berbasis OS Windows, Mac dan Linux, telepon genggam seluler atau ponsel dan perangkat Tablet PC yang berbasiskan OS Windows, iOS, Android, Blackberry dan Symbian, dan juga perangkat Televisi tertentu yang dirilis oleh Sony, Samsung dan Panasonic.

    Untuk penggunaan Gratis, selain fungsi telepon atau akses komunikasi lewat data, Skype menyediakan pula fitur untuk memanfaatkan Video Calling dengan lawan bicara dan juga instant messaging apabila diperlukan. Sedangkan untuk penggunaan berbayar, Skype menambahkan sejumlah besar fitur tambahan lainnya seperti Conference Call atau akses komunikasi data dalam sebuah grup lengkap dengan Group Videonya.

    Secara penggunaan cuma-cuma pula, yang dibutuhkan untuk dapat memanfaatkan Skype selain perangkat dan koneksi data hanyalah alamat email untuk memenuhi syarat pendaftaran dan penggunaan akun. Sedangkan untuk mendapatkan nomor panggil yang spesifik seperti halnya nomor telepon genggam seluler biasa, pengguna diwajibkan membeli fasilitas Credit dari Skype.

    Sayangnya, seperti halnya proses registrasi di dunia maya yang menggunakan alamat email, data pengguna yang dilampirkan dalam proses penggunaan Skype sangat rentan akan penipuan atau pengiriman email sampah (junk mail). Untuk mengatasinya, pengguna dapat menggunakan alamat email alternatif atau identitas yang disamarkan.

    b. Viber

    Viber merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Viber Media Inc. secara khusus bagi para pengguna telepon genggam selular atau ponsel dan tabletPC yang berbasis sistem operasi iOS (iPhone, iPod Touch, iPad) dan Android agar dapat menggunakan atau memanfaatkan fungsi telekomunikasi suara atau telepon dan juga Text Message atau Chat Messenger secara Gratis, dengan memanfaatkan koneksi jaringan data 3G atau WiFi.

    Aplikasi Viber dapat diunduh melalui Android Market dan App Store milik iOS secara Gratis. Jika untuk aplikasi Skype pengguna mutlak membutuhkan alamat email, untuk Registrasi Viber pengguna murni mengandalkan Nomor Ponsel yang digunakan. Tanpa permohonan melampirkan email ataupun penggunaan PIN seperti halnya perangkat BlackBerry secara khusus. Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh pihak pengembang Viber Media Inc, selain dapat diunduh dan digunakan secara Gratis, juga bebas dari tampilan iklan (yang biasanya menghiasi layar perangkat seperti halnya aplikasi lain yang juga bersifat Free).

    Demikian pula terkait kualitas suara dari beberapa kali hasil uji coba yang kami lakukan, jernih selayaknya jaringan GSM, namun kembali lagi pada kekuatan tangkapan sinyal atau jaringan koneksi data yang didukung dalam area pengguna. Fasilitas Free Calls atau Telepon Gratis menggunakan Viber juga dapat dimanfaatkan untuk bertelepon dalam skala Internasional atau interlokal tanpa dipungut biaya tambahan (diluar koneksi) sepeserpun.

    Sayangnya seperti yang telah dikatakan diatas, dukungan perangkat aplikasi Viber untuk saat ini baru diperuntukkan bagi pengguna yang memiliki perangkat iPhone dan Android saja. Meski keterangan dari pihak pengembang Viber melalui website resminya, akan segera dialokasikan pula untuk pengguna BlackBerry. Jadi, untuk dapat memanfaatkan fasilitas akses komunikasi suara lewat koneksi data dengan Viber, pengguna diharuskan untuk memiliki sebuah perangkat telepon genggam seluler ataupun Tablet PC yang berbasis iOS atau Android.

    Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 3)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    PEMBAHASAN

    Meski kini sudah tersedia fasilitas TTS (Trouble Ticketing System) yang dapat ditemukan pada masing-masing jendela pengguna akun LPSE, namun terkadang dalam beberapa kasus yang dialami oleh masing-masing LPSE apalagi diawal pembentukan atau terkait dengan gangguan Server, membutuhkan saran, jawaban atau tindakan yang sesegera mungkin ditangani oleh induk organisasi dalam hal ini, LKPP komunikasi verbal/suara masih kerap harus dilaksanakan dan pada kenyataanya kegiatan ini terbukti membutuhkan biaya yang tidak sedikit setiap bulannya.

    Sesungguhnya ada jalan lain yang dapat ditempuh untuk membantu mengatasi permasalahan biaya diatas yaitu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi akses komunikasi data. Setidaknya ada dua teknologi yang dapat digunakan secara optimal untuk itu. Pertama, Teknologi komunikasi suara yang memanfaatkan data atau melalui Internet Protocol (VoIP) sebagai alternatif komunikasi verbal /lisan baik yang dilakukan untuk kalangan secara intern dan ekstern. Teknologi kedua bernama Twitter, salah satu Jejaring Sosial yang kini sedang menjadi trend dan kerap digunakan sebagai sarana untuk berbagi informasi yang dapat digunakan sebagai alternatif komunikasi melalui tulisan.

    1. Pemanfaatan VoIP untuk LPSE

    Voice over Internet Protocol yang lebih popular dengan sebutan VoIP, IP Telephony, Internet telephony atau Digital Phone menurut Wikipedia adalah sebuah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Data suara tersebut diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket data dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa.

    Bentuk paling sederhana dalam sebuah sistem VoIP adalah dua buah komputer yang terhubung dengan internet. Syarat-syarat dasar untuk mengadakan koneksi VoIP adalah komputer yang terhubung ke internet, memiliki kartu suara yang dihubungkan dengan speaker dan microphone. Ditambah dukungan perangkat lunak khusus, kedua pemakai komputer akan bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Bentuk komunikasi tersebut bisa berupa pertukaran file, suara, maupun gambar. Jika kedua lokasi terhubung dengan jarak yang cukup jauh (antar kota, bahkan antar negara) maka bisa dilihat keuntungan dari segi biaya. Kedua pihak hanya perlu membayar biaya pulsa internet saja, yang nilainya akan lebih murah daripada biaya pulsa telepon sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) atau internasional (SLI).

    Keuntungan lain dalam menggunakan VoIP, selain biaya yang dihabiskan lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh, VoIP dapat memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara sehingga tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara. Disamping itu memungkinkan pula banyak variasi penggunaan dari peralatan atau perangkat yang ada, misalkan dari PC disambung ke telepon biasa, atau dengan perangkat telepon sellular.

    Satu-satunya Kelemahan dalam menggunakan VoIP untuk saat ini adalah kualitas suara dlam percakapan akan sangat bergantung pada kualitas koneksi yang digunakan/didapat. Jika koneksi internet yang digunakan adalah koneksi internet pita-lebar/broadband, maka kualitas suara akan jernih tanpa jeda, bahkan lebih jernih dari sambungan telepon biasa dan tidak terputus-putus.

    Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 2)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    LATAR BELAKANG

    Berbicara Teknologi tak ubahnya seperti berbicara inovasi inteligensia manusia yang tiada henti. Hampir dalam setiap satuan waktu, ada saja temuan teknologi baru yang muncul dan dapat membantu memenuhi kebutuhan manusia dalam setiap aktifitasnya.

    Bandingkan saja dengan satu dekade lalu, dimana saat itu teknologi sudah bisa dikatakan cukup maju yang ditandai dengan maraknya penggunaan perangkat Personal Digital Assistant (PDA) sebagai pengganti buku agenda untuk mencatatkan jadwal atau rencana kegiatan, berlaku sebagai sekretaris pribadi yang siap memberikan informasi apa saja melalui dunia maya hingga berinteraksi dengan ratusan akses sarana hiburan.

    Dengan berbasiskan sistem operasi Palm dan Windows Mobile, sebuah perangkat Personal Digital Assistant berukuran segenggaman tangan sudah dapat digunakan untuk mendukung hampir semua aktifitas rutin yang dilakukan oleh setiap orang secara mobile. Orang tak lagi bergantung pada sebuah perangkat komputer desktop hanya untuk terhubung ke dunia maya. Sayangnya, dengan harga yang cukup mahal untuk ukuran saat itu, bisa dikatakan belum banyak orang yang mampu menjangkau dan memiliki perangkat tersebut.

    Di Indonesia, kebutuhan akan sebuah perangkat teknologi yang dapat dimanfaatkan sebagai sebuah perangkat akses komunikasi data bisa dikatakan baru mulai menampakkan eksistensinya pada tahun 2005/2006 dimana vendor raksasa Nokia tergolong rajin menurunkan perangkat mobilenya dengan harga yang terjangkau. Demikian pula saat vendor ternama dari Kanada yang memperkenalkan layanan data, Research In Motion (RIM) menurunkan sederetan perangkat fenomenal mereka yang bernama BlackBerry. Dua fitur utama yang mereka tawarkan yaitu Messenger dan Push Email tampaknya mampu menarik perhatian para pengguna untuk memanfaatkan atau sekedar latah mencoba.

    Demikian halnya untuk saat ini, Bahwa yang namanya teknologi perangkat terlihat semakin maju dan canggih, bahkan beberapa diantaranya sudah mampu mengakomodasi kebutuhan manusia akan menjalankan hobi, seperti fotografi, video editing atau bahkan bermain musik. Hal ini terjadi setelah Apple melalui karya besar seorang Steve Jobs melahirkan iPhone dan iPod Touch yang berbasiskan sistem operasi iOS dan didukung pula oleh application store mereka bernama iTunes, siap memberikan banyak pilihan kemudahan untuk berinteraksi baik kebutuhan serius, pekerjaan, hingga hiburan. Disusul pula oleh Google, mesin pencari yang kini makin meraksasa, terhitung setelah mengakusisi perusahaan bernama Android mulai mengembangkan sistem operasi yang diperuntukkan bagi perangkat mobile dan diperkenalkan pada publik sejak Februari 2009 lalu. Android sendiri ditenggarai lebih banyak meniru tumbuh kembang iOS yang hadir lebih dulu baik dari segi teknologi yang digunakan maupun dukungan aplikasi dari pengembang pihak ketiga.

    Makin terjangkaunya akses teknologi data yang ditawarkan oleh para operator lengkap dengan data plan penggunaan melengkapi semua kemajuan teknologi perangkat yang nyatanya kini makin banyak berkembang untuk segala macam kebutuhan.

    Layanan Pengadaan Secara Elektronik atau yang lebih dikenal dengan sebutan LPSE, merupakan sebuah unit kerja yang melayani proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan secara elektronik. Dalam pelayanannya, LPSE menggunakan sistem aplikasi e-Procurement SPSE, sebuah sistem aplikasi pengadaan yang dikembangkan oleh LKPP yang bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya. Selain sebagai pengelola sistem e-Procurement, LPSE juga berfungsi untuk menyediakan pelatihan, akses internet dan bantuan teknis kepada Panitia pengadaan/ULP dan Penyedia barang/jasa, serta melakukan registrasi dan verifikasi terhadap Penyedia barang/jasa.

    Dalam operasionalnya, LPSE membutuhkan akses internet sebagai komponen utama dalam melakukan transaksi proses di dalam aplikasi SPSE. Adapun akses internet yang dimaksudkan adalah koneksi data atau bandwidth yang diperuntukkan bagi perangkat server agar dapat tetap menjalankan sistem SPSE selama 24 jam penuh dan juga koneksi tambahan yang diperuntukkan bagi para anggotanya untuk menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing yang berkaitan dengan paparan tugas (job description) di LPSE. Dengan adanya koneksi tambahan ini, serta didukung pula oleh kemajuan perangkat yang ada saat ini makin mempermudah akses menuju portal LPSE yang dapat dilakukan secara mobile dari berbagai perangkat termutakhir dan diluar jam kerja sekalipun.

    Disisi lain LPSE kerap harus melakukan komunikasi baik internal maupun eksternal, secara lisan maupun tulisan. Secara internal, LPSE biasanya berinteraksi baik dengan keanggotaan sendiri dalam mengelola lembaga yang diemban, dan juga berinteraksi dengan LKPP Pusat manakala dibutuhkan suatu koordinasi atau penyampaian keluhan/permasalahan, sedangkan secara eksternal komunikasi dilaksanakan sehubungan dengan bantuan teknis dan pelatihan baik kepada Panitia Pengadaan /Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (POKJA ULP) maupun Penyedia Barang/Jasa terkait penggunaan dan pembaharuan cara kerja sistem.

    Sayangnya untuk dapat melakukan semua komunikasi diatas, LPSE kemudian dibebankan biaya yang cukup tinggi setiap bulannya sebagai konsekuensi dari penyampaian maksud yang lebih banyak dilakukan secara verbal atau telepon baik menggunakan sarana komunikasi telepon milik kantor (pada jam kerja) dan telepon genggam selular milik pribadi (di luar jam kerja). Padahal dengan adanya kemajuan perangkat Teknologi komunikasi yang notabene sudah memiliki banyak aplikasi pendukung untuk membantu mempermudah akses antar perangkat, ditambah ketersediaan infrastruktur koneksi data pada masing-masing unit LPSE ataupun anggotanya yang telah dibekali sarana koneksi skala kecil, seharusnya dapat dioptimalkan secara maksimal untuk mendukung jalannya operasional LPSE.

    Terkait dengan hal tersebut, dalam paper ini kami mencoba untuk memberikan gambaran tentang alternatif pemanfaatan beberapa fitur aplikasi internet yang tersedia untuk dapat dipergunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan akan komunikasi yang intensif namun tidak menimbulkan tambahan beban biaya komunikasi, sehingga dengan demikian diharapkan komunikasi diantara sesama LPSE maupun antara LPSE dengan LKPP dapat menjadi lebih efektif dan efisien yang pada akhirnya akan dapat lebih meningkatkan kinerja LPSE di seluruh Indonesia.

    Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 1)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Tulisan berikut merupakan Materi yang kami sampaikan mewakili LPSE Badung dalam Rakor LPSE Nasional ke-7 di Hotel Sanur Paradise 21 – 23 November 2011 lalu. Adapun materi ini disampaikan bersama empat orang Narasumber lainnya dalam salah satu sesi di Ruang Negara 22 November 2011 pada pukul 13.00 wita. Sekedar informasi bahwa hal yang melatarbelakangi lahirnya Materi tersebut adalah berangkat dari kesulitan serta pengalaman kami, Admin PPE dan Admin Agency LPSE Badung dalam berkoordinasi dan berkonsultasi dengan HelpDesk LKPP Pusat, dalam usahanya mengelola aplikasi SPSE Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

    Disamping itu, sudah sepatutnyalah kami bersyukur atas segala daya upaya dan ketajaman ilmu yang kami dapatkan selama setahun terakhir pasca kepemilikan perangkat ponsel Android yang kemudian menjadi sebuah alternatif solusi bagi kesulitan yang kami alami sepanjang tahun 2011 lalu.

    Mengingat media BLoG www.pandebaik.com merupakan media publikasi pribadi, maka untuk penyajian Materi “Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE” akan kami pecah menjadi beberapa bagian tulisan agar tak menghabiskan ruang terlalu panjang. Dan di bagian akhir akan kami sertakan pula soft copy Materi dalam dua bentuk format file, pertama format digital lengkap sedari Abstrak, Latar Belakang, Pembahasan dan Kesimpulan, sedang format kedua menyajikan Materi yang dalam format Presentasi, sesuai dengan apa yang telah kami sampaikan saat Rakor LPSE Nasional ke-7 tempo hari.

    Semoga saja pemikiran kecil yang kami sumbangkan kali ini dapat memberikan banyak manfaat kedepannya baik bagi kelangsungan LPSE secara intern ataupun ekstern dengan pihak-pihak yang berkaitan.

    ABSTRAK

    Salah satu konsekuensi dari pembentukan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) adalah munculnya beban biaya komunikasi baik untuk komunikasi data dalam hal ini biaya bandwidth perangkat dan sistem maupun biaya pulsa percakapan (voice).

    Dalam prakteknya pembengkakan biaya seringkali terjadi pada biaya percakapan daripada biaya bandwidth yang cenderung tetap, digunakan secara optimal atau tidak. Pembengkakan tersebut terjadi sebagai akibat dari kegiatan komunikasi verbal/suara yang harus dilakukan dalam rangka melaksanakan fungsi organisasi yaitu terkait bantuan teknis (helpdesk) kepada pengguna aplikasi LPSE (Panitia/Pokja ULP serta Penyedia Barang/Jasa) maupun untuk kepentingan koordinasi, baik antar sesama anggota LPSE maupun dengan LKPP sebagai induk organisasi tertinggi.

    Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin pesat, ternyata memberikan peluang untuk menjawab permasalahan diatas. Dimana saat ini ada beberapa perangkat keras dan aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan komunikasi secara intens namun tidak menimbulkan beban biaya.

    Pemanfaatan beberapa aplikasi seperti Skype, Viber dan Tango yang menggunakan teknologi berbasis Voice over Internet Protocol (VoIP) merupakan alternatif pilihan yang cukup efektif untuk keperluan komunikasi verbal/suara sedangkan pemanfaatan jejaring sosial seperti tweeter dapat menjadi alternatif yang efektif untuk berbagi informasi secara tulisan.

    Kedua alternatif diatas murni memanfaatkan akses komunikasi data (bandwidth) yang setiap bulannya menjadi beban biaya rutin yang harus dibayarkan LPSE dalam mendukung operasional perangkat dan sistem.

    Kata Kunci : LPSE, VoIP, Skype, Viber, Tango, Twitter, Komunikasi, Data, Voice