Ponsel ber-Layar Sentuh Murah ? Yummy

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Di Awal Tahun 2000-an, ponsel berlayar sentuh selalu identik dengan harga yang mahal serta teknologi yang terdepan. Kendati saat itu belum banyak ditemukan perangkat ponsel yang mengadopsi Teknologi ini, namun ada beberapa Brand ternama sudah mencoba merilisnya dengan berbagai tawaran menarik.

Katakanlah HP Jornada. Bagi yang mengikuti Trend PDA atau Personal Digital Asisstant saat itu saya yakin pasti pernah melihat rupa atau minimal mendengar nama yang satu ini. Awal mula Sebuah perangkat konvergensi yang selain berfungsi utama sebagai Buku Agenda secara digital, disuntikkan pula kemampuan Voice Call untuk membantu para penggunanya beraktifitas bisnis dengan koleganya.

Teknologi layar sentuh makin jauh berkembang ketika sistem operasi Windows Mobile memasuki masa jayanya. Memegang sebuah perangkat sejenis di jaman itu rasanya benar-benar  mirip dengan memegang sebuah BlackBerry Torch atau sebuah TabletPC di masa kini. Selalu menjadi perhatian orang yang memang penasaran dengan kemampuan dan penampilannya.

Kini berselang satu dekade, tampaknya teknologi layar sentuh masih menjadi Favorit bagi sebagian besar brand atau merek ponsel untuk tetap diadopsi. Bedanya, untuk bisa membeli sebuah perangkat tak lagi memerlukan biaya tinggi lantaran dari segi jeroan dan sistem operasi tak membutuhkan spesifikasi yang tinggi.

Jika untuk sebuah brand global ternama harga yang harus ditebus masih berada di atas kisaran harga 1 Juta, maka untuk beberapa brand lokal masalah harga sudah bisa ditebus dengan kisaran 400 s/d 500 ribuan saja. Menarik bukan ?

Mengingat rentang harga yang bisa dikatakan sangat terjangkau, maka untuk urusan isipun sudah seharusnya bisa dimaklumi. Akan banyak keterbatasan kemampuan yang sedianya tidak dapat dilakukan pada sebuah perangkat layar sentuh kebanyakan. Dari jenis layar Resitif yang mutlak membutuhkan sentuhan alat bantu Stylus, tingkat kepekaan area sentuh menuju Menu ataupun fitur tertentu, kedalaman warna yang mengakibatkan tampilan gambar pada layar jauh lebih rendah ataupun tingkat kecerdasan perangkat untuk melakukan aktifitas multitasking penggunanya.

Lantas Varian apa saja yang bisa ditawarkan pada pengguna untuk barisan ponsel berlayar sentuh murah ? berikut daftarnya.

LG Cookies Series. Ponsel yang menyasar segmen anak muda ini sebenarnya sudah dikenal sejak lama oleh pasar, buktinya ada beberapa rilis seri yang berbeda dari keluarga ini. Syarat utamanya Cuma satu. Mampu terhubung dengan jalur Social Media seperti FaceBook, Twitter ataupun sekedar Chatting. Beberapa diantaranya sudah mendukung koneksi data Wifi sehingga jauh lebih memudahkan penggunanya dalam mengakses dunia maya. Harga yang ditawarkannya pun beragam. Dari kisaran 750 hingga 900 ribuan.

Samsung Genoa, Samsung Champ dan Samsung Corby Series. Seperti halnya LG, Samsung merupakan salah saru vendor ternama yang masih setia menggelontorkan pasar dengan ponsel layar sentuh murah, untuk menyasar segmen tertentu. Genoa Series misalnya. dengan mengandalkan User Interface khas milik Samsung TouchUI, Geno tampil dengan teknologi yang dahulu hanya mampu ditemukan pada ponsel dari brand lokal, yaitu TV Analog. Berbeda lagi dengan Champ Series yang sudah mengadopsi koneksi data Wifi dan salah satunya bahkan mengadopsi konsel Dual Mode GSM. Demikian halnya dengan Corby Series yang lebih menyasar kaum Social Media dengan tampilan khasnya yang nyaris menyerupai HomeScreen milik perangkat Android. Kisaran harga yang musti ditebuspun kisaran 900ribuan saja.

Nexian Series. Nama Nexian bisa dikatakan sebagai salah satu pemain lama yang berhasil dan masih bertahan hingga kini. Di tahun 2011, Nexian tampaknya makin pede merilis seri layar sentuh mereka. Nexian G857 Snap, G868 Tap, G868 Tap Music, G860 Cappucino, G889 Princess dan G065 Champion merupakan jajaran ter-Gres yang coba ditawarkan pada publik. Dengan rentang harga 500 s/d 850 ribuan, jelas saja ini sangat menggiurkan. Apalagi koneksi data Wifi sudah menjadi senjata utama jualannya.

IMO Series. Mengingat nama brand satu ini, saya pribadi bakalan langsung teringat dengan Form tampilan ponsel yang kerap ‘meniru’ desain ponsel papan atas. Katakanlah seri B9800 yang mengadopsi bentukan BlackBerry Torch, atau B9200 yang serupa Nokia C7. Terkini yang dirilis adalah bentukan yang menyerupai PSP, perangkat Gamers milik Sony dan ditawarkan dengan harga 600ribu saja. Spesifikasi di tiap perangkat ponsel layar sentuhnya nyaris sama satu dengan lainnya. Dual Mode, TV Tuner, Koneksi Data dan Memory tambahan merupakan hal yang sangat lumrah untuk diadopsi.

SkyBee Touch. Mengambil rupa Samsung Champ series, SkyBee tampaknya tak mau ketinggalan dalam merilis ponsel murah berlayar sentuh. Dengan penawaran harga yang hanya 475 ribu saja, SkyBee Touch sudah dapat dibawa pulang oleh pengguna. Menawarkan konsel Dual Mode, TV Tuner dan tentu saja iming-iming terhubung dengan berbagai akun Social Media, SkyBee Touch diharapkan mampu mengambil hati sebagian kecil segmen anak muda.

Cross Mobile PD100T. Dari segi Jualan dan spesifikasi tampaknya Cross tak jauh beda dengan perangkat SkyBee. Hanya saja dari segi desain, Cross lebih mudah dikenali lantaran bentukannya yang menyerupai salah satu perangkat ponsel Android ternama. Mungkin itu sebabnya, harga jual ponsel Cross inipun sedikit lebih mahal ketimbang rivalnya.

Polytron PG 2000T. Ini ponsel atau perangkat multimedia ? hehehe… Di Negeri ini nama Polytron memang identik dengan perangkat multimedia. Namanya bahkan sudah dikenal jauh sebelum teknologi ponsel mulai familiar di tanah air. Sayangnya, tidak banyak gebrakan yang diluncurkan untuk seri ponsel terbaru mereka. Malah bisa dikatakan dengan harga jual yang memang terjangkau, secara spesifikasi dan kemampuan tidak jauh berbeda dengan perangkat lokal.

Jika memang yang namanya Budget amat sangat terbatas namun hasrat begitu menggube untuk mencoba nikmatnya ponsel berlayar sentuh, tak ada salahnya untuk mencoba salah satu dari sekian varian diatas.

Gempuran Dashyat Nokia Sang Raja

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Gerah. Barangkali satu kata tersebut sudah bisa mewakili tindak tanduk Nokia, sang raja ponsel tanah air di sepanjang tahun 2010 lalu. Bagaimana tidak, gempuran tiga raksasa baru lengkap dengan ponsel dan sistem operasi terbaru mereka, Android, BlackBerry dan iPhone, tampaknya sudah cukup membuat kelabakan dengan berkurangnya kue konsumen yang selama ini dinikmati. Ditambah dengan curi-curi yang dilakukan sekian puluh brand ponsel China, yang kendatipun tak terlalu banyak mengambil jatah, namun akar mereka seakan menjalar tak pernah putus.

Lihat saja. Di sepanjang tahun 2010, Nokia sudah tak lagi merilis seri ponsel pintar berkeypad standar numerik. Terhitung tahun 2009, mereka berhenti pasca merilis seri N95 dan N96. Setelah itu, Nokia mulai terfokus pada seri berlayar sentuh seakan menjawab tantangan Android dan iPhone, serta ponsel berkeypad QWERTY untuk menjawab tantangan BlackBerry dan puluhan ponsel lainnya.

Tak kurang ada seri 5800 XM, 5530 XM, 5230, 5233, N97, N97 Mini, X6, C6, C7, N900 hingga N8 yang menyematkan 12 MP kamera berlensa Carl Zeiss, merupakan seri ponsel berlayar sentuh (beberapa diantaranya berkeypad qwerty sliding) dengan mengandalkan sistem operasi andalan mereka, Symbian 5th Edition yang diubah nama menjadi Symbian ^3 dan MeeGo.

Demikian halnya dengan seri C3, E5 dan X5 yang siap menyapa konsumen dengan keypad QWERTY berharga murah namun berfitur koneksi Wifi. Bahkan kabarnya untuk makin mendesak keberadaan ponsel China, Nokia berancang-ancang merilis seri X2-01 yang bakalan dibanderol dengan harga dibawah satu juta rupiah. Tunggu saja.

Kendati begitu, Nokia tampaknya tak melupakan beberapa seri yang sekiranya bakalan menarik hati para konsumen setianya, untuk mencoba seri C1-00 yang dikenal dengan fitur Dual Sim Card meskipun belum mampu aktif secara bersamaan, seri X3-02 yang mengawinkan input layar sentuh dengan keypad standar numerik, seri X2 yang menawarkan kamera beresolusi tinggi 5 MP dengan banderol harga murah, dan juga seri 2710 yang menawarkan sistem Navigasi built ini.

Beragamnya rilis ponsel Nokia di sepanjang tahun 2010 ini, tak lepas dari tujuan mereka sejak awal, merebut kue konsumen di semua lini. Baik tingkat pengguna pemula, menengah hingga ponsel pintar. Satu usaha yang patut diapresiasikan bukan ?

Mimpi Lagi Nde ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Ngliat bawaan seorang teman kuliah, yang memang duit bukanlah satu hal sulit baginya tuk didapatkan, mengingat latar belakang keluarga dan kemampuan yang sangat mendukung.Anyway, laptop kecil dan touchscreen ?
That’s awesome.

Jadi pengen punya nih…