Tubemate, Unduh Cepat Video Favorit Akun Sosmed [Update]

Category : tentang TeKnoLoGi

Setahun lalu sebenarnya sudah pernah menurunkan postingan tentang aplikasi TubeMate, Mudah Unduh Video di Android.
Salah satu aplikasi yang powerful untuk mengunduh streaming video dan menjadikannya koleksi pada ponsel Android, dari portal penyedia YouTube. Bisa didapat secara gratis melalui halaman web tubemate.net yang sayangnya memang tidak tersedia di pasar aplikasi resmi Google Play. Bagi yang emoh menginstalasi aplikasi dari luar pasar aplikasi resmi, kelak akan menjadi kendala besar.

“Ponsel Android Jaman Now sudah memiliki akses ke YouTube Offline, jadi buat apa install TubeMate lagi ?”
Tanya seorang kawan beberapa waktu lalu.

Meski sama-sama bisa diunduh dan disimpan pada ponsel dan bisa dimainkan kembali tanpa membutuhkan koneksi internet lagi, bedanya aplikasi TubeMate dengan YouTube Offline adalah file hasil unduhan bisa ditemukan pada storage ponsel, dan dibagikan atau share kembali ke ponsel atau media lainnya dalam bentuk video biasa, bukan sekedar link. Satu kelebihan yang jauh lebih baik bukan ?

Nah, di postingan kali ini ada [update] yang ingin saya tularkan lagi dari pembaharuan aplikasi TubeMate yang sudah mencapai versi 3.15. Dengan tambahan fitur dukungan, mampu mengunduh video favorit dari sejumlah akun SosMed.
FaceBook, InstaGram dan terakhir tentu saja Twitter.
Secara cepat dan mudah.
Bagaimana ?

Ya. Untuk aplikasi TubeMate versi 3.15 pihak pengembang sudah menanamkan kemampuan pengunduhan dari akun SosMed Twitter dimana hingga bulan lalu saat saya masih berusaha mencobanya, video hanya bisa diunduh dari layar pc/laptop menggunakan mobile Twitter dari jendela Browser. Sementara kemampuan pengunduhan dari akun SosMed FaceBook dan InstaGram sudah tertanam pada versi 3.0 sebelumnya.

Ini jelas menarik mengingat banyaknya Joke Retjeh di akun Twitter yang tidak kalah uniknya dengan InstaGram maupun FaceBook. Macam video Joged boneka Oppo yang dimodif musiknya menjadi themesong Pokemon, cukup menarik perhatian anak-anak hingga video kompilasi ucapan singkat seorang cewek yang dishare oleh akun @highendcircle. Cukup membuat saya senyum-senyum sendiri dengan hebatnya kemampuan si pembuat video menebak-nebak kata yang diucapkan. Kalian bisa menemukan tweetnya disini.

Caranya Gampang.
Buka aplikasi TubeMate, lalu arahkan halaman ke SosMed yang diinginkan, trus Login dengan akun yang dimiliki. Scroll ke video yang diinginkan dan buka videonya. Bakalan muncul tanda panah ke arah bawah dalam lingkaran merah, sebagai opsi unduh dalam berbagai pilihan resolusi layar. Berikan nama filenya, lalu Unduh.
File bisa ditemukan pada Internal Storage folder Video.
Mudah bukan ?

Polling akun Twitter Bang @iwanfals Bikin Gerah

Category : tentang InSPiRasi

Sosial Media Twitter belakangan ramai pasca dimulainya Gong Pilkada DKI Jakarta yang menyajikan 3 pasangan calon Cagub dan Cawagub. Jadi makin ramai setelah aksi Bela Agama tanggal 4 November lalu yang sepertinya memiliki agenda lain dari apa yang dikoarkan banyak pihak. Namun terlepas dari semua karamaian itu, rupanya ada satu akun yang bisa jadi berawal dari keisengan belaka, sudah membuat jagat Twitter tambah gerah. Akun miliknya Bang Iwan Fals.

@iwanfals terpantau per tanggal 12 November kemarin mengunggah sebuah polling khas Twitter yang menanyakan soal ‘andai pilkada dki dilaksanakan sekarang, siapa pilihanmu ?’
Wiii… ndak kurang dari 38ribuan Votes yang memberikan suara dadakan terkait opsi pilihan yang ada. (20%) agus ; (62%) ahok ; dan (18%) anies. 38,117 votes – Final results. Edan ya ?

Dan bisa ditebak, banyak dari para Follower Legenda Musik Tanah Air ini mempertanyakan balik keberpihakannya setelah melihat hasil Polling. Padahal semua hasil yang terpampang tentu datang dari para netizen baik berstatus follower diantara 930K itu, atau teman si follower. Lucu…

Demi menetralkan suasana, sehari kemudian muncul Polling susulan dari akun yang sama. ‘duh bikin polling kok pada berantem, jadi mending dihapus apa nggak ya pollingnya ?’

Sepuluh persen dari jumlah Votes sebelumnya, menyatakan (24%) hapus ; dan (76%) jangan hapus. 3,310 votes – Final results. Makin heboh deh. Hehehe…

Saking Hebohnya, di hari yang sama muncul lagi Polling baru. ‘Kerja Jokowi ?’ (73%) bagus ; (12%) buruk ; dan (15%) biasa saja. 16,374 votes – 1 hour left (kalian masih boleh Votes saat tulisan ini dibuat, kalo mau).

polling-iwan-fals

‘oke, lanjut ya, tema2 lagu yg menarik ?’ (34%) cinta ; (20%) lingkungan hidup ; (40%) sosial & politik ; dan (06%) religi. 9,444 votes – 4 hours left. Ini membuktikan bahwa sesungguhnya Bang @iwanfals masih dikangeni banyak Followernya untuk membuat karya yang senada kisah perjalanannya ketimbang tema Cinta yang akrab digeluti pasca Reformasi. Hehehe… Tapi yang satu ini ada yang menenggarai hanyalah sebuah Polling Pengalihan Isu dari Polling pertama yang Kontroversial itu.

‘hehe klo boleh tau berapa usiamu’ (3%) 0-17 ; (68%) 18-35 ; (27%) 36-53 ; dan (02%) 54 dstnya. 9,618 votes – 4 hours left.
‘lalu tingkat pendidikanmu’ (2%) sd ; (02%) smp ; (21%) sma ; dan (75%) mahasiswa. 8,909 votes – 4 hours left.
Dua Polling diatas, bisa jadi merupakan satu gambaran umum siapa follower Bang @iwanfals, meskipun secara jumlah pemberi suara gak sebanyak Polling sebelumnya.

‘klo gitu soal 4 juta penonton yg dulu itu gimana ya’ (70%) setuju ; sedangkan (30%) tidak setuju. 5,642 votes – 7 hours left. Khusus Polling ini kalo ndak salah terkait cita-cita yang bersangkutan menggelar konser musik yang sejauh ini masih tertunda.

‘Apakah Ahok Menistakan Agama’ (27%) ya ; (65%) tidak ; dan (08%) bingung. 14,459 votes – 13 hours left. Heladalah… Meskipun Votes masih berlangsung dan mayoritas mengatakan ‘Tidak’, rupanya banyak juga yang mengecam. Baik ditujukan pada pak Ahoknya, maupun pada si pemilik Polling, Bang @iwanfals. Hihihi…

‘oh ya, gimana dgn Habib Rizieq?’ ( 19%) oke ; (68%) nggak oke ; dan (13%) biasa saja. 4,920 votes – 15 hours left. Huahahaha… Polling terakhir yang saya tahu per pagi ini malah menyulut banyak pihak, utamanya mereka yang menganggap objek yang ditanyakan adalah Ulama. Sehingga banyak juga yang menganggap bahwa Bang @iwanfals menghina Ulama.

Padahal jawaban datang dari para Netizen loh… dan Netizen yang memberikan suara pada setiap Polling yang ada, bisa jadi tidak hanya terkonsentrasi di DKI Jakarta atau merupakan Semeton Muslim saja, seperti saya misalkan. Hehehe…

Bijak ber-Sosial Media tentang Share Link

Category : tentang iLMu tamBahan

Salah satu yang saya perhatikan sejauh memiliki akun FaceBook adalah kita terlalu Lebay untuk ikut menyebarkan informasi dari sebuah halaman web yang menceritakan sebuah penemuan baru yang disembunyikan banyak orang, yang bermanfaat bagi kesehatan, yang berupaya menarik simpati, emosi, dimana keabsahan isinya bisa jadi belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Semua di-share di halaman akun atas dasar kepedulian pada teman, atau bisa jadi bermaksud pencitraan diri.

Akan tetapi apakah kalian pernah sesekali memeriksa terlebih dulu isi informasi tersebut dengan menggunakan kata kunci inti melalui halaman pencari Google misalnya ?
Dengan maksud mencari pembanding untuk mendapatkan kesan pertama apakah informasi tersebut layak dipercaya atau tidak ?

Jangan sampai ketika informasi tersebut sudah mulai dipercaya dan dibanggakan banyak orang, lalu ada yang mampu membuktikan bahwa semua itu bohong belaka, secara tidak langsung kalian berperan dalam menyebarkan kebohongan itu sendiri. Karena dalam salah satu Trik menulis di dunia maya, cerita dibuat sedemikian menarik dengan judul fantastis, meski keakuratannya diragukan, bertujuan untuk menaikkan tingkat kunjungan atau terkait rate iklan didalamnya.

Maka bijaklah ber-Sosial Media.
Pahami dulu isi didalam cerita yang ingin kalian share sebelum mempublikasikannya.
Semoga bermanfaat.

Menjauhkan Diri dari… Sosial Media ?

2

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang Opini

Mungkin kalo dipikir-pikir, judul posting diatas kok rasanya malah kebalik ? Wong jaman masa kini era sosial media makin mendunia, lha ini malah mau menjauhkan diri dari semua akun pertemanan dunia maya ?

Tapi gak salah sih kalo kemudian maksud diatas dilihat dari kebutuhan pribadi.
Sepuluh tahun rasanya sudah cukup untuk melalui semua itu.
Meski di waktu lalu istilah Sosial Media belum begitu menjadi Trend, namun akun Friendster dan lainnya pernah menjadi bukti. Makin menjadi saat berkenalan dengan FaceBook, Twitter, Tumbler, Foursquare, Koprol, Path dan banyak lagi.

Apalagi kalo dimaknai jauh lebih dalam. Menjalani kehidupan sosial secara nyata misalnya, atau memperbanyak waktu untuk bekerja dan berkoordinasi, bahkan melewatkan waktu tumbuh kembang anak dengan lebih bijaksana. Tentu maksud diatas jadi lebih nyaman untuk diperjuangkan.

Sosial Media PanDe Baik

Akun FaceBook misalnya. Aksi deactivate kemarin rupanya mampu menjadi salah satu cara untuk memberikan kesempatan waktu pribadi pada anak dan keluarga. Jika sebelumnya akun pertemanan ini selalu ditengok saban waktu, pagi, siang, sore, malam, tengah malam, saat makan, sebelum tidur dan seterusnya dan seterusnya, kini semua waktu luang yang ada jadi makin berharga walaupun hanya untuk bercanda dengan mereka.

Akun Path ? Ha… sama saja. Begitu juga Foursquare yang sudah mulai ditinggalkan. Mungkin hanya Instagram dan Twitter saja yang masih disempatkan dibaca mengingat dua akun ini masih menawarkan hiburan yang lebih logis dan masuk akal.

Selain itu, say no to Social Media dulu deh.
Untuk saat ini setidaknya.

Mimpi Buruk Minggu ini

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang PeKerJaan

Gula Darah 292 mg/dl *sangat tinggi…
Kolesterol 214 *tinggi juga…
Tekanan Darah 100/90 *lha kok malah rendah…
Pening, banyak agenda menunggu minggu ini…
(Selasa, 16 September, 08.16 PM)

Minggu ini penuh dengan Mimpi Buruk… baru saja melewati Satu diantaranya, dan Besok harus bersiap menghadapi yang lainnya…
(Senin, 15 September, 03.58 PM)

Hanya dua kabar yang sempat saya sampaikan per minggu ini…

Capek, letih…

Banyaknya agenda dan rencana yang harus dijalani membuat kondisi saya turun sedemikian rupa. Cukup membuat mood ngilang dengan sendirinya. Sepertinya memang jadi alasan kuat untuk beristirahat. Tapi kapan ?

Saking bingungnya mengatur jadwal, ada beberapa kegiatan yang malah kemudian tidak bisa terakomodir. Entah apakah kawan lain bisa menerima kondisi ini atau tidak.

Pastinya, minggu ini semua campur aduk jadi satu. Fiuh…

(&_&) Agenda terakhir hari inipun sudah terlewati… Tinggal menunggu Agenda selanjutnya…

Balada #nasibPPK

2

Category : tentang PeKerJaan

Pernah mengikuti hastag #nasibPPK dan segala keluhan yang berkaitan dengannya di akun Twitter dan FaceBook milik saya ? he… rupanya semua berawal dari 30 Juli 2013, kali pertama mulai mengeluh akibat kesibukan baru sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Mau tahu apa saja alurnya ? yuk, diintip…

Jaga Kantor… ngelemburin berkas usulan Jalan Lingkungan… *hiks > 30 Juli

Kalo gag rapat, pasti deh ngurusin masalah keterlambatan atau usulan yg tak jua kunjung habisnya… *nasibnasibjadiPPK *GalauSeGalauGalaunya > 4 September

Menyusun Surat permohonan perubahan SK Menteri Pekerjaan Umum, terkait PPK Satker PIP atas nama sendiri… *bakal makin sibuk nih sepertinya > 18 September

Jadi PPK dengan 70an kegiatan itu susah, Jenderal… *sampe kebawa mimpi kerjaannya *sudah saatnya untuk liburan lagi *uhuk #kode > 19 September

Masih belum bisa tidur, pikiran melayang ke PPIP, PIP, P2KP, P2P, PNPM dst dst.. sama sekali belum terbayang seperti apa rupanya.. *nasibPPK > 20 September

Absen sehari saja bendel sudah numpuk begini… apalagi lebih ya ? *musti jaga kesehatan nih, biar gag tambah repot… *nasibPPK > 26 September

Jangka pendek, saya hrs mampu memahami pekerjaan dan tanggung jawab yg diemban kini.. tp jangka panjang, pengen belajar dari Pak Ahok.. :p > 27 September

Kasus Jaling yang satu ini kelihatannya memang spesial sejak awal… mungkin karena berada di Ring 1 kali ya ? > 28 September

He.. bahasa kepentingan politik di lapangan itu memang unik.. hancur.. padahal hanya bergeser.. benyah latig.. padahal hanya lubang.. > 29 September

sepertinya nasehat suhu saya di ULP memang benar adanya… sekali”memang musti bisa berpikir EGP dengan kerjaan biar gag mumet… *ealah > 29 September

Yak, minggu”prahara… gula darah naik, makin banyak kerjaan dan tanggungjawab, dan makin banyak kerjaan yg dilupakan… *doh > 8 Oktober

Kuta, Kerobokan, Dalung, Canggu, Tumbakbayuh, Munggu… Cek proyek mumpung libur panjang sambil Touring… #nasibPPK > 12 Oktober

Menikmati Jalan Tol Benoa-Tj.Benoa di libur minggu bersama keluarga… sambil nengok paving jalan lingkungan #nasibPPK > 3 November

Masalah itu harus dihadapi, bukan dihindari dan ditinggal lari… jika berhasil melewati… Masalah baru pun akan menanti… #nasibPPK > 7 November

Padahal datang menghadap paling pertama… tapi ternyata diterima paling akhir… hampir tiga jam nih mesetrap disini… #nasibPPK > 8 November

Udah mulai gag peduli lagi soal Upgrade OS dan semacamnya… kini kepala dipenuhi soal Upgrade paving jalan lingkungan… #nasibPPK > 11 November

Padahal sejak pagi udah kaya’setrikaan hanya utk menjalankan tugas sebagai PNS yang Baik… kini masih jua berkutat dgn kerjaan #nasibPPK > 13 November

Istirahat nge-BLoG dulu deh… kadung uyak gae jani… #nasibPPK > 14 November

Rasanya saya bisa paham bagemana rasanya jadi anak Bappeda Badung… *syukur bisa pulang selid di hari sabtu… #nasibPPK > 16 November

Sebenarnya sih penambahan ruas dadakan begini sangat merepotkan… tapi yah, Tahun Politik… mau bagaimana lagi ? #nasibPPK > 18 November

Kalo sudah berada di jam kerja kadang suka lupa utk online sekedar cek status kawan ataupun hunting gosip… #nasibPPK > 26 November

Gegara kasus dokter Ayu sptnya ada dua kubu antara yg membela dokter dengan yg membela pasien… trus yg membela PPK siapa dong ? #nasibPPK > 26 November

Masih mendampingi BPK bersama Kadis DCK utk pemeriksaan pipa air bersih di Canggu… *laper #nasibPPK > 4 Desember

Gag ada lagi ‘Cerita Hari Ini di www.pandebaik.com’

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Entah ada yang menyadari atau tidak, status yang tampil setiap dua tiga hari sekali secara berkala di dua jejaring sosial, FaceBook dan Twitter pada pukul 6.00 pagi hari, kini sudah tak lagi hadir menyapa kawan semua. Tepatnya sejak awal Juni lalu, minggu kedua…

Keputusan ini saya ambil mengingat tingkat produktifitas yang saya lakukan untuk selalu update dalam hal tulis menulisi isi blog, tampaknya sudah mulai menurun baik secara kualitas maupun kuantitas. Apalagi topik yang kerap saya turunkan belakangan ini lebih banyak pada keluh kesah pribadi yang bisa jadi tidak menarik dan cenderung membosankan bagi yang berkunjung dan membacanya. So, kasian banget kalo kalian, kawan-kawan yang biasanya rajin mampir kemari dibebani hal-hal yang sebetulnya tidak penting, baik yang bersumber dari link pada akun jejaring sosial FaceBook ataupun Twitter.

Jika dahulu saya selalu memberikan kalimat ‘Ada yang baru loh di www.pandebaik.com, lantas berubah ke ‘Cerita Hari Ini di www.pandebaik.com, maka kini sudah tidak lagi… sehingga apapun cerita ataupun tulisan yang hadir di halaman ini, takkan lagi ditemukan di kedua jejaring sosial yang saya miliki tersebut sejak hari ini…

Meski demikian, tetaplah saya berjanji untuk sesekali menurunkan tulisan atau cerita yang sedikit berbobot atau minimal berguna bagi pembaca yang berkunjung kemari, dan hal tersebut pastilah disampaikan nanti.

Untuk saat ini ? Biarlah keputusan ini saja yang dijalankan…

Twitter @LPSEBadung : Tips Seputar PPK

Category : tentang PeKerJaan

Bersua lagi Rekan-rekan @LPSEBadung, sudah lama rupanya saya gag kultwit terkait Tips dan Trik pemanfaatan aplikasi SPSE. Kali ini saya usahakan untuk bisa ngetweet beberapa pengalaman yang saya dapatkan semenjak ditunjuk sebagai PPK di Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung.

Sebagai informasi awal bahwa kini saya sebagai satu-satunya Admin akun Twitter @LPSEBadung sudah tidak lagi bertugas sebagai Sekretaris LPSE Badung. Terhitung per 29 April lalu, saya ditugaskan utk menempati posisi di Kepala Seksi Permukiman Bidang Permukiman dan Penyehatan Lingkungan DCK. Dan berhubung pada posisi tersebut saya harus menggantikan personal terdahulu menjadi PPK, maka dengan berat hati harus melepas posisi nyaman di @LPSEBadung. Mengingat Perka LKPP tentang LPSE tidak mengijinkan adanya Dualisme akun antara anggota Tim Pengelola LPSE dengan PPK.

Akan tetapi berkaitan dengan akun Admin @LPSEBadung hingga saat ini masih belum tergantikan mengingat diantara anggota Tim Pengelola LPSE Badung, tidak ada yang aktif ngetweet untuk berbagi Informasi, pengalaman dan pengetahuan. jadi, mohon dimaklumi dulu yah…

Akun PPK sebagaimana yang pernah dilatih selama ini, mulai terlibat dalam aplikasi SPSE sejak versi 3.2.5, itupun kalau tidak salah. Keterlibatan akun PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen saat itu dimulai dengan pengenalan paket pengadaan yang menjadi tanggung jawab yang bersangkutan. Dengan tujuan utama, mampu mempelajari proses pengadaan terkait paket jauh lebih awal atau sejak paket diumumkan. Hal ini kemudian menjadi penting lantaran waktu yang diberikan sesuai Perpres bagi PPK untuk dapat mempelajari proses lelang paket pengadaan yang menjadi tanggung jawab yang bersangkutan cukup sempit, yakni setelah masa sanggah usai hingga penerbitan SPPBJ.

Mengapa dikatakan penting, ini terkait dengan ‘apabila jumlah paket pengadaan yang ditangani lebih dari 10 paket. Kami asumsikan begitu lantaran kesibukan yang bersangkutan dalam menangani pekerjaan lain diluar proses pengadaan atau lelang tsb. Akan berbeda apabila kasus yang ditangani oleh PPK, hanya 1-2 paket saja selama 1 tahun masa anggaran…

Namun sayangnya, ketika Aplikasi SPSE mengalami pembaharuan versi ke 3.5, akun PPK tidak lagi memiliki kewenangan untuk memantau paket tersebut. Terpantau untuk item Paket Pengadaan yang tampil di halaman depan akun PPK hanyalah terkait Jadwal saja, tanpa mampu melihat dan mempelajari lebih detail proses pelelangan itu berlangsung.

Yang lebih disayangkan lagi adalah terkait Detail Umum paket pengadaan yang menjadi tanggung jawab masing”PPK, justru dapat dilihat dari akun diluar pengguna SPSE, dalam hal ini masyarakat Umum. Jadi PPK, hanya dapat mempelajari proses lelang untuk paket pengadaan yang ia tangani dari versi offline/Hardcopy yang disampaikan oleh ULP.

Nah, disamping adanya pengurangan kemampuan tersebut, di akun PPK rupanya kini terdapat penambahan Tugas yang wajib dilakukan oleh PPK. Yaitu Upload SPPBJ dan Kontrak untuk masing”paket pengadaan yang sudah selesai dilelangkan. Namun hingga hari ini, kami belum tahu apakah akan ada Sanksi yang dikenakan apabila PPK tidak menunaikan Tugas tambahan tersebut.

Misalkan 1. Tidak melakukan Upload apapun, baik SPPBJ maupun Kontrak meski paket tersebut telah selesai diSerahTerimakan. atau 2. Apabila proses Upload dilakukan oleh PPK, jauh setelah jadwal yang ditetapkan pada paket pengadaan.

Hal ini kelak akan menjadi penting, karena secara perencanaan, apa yang diinputkan dalam form SPPBJ dan Kontrak, akan tampil pula dalam aplikasi Monev atau Monitoring dan Evaluasi online yang kini sedang dikembangkan oleh LKPP

Penambahan tugas untuk akun PPK akan mulai tampak merepotkan apabila yang bersangkutan menangani lebih dari 10 paket seperti yang saya alami. Sebagai Informasi bahwa jumlah paket Fisik yang ada di seksi Permukiman adalah 62 paket Jalan Lingkungan, ditambah 6 paket Pengawasan. Semua paket (68) per tahun ini pada akhirnya di e-Proc kan mengingat secara nilai kegiatan memang layak untuk ditenderkan secara Online. Yang membuat sedikit kerepotan adalah proses Upload keduanya yang menjadikan aktifitas berlipat dua kali untuk satu paket pengadaan… 🙂

Nah, saat saya mencoba utk melakukan proses Upload SPPBJ pertama kalinya, gag ada masalah yang ditemukan mengingat hanya ada 3 langkah penting yang dilakukan. 1. Input Nomor SPPBJ, 2. Input Tanggal SPPBJ dan 3. Upload file SPPBJ yang notabene harus dalam format PDF. Jadi selain menginput form, format file SPPBJ pun mutlak berupa PDF, demikian halnya dengan Kontrak. Jangan coba-coba menggunakan file Doc atau Xls, dijamin ditolak oleh sistem…

Masalah baru terjadi saat saya berusaha untuk melakukan UpLoad Kontrak dimana aturan pada Form yang bertanda bintang merah, mutlak diisikan berupa Nomor, Nilai dan Tanggal Kontrak, Nomor rekening dan juga Masa Berlaku Kontrak. Sayangnya aturan ini rupanya tetap berlaku secara keseluruhan termasuk dalam kolom Informasi lainnya yang notabene tidak berisikan tanda bintang merah. Apabila kolom Informasi lainnya ini dikosongkan, maka proses Upload Kontrak tidak akan dapat dilanjutkan hingga selesai.

Ohya, ada yang unik saat saya mencoba mengUpload dokumen SPPBJ sejak pagi tadi. Yaitu ukuran tombol (form/upload) SPPBJ yang berubah. Antara sebelum proses Upload dengan sesudahnya. Perbedaannya adalah ukuran tombol sebelum proses Upload, sedikit lebih pendek ketimbang Pasca proses Upload. Entah apakah ini memang disengaja oleh Tim Pengembangan aplikasi SPSE di LKPP sana untuk memudahkan pemantauan atau hanyalah sebuah kebetulan, dimana untuk tombol (form/Upload) Kontrak rupanya memiliki bentuk perilaku yang sama pula.

Jika hal ini memang disengaja dan tetap dipertahankan, maka ini adalah sebuah Tips sederhana bagi para PPK yang memiliki jumlah paket Lebih dari 10 dalam satu kali mata anggaran. tidak lagi dengan memeriksa isinya satu persatu secara manual lagi.

Nah, masalahnya kini adalah bagaimana tindak lanjut yang tertampil di jendela para Rekanan pemenang lelang, apakah dokumen SPPBJ dan Kontrak Dapat dilihat dan diterima dengan baik sebagai bentuk satu pertanggungjawaban dari sebuah sistem atau tidak ? *ada yang bisa membantu ?

@LPSEBadung Trik [Update] Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

[update] Bagi Kawan”Pokja yg mengakses Apendo di Ruang Biding LPSE Badung, bisa menggunakan shortcut aplikasi yg tersedia di masing”PC

[update] Adapun Apendo Paniti v.3.1 dapat diakses dengan menggunakan User- lpselkpp dan Passw- ulpbadun6

Trik [Update] Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1

> Apendo, Aplikasi Pengaman Dokumen yg sifatnya berdiri sendiri. Tidak perlu instalasi, tidak membutuhkan koneksi internet utk menggunakannya
> Itu sebabnya, ketika Rekan berhasil mengunduhnya dari halaman profile akun LPSE, lakukan ekstraksi folder dan simpan file compresinya

> Dalam folder Aplikasi Apendo, terdapat dua subFolder antara lain ‘bin’ untuk penempatan aplikasi, dan folder lainnya untuk Petunjuk/Help
> Silahkan perhatikan jumlah file yang terdapat dalam folder ‘bin’ sebelum Rekan melakukan Login dan mengubah password standarnya…
> Perhatikan lagi jumlah file yang bertambah pasca Rekan melakukan Login dan berhasil mengubah Password sesuai keinginan
> Di layar Apendo Panitia, akan terdapat satu file tambahan bernama AELconfig.dat sdg pada layar Rekanan, ditambah satu file lg, VendorID.dat
> Dalam file berekstensi dat inilah userID, password dan tiga pertanyaan tersimpan sebagai Pengingat saat Rekan melakukan Login kembali
> Maka itu, ketika Rekan nanti mengalami ‘Lupa Password’, kedua file ini dapat dihapus secara permanen dari Folder…
> Dan User Password akan dikembalikan ke sistem Default… Silahkan tekan tombol F1 pada keyboard untuk lebih jelasnya…

> Pola penggunaan Aplikasi Apendo, rupanya berbeda antara yang digunakan oleh Panitia dengan Penyedia atau Rekanan
> Jika Apendo untuk Panitia bisa berlaku satu userID untuk semua Panitia, tidak demikian halnya dengan Apendo untuk Penyedia
> Itu sebabnya kami, Tim Pelaksana LPSE Badung berinisiatif untuk menempatkan satu shortcut aplikasi Apendo dalam setiap PC di gedung LPSE (1)
> Yang sedianya diperuntukkan bagi Panitia, dan dapat diakses dengan menggunakan UserID lpselkpp dan Password ulpbadun6 (2)

> Sedangkan Apendo yang akan digunakan oleh Rekanan atau Penyedia, belum bisa kami perlakukan hal yang sama mengingat ID Publik masing” (3)
> Penyedia berbeda satu sama lainnya… Jadi disini dapat kami sarankan bagi Penyedia atau Rekanan untuk melakukan ekstraksi (4)
> Dari file compresi ke dalam bentuk Folder. Lakukan Login dan ganti Password default dengan kode yang diinginkan termasuk ID Digital (5)
> Jika berhasil, ubah nama Folder aplikasi Apendo yang telah diubah Passwordnya, lalu pindahkan Folder tsb ke Flash Disk / HD eksternal (6)
> Jikapun kelak ingin melakukan Encrypt file penawaran, dapat menggunakan Aplikasi Apendo yang telah dicopy ke FD/HD eksternal tersebut (7)

> Semoga Tips tadi bisa berguna, dan kami akan sajikan di Ruang Biding dan papan Pengumuman kelak sebagai pencerahan… Selamat beraktifitas

Teknologi yang dibenamkan dalam SPSE ini sama saja dengan Teknologi lain, yang secara kontinyu mutlak membutuhkan pembelajaran baru

Apabila sistem SPSE versi 4 jadi dirilis Tahun 2013 nanti, aplikasi Apendo akan berubah nama menjadi SPAM KODOK

SPAM KODOK merupakan singkatan dari Sistem Pengamanan Komunikasi Dokumentasi yang kelak mengambil simbol Kodok (hewan)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Tips Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

> Ternyata masih banyak jg kawan Rekanan/Penyedia LPSE dan Panitia ULP yang belum paham dengan Apendo versi 3.1.. Perlu kultwit singkat nih..

> Apendo merupakan Aplikasi Pengaman Dokumen yang digunakan untuk melakukan penyandian pada Dokumen Penawaran sebuah paket pelelangan eProc
> Jika pada sistem SPSE versi 3.2.5 ke bawah menggunakan Apendo versi 2, maka dalam sistem SPSE versi 3.5, menggunakan versi 3.1 terbaru

> Seperti biasa, Apendo dapat diunduh melalui halaman Home masing”User Penyedia/Rekanan dan Panitia dalam bentuk zip atau compress file
> Secara default, tidak ada perubahan penggunaan Kata Sandi untuk dapat membuka dan menggunakan Apendo dari versi terdahulu
> Bagi Penyedia atau Rekanan tetap menggunakan UserID lpselkpp dan Password rekananlpse atau tekan tombol F1 untuk Bantuan Penggunaan
> dan Bagi Panitia/ULP menggunakan UserID lpselkpp dan Password panitialpse atau tekan tombol F1 untuk Bantuan Penggunaan

> Yang membedakan antara Apendo 2 dalam SPSE 3.2.5 dengan Apendo 3 dalam SPSE versi 3.5 adalah sebagai berikut : (1)
> (2) Setelah User berhasil melakukan Login, User wajib melakukan perubahan Password disertai mengisi 3 pertanyaan tambahan
> (3) Penggantian Password Apendo diharapkan menggunakan kata kunci kombinasi Huruf dan Angka layaknya pembuatan password akun AppleID
> (4) Apabila kelak User lupa dengan Password yang telah diganti, maka aplikasi akan memberikan 3 pertanyaan yang harus dijawab dengan benar
> (5) maka itu, ingatlah selalu 3 jawaban yang diberikan untuk mengisi opsi pertanyaan perubahan password

> (6) Apabila Proses Login pada aplikasi Apendo berhasil, maka tombol untuk melakukan ‘Pilih Folder’ akan terlihat aktif dan siap digunakan
> (7) Untuk aplikasi Apendo bagi Penyedia, bisa dilihat nama Perusahaa yang Rekan inputkan pada sisi kiri atas aplikasi, untuk meyakinkan
> (8) Hadirnya nama perusahaan di aplikasi Apendo digunakan utk mencegah Penyedia menggunakan Apendo perusahaan lain dalam menyandi Penawaran
> (9) apabila dalam Apendo terdahulu, proses dilakukan dengan melakukan pemilihan File, maka di Apendo terbaru, dpt dilakukan pemilihan Folder
> (10) Pemilihan Folder kali ini agar dalam pemilihan file diharapkan tidak ada yang tertinggal saat melakukan proses Penyandian

> (11) Demikian halnya proses yang dilakukan oleh Panitia ULP, hasil pembukaan dokumen akan secara otomatis menghasilkan satu Folder baru
> (12)Adapun Folder baru ini akan diberi nama secara otomatis oleh Apendo sesuai nama Kegiatan dan nama Penyedia
> (13) jika dalam Apendo terdahulu Panitia melakukan proses pembukaan secara satu persatu Rekanan, kini dapat melakukannya sekaligus
> (14) oleh karena proses sekaligus, maka Kunci Publik yang terlihat dihalaman Panitia, sama persis antara satu Rekanan dengan Rekanan lainnya

> (15) dalam beberapa kasus yang kami temui saat Panitia ULP mengApendo Penawaran, beberapa file tidak dapat dibuka dengan sempurna
> (16) namun kesalahan yang terpantau, bukan berasal dari file asli Penawaranyangdikirim oleh Rekanan/Penyedia, namun…
> (17) masalah terjadi akibat pemberian nama Folder dan Sub Folder yang terlalu banyak dan panjang… Jadi, Tips kami untuk yang satu ini…
> (18) Lakukan perubahan Nama Folder Kegiatan menjadi lebih singkat dari yang seharusnya, toh tidak akan mengubah kelengkapan Penawaran

> (19) Bagi Penyedia/Rekanan, file yang berhasil di Apendo dapat diperiksa kembali kelengkapannya dengan cara pembukaan kembali
> (20) Proses Apendo dianggap berhasil apabila Aplikasi menyajikan kode Hash file yang kini tampil di sisi bawah aplikasi (bukan Pop Up)

> Untuk Tips Penggunaan Apendo, masih sama dengan yang dulu pernah kami sampaikan bahwa : (1)
> (2) File Penawaran diletakkan dalam satu Folder dan diCopy dari Flash Disk/eksternal HD ke PC/notebook yang digunakan
> (3) mengapa diCopy terlebih dahulu ke PC baru diApendo, agar Proses bisa berjalan lebih cepat untuk menghemat waktu… Termasuk pengiriman
> (4) Kasus Pengiriman File dari halaman Penyedia/Rekanan yang kami temukan pagi tadi adalah proses Pengiriman Tidak Berhasil dilakukan
> (5) Adapun Browser yang dipergunakan oleh Rekanan/Penyedia adalah Internet Explorer. Lalu kami coba menggunakan Browser lain dan Berhasil
> (6) Jadi, jika Kawan Rekanan/Penyedia LPSE merasa kesulitan saat melakukan Pengiriman/UpLoad Penawaran, silahkan coba Browser lain
> (7) sekedar info, selain Internet Explorer, masih terdapat alternatif lain seperti Mozilla FireFox, Opera, Google Chrome atau Safari

Kira”sekian dulu tambahan dari kami terkait penggunaan Apendo versi 3, jika ada pertanyaan atau pengalaman lain, jangan segan share dgn kami

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

Akun Jejaring Sosial yang bikin Ketagihan (2)

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Twitter. Setelah akun FaceBook dinyatakan booming saat masa kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat, Twitter pula merupakan salah satu media akun Jejaring Sosial yang dimanfaatkan secara maksimal untuk menjaring pemilih yang cenderung ‘lebih intelek. Dikatakan demikian karena adanya aturan keterbatasan karakter pada pilihan ‘Update Status’ yang hanya mampu mengakomodir sebanyak 140 karakter saja. Lebih sedikit dari pesan sms yang mencapai 160 karakter. Itu sebabnya, pengguna Twitter dituntut pintar dalam membagi informasi dengan memenggal kalimat per kalimat agar dapat lebih mudah dimengerti atau dipahami oleh pengguna lainnya.

Jika pada akun FaceBook, pengguna diwajibkan untuk menyetujui proses pertemanan untuk mendapatkan informasi atau kabar terkini dari kedua pihak pengguna, maka pada akun Twitter tidak demikian adanya, meski ada peraturan tak tertulis untuk wajib mem-FollowBack akun pengguna lainnya. Itu sebabya di dunia Twitter dikenal dua istilah status pertemanan yaitu Follower atau Pengikut adalah pengguna yang lain yang memilih untuk mengikuti dan mengetahui segala informasi yang kita sampaikan lewat akun Twitter, dan Following untuk daftar akun pengguna lain yang kita ikuti informasi yang disampaikannya.

Istilah lain yang kemudian wajib diketahui adalah Follow (opsi untuk mengikuti informasi dari pengguna Twitter lainnya) dan unFollow (opsi untuk menghentikan informasi dari pengguna Twitter lain yang sebelumnya diikuti). Istilah ini kerang lebih sama artinya dengan istilah ‘Add Friend’ dan ‘Remove Friend’ pada akun FaceBook, namun secara default tidak memerlukan persetujuan dari akun yang akan diikuti informasinya. Bicara soal ikut mengikuti ini, beberapa aplikasi bahkan mampu memberikan opsi untuk mendapatkan informasi dari akun Twitter sesorang tanpa harus melakukan aksi ‘Follow’ tadi.

Ada juga istilah Mention untuk melakukan tembusan kepada pengguna akun Twitter lain yang dapat diketahui oleh pengguna Twitter secara umum dengan cara menggunakan tanda (@). Sekedar informasi bahwa Tanda (@) inilah yang kemudian menjadi tanda pengenal identitas antar pengguna akun Twitter. Ada lagi istilah Direct Message untuk mengirimkan pesan pribadi kepada pengguna akun Twitter tertentu yang mensyaratkan pertemanan kedua belah pihak.
Terbatasnya penggunaan karakter yang mampu diakomodir dalam setiap informasi yang disampaikan, membuat ketenaran akun Twitter tak seheboh jumlah pengguna akun FaceBook. Meski demikian, pemanfaatan akun Twitter lebih banyak digunakan oleh para selebriti, tokoh tertentu hingga pelayan masyarakat untuk berbagi informasi yang penting atau bermanfaat hingga akun Anonim yang hanya sekedar melemparkan joke, lelucon bahkan cerita horor dan informasi korupsi.

Beberapa akun Twitter yang tergolong memiliki banyak pengikut atau Follower lantaran secara berkala berbagi informasi yang dirasa dibutuhkan, datang dari @ladygaga yang tempo hari batal manggung di Indonesia, @Poconggg milik Ariefmuhammad pemilik blog yang berhasil merilis sebuah Novel atau @blogdokter akun yang rajin berbagi tips dan informasi kesehatan.

Jika kawan sudah merambah ke akun Twitter, jangan lupa follow akun @pandebaik :p

Foursquare. Berbeda dengan dua akun Jejaring Sosial sebelumnya, Foursquare atau yang lebih dikenal dengan istilah 4SQ ini lebih memanfaatkan lingkungan sekitar atau lokasi tertentu untuk berbagi informasi ataupun status kepada pengguna lainnya. Untuk bisa menggunakannya secara akurat, setidaknya dibutuhkan perangkat mobile yang mendukung GPS sehingga memudahkan pencarian Venue atau istilah lain dari lokasi, yang terdekat dengan pengguna. Meski tanpa memanfaatkan teknologi tersebutpun, pengguna atau pemilik akun Foursquare masih tetap dapat menggunakannya.

Jika dalam akun FaceBook dikenal dengan istilah ‘Update Status’, maka dalam akun Foursquare dikenal dengan istilah ‘Check Ins’. Tapi tunggu dulu, jangan berpikiran negatif jika membaca istilah tadi. Lantaran akun Foursquare yang berbasis Lokasi inilah, maka istilah ‘Check Ins’ dipergunakan sebagai tanda bahwa kita sebagai pengguna akun, memang benar berada didalam area atau Venue tersebut.

Salah satu manfaat terbesar dari penggunaan akun Foursquare ini adalah mampu menemukan berbagai tempat atau lokasi yang sekiranya dicari berdasarkan kata kunci tertentu di sekitar pengguna secara cepat. Misalkan kategori Kuliner atau tempat makan, dari hasil pencarian di akun Foursquare bakalan tertera daftar Venue yang ada diseputaran lokasi pengguna yang masuk dalam kategori tersebut. Tentunya daftar Venue yang ada merupakan hasil input atau catatan yang telah didaftarkan sebelumnya oleh pengguna akun Foursquare lainnya.

Untuk mendukung bagaimana gambaran lokasi atau Venue yang akan dikunjungi, biasanya akan ada beberapa komentar dari pengguna Foursquare sebelumnya yang dapat dijadikan sebagai acuan. Bisa juga dengan melakukan kontak pada ‘sang penguasa’ lokasi yang dikenal dengan istilah Mayor. Bahkan ada juga beberapa Diskon yang ditawarkan oleh ‘penguasa’ Venue tadi sebagai daya tarik untuk mengundang pengguna akun Foursquare lainnya berkunjung.

Meski demikian, dari sekian banyak pengguna akun Foursquare ada juga sebagian yang memilih untuk menjadi seorang ‘Jumper’. Istilah ini muncul lantaran akun Foursquare menawarkan sejumlah Badges yang dapat diraih oleh pengguna Foursquare atas kunjungan mereka pada Venue tertentu, dengan memenuhi syarat tertentu pula. Badges ini minimal dapat dijadikan sebagai tanda bahwa yang bersangkutan pernah datang dan hadir di Venue tersebut. Nah, istilah pengguna ‘Jumper’ tadi merupakan pengguna akun Foursquare yang sebenarnya tidak sedang berada di Venue tersebut alias melakukan aktifitas ‘Check Ins’ bohongan, untuk mendapatkan sejumlah Badges dengan berusaha pula memenuhi persyaratan tadi. Penulis sendiri merupakan pengguna akun Foursquare kategori terakhir.

LinkedIn. Akun Jejaring Sosial yang satu ini bisa dikatakan sangat berbeda dengan akun Jejaring Sosial lainnya, lantaran secara fungsi bisa dikatakan lebih mirip Networking antar pekerja professional ketimbang jaringan pertemanan biasa. Salah satu opsi pilihan yang menguatkan pemikiran diatas adalah adanya kolom biodata pekerjaan, pengalaman dan summary dari pihak yang barangkali berwenang untuk memberikan pernyataan demi mendukung kredibilitas dari penggunanya.

Dari segi jumlah, peminat akun LinkedIn bisa dikatakan sangat minim jika dibandingkan akun FaceBook atau bahkan Twitter sekalipun. Namun fungsi utama dari yang bisa Penulis tangkap adalah sebagai satu referensi bagi pemberi lowongan pekerjaan atau bahkan pencari kerja yang memang membutuhkan tenaga atau tempat kerja yang sepantasnya dengan kemampuan yang dimiliki.

Meski mengusung maksud serius, akun LinkedIn memiliki pula opsi untuk berbagi Status ataupun group yang sedianya digunakan sebagai ajang diskusi atau mailing list berbagi informasi. Namun jangan harap bisa menemukan fitur Tag atau opsi menulis di Wall teman seperti halnya akun FaceBook, lantaran LinkedIn memang tidak mengakomodir kemampuan tersebut.

Sebenarnya masih banyak akun Jejaring Sosial lainnya yang bisa diulas kali ini seperti :

  • Google+ akun yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google untuk menyaingi keberadaan akun FaceBook yang sayangnya bisa dikatakan gagal jika dilihat dari pengembangannya,
    Koprol akun buatan anak bangsa yang kemudian diakuisisi oleh Yahoo! dengan memanfaatkan Lokasi atau Venue sebagai basis layaknya Foursquare,
    Hi5 akun Jejaring Sosial yang muncul dijamannya Friendster namun kurang menggeliat keberadaannya di tanah air,
    MySpace masih seangkatan dengan Friendster dan Hi5, salah satu akun Jejaring Sosial yang sangat diminati di Amerika sana. Menggunakan istilah Moods untuk emoticons yang dapat digunakan dalam menggambarkan suasana hati pengguna, kini lebih banyak digunakan oleh para musisi yang ingin mengunggah karyanya untuk dikenal lebih luas di kalangan pengguna MySpace.
  • Boleh-boleh saja jika Kawan merasa asyik untuk melakukan hubungan sosial lewat akun jejaring macam diatas, demi tujuan ‘mendekatkan yang jauh’, asal jangan sampe lalu menjadikan hubungan ‘menjauhkan yang dekat’ yah.