Trend Gaya anak Muda : Memprihatinkan

5

Category : tentang KeseHaRian

Pernah memperhatikan kedekatan gaya berpakaian tradisional antara dua generasi berbeda, kayak gini ?

trend-anakk-mudas.jpg

Yang tua, mungkin masih tetap apa adanya seperti dahulu, dengan kebaya yang tetap sopan dan tak mengundang mata memandang. (ini aneh, siapa juga yang tertarik memandang ibu-ibu tua ?) Yang muda ? mengadopsi cara berpakaian artis cantik tapi memprihatinkan, si Britney Spears. Agak melorot kebawah, hingga bagian pinggul atau pantat. Disertai kebaya dengan model lobang-lobang yang makin besar besar saja tampaknya, seakan tembus pandang. Menampakkan lekuk tubuh si gadis yang begitu aduhai mengundang suitan nakal para generasi muda hingga ke Bapak-bapak seperti saya. Hmmm…pemandangan gratis. Sayang untuk dilewatkan. He…

Barangkali saja generasi yang akan datang bakalan jauh lebih fenomenal. Pakaian adat kepura, robek-robek pada daerah dekat vital barangkali ?

Trend Batu Tempel

Category : tentang KHayaLan

Makin dewasa usia kehidupan, makin beragam selera manusia yang ada didalamnya.

Jika bangunan Bali dahulunya didominasi oleh batu tempel berupa batu bata oranye, yang lebih mencerminkan kesan klasik dan kuno, secara perlahan mulai ditinggalkan.

Trendpun bergeser, hingga batu-batuan yang dahulunya dianggap tak bernilai jual kini malah laris dieksploitasi demi sebuah kemegahan.

Penggunaan Batu Hitam sebagai tempelan sekaligus ornamen bangunan-bangunan suci di Bali, bisa dijadikan contoh. Jelas-jelas membuat bangunan terlihat lebih kokoh dan garang.

Kira-kira trend apa lagi yang bakal hadir esok hari ?

Fenomena Mobil-Motor Baru….

Category : tentang KeseHaRian

Bali, dimana lingkunganku berada, sudah mulai dipenuhi oleh kendaraan yang lalu lalang bahkan sampai mencapai jalan maupun gang didesa terpencil..
Mobil maupun motor, bukanlah lagi barang mewah bagi setiap orang yang beraktifitas di Bali, karena walaupun hari gini Indonesia mengatakan ‘kita dilanda krisis’, tapi tetap saja setiap harinya baik mobil dan motor baru tetap saja ada yang membelinya. Produsen mobil-motor seakan berlomba untuk meningkatkan taraf penjualannya per tahun untuk meraup keuntungansebesar-besarnya.

Tapi apakah pernah terpikirkan ‘bagaimana jadinya Bali jika kendaraan makin hari makin banyak ? Apakah Bali akan menjadi ‘Jakarta ke-2’? Yang setiap pagi, saat jam brangkat kerja maupun sore saat jam pulang kerja, akan terus dilingkupi kemacetan pada ruas-ruas jalan tertentu ?

Pengalaman saat pulang ke kampung Istri, perjalanan dari Pusat Kota Denpasar ke Canggu, yang biasanya jalur tersebut bisa ditempuh 20 menit pada malam maupun siang hari dengan mobil, tapi saat pagi ataupun sore hari, perjalanan minimal menempuh 45 menit untuk bisa sampai tujuan.

Pernahkah kita juga berpikir, ‘kemana larinya mobil ataupun motor keluaran tahun-tahun silam ? Di daur ulangkah ?
Mungkin saja mobil atau motor bekas ini dialihkan penjualannya ke daerah-daerah yang bisa dikatakan kurang mampu untuk membeli mobil atau motor baru.

Semua ini terjadi di Bali, aku rasa lebih banyak dipicu oleh TREND, dimana ‘serasa lebih keren jika putar-putar kota dengan mobil atau motor keluaran baru, atau hanya sekedar pamer pada tetangga sebelah, yang mungkin saja, terlihat baru karena beda strip warna pada stiker bodi, kemudian ditambah atau dikurangi cakram pada rem, padahal baik bodi maupun mesin, bisa saja adalah stok lama yang tidak laku.

Aku yakin, sebagian besarpun punya pikiran sama saat berkeinginan untuk membeli mobil atau motor keluaran baru, ya gak ?