Tim Pengendalian Intern ; Tantangan dan Penyimpangan

6

Category : tentang PeKerJaan

Tiga bulan terakhir, aku kembali menjadi bagian dari satu tim yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan pada kegiatan-kegiatan fisik baik sedang berjalan hingga akhir penyelesaiannya. Istilah kerennya, jadi anggota dari Tim Monitoring atau Pengendalian Intern.

Tugasnya dari melakukan monitoring pada sisi administrasi, kelengkapan dokumen, Tetek bengek yang berkaitan dengan pelaksanaan fisik proyek seperti gambar rencana, as built (setelah dilaksanakan), struktur organisasi di lapangan, foto, laporan-laporan maupun buku direksi dan lain sebagainya. Jauh lebih penting daripada itu, tugas dari Tim, tentu menilai dan memantau kemajuan pekerjaan sesuai dengan prosentase yang diajukan, apakah sudah sesuai spesifikasi perencanaan dan pelaksanaan atau tidak.

Untuk memantau kemajuan pekerjaanpun tak hanya dari volume pekerjaan atau prosentase dari pekerjaan keseluruhan, tapi juga mutu pekerjaan terutama pada item penting dalam sebuah proyek konstruksi, meliputi kualitas beton, mortar hingga permukaan jalan. Yang paling gampang dari semua itu adalah menilai secara Visual, penampilan dari masing-masing item pekerjaan tersebut.

Apabila kemudian ditemukan suatu penyimpangan baik secara volume atau dimensi pekerjaan, ini patut ditindaklanjuti dengan pencarian solusi kemana dibawa selisih volume atau dimensi tersebut, karena tolok ukur tetap berpegang teguh pada volume Perencanaan. Kalaupun memang dalam kondisi terpaksa, harus ada alasan yang logis dan jelas, misalkan saja faktor kondisi lapangan yang tidak memungkinkan.

Sejauh ini, penyimpangan secara visual yang paling sering kami temui. Untuk dapat mengetahui bahwa satu pekerjaan menyimpang secara visual atau tidak, diperlukan pemahaman terhadap item pekerjaan tersebut baik dari cara pengerjaan hingga finishingnya. Hal inilah yang kerap menjadi bahan topik pada media cetak, yang menyebutkan beberapa kerusakan dengan istilah berbeda dengan pemahaman secara teknis yang kami miliki.

Balik pada Tim, tahun ini beranggotakan 9 orang terbagi menjadi 3 grup. Peningkatan dari tahun lalu yang hanya memiliki anggota 3 orang saja. Saya hanyalah salah satu diantaranya yang masih dipercaya hingga kini. Dalam pelaksanaannya, hanya 6 orang saja yang efektif bergerak secara aktif, sehingga Tim dirombak menjadi hanya 2 grup yang menjalankan tugas secara bergiliran.

Wewenang utama Tim yang turun tiap kali pengajuan kemajuan pekerjaan adalah menentukan apakah Berita Acara Pemeriksaan dapat dikeluarkan secara cepat atau tidak. Ini kembali bergantung pada pihak Rekanan maupun Direksi Pengawas Proyek bersangkutan, menindaklanjuti catatan atau temuan yang direkomendasikan oleh Tim setelah pemeriksaan. Semakin cepat tanggapannya, semakin cepat proses keluarnya BAP tersebut.

BAP inilah yang kemudian akan menjadi dasar pengajuan biaya Konstruksi yang telah dikerjakan oleh Rekanan sesuai volume yang diajukan dan dikerjakan. Istilahnya pengajuan Termyn.

Sayang, yang namanya nafsu manusia tak pernah puas adanya. Padahal untuk menurunkan Tim, sudah dibekali dengan uang makan dan premium sesuai jumlah anggota. Namun tetap saja yang namanya ketidakpuasan, apalagi Tim memiliki wewenang untuk menghambat sesuatu yang sebetulnya tak menjadi masalah, maka jadilah ada pungli-pungli yang dilancarkan untuk mendapatkan istilah ‘win win solution’. Satu pembenaran sepihak bagi mereka yang menganggap bahwa tak ada artinya memperbaiki citra PNS yang sudah rusak.

Sungguh sangat mengecewakan. Rasanya percuma membangun image sejak setahun lalu, namun dirusak oleh oknum yang tak bertanggung jawab hanya demi memuaskan keinginan mereka dan mengorbankan Tim keseluruhan.

Project Baha-Kedampal : miskomunikasi

Category : tentang PeKerJaan

Lain lagi dengan pengaspalan jalan di Desa Baha Mengwi, sebelah timur tempat wisata Taman Ayun, sesungguhnya kegiatan ini sudah tergolong sangat bagus dari kualitas permukaan pekerjaan dan hampir mendapatkan dua acungan jempol dari para pengendara yang melintas menuju ke Kedampal.Hanya saja sayangnya miskomunikasi pula terjadi disini antara pihak entah itu PLN atau Telkom yang seenaknya menggali badan jalan (bagian pinggir jalan yang umumnya masih berupa tanah biasa) untuk menanamkan untaian kabel disepanjang sisi jalan. Sialnya lagi pengerjaannya tak kearah vertikal turun, namun penggaliannya yang menyamping kearah horizontal mengakibatkan dibawah permukaan aspal tercipta sebuah goa yang mampu meremukkan permukaan lapisan aspal yang sudah sedemikian bagus menjadi cacat dan tak nyaman tuk dinikmati.

Hal ini sebagai bukti sebuah miskomunikasi antar instansi didalam satu wilayah sehingga seringkali menciptakan image proyek tambal sulam, padahal baru aja selesai diaspal, eh jadi rusak parah akibat galian kabel tadi.

Mungkin sangat diperlukan satu solusi dan pendekatan kedua belah pihak instansi apalagi masih dalam lingkup satu wilayah Badung.

Sungguh disayangkan.

SEHARI NGE-TIM (8)

Category : tentang PeKerJaan

Part 8 : Distribusi Air Bersih

Yang terakhir, patut diacungi jempol.
Program kegiatan Pemda Badung, untuk mendistribusikan air bersih, ke desa-desa terpencil, paling tidak terwakili di lokasi Pecatu – Labuhan Sait.
Pengadaan ini terwujud lewat 5 paket yang dikerjakan oleh 5 rekanan yang berbeda nama, entah apakah itu di satu sumber. Hehehe…

Yang penting, kini masyarakat yang berada di jalur Labuhan Sait, gak lagi pusing untuk mencari air bersih yang selama ini diusahakan dengan membeli dari truk tangki air, atau menampung air hujan dalam tangki di masing-masing lokasi rumah.

SEHARI NGE-TIM (7)

Category : tentang PeKerJaan

Part 7 : Lapangan Yoga Perkanti

Berkunjung ke lapangan Sepak Bola Yoga Perkanti Kuta, disebelah selatan Kedonganan, jadi teringat saat ikut nge-Tim setahun lalu, dimana kegiatannya, pembangunan kantor pengelola lapangan setempat dan ditambah sedikit tribun diatasnya sebagai tempat nonton. Namun karena minimnya dana, tribun yang terwujudpun hanya seuprit. Paling tidak gagasan anggora DPR setempat saat itu sudah bisa terwakilkan.Namun ironisnya, saat ini pemeliharaannya seakan ga berarti, melihat kondisinya yang seperti gak terurus. Batang besi, yang mungkin rencananya untuk menambah areal disekitarnya yang diperlukan, terlihat terbengkalai.

Benar kata orang, membangun itu gampang, tapi memeliharanya yang sulit…

SEHARI NGE-TIM (6)

Category : tentang PeKerJaan

Part 6 : Jalan LC Seminyak KutaBoroknya pekerjaan Kontraktor terlihat lagi.
Kali ini di ruas jalan LC Seminyak Kuta.
Ruas jalan ini merupakan pembuatan jalan baru, karena tahun kemaren masih berupa sawah dan atas nota sakti dari DPR, maka dibuatlah jalan untuk menghubungi tempat-tempat yang berguna untuk masyarakat setempat.

Namun, seperti yang dikatakan tadi, boroknya pekerjaan sudah mulai terlihat pada masa-masa pemeliharaan jalan, yang biasanya dihitung maksimal 6 bulan setelah pekerjaan selesai dilakukan.

Pada beberapa tempat, aspal terlihat mengelupas, bisa jadi karena pengamparan aspalnya yang tidak merata, bisa juga karena bahan agregat halus teratas yang digunakan, sangat sangat halus, sehingga menyerupai debu. Ini hasil pemantauan beberapa teman yang mengetahui saat pekerjaan dilaksanakan.

Namun yang terlihat lebih buruk adalah retak-retak sepanjang jalan.
Dari keterangan Pelaksana, ini terjadi karena banyak lalu lintas yang lewat. He.. Bodoh banget jawabannya. Apa gak dihitung dengan lalu Lintas Harian Standar gak ya ? jadi alasan tersebut paling tidak sudah bisa diatasi.
Tapi penyebabnya bukan itu kok.
Dari Pengawas yang juga (sialnya) teman sekantorku, penyebab utamanya adalah karena faktor tanah dasar yang labil.
Hee… Trus kenapa masih ngotot make lapis dasar Limestone bukannya agregat pengaku untuk menstabilkan tanah dasar ?
Alasannya ya karena faktor keinginan dari atasan, juga pemimpin kegiatan yang ngotot make Limestone. Tapi dari keterangan teman yang sempat ikut menguji lahan tersebut, kabarnya ketinggian lapis pondasi paling tebal adalah 18 cm, dari rencana yang minimal 50 cm.
Trus kemana dong alokasi biaya dari ketebalan limestone 32 cm dikalikan panjang dan lebar jalan ? Waaahhh…Dibagi-bagi ke kantong pribadi sepertinya.

Lebih gila lagi, sudah tau tanah dasar labil, kok masih ngotot, gak membangun senderan dikiri kanan jalan, yang gunanya untuk pengaku dan penahan tanah agar tidak bergerak, tapi malah hanya dibuatkan got tanah yang digali seadanya dan parahnya kini sudah penuh dengan sampah ?

Bersyukur tim saat itu langsung menolak serah terima ruas jalan tersebut dan meminta perbaikan dari pihak Kontraktor. Nah lho…

SEHARI NGE-TIM (5)

Category : tentang PeKerJaan

Part 5 : Air Laut Pantai Berawa

Seperti yang sudah diberitakan di beberapa media koran Indonesia, bahwa air laut di beberapa kawasan Pantai di Bali, mulai terlihat pasang dan meninggi, hingga debur ombaknya sudah mencapai areal yang lebih jauh kedalam dari sebelumnya.
Terlihat di Pantai Lebih Gianyar misalnya, ato malah sehari sebelumnya, di Pantai Berawa ?Air laut yang pasang yang jangkauannya hampir mencapai tempat kami berdiri di lokasi kios, sempat membuat jantung berdebar-debar, waduh, jangan-jangan sekarang ada tsunami, alamat gak bisa pulang dengan selamat deh…

SEHARI NGE-TIM (4)

Category : tentang PeKerJaan

Part 4 : Balawista Berawa

Nah, kali ini kabar baik lho.
Ternyata dari rencana yang sudah bergulir berlanjut sampe ke pembangunan fisik diareal lokasi Pantai seseh juga Pantai Pecatu, dibuatkan Pos Balawista yang nantinya diharapkan bisa digunakan sebagai tempat pengawasan disekitar areal pantai, guna mencegah hal-hal yang gak diinginkan dikaasan tersebut.
Semacam pos-pos layaknya di Film Baywatch. Pernah liat kan ?

Nah, ternyata di Pantai Berawa, malah sudah ada dari tahun lalu, dan sudah beroperasi dalam pengawasan areal pantai. Terdapat satu ruang yang agak menjulang layaknya tower, untuk jangkauan pandangan yang lebih luas, dan dibawahnya terdapat ruang yang lebih besar untuk operasional lainnya.

Setidaknya harapan kali ini sangat besar, terutama untuk mencegah naiknya angka kematian akibat hanyut dilaut saat berenang, ato mungkin warning tsunami, bisa dilakukan lebih dini ya ?

SEHARI NGE-TIM (3)

Category : tentang PeKerJaan

Part 3 : Kontrak View

Ini ada cerita lucu.
Setelah melihat Kios yang sudah selesai dibangun, dari cerita Pelaksana lapangan yang ada disitu, lokasi Kios seharusnya bukan pada lokasi yang sekarang, namun lebih kearah barat, agar bisa menampung lebih banyak pedagang disekitar obyek wisata.
Tau alasannya kenapa dipindah lokasi ?
Karena diareal tersebut, berada tepat didepan sebuah villa yang dimiliki seorang bule dimana lahan yang hendak dibangun Kios oleh Pemda Badung, View-nya telah dikontrak dari Desa Adat setempat dan gak boleh diganggu ato dihalangi bentuk apapun.

Jadi gamang.

Yang dikontrak adalah View-pandangan ke arah laut-, namun status tanahnya gak jelas, dijual, kontrak ato milik siapa. Nah ?

SEHARI NGE-TIM (2)

Category : tentang PeKerJaan

Part 2 : Polusi Sampah Rawa

Kunjungan berikut, maen ke Obyek Wisata Pantai Berawa, dimana sedang dilakukannya pembuatan parkir dengan lapis pondasi limestone untuk kemudian diLapen sebagai finishingnya.

Namun, saat diberikan kesempatan menengok Kios-kios yang telah selesai dibangun, gak sengaja melewati alur air rawa, yang pada ujung pintu airnya dipenuhi oleh sampah-sampah yang alami maupun mungkin buangan dari orang-orang yang ada disekitarnya, mentok, berhubung pintu air rawa tidak dibuka.

Tentunya mengakibatkan pemandangan yang kontras dimana gak jauh dari situ, Pemda Badung sedang berusaha memperindah kawasan untuk dibuatkan Obyek Wisata Pantai setempat.

Yah, semoga saja ada beberapa instansi pemerintah terkait, bisa membantu untuk menanggulangi pembuangan sampah agar gak dibuang ke saluran air ya?

SEHARI NGE-TIM (1)

Category : tentang PeKerJaan

Berkesempatan mengikuti Peninjauan Lokasi beberapa kegiatan yang dilakukan Pemda Badung di tahun ini, lumayan banyak yang bisa diabadikan lewat kamera pribadi Konica, bukan milik kantor seperti yang banyak dipertanyakan teman sekantor. Karena hampir setiap hari aku bawa di saku kanan baju dinasku, untuk keperluan dokumentasi proyek yang aku awasi di Kubu Gunung, Dalung.Jadi, sambil menjalankan tugas, memeriksa jalannya proyek lain yang sedang dijalankan maupun yang telah selesai, kamera aku bawapun akan sangat berguna bila menemukan sesuatu yang unik dilingkungan sekitar kita.

Aku tulis per Obyek Foto.
Here We Are…

Part 1 : Rumah Dinas Calon Sekretaris Dewan Badung

Menengok kondisi yang telah direhab selama kurang lebih sebulan, sungguh disayangkan bila beberapa bagian darirumah tersebut tidak ikut diperbaiki dan tetap ditelantarkan. Ini terjadi, mungkin karena dana Rehab yang diturunkan, tidak mencakup keseluruhan item yang ingin diperbaiki, sehingga hanya sedikit yang bisa kembali seperti awal mula dibangun.

Ini Rumah Dinas Calon Sekretaris Dewan Badung lho. Kondisi awalnya gak jauh beda dengan rumah-rumah dinas lain yang ada disekitarnya, rusak karena lama tidak ditempati, dan sebagian besar komponennya telah dicuri oleh orang-orang yang kelaparan. Huehehe…

Gak terhitung, dari pintu panil, gagang pintu, engsel, meteran listrik juga air, kran air, dan yang lain yang sekiranya bisa digondol untuk nambah-nambah kekurangan dirumah, ato malah diloakkan ?
Who Knows ?
Yang pasti, ini salah satu foto yang aku ambil, dimana merupakan tempat suci diareal rumah dinas calon Sekwan kita, dengan kondisi retak, dan nyaris ambruk, mungkin karena :
faktor tanah yang labil berhubung dulunya ini adalah areal sawah,
bisa juga karena faktor pemadatan tanah dasar yang kurang, karena ketinggian lahan rumah ini jauh tinggi dibanding sawah disebelahnya,
bisa juga karena faktor X, dimana pada tembok dan beberapa bagian yang seharusnya diisi dengan balok beton, namun kenyataannya setelah rusak, baru terlihat boroknya pekerjaan yang dilakukan, tidak terdapat sloof maupun kolom beton yang seharusnya bisa dijadikan pengaku tembok…